Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Introduction to Robotics Technology for High School Students in Nganjuk Regency through Line Follower Robot Training Firdaus, Rohim Aminullah; Meta Yantidewi; Endah Rahmawati; Dzulkiflih; Muhimmatul Khoiro; Nugrahani Primary Putri
Journal of Dedication in Community Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jodic.v2n2.p17-24

Abstract

In the era of rapid technological advancement, mastering robotics has become crucial for the younger generation. A community service program by the Physics Study Program lecturer team of Surabaya State University introduced robotics training to high school students at SMAN 1 Nganjuk. This program aimed to foster interest in science and technology, enhance critical thinking, and develop problem-solving skills. The training included systematic steps such as needs analysis, material preparation, implementation, and evaluation. Students learned to design, assemble, and test line follower robots, integrating theory and hands-on practice to understand robotics concepts and techniques comprehensively. The program's outputs include video documentation, news articles, training modules registered as Intellectual Property Rights (IPR), and scientific articles for national journals. Supported by the Nganjuk Regency Education Office, the program aims to enhance students' technological competencies and inspire greater achievements. It also serves as a model for similar initiatives in other regions, promoting technology education development in Indonesia. Evaluation based on participant questionnaires showed positive results: understanding of material (80%), material relevance (81%), usefulness (83%), instructor quality (87%), facilities (93%), and training time adequacy (83%). Overall, the program achieved very good results, successfully engaging students and meeting its objectives.
The Role of Cross-Cultural Counseling to Increase Tolerance in Islamic Boarding Schools (Pesantren) Nur Sya'ban Ratri Dwi Mulyani, Yeni; Endah Rahmawati; Yulianton Ashzar Ibrahim
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v5i1.3727

Abstract

Indonesia is a country full of cultural diversity. The language, food, and customs in each region have their own characteristics. This also happens in the pesantren. Each pesantren environment also has its own characteristics. Each student who comes from a different region brings the culture of each region. This causes social conflict between one another. Tolerance is an important value that presents itself as an individual attitude and contributes to peace and order. Tolerance can prevent conflicts within the group. Schools based on pesantren have a role in developing the character of tolerance to students. A counselor needs to have the ability to be sensitive to cultural differences. There needs to be an understanding of the cultural diversity that exists in a school based on pesantren. With an understanding of cultural differences, counselors can understand cultural biases that occur between one student and another. The cultural bias that causes conflict in the school based on the pesantren environment will also be minimized and can even be an alternative to conflict prevention. Cross-cultural counseling has the function of trying to understand humans thoroughly in their cultural context through an interpretative approach. The psychological function possessed by culture allows a study to understand a person's behavior through the expected social roles, norms, and regulations that apply in their environment. The existence of two-way communication in cross-cultural counseling provides students with an understanding of the values ​​and norms contained in each culture. With cross-cultural counseling, it is hoped that it will be able to minimize cultural bias and create tolerance in a school based on pesantren.
Konseling Individu Pendekatan Behavior untuk Mengatasi Rendahnya Penyesuaian Diri Siswa Endah Rahmawati; Wahyu Murti Utami; Nur Sya’ban Ratri Dwi Mulyani; Riska, Riska
EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Vol. 1 No. 02 (2025): ISSUE JULI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Behavior untuk Mengatasi Rendahnya Penyesuaian Diri Siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling serta snowball sampling, key information adalah Guru BK dan Wali Kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, serta pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan penyebab terjadinya masalah rendahnya penyesuaian diri yang dimiliki oleh siswa atau konseli karena kurangnya motivasi dari dalam diri siswa sehingga siswa memiliki penyesuaian diri yang rendah. Hal ini diidentifikasi dengan perilaku siswa atau konseli yang masih sulit berbicara dengan orang lain yang tidak satu frekuensi, enggan untuk berbaur dengan lingkungan baru serta orang baru, malu untuk menyapa orang yang berada di sekitarnya. Dari hasil penelitian, dapat dilihat konseli telah menunjukan perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Perubahan yang ditunjukan siswa seperti siswa sudah mampu memperluas relasi pertemanan dan mampu berbicara dengan orang lain, siswa mampu berbaur dengan lingkungan baru serta orang yang baru ditemui serta mampu menyapa orang yang ada di sekitarnya, siswa mampu membuka obrolan dengan cara memulai pembicaraan terlebih dahulu serta memulai menyapa terlebih dahulu orang yang berada di sekelilingnya.
Alternatif Menstimulasi Hubungan Komunikasi Orang Tua dan Anak Usia Dini melalui Pelatihan Teknik Ice Breaking Nur Sya'ban Ratri Dwi Mulyani; Endah Rahmawati; Atika Dwi Evitasari; Siwi Utaminingtyas; Novy Trisnani; Faridl Musyadad; Ratri Shinta Wardani
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan anak. Pada usia ini penting memberikan stimulasi untuk membantu perkembangan fisik, kognitif, Bahasa, sosial, dan emosi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif strategi yang dapat membantu orang tua dalam menjalin hubungan komunikasi dengan anak usia dini. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi baru kepada para orang tua atau anak usia dini untuk lebih kreatif menggunakan teknik ice breaking sebagai rangsangan berkomunikasi dengan anak usia dini. Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan baik ditandai dengan keaktifan peserta dalam mendengarkan serta memperhatikan selama sesi pelatihan berlangsung. Peserta kegiatan pelatihan juga terlihat tertarik saat mempraktekan teknik ice breaking yang diberikan. Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari dengan 25 peserta pelatihan. Sebanyak 88% orang tua menyebutkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk dilakukan dan sebanyak 82% peserta menyebutkan bahwa teknik ice breaking ini dapat menjadi alternatif membangun hubungan komunikasi antara orang tua dan anak usia dini.
Pengaruh Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Humanistik terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Galuh Puspa Wahyuningtyas; Endah Rahmawati; Nur Sya’ban Ratri D.M
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 03 (2025): ISSUE OKTOBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik teknik Gestalt terhadap kecerdasan emosional siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Muntilan tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain one group pre-test–post-test. Subjek penelitian berjumlah tiga siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan emosional yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan konseling individu. Analisis data menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan antara skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kecerdasan emosional siswa setelah mengikuti layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik teknik Gestalt. Nilai t hitung sebesar 2,28 lebih besar dari t tabel 2,04 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik teknik Gestalt berpengaruh positif terhadap kecerdasan emosional siswa, khususnya dalam aspek kesadaran diri, pengendalian emosi, empati, motivasi diri, dan keterampilan sosial.