Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SPLTV MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASE LEARNING (PBL) BERBASIS STEM Ely Syafitri; Sahat Saragih; E. Elvis Napitupulu; Elfira Rahmadani; Dewi Astuti
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 6, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jmp.v6i2.2440

Abstract

 AbstractThis study aims to analyze students' critical thinking skills on SPLTV material through a Problem Based Learning model based on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). The type of research used is descriptive qualitative. The research instrument used a test method in the form of critical thinking description questions to analyze the achievement of critical thinking skills and a questionnaire to determine student responses to the implementation of STEM-based PBL on SPLTV material. Research results students have been able to solve problems with a complete score of 73% and reach indicators of critical thinking skills, namely: the ability to generalize, the ability to identify, the ability to formulate problems into mathematical models, the ability to deduce using principles and the ability to provide further explanations. There were 8 students or 27% in the incomplete category and did not reach the indicators of critical thinking skills in working on the questions. Meanwhile, based on the student response questionnaire, it shows that the student response questionnaire with an average percentage of 80.68%, so it can be concluded that students gave a positive response to the implementation of STEM-based PBL learning on SVLTP material with a reliability of 0.82. Student responses at the time of the interview showed that learning with the STEM-based PBL model is a new model and has never been applied by teachers in learning Keywords:  Critical Thinking Analysis, STEM-Based  PBL, SVLTP AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa pada materi SPLTV melalui model Problem Based Learning berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Jenis penelitian yang digunakan adalah  kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan metode tes berupa soal uraian berpikir kritis untuk menganalisis ketercapaian kemampuan berpikir kritis dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap implementasi PBL berbasis STEM pada materi SPLTV. Hasil Penelitian siswa sudah mampu menyelesaikan soal dengan nilai tuntas 73% dan mencapai indikator kemampuan berpikir kritis yaitu : kemampuan menggeneralisasi, kemampuan mengidentifikasi, kemampuan merumuskan masalah ke model matematika, kemampuan mendeduksi dengan menggunakan prinsip dan kemampuan memberikan penjelasan lebih lanjut. Terdapat 8 orang siswa atau 27% dalam kategori tidak tuntas dan tidak mencapai indikator kemampuan berpikir kritis dalam mengerjakan soal. Sementara berdasarkan angket respon siswa menunjukkan  bahwa angket respon siswa dengan persentase rata-rata 80,68%, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap implementasi pembelajaran model PBL berbasis STEM pada materi SVLTP dengan reliabititas sebesar 0,82. Tanggapan siswa pada saat wawancara menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model PBL berbasis STEM merupakan model yang baru dan belum pernah diterapkan guru pada pembelajaran Kata Kunci : Analisis Berpikir Kritis, PBL Berbasis STEM, SVLTP
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSSING BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH Anim Anim; Elfira Rahmadani; yogo dwi prasetyo
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 3, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.724 KB) | DOI: 10.36294/jmp.v3i1.381

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dalam bentuk quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN kisaran. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IPA1 dan X-IPA-2 di MAN Kisaran kabupaten Asahan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Pada X-IPA-1 sebanyak 11 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan, dan pada kelas X-IPA-2 sebanayak 9 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat, Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem possing dengan pembelajaran konvensional. Analisis data dilakukan dengan uji ANAVA 2 jalur. Berdasarkan perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa  pada model pembelajaran diperoleh Fhitung > Ftabel yaitu 12,027 > 4.00 maka untuk uji hipotesis tolak H0 terima Ha, yaitu terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran pembelajaran problem possing berbantuan software Autograph dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Pendekatan Model Pembelajaran Problem Possing Berbantuan Software Autograph  masih baru bagi siswa MAN Kisaran, tetapi dengan guru bertindak sebagai fasilitator akhirnya siswa dapat menyelesaikan semua permasalahan dalam LAS dengan baik.Kata Kunci: Problem Possing, Software Autograph, Kemampuan KomunikasiMatematis
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Elfira Rahmadani
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 2, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.55 KB) | DOI: 10.36294/jmp.v2i2.213

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran Artikulasi pada kelas VIII MTs Swasta Al Washliyah Meranti berjumlah 33 orang. Model pembelajaran Artikulasi adalah suatu model pembelajaran yang membuat siswa menjadi aktif dan berani mengutarakan pendapatnya, dimana siswa dibentuk menjadi kelompok berpasangan yang masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika khususnya dalam memecahkan masalah. Penelitian ini dilkukan sebanyak dua siklus. Sebelum pemberian tindakan (pretest) 8 siswa (24,24%) telah mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus I diperoleh 24 siswa (72,73%) telah mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II diperoleh 29 siswa (87.88%) telah mencapai ketuntasan belajar. Terbukti terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas VIII MTs Swasta Al Washliyah Meranti melalui model pembelajaran Artikulasi dari siklus I (72,73%) ke siklus II (87.88%) sebanyak 15,15%.Kata Kunci: Model Pembelajaran Artikulasi, Hasil Belajar Matematika