Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK OLEH DINAS PARIWISATA KABUPATEN PANGANDARAN DI OBJEK WISATA GREEN CANYON AAN ANWAR SIHABUDIN
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1926.295 KB) | DOI: 10.25147/moderat.v1i2.2776

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah belum adanya kerjasama dengan pihak media untuk promosi wisata dalam rangka merebut pasaran/bersaing dengan objek wisata lain. Tetapi jumlah pengunjung dari tahun ke tahun tetap meningkat. Kurangnya sarana prasarana penunjang pelayanan seperti ruang tunggu, ruang informasi wisata, dan tempat ibadah dalam rangka menunjang kredibilitas organisasi secara fungsional. Rumusan masalah dalam penelitian ini bermaksud untuk menerapkan teori atau menguji teori dalam kaitannya dengan pemanfaatan dalam dunia kepariwisataan. Penelitian ini berupaya menggambarkan dan mengungkapkan praktek-praktek pelaksanaan strategi peningkatan Pelayanan Publik di Objek Wisata Green Canyon. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan sampel penelitian berjumlah 6 pegawai objek wisata Green Canyon dan 5 orang perwakilan masyarakat di sekitar objek wisata Green Canyon dan 5 orang pengunjung (wisatawan). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Strategi yang digunakan dapat dijadikan menunjang kredibilitas organisasi secara fungsional, diperoleh keterangan dari 18 pertanyaan yang diajukan hanya 11 pertanyaan (61,11%) yang telah dilaksanakan dengan baik, 5 pertanyaan (27,77%) responden meyatakan bahwa strategi yang digunakan dapat dijadikan menunjang kredibilitas organisasi secara fungsional dilaksanakan dengan cukup baik, dan 2 pertanyaan (11,11%) strategi yang digunakan dapat dijadikan menunjang kredibilitas organisasi secara fungsional dilaksanakan dengan belum baik, hasil observasi menunjukkan bahwa secara fungsional semua strategi yang digunakan menunjang kredibilitas organisasi secara fungsional, telah dilaksanakan sebagaimana mestinya. 2) Hambatan yang dihadapi oleh Kawasan objek wisata Green Canyon adalah: sumber daya manusia; dana untuk membangun masih relatif kecil; Rencana Indung Pembangunan Daerah (RIPDA) pariwisata belum ada; objek wisata masih banyak di kelola oleh Desa setempat; Kurang adanya sinkronisasi dan kesempatan antara masyarakat lokal dan pemerintah dalam rangka pengembangan dan kemajuan pariwisata; Sarana dan prasarana di objek wisata yang belum lengkap; Perlu adanya objek wisata minat khusus; 3) Upaya strategi yang diambil oleh Dinas Pariwisata Kawasan objek wisata Green Canyon dalam pengembangan pariwisata adalah: Membuat terlebih dahulu rencana induk pembangunan daerah (RIPDA) tahun 2015, Menata, membangun tahap demi tahap infrastruktur untuk menunjang tentang kepariwisataan di Kabupaten Green Canyon, Mengadakan sosialisasi penyebaran sosialisasi tentang pariwisata di Kabupaten Green Canyon.
Efektivitas Pengadaan Barang dan Jasa Oleh BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Regi Refian Garis; Aan Anwar Sihab; Windi Ayu Tiarani
Musamus Journal of Public Administration Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v3i1.3137

Abstract

Based on the results of observations, it is known that there are several problems in the effectiveness of the procurement of goods and services by Hegardanadyaksa Village-Owned Enterprises in increasing the Original Income of Hegarmanah Village, Cidolog District, Ciamis Regency. This research uses descriptive qualitative research method, the length of this research is 10 months with the technique of collecting data through library research, field studies, observation, and interviews. The primary data sources in this study were 14 people. Data processing techniques / data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study it can be concluded that: 1) The effectiveness of the procurement of goods and services by Hegardanadyaksa Village- Owned Enterprises in increasing the Original Income of Hegarmanah Village, Cidolog District, Ciamis Regency has not been carried out properly because there are still obstacles to be faced, this is due to lack of direction to the management, low compliance and obedience of the board in carrying out their duties. 2) The obstacles faced are low human resources, low compliance and obedience of administrators in carrying out their duties, lack of direction to the management, price competition and business competition and there is still a tug of interest. 3) The efforts made are including the board in educational activities and training seminars and workshops and providing regular guidance to the board, adding venture capital and improving the quality of goods and service quality, inviting all administrators to be willing to be placed in any position and inviting all administrators to more appreciating and respecting the determination of positions, recruiting managers as needed, providing guidance to administrators.
PELAKSANAAN FUNGSI KEPEMIMPINAN OLEH KEPALA DESA SUKAMAJU KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN Irfan Nursetiawan; Tanti Ratnasari; Aan Anwar Sihabudin
Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja Vol 48 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan (LRPSP), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipwp.v48i1.2558

Abstract

Kepala Desa pada hakikatnya mempunyai fungsi kepemimpinan dalam penyelenggaran Pemerintahan Desa, tetapi kurangnya koordinasi dan produk advokasi masih menjadi masalah yang muncul. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif, yakni teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, wawancara, dan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi kepemimpinan oleh Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran menujukkan indikasi Kepala Desa kurang mampu menjalankan fungsi kepemimpinan tersebut dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hambatan-hambatan yang muncul, meliputi: a) komunikasi yang belum berjalan intensif; b) pendefinisian tugas pokok dan fungsi Perangkat Desa belum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki; c) kurangnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Desa; dan d) kurangnya evaluasi prestasi kerja. Upaya yang telah dilakukan, yakni melalui musyawarah dalam setiap pembuatan kebijakan, membuat struktur organisasi Pemerintah Desa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, melakukan evaluasi prestasi kerja. Kata Kunci: Kepemimpinan; Kepala Desa; Prestasi Kerja; Tata Kelola; Pemerintahan.
THE ROLE OF POLITICAL PARTIES IN COMMUNITY POLITICAL EDUCATION Yayang Nurafiat; Aan Anwar Sihabudin; Agus Nurulsyam Suparman
JGSRD: Journal of Government Science and Rural Development Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Social And Political Science Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jgsrd.v3i2.2767

Abstract

Political parties have a role in carrying out the functions of political parties by Law Number 2 of 2008 concerning political parties, one of which is to collect aspirations and provide political education for the community. This research is motivated by cooperation between political party administrators that have not been established, the ability to carry out political education that has not been active, and the absence of attitudes that can be used as role models from party administrators so that researchers are interested in researching the role of political parties in providing political education for the community. Sukahurip Village, Cisaga District, Ciamis Regency. This study uses a qualitative method with descriptive research that aims to describe the role of political parties in political education in society. Data collection was done by observation, literature study, and interviews, so the data used were primary data and secondary data. The data analysis technique was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study indicate that political party administrators are more active before the general election, and political education for party administrators is very limited so the ability of party administrators is limited. The functions carried out by political parties are only based on instructions and the lack of political party activities outside the general election.
STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DALAM PENGELOLAAN BUDAYA MASYARAKAT BERWAWASAN LINGKUNGAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021 Arie Budiawan; Aan Anwar Sihabudin; Neti Sunarti
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 8 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.533 KB) | DOI: 10.25157/moderat.v8i2.2711

Abstract

Penelitian Strategi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam Pengelolaan Budaya Masyarakat Berwawasan Lingkungan di Tengah Pandemi Covid-19 Tahun 2021 bertujuan untuk melihat pengembangan kebudayan di Kabupaten Ciamis yang diselenggarakan secara terintegrasi dengan pembangunan kepariwisataan, yang sekaligus berperan sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian daerah.Sumber data dalam penelitian ini dari beberapa literatur yang berkenaan dengan pengembangan potensi kebudayaan dan pariwisata daerah di tengah pandemi covid-19 tahun 2021. Adapun metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menjabarkan dalam rangka upaya mendorong peningkatan pengembangan seni, budaya dan potensi daerah dalam bentuk diplomasi dan promosi keluar daerah. Pencapaian Visi dan Misi, program unggulan 2019-2024 RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun 2019-2024 yakni Mantapnya Kemandirian Ekonomi, Sejahtera Untuk Semua. Perumusan strategi terdiri dari pengembangan misi, identifikasi faktor eksternal (peluang dan ancaman), menentukan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), menyusun tujuan jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi yang tepat untuk dilaksanakan. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa Strategi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan budaya masyarakat berwawasan lingkungan di tengah pandemi Covid-19 Tahun 2021 yang dalam hal ini, Dinas Kebudayaan, Kepemudan, dan Olahraga Kabupaten Ciamis sudah melaksanakan kewajibannya dalam mengelola, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan khususnya di tatar galuh ciamis sebagai sumber asset daerah, akan tetapi masih belum maksimal. Dengan demikian, diperlukan sentuhan dari Pemerintah Daerah guna melakukan inovasi, intensifikasi dan ekstensifikasi potensi kebudayaan dengan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan termasuk dukungan dari masyarakat untuk melestarikan kebudayaan ditengah arus globalisasi dan pandemi covid-19. Karena Kabupaten Ciamis memiliki banyak potensi kebudayaan yang bisa dikembangakan meliputi potensi wisata budaya, kesenian daerah yang bernilai budaya luhur, peninggalan Kerajaan Sunda Purba dan lainnya, yang dapat dipelajari serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu, ada di dalam sejarah, kebudayaan dan adat istiadat di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Ciamis.  
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA OLEH KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA DI KABUPATEN CIAMIS Ina Loriana Lorenza; Aan Anwar Sihabudin
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 8 No 4 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.583 KB) | DOI: 10.25157/moderat.v8i4.2869

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pembinaan Prestasi Olahraga Oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia di Kabupaten Ciamis mengalami pasang surut, adanya cabang olahraga yang kurang pembinaan fisik dan strategi kemenangan, sistem administrasi terbatas dan sedikit cabang olahraga yang meraih prestasi di tingkat propinsi. Hal ini disebabkan keterbatasan sumber anggaran dan minimnya tenaga terlatih yang tersertifikasi, Lemahnya pembinaan secara terstruktur (pembibitan) pada sejumlah cabang olahraga dan belum optimalnya evaluasi terhadap pembinaan yang telah dilaksanakan serta lemahnya pengawasan dalam pembinaan olahraga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pembinaan Prestasi Olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia di Kabupaten Ciamis. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik pengolahan/analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa implementasi kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pembinaan Prestasi Olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia di Kabupaten Ciamis kurang optimal. Hal ini ditunjukan dengan adanya hasil temuan penelitian, seperti kurangnya dukungan sumber daya, anggaran, pembinaan secara khusus, terstruktur seperti fisik dan strategi kemenangan, evaluasi, sistem administrasi dan data/dokumen pembinaan atlet dan lemahnya pengawasan pada pelatih setiap cabang olahraga.
Pengaruh Good Governance Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai (Studi pada Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis) Dian Sundari; Enas Enas; Aan Anwar Sihabudin
Jurnal Bintang Manajemen Vol 1 No 3 (2023): September : Jurnal Bintang Manajemen
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubima.v1i3.1847

Abstract

Information technology is not followed by an increase in knowledge, skills and work attitudes of employees in carrying out their duties and responsibilities. In addition, employee performance is affected by good governance which is not optimal due to the absence of transparent data in improving staff quality and lack of employee involvement in the decision-making process and the competence of human resources is not optimal because there are still many employees who do not have a high level of education and the rapid development of information technology is not followed by an increase in knowledge, skills and work attitudes of employees in carrying out their duties and responsibilities. The research was conducted using a quantitative explanatory survey method. The data analysis technique used is descriptive statistics, inferential statistical analysis with multiple regression models. The results of the study inform (1) Good governance has a positive and significant effect on employee performance at the Ciamis District Tourism Office. This means that the better the good governance, the higher the performance of employees at the Ciamis Regency Tourism Office. (2) Competence has a positive and significant effect on employee performance at the Ciamis Regency Tourism Office. This means that the higher the competency, the higher the employee performance at the Ciamis Regency Tourism Office. (3) Good governance and competence have a positive and significant effect on employee performance at the Ciamis District Tourism Office. This means that the better the good governance and competence, the higher the employee performance at the Ciamis Regency Tourism Office.
STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN PANGANDARAN DALAM PENINGKATAN PELESTARIAN SENI DAN KEBUDAYAAN GUNA MEWUJUDKAN VISI PANGANDARAN JUARA MENUJU WISATA BERKELAS DUNIA YANG BERPIJAK PADA NILAI KARAKTER BANGSA Arie Budiawan; Aan Anwar Sihabudin; Regi Refian Garis
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i2.10846

Abstract

Strategi Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam Peningkatkan Pelestarian Seni dan Kebudayaan guna mewujudkan visi Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia Yang Berpijak Pada Nilai Karakter Bangsa adalah bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan kebudayaan daerah yang digambarkan dengan indikator penyelenggaraan festival seni dan budaya, jumlah karya budaya yang direvitalisasi dan inventarisasi, serta jumlah cagar budaya yang dikelola secara terpadu, sekaligus berperan sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan pembangunan kepariwisataan yang sekaligus berperan sebagai salah satu sector yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian daerah. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menjabarkan dalam rangka upaya mendorong peningkatan pengembangan seni dan kebudayaan potensi daerah yang sesuai RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026 yakni Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia Yang Berpijak Pada Nilai Karakter Bangsa”. Perumusan strategi terdiri dari pengembangan misi, identifikasi faktor eksternal (peluang dan ancaman), menentukan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), menyusun tujuan jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi yang tepat untuk dilaksanakan. Dengan demikian pengembangan pelestarian untuk memanfaatkan potensi seni dan kebudayaan guna mendorong perkembangan pariwisata dengan memperhatikan kelestarian nilai-nilai budaya adat istiadat, mutu dan keindahan lingkungan alam untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Namun ada beberapa permasalahan diantaranya yaitu belum optimalnya intensitas penyelenggaraan festival seni dan budaya, belum optimalnya upaya dalam menarik penyelenggaraan kegiatan festival, kurangnya inovasi dalam penyelenggaraan festival seni dan budaya, belum optimalnya promosi Kabupaten Pangandaran sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai festival, kemudahan bagi penyelenggara festival dalam menyelenggarakan event, belum optimalnya benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan (30 pada tahun 2020), belum optimalnya jumlah cagar budaya yang dikelola secara terpadu (30) pada tahun 2020), belum ditetapkannya situs dan kawasan cagar budaya di Kabupaten Pangandaran, belum optimalnya perhatian dinas teknis terhadap cagar budaya dan terbatasnya SDM;
Efektivitas Pengadaan Barang dan Jasa Oleh BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Regi Refian Garis; Aan Anwar Sihab; Windi Ayu Tiarani
Musamus Journal of Public Administration Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v3i1.3137

Abstract

Based on the results of observations, it is known that there are several problems in the effectiveness of the procurement of goods and services by Hegardanadyaksa Village-Owned Enterprises in increasing the Original Income of Hegarmanah Village, Cidolog District, Ciamis Regency. This research uses descriptive qualitative research method, the length of this research is 10 months with the technique of collecting data through library research, field studies, observation, and interviews. The primary data sources in this study were 14 people. Data processing techniques / data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study it can be concluded that: 1) The effectiveness of the procurement of goods and services by Hegardanadyaksa Village- Owned Enterprises in increasing the Original Income of Hegarmanah Village, Cidolog District, Ciamis Regency has not been carried out properly because there are still obstacles to be faced, this is due to lack of direction to the management, low compliance and obedience of the board in carrying out their duties. 2) The obstacles faced are low human resources, low compliance and obedience of administrators in carrying out their duties, lack of direction to the management, price competition and business competition and there is still a tug of interest. 3) The efforts made are including the board in educational activities and training seminars and workshops and providing regular guidance to the board, adding venture capital and improving the quality of goods and service quality, inviting all administrators to be willing to be placed in any position and inviting all administrators to more appreciating and respecting the determination of positions, recruiting managers as needed, providing guidance to administrators.
Pengaruh Pengembangan Karir Dan Disiplin Terhadap Motivasi Kerja PD. BPR Artha Sukapura Cabang Salopa Muthia Dwi Fatma Utami; Enas Enas; Aan Anwar Sihabudin
CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol. 3 No. 4 (2023): CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cemerlang.v3i4.1900

Abstract

The research was carried out with the aim of knowing the impact of Career development and discipline on work motivation of PD. BPR Artha Sukapura Salopa branch. The problem of employee work motivation at PD BPR Artha Sukapura Salopa Branch is not optimal, it occurs from career development which is relatively difficult and discipline is still lacking causing employees to be less motivated at work, according to (Bukhori & Dewi, 2018) with a high level of employee work discipline it will Motivate employees to carry out their work well, which will indirectly increase employee performance. The method used in this research is quantitative descriptive. Research results: 1. Career development has a positive and significant effect on work motivation. This means that if career development increases, work motivation will also increase. 2. Work discipline has a positive and significant effect on work motivation. This means that if Work Discipline increases, then Work Motivation will also increase. 3. Career Development and Work Discipline have a positive and significant effect on Work Motivation. This means that if career development and work discipline increase, then work motivation will also increase.