Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Soygurt Terhadap Kualitas Organoleptik, Nilai pH, dan Total Padatan Terlarut Dressing Salad Buah Shafiyah Ingklang; Ridawati Ridawati; Mutiara Dahlia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 7 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i7.829

Abstract

alad buah adalah makanan sehat karena kaya akan serat dan vitamin. Untuk memberikan rasa pada salad buah dapat ditambahkan saus salad atau dressing salad. Salah satu bahan yang dapat ditambahkan sebagai dressing salad adalah soygurt. Namun, pada pembuatan soygurt, susu skim yang digunakan untuk meningkatkan total padatan bukan lemak sehingga perlu di eval_uasi kembali menggunakan uji organoleptik, nilai pH dan total padatan untuk dijadikan dressing salad buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan dengan menyelidiki secara sistematis pengaruh penambahan soygurt terhadap kualitas organoleptik, nilai pH, dan total padatan terlarut dalam dressing salad buah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan dengan tiga formulasi yaitu, 25%, 50%, dan 75%. Cara untuk mengetahui kualitas penambahan soygurt pada dressing salad buah dilakukan uji organoleptik, nilai pH, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan soygurt sebesar 50% pada produk dressing salad buah menghasilkan kualitas terbaik dalam aspek warna, aroma, kekentalan, rasa manis, rasa asam, dan rasa langu kedelai. Uji total padatan terlarut menunjukkan perbedaan nyata dengan persentase 75% memiliki nilai tertinggi, yaitu 15.33 brix°. Nilai pH tetap sama pada semua persentase (25%, 50%, dan 75%), yaitu 4. Penilaian organoleptik terhadap kualitas warna, aroma, kekentalan, rasa manis, rasa asam, dan rasa langu kedelai menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan di antara penambahan soygurt 25%, 50%, dan 75%.
Analisis Kualitas Sensori Dan Daya Terima Konsumen Terhadap Fudgy Brownies Substitusi Tepung Umbi Garut Sebagai Upaya Prospek Usaha Leny Marlita; Devyzil Maysrina Rahma; Adhelia Salma Olyvia; Sachriani Sachriani; Mutiara Dahlia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1863

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap tepung terigu sebagai bahan baku utama berbagai produk bakery mendorong perlunya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif substitusi. Salah satu bahan yang berpotensi dikembangkan adalah tepung umbi garut (Maranta arundinacea L.) yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi, warna yang relatif cerah, rasa netral, serta tekstur halus sehingga sesuai digunakan sebagai bahan pengganti sebagian tepung terigu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sensori serta daya terima konsumen terhadap produk fudgy brownies dengan substitusi tepung umbi garut. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengembangan formulasi produk melalui uji kualitas sensori oleh panelis ahli, kemudian dilanjutkan dengan uji daya terima konsumen terhadap formulasi terbaik. Produk dikembangkan menggunakan tiga tingkat substitusi tepung umbi garut yaitu 20%, 30%, dan 40%. Penilaian kualitas sensori meliputi aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur, sedangkan daya terima konsumen diukur menggunakan uji hedonik skala lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi substitusi tepung umbi garut sebesar 30% menghasilkan karakteristik sensori terbaik serta memperoleh tingkat penerimaan konsumen tertinggi dibandingkan formulasi lainnya. Produk memiliki warna cokelat kehitaman, aroma cokelat yang dominan, rasa manis tanpa cita rasa umbi yang mengganggu, serta tekstur permukaan shiny crust dengan bagian dalam yang lembut dan lembap. Temuan ini menunjukkan bahwa tepung umbi garut berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan fudgy brownies tanpa menurunkan mutu sensori maupun tingkat penerimaan konsumen. Pemanfaatan tepung umbi garut juga menjadi salah satu alternatif dalam mendukung diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.