Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Soygurt Terhadap Kualitas Organoleptik, Nilai pH, dan Total Padatan Terlarut Dressing Salad Buah Shafiyah Ingklang; Ridawati Ridawati; Mutiara Dahlia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 7 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i7.829

Abstract

alad buah adalah makanan sehat karena kaya akan serat dan vitamin. Untuk memberikan rasa pada salad buah dapat ditambahkan saus salad atau dressing salad. Salah satu bahan yang dapat ditambahkan sebagai dressing salad adalah soygurt. Namun, pada pembuatan soygurt, susu skim yang digunakan untuk meningkatkan total padatan bukan lemak sehingga perlu di eval_uasi kembali menggunakan uji organoleptik, nilai pH dan total padatan untuk dijadikan dressing salad buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan dengan menyelidiki secara sistematis pengaruh penambahan soygurt terhadap kualitas organoleptik, nilai pH, dan total padatan terlarut dalam dressing salad buah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan dengan tiga formulasi yaitu, 25%, 50%, dan 75%. Cara untuk mengetahui kualitas penambahan soygurt pada dressing salad buah dilakukan uji organoleptik, nilai pH, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan soygurt sebesar 50% pada produk dressing salad buah menghasilkan kualitas terbaik dalam aspek warna, aroma, kekentalan, rasa manis, rasa asam, dan rasa langu kedelai. Uji total padatan terlarut menunjukkan perbedaan nyata dengan persentase 75% memiliki nilai tertinggi, yaitu 15.33 brix°. Nilai pH tetap sama pada semua persentase (25%, 50%, dan 75%), yaitu 4. Penilaian organoleptik terhadap kualitas warna, aroma, kekentalan, rasa manis, rasa asam, dan rasa langu kedelai menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan di antara penambahan soygurt 25%, 50%, dan 75%.
Analisis Kualitas Sensori Dan Daya Terima Konsumen Terhadap Fudgy Brownies Substitusi Tepung Umbi Garut Sebagai Upaya Prospek Usaha Leny Marlita; Devyzil Maysrina Rahma; Adhelia Salma Olyvia; Sachriani Sachriani; Mutiara Dahlia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1863

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap tepung terigu sebagai bahan baku utama berbagai produk bakery mendorong perlunya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif substitusi. Salah satu bahan yang berpotensi dikembangkan adalah tepung umbi garut (Maranta arundinacea L.) yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi, warna yang relatif cerah, rasa netral, serta tekstur halus sehingga sesuai digunakan sebagai bahan pengganti sebagian tepung terigu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sensori serta daya terima konsumen terhadap produk fudgy brownies dengan substitusi tepung umbi garut. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengembangan formulasi produk melalui uji kualitas sensori oleh panelis ahli, kemudian dilanjutkan dengan uji daya terima konsumen terhadap formulasi terbaik. Produk dikembangkan menggunakan tiga tingkat substitusi tepung umbi garut yaitu 20%, 30%, dan 40%. Penilaian kualitas sensori meliputi aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur, sedangkan daya terima konsumen diukur menggunakan uji hedonik skala lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi substitusi tepung umbi garut sebesar 30% menghasilkan karakteristik sensori terbaik serta memperoleh tingkat penerimaan konsumen tertinggi dibandingkan formulasi lainnya. Produk memiliki warna cokelat kehitaman, aroma cokelat yang dominan, rasa manis tanpa cita rasa umbi yang mengganggu, serta tekstur permukaan shiny crust dengan bagian dalam yang lembut dan lembap. Temuan ini menunjukkan bahwa tepung umbi garut berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan fudgy brownies tanpa menurunkan mutu sensori maupun tingkat penerimaan konsumen. Pemanfaatan tepung umbi garut juga menjadi salah satu alternatif dalam mendukung diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS MERAH TERHADAP KUALITAS LOTUS PASTRY Silvi Nur Fadilah; Cucu Cahyana; Mutiara Dahlia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v2i1.32412

Abstract

ABSTRAK: Tepung beras merah digunakan dalam pembuatan lotus pastry untuk menjadi alternatif dalam mengurangi penggunaan tepung terigu, menambah variasi produk tepung beras merah, dan sebagai pemanfaatan beras merah dengan dijadikan tepung dalam penggunaan bahan pangan lokal dalam pengolahan pastry. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung beras merah terhadap kualitas lotus pastry pada aspek lembaran, warna, rasa, aroma, dan tekstur kulit lotus pastry. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pastry dan Bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta sejak bulan November 2020 “ Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan substitusi tepung beras merah dengan persentase yang berbeda yaitu 10%, 20%, dan 30%. Kemudian dilakukan uji organoleptik kepada 3 panelis ahli yaitu dosen Tata Boga Universitas Negeri Jakarta sebanyak 1 kali dengan aspek penilaian karakteristik yang meliputi warna, aroma, tekstur, lembaran, dan rasa. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata tertinggi pada aspek warna yaitu 4,66 pada lotus pastry dengan substitusi tepung beras merah 20% dengan kategori warna coklat muda. Pada kategori aroma, didapatkan nilai tertinggi, yaitu 4,66 pada lotus pastry dengan substitusi tepung beras merah 20% dengan kategori aroma tidak beraroma beras merah. Pada kategori tekstur, didapatkan nilai rata-rata semua persentase substitusi tepung beras merah memiliki nilai yang sama, yaitu 4 dengan kategori tekstur renyah. Pada kategori lembaran, berdasarkan penilaian ahli didapatkan nilai rata-rata semua persentase substitusi tepung beras memiliki nilai yang sama, yaitu 4 dengan kategori lembaran berlembar. Pada kategori rasa kulit, berdasarkan penilaian ahli didapatkan nilai tertinggi, yaitu 3,66 pada lotus pastry dengan substitusi tepung beras merah 20% dengan kategori rasa kulit agak berasa beras merah. Pada daya serap minyak produk, didapati hasil semakin tinggi persentase substitusi produk maka akan semakin tinggi daya serap minyak. Berdasarkan hasil penilaian panelis ahli, rata-rata penilaian semua aspek yang diuji yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi adalah lotus pastry substitusi tepung beras merah 20% dengan nilai 4,2. Disusul dengan lotus pastry substitusi tepung beras merah 10%  dengan nilai rata-rata 3,86. Sedangkan pada lotus pastry substitusi tepung beras merah 30% memiliki nilai rata-rata terendah yaitu 3,66. Kata kunci: Lotus pastry, Tepung Beras Merah, Substitusi, Kualitas
Pengaruh Penggunaan Tepung Ubi Jalar Putih, Ubi Jalar Merah dan Ubi Jalar Putih pada Pembuatan Tangzhong terhadap Kualitas Japanese Milk Bread Andri Suryapraja; Cucu Cahyana; Mutiara Dahlia
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.42863

Abstract

Konsumsi ubi jalar cenderung makin turun dari tahun ke tahunnya, dikarenakan ada anggapan bahwa masyarakat yang pangan pokoknya non beras mempunyai status ekonomi dan sosial yang lebih rendah dibandingkan masyarakat yang mengkonsumsi beras. Dikarenakan kandungan air yang cukup tinggi maka masa simpan ubi tidak bisa terlalu lama. Metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar air dalam ubi jalar yaitu dengan cara dibuat tepung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang diawali dengan uji fisik dengan mengukur volume roti, tinggi roti, lebar roti dan berat roti. Dilanjutkan dengan uji organoleptik kepada 5 panelis ahli. Tepung yang digunakan dalam pembuatan tangzhong menggunakan 80% tepung ubi jalar, dan 20% tepung terigu protein tinggi. Volume terbaik didapatkan oleh formula yang menggunakan tangzhong ubi putih. Warna kulit roti bagian atas terbaik didapatkan oleh formula yang menggunakan tangzhong ubi jalar merah. Formula yang menggunakan tangzhong ubi putih memiliki nilai terbaik untuk aspek aroma susu dan yang menggunakan tanghzong ubi merah memiliki nilai terbaik untuk aspek aroma ubi jalar. Formula yang menggunakan tangzhong ubi putih memiliki nilai terbaik untuk aspek warna remah, pori-pori remah, tekstur remah, dan tekstur ketika dirasakan. Rasa manis pada formula yang menggunakan tangzhong ubi putih dan tangzhong ubi madu memiliki nilai terbaik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Japanese milk bread dengan penggunaan tangzhong ubi jalar putih merupakan formula terbaik, karena berdasarkan hasil uji organoleptik lebih banyak unggul diberbagai aspek . Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menilai daya terima konsumen produk Japanese milk bread dengan penggunaan tangzhong ubi jalar putih.