Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Teh Herbal Daun Jambu Biji dengan Penambahan Minyak Atsiri Kayu Putih (Eucalyptus globulus) dan Sari Lemon (Citrus limon) Amanda, Gilda Tasya; Halim, Yuniwaty; Handayani, Ratna
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.10

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi karena efek positifnya terhadap kesehatan. Kekurangan dari teh herbal daun jambu biji adalah rasanya yang sepat dan pahit. Diketahui bahwa proses fermentasi seperti pada pembuatan teh hitam dapat mengurangi rasa sepat dan pahit, serta menghasilkan aroma dan warna yang unik. Dalam penelitian ini, teh herbal daun jambu biji dibuat dengan penambahan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan penerimaan secara organoleptik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu dan waktu penyeduhan terbaik dan menentukan pengaruh penambahan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus terhadap karakteristik teh herbal daun jambu biji. Teh herbal diseduh pada suhu 70, 80, 90°C selama 5, 10, dan 15 menit. Hasil menunjukkan penyeduhan pada suhu 90°C dengan waktu 10 menit menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik. Setelah itu, teh herbal daun jambu biji ditambahkan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus. Jika dibandingkan dengan kontrol, penambahan konsentrasi sari lemon 3% dan minyak atsiri Eucalyptus globulus 0,15% menghasilkan aktivitas antioksidan lebih rendah, yaitu IC50 sebesar 11233,67 ± 191,76 ppm dan tergolong dalam aktivitas antioksidan sangat lemah. Namun, penambahan sari lemon dan minyak atsiri Eucalyptus globulus meningkatkan kecerahan (brightness) teh, kesukaan terhadap warna dan menurunkan rasa sepat. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan minuman fungsional dari daun jambu biji, namun penelitian lanjutan mengenai kestabilan senyawa aktifnya selama penyimpanan masih diperlukan.
Fermentation Using Providencia stuartii and Salmonella enterica to Produce N-Acetylglucosamine from Shrimp Shells’ Chitin Halim, Yuniwaty; Chanan Din, Nabilah binti; Soedirga, Lucia C.
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.10385

Abstract

Chitin is a biopolymer that can be extracted from exoskeleton of shrimp shells and other arthropods. One of its derivatives is N-acetylglucosamine that is comprised of glucose and amino acid glutamine. N-acetylglucosamine is known for its health effect, particularly in the treatment of osteoarthritis symptoms. One of the methods to produce N-acetylglucosamine is by fermentation using chitinolytic microorganisms. The aim of this research was to determine the optimum condition (pH, ratio of bacteria, fermentation time, and temperature) for fermentation using the combination of Providencia stuartii and Salmonella enterica to produce N-acetylglucosamine. The research was conducted at different pH (5, 6, 7, 8, 9) and bacterial ratios (3:1, 1:1 and 1:3). Furthermore, the optimum incubation temperature (30, 37, 40oC) and fermentation time (1, 2, 3 and 4 days) were also evaluated. The results showed the optimum condition was achieved at pH 8 with bacterial ratio of 1:1, incubated at 37oC for 3 days.  Under these conditions, N-acetylglucosamine concentration obtained was 87,707.04 ± 906.54 ppm.