Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Risk Analysis Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) Apron Bandara Betoambari Berdasarkan ISO 45001:2018 Ferdiyan Ferdiyan; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v14i2.2000

Abstract

Pencegahan risiko kerja merupakan upaya sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko lingkungan kerja guna menghilangkan atau mengurangi dampak kecelakaan serta penyakit akibat kerja sesuai prinsip ISO 45001. Implementasi K3 yang efektif tidak hanya menciptakan rasa aman bagi pekerja tetapi juga mengurangi kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas pekerjaan. Kausalitas insiden di apron kompleks dan tidak pasti, melibatkan berbagai faktor seperti personel, peralatan, lingkungan, dan manajemen. Selain itu, operasi apron sangat kompleks dan sulit dikoordinasikan, sehingga manajemen risiko menjadi tantangan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko K3 di Apron Bandar Udara Betoambari berdasarkan ISO 45001:2018. Berdasarkan hasil penelitian teridentifikasi enam potensi bahaya utama, yaitu kebisingan, cuaca ekstrem, paparan bahan kimia, aktivitas perawatan pesawat, kelelahan kerja, dan risiko ergonomi. Penilaian risiko menggunakan metode HIRARC terhadap 21 variabel risiko menunjukkan bahwa dua risiko berada pada kategori ekstrem, sepuluh risiko tinggi, enam risiko sedang, dan tiga risiko rendah. Pengendalian risiko K3 dilakukan berdasarkan hirarki ISO 45001:2018 melalui pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan APD, serta didukung peluang perbaikan berkelanjutan berupa peningkatan pelatihan personel, penerapan sistem pelaporan digital, dan penyediaan fasilitas kerja yang lebih memadai.
Perkembangan Teknologi dan Internet Terhadap Kemampuan Berbahasa Generasi Muda Di Desa Poogalampa Kabupaten Buton Selatan Nurhayati Nurhayati; Wa Ode Arsyiah; La Ode Zulfikar Hibali; Laode Muhammad Arsal; La Parasit; La Ode Dwiyan Pramono Darmin; Femi Fadila Samsu; Sitti Salsabila Suufi; Dea Aprilia
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4, Nomor 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v4i1.2043

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat, khususnya melalui media digital dan platform media sosial, telah membawa dampak yang signifikan terhadap kemampuan berbahasa generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perkembangan teknologi dan internet terhadap kemampuan berbahasa generasi muda di Desa Poogalampa, Kabupaten Buton Selatan. Fokus kajian diarahkan pada perubahan pola penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam konteks informal maupun formal, serta implikasinya terhadap kemampuan berbahasa yang sesuai dengan kaidah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi, serta pendampingan kepada generasi muda dalam penggunaan teknologi digital secara bijak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai, media sosial, dan aplikasi pesan instan mendorong munculnya kebiasaan berbahasa yang singkat, tidak baku, serta ditandai dengan penggunaan singkatan, emoji, dan campuran bahasa asing maupun bahasa daerah. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam konteks formal dan akademik. Namun demikian, teknologi dan internet juga memberikan peluang positif, seperti kemudahan akses terhadap sumber pembelajaran bahasa, peningkatan literasi digital, serta perkembangan kreativitas berbahasa melalui berbagai konten digital edukatif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital dan kebahasaan melalui pendampingan berkelanjutan, sinergi antara pendidikan formal, keluarga, dan masyarakat, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana perkembangan dan pelestarian bahasa Indonesia di kalangan generasi muda.