Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Fenomena Mitologi Hari Futung dalam Konstruksi Sosial Masyarakat Nelayan Tradisional Pulau Alor Darajad, Syarifuddin; Wula, Zainur
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/233j1310

Abstract

Hari Futung merupakan salasatu mahluk penunggu laut yang dipercaya oleh masyarakat pesisir Alor memiliki kekuatan dalam membantu masyarakat suku Alor apabila mengalami perbagai masalah atau musibah di laut. Penelitian ini diarahkan untuk bagaimana fenomena mitologi Hari Futung dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir di Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor yang dirumuskan dalam dua masalah pokok, yaitu: Makna mitologi Hari Futung bagi masyarakat pesisir di Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor, dan kedudukan Hari Futung bagi aktifitas masyarakat pesisir di Kecamatan Alor Barat laut Kabupaten Alor. Tujuan dari penelitian ini melihat Fenomena Mitologi Hari Futung Dalam Konstuksi Sosial Masyarakat Nelayan Tradisionil Di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor dan Konstruksi Sosial atas Mitologi Hari Futung Pada Nelayan Tradisionil Pesisir Pulau Alor di Di Desa Alor Kecil Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor.. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi dalam pendekatan penelitian kualitatif, dimana informasi diperoleh dari pengelaman-pengalaman subjektif yang dialami oleh informen. Kesimpulan penelitian adalah 1. Mitologi Hari Futung dan laut Alor merupakan satu matarantai yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sosial mereka. Hari Futung dimaknai sebagai mahluk laut yang menjadi menjadi pembuat masalah dilaut bagi melayan yang merusak ekosistem laut dan juga dapat menjadi penolong bagi nelayan yang tenggelam atau perahu karam di wilayah perairan laut Alor, sehingga diperlukan interaksi melalui rirual pao hari atau memberi makan nenek moyang laut yang telah terkonstruksi menjadi sebuah realitas subjektif maupun objektif sebagai sebuah kesadaran sosial pada tatanan adatiah dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir diwilayah perairan laut Kabupaten Alor 2. Mitologi Hari Futung telah terkonstruksi dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan pesisir pulau Alor pada kurun waktu yang panjang menjadi sebuah keyakinan, yang kemudian menyulitkan masyarakat beradaptasi dengan lingkungan yang berada diluar lingkungan sosial mereka dalam lingkaran rasionalisasi agama dam ilmu pengetahuan modern. 
GeoGebra as a Visualization Tool: Implications for Mathematics Anxiety in Analytical Geometry Lectures Aba, Maria Martini; Cholily, Yus Mochamad; Baiduri, Baiduri; Inganah, Siti; Wula, Zainur; Rahardjanto, Abdulkadir
Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jupitekvol8iss1pp63-77

Abstract

This study investigates the impact of using GeoGebra as a geometric visualization tool on reducing mathematics anxiety among students in a Mathematics Education program. GeoGebra, an interactive software, enables dynamic visualization of geometric concepts, potentially fostering deeper conceptual understanding and alleviating anxiety in learning mathematics. A one-group pretest-posttest design was employed, consisting of three phases: preparation, implementation, and data analysis. Data were collected through a mathematics anxiety questionnaire administered before and after the intervention using Google Forms. The participants were 45 Mathematics Education students enrolled in an Analytical Geometry course. Data analysis involved tests of normality, homogeneity, and a paired sample t-test. The results indicate that: (1) GeoGebra effectively reduces students' anxiety in learning geometry; (2) its interactive visualizations enhance conceptual understanding and mitigate anxiety levels; (3) there is a statistically significant difference in anxiety levels before and after the use of GeoGebra; and (4) students reported a more enjoyable and less stressful learning environment, which increased their engagement with the course content. These findings suggest that integrating GeoGebra into geometry instruction can be a valuable pedagogical strategy for reducing mathematics anxiety and promoting meaningful learning experiences
Sosialisasi Potensi Keberagaman dan Semangat Toleransi di Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang: Socialization of The Potential of Diversity and the Spirit of Tolerance in Sulamu of Kupang Regency Wula, Zainur; Arifin, Hadjrah; Nurani, Siti Syahida; Nggonggoek, Wellem; Bacotang, Bacotang
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.926

Abstract

Multicultural diversity is a fact of life that exists in Indonesian people's lives which is the greatest gift of God should be maintained. By engaging the Bajo tribal community in the Sulamu village of Kupang, province East Nusa Tenggara, who share the livelihood in the village with people of different tribes and religions, this community service is methodologically carried out by doing socialization. The important objective of the socialization was to obtain the communal understanding within the Bajo ethnic community about the potential for diversity in order to realize the spirit of tolerance in Sulamu Village. By participating in the program, the Bajo people, who are all Muslims in religion, gain knowledge in increasing their insight into thinking and realizing harmonious relationships and mutual understanding in building peace, unity, integrity, and prosperity. Keberagaman multikultural merupakan fakta kehidupan yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan merupakan anugerah Tuhan yang paling besar untuk dijaga. Dengan melibatkan masyarakat Suku Bajo di Desa Sulamu Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur yang hidup di desa tersebut dengan masyarakat beragam suku dan agama, program ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi. Tujuan penting dari sosialisasi tersebut adalah untuk memperoleh pemahaman komunal dalam masyarakat etnis Bajo tentang potensi keragaman dalam rangka mewujudkan semangat toleransi di Desa Sulamu. Dengan mengikuti program tersebut, masyarakat Bajo yang beragama Islam memperoleh pengetahuan dalam meningkatkan wawasan berpikir dan mewujudkan hubungan yang harmonis dan saling pengertian dalam membangun perdamaian, persatuan, kesatuan, dan kesejahteraan.
An Integrative Model of Mathematical Well-Being and Anxiety Reduction (I-WARM): Evidence from Teachers’ and Students’ Perspectives Aba, Maria Martini; Baiduri; Inganah, Siti; Wula, Zainur
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19688

Abstract

This study aims to develop an Integrative Model of Mathematical Well-Being and Anxiety Reduction (I-WARM) based on the perspectives of secondary school teachers and students in Kupang City, Indonesia. A mixed-methods sequential exploratory design was employed, involving 211 students and 32 mathematics teachers. Quantitative data were collected through Likert-scale questionnaires to measure levels of mathematical well-being and mathematics anxiety, while qualitative data explored pedagogical practices and classroom environments that support students’ well-being. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics to describe the level of each variable, instrument validity and reliability tests (through item-total correlation and Cronbach’s Alpha), and Pearson correlation analysis. Meanwhile, qualitative data were analyzed using thematic analysis techniques through the processes of data reduction, coding, categorization, and conclusion drawing. The findings indicate that students’ mathematical well-being was at a moderate to high level, whereas mathematics anxiety was at a moderate level. Correlation analysis revealed a significant negative relationship between mathematical well-being and mathematics anxiety (r = −0.236, p < 0.05). Qualitative results highlight autonomy-supportive teaching, competence development, and social relatedness as key protective factors against mathematics anxiety. By synthesizing Self-Determination Theory and Control-Value Theory, the proposed I-WARM model provides a conceptual roadmap for educators to foster resilient learning environments. These findings suggest that reducing anxiety requires a shift from deficit-based interventions to well-being-centered pedagogical strategies.