Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Karakteristik Tanah Dasar pada Ruas Jalan Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim terhadap Nilai CBR dan Swelling Shrinkage Indra Syaputra; Duha Awaluddin Kurniatullah; Bahtiar Bahtiar; Mujiati Mujiati; Bernathius Julison
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2749

Abstract

Infrastruktur jalan pada ruas Jayapura–Wamena, khususnya segmen Mamberamo–Elelim, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah antara Papua dan Papua Pegunungan. Namun, ruas ini sering mengalami kerusakan perkerasan dan tanah dasar akibat kondisi geologi yang kompleks, curah hujan tinggi, serta karakteristik tanah yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik tanah dasar terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) dan perilaku swelling–shrinkage. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengambilan sampel tanah asli pada enam lokasi, yaitu STA 26+700, STA 30+600, STA 34+750, STA 39+475, STA 42+900, dan STA 44+800. Pengujian meliputi kadar air, berat jenis, batas Atterberg, batas susut, pemadatan standar Proctor, CBR laboratorium, dan swelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki sifat fisis dan mekanis yang bervariasi, dengan kadar air 10,92%–31,67%, berat jenis 2,58–2,75, dan indeks plastisitas 12,20%–19,57%. Nilai CBR pada kondisi unsoaked selalu lebih tinggi dibandingkan soaked, yang menunjukkan bahwa air menurunkan daya dukung tanah secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi plastisitas dan susut tanah, semakin rendah nilai CBR, sehingga diperlukan perbaikan tanah dasar dan pengendalian drainase.
Pengaruh Implementasi Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 terhadap Kualitas Proyek Konstruksi Jalan di Provinsi Papua Barat Daya Kristoper Lemauk; Julison Julison; Bahtiar Bahtiar; Dewi Ana Rusim; Mujiati Mujiati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2751

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua Barat Daya membutuhkan sistem pengendalian mutu yang konsisten karena proyek konstruksi jalan memiliki kompleksitas tinggi, melibatkan banyak pihak, serta berpengaruh langsung terhadap konektivitas dan pelayanan publik. Penerapan Sistem Manajemen Mutu berbasis ISO 9001:2015 menjadi salah satu pendekatan penting untuk memastikan proses pekerjaan berjalan sesuai standar, memenuhi kebutuhan pemilik proyek, serta mendukung peningkatan kualitas proyek secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat implementasi ISO 9001:2015, menilai kualitas proyek konstruksi jalan, mengkaji hubungan penerapan sistem manajemen mutu terhadap kualitas proyek, serta mengidentifikasi faktor penghambat dominan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara kepada kontraktor, konsultan pengawas, dan Pejabat Pembuat Komitmen yang terlibat dalam proyek jalan di Provinsi Papua Barat Daya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan ISO 9001:2015 mencapai 72,57% dan berada pada kategori baik. Kualitas proyek konstruksi jalan juga dinilai baik, terutama pada aspek ketepatan waktu, kesesuaian biaya, standar mutu pekerjaan, dan keselamatan kerja. Namun, masih ditemukan hambatan pada pelayanan keluhan pelanggan, audit periodik, pelatihan SDM, peremajaan alat, dan evaluasi kinerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ISO 9001:2015 berhubungan positif dengan kualitas proyek, tetapi penerapannya perlu diperkuat secara praktis dan berkelanjutan.
The Effect of the Existence of Management Groups and Fees on the Functionality of Community-Based Drinking Water Supply Systems in Jayawijaya Regency Joni Ta'dung; Mujiati Mujiati; Dewi Ana Rusim
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 4 No. 9 (2026): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v4i9.748

Abstract

Access to safe and sustainable drinking water remains a major challenge in rural and mountainous regions of Indonesia, including Jayawijaya Regency, Papua. Community-Based Drinking Water Supply Systems (SPAM-BM) have been developed to expand water access; however, the long-term functionality of these systems is often constrained by weak institutional management and inadequate financial sustainability. This study examined the influence of the Management Group (KP-SPAM) and community contributions on the functionality of community-based drinking water supply systems in Jayawijaya Regency.A quantitative approach was employed using stratified proportional random sampling. Data were collected from 270 respondents selected from a population of 1,312 active household connections across 18 KP-SPAM units. Data collection methods included questionnaires, observations, structured interviews, and document reviews. The data were analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis.The results indicated that the Management Group variable had a positive and significant effect on SPAM functionality (? = 0.701; t = 12.467; p < 0.001), demonstrating that effective institutional management plays a crucial role in ensuring system sustainability. In contrast, community contributions did not have a significant partial effect on functionality (? = –0.092; t = –1.639; p = 0.102), although they may contribute indirectly through their relationship with management performance. Simultaneously, both variables significantly influenced SPAM functionality, explaining 42.65% of the variance in system performance.SWOT analysis further revealed that the management system is positioned in Quadrant I, indicating strong institutional capacity and favorable external opportunities. Strengthening KP-SPAM governance, enhancing financial transparency, and improving community participation are therefore recommended to ensure the sustainability of community-based drinking water services in Jayawijaya Regency.