p-Index From 2021 - 2026
2.743
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Batakarang
Jakobis J. Messakh
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP Undana

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN PENGEMBANGAN SANITASI LINGKUNGAN PASAR TRADISIONAL SUNSEA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA: STUDY OF ENVIRONMENTAL SANITATION DEVELOPMENT OF THE SUNSEA TRADITIONAL MARKET, NORTH TIMOR CENTRAL DISTRICT Maria L. P. Nahak; Jakobis J. Messakh; Roly Edyan
BATAKARANG Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional Sunsea merupakan satu-satunya pasar tradisional yang ada di kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aktifitas pasar ini hanya terjadi pada hari Kamis dan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pentingnya sarana sanitasi bagi peningkatan kualitas lingkungan pasar Tradisional Sunsea, agar kenyamanan dan keindahan dapat terjamin maka peneliti melakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui kondisi lingkungan fisik sanitasi di lingkungan pasar Tradisional Sunsea. 2). Untuk mengkaji sistem pengembangan sanitasi lingkungan pasar Tradisional Sunsea yang sesuai dengan konsep penyelenggaraan pasar sehat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi dengan pendekatan studi kasus (Case Study), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi,wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi prasarana sanitasi lingkungan pasar Tradisional Sunsea memperoleh bobot 32,47% dengan kategori tidak layak sehingga belum memenuhi standar pasar sehat. Pengembangan sarana prasarana sanitasi pasar Tradisional Sunsea yang sesuai dengan konsep pasar sehat dapat diwujudkan dengan cara melakukan pengadaan sarana prasarana sanitasi sesuai standar Nasional yang diterapkan oleh keputusan Menteri Kesehatan 2008. Dalam pengembangan prasarana sanitasi ini perlu diperhatikan oleh pemerintah mengenai kebersihan dan perawatannya selain itu perlu adanya kerja sama dengan masyarakat untuk mengetahui pentingnya prasarana sanitasi pada pasar.
KAJIAN PERUBAHAN ELEVASI MUKA AIR SUMUR PADA AKHIR MUSIM KEMARAU DAN AWAL MUSIM HUJAN DI KOTA KUPANG: STUDY OF CHANGES IN WELL WATER ELEVATION AT THE END OF THE DRY SEASON AND EARLY OF THE RAIN SEASON IN KUPANG CITY Grasio Senlau; Asrial; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup. Kebutuhan penduduk akan air bersih meningkat secara dratis, kerusakan lingkungan menjadi salah satu dampak yang menyebabkan sumber air bersih mulai berkurang. Permasalahan air minum yang ditemui di daerah NTT disebabkan karena iklim daerah NTT yang secara umum merupakan daerah semi - arid (semi kering). Sumber air yang dikelola PDAM dengan memanfaatkan potensi kapasitas sumber air sebesar 676 L/det, dengan rincian mata air 405 L/det, sumur 256 L/det dari cekungan air tanah dan sungai 15L/det, Anonim (2014) dalam Messakh 2015). Potensi air tanah yang bisa dimanfaatkan sekitar 433L/det dan yang belum dimanfaatkan oleh PDAM sebesar 177 L/det. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar perbedaan elevasi tinggi muka air tanah (sumur gali) pada akhir musim kemarau dan awal musim hujan di kota kupang, berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat water level meter.Berdasarkan hasil penelitian, rata–rata beda tinggi elevasi muka air sumur menggunakan alat water level meter SDH (wilayah sikumana/ hulu) beda elevasinya mencapai -1,21 cm dibawah permukaan tanah. Sedangkan SDT (wilayah oebobo/ tengah) beda elevasinya mencapai -0,71 cm di bawah permukaan tanah dan sedangkan SDL (wilayah oesapa/ hilir) beda elevasinya mencapai -0,41 cm dibawah permukaan tanah. Rata-rata beda tinggi elevasi dari ketiga wilayah hulu, tengah dan hilir yaitu 0,448 cm di bawah permukaan tanah.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI DESA OINLASI, KECAMATAN AMANATUN SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGGAH SELATAN: ANALYSIS OF CLEAN WATER NEED AND AVAILABILITY IN OINLASI VILLAGE, AMANATUN SOUTH DISTRICT, TIMOR CENTRAL SOUTH REGENCY Jumardin Lakapu; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan penyediaan dan pelayanan air bersih dari waktu ke waktu semakin meningkat yang terkadang tidak diimbangi oleh kemampuan pelayanan. Banyak masyarakat dan generasi Oinlasi yang memahami bahwa air bersih di desa oinlasi sampai sekarang penyedianya belum cukup, dan juga kebutuhan pertanian, peternakan Masyarakat Desa Oinlasi gagal dalam memanen pada aspek pertanian, peternakan dan lain-lainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui eksisting pelayanan air bersih di Desa Oinlasi adalah melakukan Observasi, Dokumentasi, Wawancara dan Study Literatur. Jumlah pemakaian air bersih domistik sebesar 1,361 Liter/Detik dan jumlah pemakaian air bersih Non-Domistik sebesar 0,238 Liter/Detik. Total Kebutuhan Air Domistik Dan Non-Domistik ditambah faktor kehilangan air pada Tahun 2021 adalah 1,973 Liter/Detik dan 2031 adalah 2,390 Liter/Detik. Potensi sumber air Oeuki sebesar 0,630 L/detik dan sumber air Oenia sebesar 0,910 Liter/detik. Pola jaringan perpipaan yang digunakan PDAM untuk melayani masyarakat desa Oinlasi merupakan sistim cabang. Perlu adanya penelitian lanjutan terhadap pencarian mata air baru untuk meningkatkan debit mata air yang ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Desa Oinlasi pada 10 tahun yang akan datang.
STUDI TENTANG RANCANGAN RUMAH TINGGAL DENGAN KONSEP BANGUNAN TROPIS DI KOTA ATAMBUA: STUDY ON HOUSE DESIGN WITH TROPICAL BUILDING CONCEPT IN ATAMBUA CITY Don Hendrikus Dacosta; Jakobis J. Messakh; Ketut M. Kuswara
BATAKARANG Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil yang tersebar disekitar khatulistiwa dan menyebabkan Indonesia termasuk wilayah yang beriklim tropis. Di Indonesia terdapat dua iklim tropis yaitu iklim tropis lembab dan tropis kering, salah satu kota di Indonesia yang beriklim tropis kering adalah kota Atambua yang terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi iklim tentunya membawa pengaruh besar bagi masyarakat. Salah satunya berupa pengaruh iklim terhadap gaya arsitektur bangunannya. Pembangunan rumah tinggal yang tidak memperhatikan kondisi iklim seperti orientasi bukaan pada bangunan terhadap arah lintasan matahari, temperatur udara, arah angin, tinggi bangunan, kemiringan atap dan material yang digunakan tentunya berpengaruh besar terhadap aspek kenyamanan fisik penghuninya. Sebagai solusi permasalahan, diperlukan bangunan yang memiliki gaya arsitektur tropis untuk menjawab kebutuhan masyarakat kota Atambua. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sedangkan metode pengolahan data yaitu dengan cara analisis fisik dan non-fisik yang menghasilkan konsep perancangan dan hasil rancangan. Konsep rancangan di dasarkan pada hasil analisis prinsip arsitektur tropis mengenai rumah tinggal. Hasil desain antara lain adalah bangunan yang arah orientasi depannya mengahadap kearah barat atau berhadapan dengan arah lintasan matahari membutuhkan jumlah bukaan yang lebih rendah dibandingan dengan yang arah orientasi depanya mengahadap ke arah utara selatan maupun timur. Bangunan yang berhadapan dengan arah lintasan matahari membutuhkan jumlah vegetasi yang lebih banyak. Hal tersebut dilakukan agar meminilasir cahaya serta suhu panas pada sore hari akibat terik sinar matahari yang membuat suhu menjadi panas pada bangunan.
REDESAIN GEDUNG DAN KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN KONSEP EKO-ARSITEKTUR SMK NEGERI 1 MAMBORO KABUPATEN SUMBA TENGAH: REDESIGN OF GREEN OPEN SPACE BUILDING AND AREA WITH ECO-ARCHITECTURE CONCEPT SMK NEGERI 1 MAMBORO, CENTRAL SUMBA REGENCY Uskaryanto U. Kahaipi; Jakobis J. Messakh; Milson M. Selan
BATAKARANG Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Negeri 1 Mamboro adalah salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di Desa Manuwolu, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi lingkungan SMK Negeri 1 Mamboro yang ditinjau dengan konsep Eko-Arsitektur, Menghasilkan model desain penataan Ruang Terbuka Hijau SMK Negeri 1 Mamboro yang di tinjau dengan konsep eko-arsitektur, dan Menghasilkan model desain penataan gedung pada kompleks SMK Negeri 1 Mamboro yang ditinjau dengan Konsep Eko Arsitektur.Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan desain gambar. Variabel yang dinilai adalah tata ruang, pencahayaan, penghawaan, saluran keliling bangunan, saluran pembuangan, septic tank, sumur resapan, air bersih, KM/WC, tempat sampah, koefesien dasar bangunan, koefesien daerah hijau dan konstruksi gedung.Hasil kajian kondisi fisik SMK Negeri 1 Mamboro adalah 52,3%. Kondisi fisik terkategori kurang baik yaitu : Tata ruang 58,9%, Saluran bangunan keliling 2,4%, saluran pembuangan 0,0%, septic tank 13,2%, sumur resapan 0,0%, KM/WC 18,2%, tempat sampah 2%. Sedangkan kondisi fisik terkategori baik yaitu: pencahayaan 100%, penghawaan 100%, air bersih 100%, konstruksi gedung 85,3%, KDB 100%, KDH 100%. Berdasrkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kondisi fisik SMK Negeri 1 Mamboro terkategori kurang baik, maka dilakukan Re-desain gedung dan kawasan ruang terbuka hijau dengan konsep Eko-arsitektur.
REDESAIN KOMPLEKS SMK NEGERI 1 KEFAMENANU DENGAN KONSEP PENERAPAN GREEN ARCHITECTURE: REDESIGN OF THE COMPLEX OF SMK NEGERI 1 KEFAMENANU WITH THE CONCEPT OF APPLICATION OF GREEN ARCHITECTURE Kladius Moensaku; Jakobis J. Messakh; Milson M. Selan
BATAKARANG Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Negeri 1 Kefamenanu adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang terletak di Jl. El. Tari KM 09 Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu Provinsi Nusa Tenggara Timur. SMK Negeri 1 Kefamenanu memiliki luas lahan 55067 m2 (5,067 Ha) dan fasilitas terbangun pada lokasi tersebut adalah 49 unit ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi lingkungan sekolah SMK Negeri 1 Kefamenanu jika ditinjau terhadap konsep pembangunan green architecture dimana konsep green Architecture merupakan perancangan dengan mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik, meningkatkan kenyamanan manusia dengan efisiensi dan pengurangan penggunaan sumber daya energi, pemakaian lahan dan pengelolaan sampah efektif dalam tatanan architecture dan menghasilkan model desain lingkungan sekolah SMK Negeri 1 Kefamenanu jika ditinjau terhadap pembangunan Green Architecture. Penelitian ini adalah jenis penelitian desakriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan desain gambar. Variabel yang dinilai adalah Pengelolaan Tapak/Tata ruang, Pencahayaan, penghawaan, koefisien bangunan, koefisien daerah hijau, drainase (saluran keliling bangunan dan saluran pembuangan), septick tank, sumur resapan, air bersih, km/wc, tempat sampah vegetasi, jalur pedestrian/jalan lingkungan, konstruksi gedung dan estetika. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Kefamenanu secara nilai presentasi yang didapat adalah sebesar 45,9% yaitu terkategori kurang baik dimana menunjukkan SMK Negeri 1 Kefamenanu tidak memenuhi standar maupun kelayakan dalam menjalani proses belajar mengajar, hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan fisik dan penataan yang kurang teratur seperti hasil penilaian dari setiap komponen dimana kondisi kurang baik didapatkan dari komponen penghawaan 37%, saluran keliling bangunan 27%, saluran pembuangan 0%, septick tank 19%, sumur resapan 0%, tempat sampah 40%, dan vegetasi (Landscape) 34%, Sedangkan untuk kondisi yang masuk dalam kategori baik yaitu pengelolaan tapak/tata ruang 54%, pencahayaan 50%, koefisien dasar bangunan 100%, koefisien daerah hijau 100%, air bersih 65%, KM/WC 57%, jalur pedestrian/jalan lingkungan 75%, dan konstruksi 77% dan Estetika 60%. Dari hasil penilaian ini kemudian dihasilkan model desain kompleks sekolah yang menerapkan konsep Green Architecture.