Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN MUSHOLA BUSTANUL QUR’AN DESA TURITEMPEL, KECAMATAN GUNTUR, KABUPATEN DEMAK Muhrozi Muhrozi; Yulita Arni Priastiwi; Windu Partono; Sri Prabandiyani Retno Wardani; Undayani Cita Sari
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mushola merupakan salah satu tempat kegiatan masyarakat khususnya untuk umat islam. Tempat beribadah yang layak, representative dan memadai sangatlah dibutuhkan. Demikian juga yang terjadi di Mushola Bustanul Qur’an di Desa Turitempel Kecamatan Guntur Demak. Jumlah penduduk khususnya di daerah pemukiman Desa Turitempel yang semakin bertambah menyebabkan daya tampung Mushola Bustanul Qur’an menjadi kurang memadai sehingga perlu dilakukan pengembangan bangunan Mushola. Bangunan existing Mushola Bustanul Qur’an merupakan bangunan satu lantai dengan luasan yang terbatas dimana kemudian dikembangkan menjadi bangunan dua lantai dengan luasan yang lebih besar. Diharapkan dengan fisik bangunan Mushola yang lebih besar dapat lebih menampung jamaah dan dapat melakukan kegiatan keagamaan dengan lebih nyaman. Berdasarkan hal tersebut maka, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil mendampingi kegiatan pengembangan Mushola tersebut. Pengembangan bangunan Mushola Bustanul Qur’an dilakukan dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, mulai dari struktur bawah, struktur atas, hingga arsitektur Mushola. Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP terlibat langsung dengan memberikan arahan teknis kepada Pengurus Mushola maupun pelaksana pekerjaan sehingga diperoleh hasil pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi standar bangunan. Pendampingan kegiatan pengembangan Mushola Bustanul Qur’an yang dilakukan secara riil di lapangan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP dan masyarakat berjalan dengan baik walaupun di tengah kondisi pandemi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selain sebagai sarana transfer ilmu kepada masyarakat juga menjadi sinergi yang baik antara Lembaga Pendidikan, dalam hal ini Departemen Tekik Sipil UNDIP dan masyarakat Desa Turitempel, Kecamatan Guntur Demak.Kata kunci : Mushola, pengembangan bangunan, masyarakat, bangunan eksisting
INOVASI PERHITUNGAN FAKTOR AMPLIFIKASI PERCEPATAN GERAKAN GEMPA DI WILAYAH KAMPUS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG BERDASARKAN RSNI GEMPA TERBARU 2019 Windu Partono; Sri Prabandiyani Retno Sari; Indrastono Indrastono; Bambang Pardoyo; Undayani Cita Sari; Elsimanata Putro; Wahyu Rahmat Ramadhan
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut SNI 1726:2012 spektra percepatan gerakan tanah di permukaan dapat dihitung dengan mengalikan koefisien situs terhadap spektra percepatan di batuan dasar. Koefisien situs yang digunakan pada SNI 1726:2012 diadopsi dari ASCE/SEI 07-10. Pada tahun 2013 dua orang peneliti yang tergabung dalam Pasific Earthquake Engineering Research (PEER) menyampaikan usulan koefisien situs baru yang berbeda dengan ASCE/SEI 07-10. Koefisien situs tersebut kemudian digunakan pada peraturan ASCE/SEI 07-16 dengan sedikit perubahan pada situs tanah lunak (SE). Untuk kelas situs SE jika nilai spektra percepatan 0,2 detik di batuan dasar (Ss) lebih besar dari 1,0 g atau spektra percepatan 1 detik (S1) lebih besar dari 0,2 g maka koefisien situs harus ditentukan dengan metode Site Specific Analysis/SSA. Penerapan metode SSA menyebabkan ASCE/SEI 07-16 sangat sulit diterapkan di Indonesia.  Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan sosialisasi perhitungan koefisien situs atau faktor amplifikasi percepatan gerakan gempa atau percepatan gerakan tanah di permukaan dengan menggunakan analisis SSA. Lokasi pengabdian adalah di wilayah kampus Fakultas Teknik Univesitas Islam Sultan Agung karena wilayah ini masuk dalam kategori wilayah dengan lapisan tanah lunak (SE) (SNI 1726:2012). Analisis SSA memerlukan data elevasi batuan dasar (bedrock) dan data lapisan tanah dari elevasi batuan dasar sampai ke permukaan, sehingga diperlukan pengujian mikrotremor. Pengujian ini juga dilakukan dan disampaikan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk memberikan gambaran lengkap mengenai pengujian lapangan dan hasil perhitungan factor amplifikasi pada wilayah pengabdian
PERBAIKAN SALURAN DRAINASE SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DI KELURAHAN TLOGOSARI WETAN SEMARANG Undayani Cita Sari; Sri Prabandiyani Retno Wardani; Windu Partono; Muhrozi Muhrozi; Yulita Arni Priastiwi; Andi Retno Ari Setiaji; Muhammad Rizkivano Akbar; Ifan Hasnan Taufiqur Rohman
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran drainase yang ada di lingkungan perumahan padat penduduk digunakan untuk mengalirkan air menuju pembuangan akhir baik air dari limbah rumah tangga maupun aliran hujan. Saluran drainase dapat dalam bentuk saluran terbuka dan saluran tertutup. Pemilihan material konstruksi yang digunakan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pada beberapa perumahan, umumnya merupakan saluran drainase terbuka. Pada saluran drainase di lingkungan RT 4 RW 1 Kelurahan Tlogosari Wetan memiliki saluran drainase lingkungan dari tanah asli dengan talud yang belum baik dan banyaknya tanaman dan rumput liar disekitarnya sehingga dapat mengurangi fungsi dari saluran drainase itu sendiri. Selain itu, dengan kondisi talud pada saluran yang kurang baik tersebut maka dikhawatirkan dapat menimbulkan longsor dan erosi. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro melakukan perbaikan talud pada saluran drainase di lingkungan RT 4 RW 1 Kelurahan Tlogosari Wetan. Perbaikan saluran dilakukan dengan menempatkan buis beton pada saluran dan perkuatan berupa bata yang diplester sebagai talud. Perbaikan ini diharapkan dapat merehabilitasi saluran sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mampu mengalirkan laju air yang ada. Hal ini juga sebagai upaya pengendalian banjir terutama di musim hujan.
PEMBUATAN TALUD DINDING PENAHAN TANAH MUSHOLA BAITUSSALAM DUSUN TEGALSALE DESA JEMBRAK KECAMATAN PABELAN KABUPATEN SEMARANG Yulita Arni Priastiwi; Sri Prabandiyani Retno Wardani; Windu Partono; Undayani Cita Sari; Hardi Wibowo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.15445

Abstract

Kondisi tanah yang berada pada lahan yang miring dan tidak rata berpotensi membahayakan bangunan yang berada di sekitar lahan tanah tersebut, terlebih bilakemiringan lahan cukup curam. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mengatasipermasalahan tersebut, salah satunya dengan cara membuat talud dinding penahan tanah. Sistemdinding penahan tanah berundak, dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangikecuraman sudut lereng sehinggameminimalisir terjadinya longsor. Kondisi demikian juga dilakukan pada lereng yang terletak di sebelah bangunan Mushola Baitussalam, Dusun Tegalsale Desa Jembrak,Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Talud dinding penahan tanah bangunan MusholaBaitussalam berada pada elevasi tanah yang lebih tinggi dari pada jalan raya. Selain itu, terdapat parit, selokan dengan aliran air yang cukup deras. Oleh karena itu diperlukan dinding penahan tanah tambahan untuk mencegah longsor. Kemungkinan adanya gerusan akibat aliran air paritselokan cukup berbahaya bagi struktur bangunan mushola sehingga memerlukan penanganansegera agar struktur bangunan mushola terhindar dari keruntuhan akibat adanya gerusan air danketidakstabilan lereng tanah.Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP membantu masyarakat menanganipermasalahan tersebut dengan memberikan pendampingan pembuatan talud dinding penahantanah yang sesuai dengan kondisi bangunan mushola Baitussalam. Kerjasama dan koordinasiyang baik antara Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP bersama-samadengan warga Dusun Tegalsale, Desa Jembrak berjalan dengan baik sehingga permasalahan masyarakat mengenai tanah di bangunan MusholaBaitussalam tersebut dapat tertangani dengan tuntas.Struktur talud dinding penahan tanah dibuat dari pasangan batu kalidengan betondiatasnya sebagai pengikat keseluruhandinding penahan tanah tersebut (capping beam). Dinding talud dibuat berundak-undak dan adanya paritselokan di sisi bangunan mushola Baitussalam dirapikan serta dibuat saluran air agar tidakmenyebabkan erosi/kikisan pada tumit (toe) dinding talud.Kata kunci : talud, longsor, dinding penahan tanah, batu kali, capping beam
Evaluation of the Consolidation Parameters Obtained from Laboratory Tests for Numerical Modeling of Improved Soft Soil Using PVD at Semarang - Demak Toll Road, Indonesia Sari, Undayani Cita; Wardani, Sri Prabandiyani Retno; Muntohar, Agus Setyo; Partono, Windu
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 57 No. 2 (2025): Vol. 57 No. 2 (2025): April
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2025.57.2.5

Abstract

The consolidation analysis becomes complicated when conducted on varying layers of soil. To simplify and solve these problems, designers often employ Finite Element Method (FEM) modeling, a widely used technique for analyzing geotechnical issues. However, many limitations associated with this method can lead to model results that do not accurately reflect actual conditions. Consequently, the consolidation settlement analysis during design may differ from actual conditions in the field. This study examines the influence of consolidation parameters and explores how to analyze consolidation settlement using FEM for practical applications. Specifically, consolidation settlement was assessed on the Semarang-Demak toll road, which utilizes a Preloading-PVD improvement method across nine Stationing (STA) locations with varying soil layers. Numerical modeling was performed using Midas GTS NX 2021 (V.1.1) and was validated against instrumentation observation results, Settlement Plate. An evaluation using the back analysis method was conducted to investigate the impact of consolidation parameters on the accuracy of the final consolidation settlement results. The consolidation parameters reviewed are the compression index (Cc) and recompression index (Cr). The findings indicate that the Cc and Cr significantly influence the final consolidation settlement. By optimizing these consolidation parameter values, the deviation between observed results and numerical modeling for final consolidation settlement is reduced to less than 1%. Additionally, this research derived empirical equations for calculating consolidation parameters based on the Liquid Limit, a fundamental laboratory test. The results of this study can be proposed to analyze consolidation settlement using FEM modeling for soft clay to stiff clay, providing valuable insights for practical applications.
Experimental Investigation on the Failure Behavior of Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) Strengthened Reinforced Concrete T-beams Junaedi Utomo; Muhammad Nur Khusyeni; Windu Partono; Ay Lie Han; Buntara S. Gan
Civil Engineering Dimension Vol. 23 No. 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.454 KB) | DOI: 10.9744/ced.23.2.115-122

Abstract

Carbon Fiber Reinforced Polymers (CFRP) are widely used as external concrete reinforcement. The behavior of T-beams strengthened in shear and flexure using CFRP sheets and plates was studied to analyze the load carrying capacity and failure mode as compared to conventional concrete members. The bonding response of the plate-to-concrete was investigated by comparing a specimen with a plate anchored at the far ends, one without anchoring. The sheets were in situ wet lay-up, the plate was pre-impregnated and pultruded during manufacturing. The test result suggested that this integrated strengthening method notably improved the load-carrying capacity, it was also demonstrated that anchoring had a positive but insignificant effect on the moment capacity and deformation. The influence of anchoring was noteworthy from the point of view that it shifted the failure mode from debonding to CFRP plate rupture. The most important factors influencing the behavior of CFRP strengthened beams are outlined.
Seismic Vulnerability of Semarang, Indonesia for Shallow Crustal Fault Earthquake Partono, Windu; Irsyam, Masyhur; Asrurifak, Muhammad; Sari, Undayani Cita; Victor, Victor
Indonesian Journal of Geography Vol 57, No 1 (2025): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.95057

Abstract

In 2017, the National Centre for Earthquake Studies of Indonesia released the distribution of 25 shallow crustal fault lines throughout the island of Java in Indonesia and four of them (Semarang, Demak, Rawapening and Weleri fault lines) are located around the city of Semarang. The presence of four shallow crustal fault earthquake sources, has led to the need to understand the potential earthquake hazards of Semarang through the development of earthquake-microzoning maps. Earthquake-microzoning maps of Semarang should be developed with reference to the Indonesian earthquake hazard maps and based on the deterministic and probabilistic seismic hazard approaches. Through the development of earthquake-microzoning maps, it is possible to estimate the areas with the highest and lowest surface-shaking (peak ground acceleration). The earthquake-microzoning maps based on the Semarang and Demak fault earthquake scenarios provide a preliminary indication that buildings constructed using the Indonesian Seismic Code (SNI 1726:2002) will experience stronger surface-shaking if the earthquake magnitude from both sources is at least M5.5. The results of the analysis for the creation of earthquake-microzoning maps based on the Rawapening and Weleri fault earthquake scenarios provide a preliminary indication that buildings constructed using SNI 1726:2002 are expected to experience slightly weaker ground-shaking if the earthquake magnitude from both sources reaches a maximum of M6.5. All buildings constructed in this area using SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019 are expected to experience weaker surface-shaking due to the four earthquake source scenarios with a maximum magnitude of M6.5.
Pendampingan Analisis Geoteknik Penanganan Lereng Pondok Pesantren Al Fitrah Metesah Tembalang Semarang Sadono, Kresno Wikan; Sari, Undayani Cita; Indrastono, Indrastono; Partono, Windu; Prastiwi, Yulita Arni; Pardoyo, Bambang
Darma Sabha Cendekia Vol 7 No 1 (2025): Darma Sabha Cendekia: Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/dsc.v7i1.6326

Abstract

Pada suatu pembangunan konstruksi diperlukan survey awal geoteknik sebagai penyelidikan geoteknik awal. Dengan adanya kegiatan ini maka permasalahan pembangunan dapat diketahui secara rill dilapangan. Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah merencanakan akan mendirikan bangunan baru berupa asrama santri. Bangunan ini direncanakan berada di Kecamatan Tembalang, Semarang. Oleh karena itu diperlukan survey awal dan penyelidikan geoteknik pada lokasi yang akan didirikannya bangunan baru berupa asrama santri Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah tersebut. Rencana bangunan asrama santri berada di atas lereng, sehingga perlu analisa terhadap longsoran. Penyelidikan geoteknik yang diperlukan adalah boring manual dan sondir (CPT) manual. Berdasarkan data pengujian tersebut, kemudian dapat dianalisis dan dievalusi kemudian diberikan rekomendasi dan saran yang sesuai untuk mendukung kelancaran pembangunan asrama santri baru Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah. Berdasarkan hal tersebut maka Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk evaluasi lokasi lahan rencana pembangunan asrama santri Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan bagi pihak Yayasan Pondok Pesantren (PP) Al-Fitrah terhadap rencana pembangunannya
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DINDING PENAHAN TANAH DAN GAPURA AKSES MASUK PEMAKAMAN UMUM DUSUN SETRO, JEMBRAK, PABELAN KABUPATEN SEMARANG Cita Sari, Undayani; Priastiwi, Yulita Arni; Wardani, Sri Prabandiyani Retno; Partono, Windu; Pardoyo, Bambang; Carita, Nensi; Ulayya, Inandhiya Ayu; Saputra, Nugraha Eka; Zainuddin, Zainuddin
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.23804

Abstract

Kondisi akses masuk pemakaman umum Dusun Setro, Jembrak, Pabelan selama ini hanya berupa jalan tanah dengan tanaman rindang di kanan kiri jalan. Seiring dengan banyaknya warga perantau yang ziarah ke makam tersebut, warga sekitar mulai berupaya menggalang dana dan bergotong royong untuk membuat akses masuk ke pemakaman menjadi lebih baik dengan membuat jalan, saluran air, dinding penahan tanah, serta gapura. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil membantu memberikan pendampingan pembuatan dinding penahan tanah serta gapura pada daerah akses masuk ke pemakaman Dusun Setro, Jembrak tersebut. Kerjasama dan koordinasi yang baik antara Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil bersama-sama dengan warga Dusun Setro, Desa Jembrak diwujudkan sehingga permasalahan yang ada di dalam masyarakat dapat tertangani dengan baik. Struktur dinding penahan tanah yang dibuat berupa dinding pasangan batu kali di sebelah kanan dan kiri jalan yang akan dibuat. Ketinggian dinding disesuaikan dengan kontur tanah untuk dapat menahan longsoran tanah ke badan jalan, sedangkan gapura dibuat dari material beton bertulang. Dengan selesainya program Pengabdian kepada Masyarakat Batch 2 ini bersamaan dengan selesainya pekerjaan pembuatan akses jalan masuk pemakaman umum Dusun Setro sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi Masyarakat Dusun Setro maupun warga sekitar desa
Pengembangan Peta Percepatan Gerakan Tanah Puncak Kota Semarang Berdasarkan Peraturan Gempa Tahun 2019 Partono, Windu; Irsyam, Masyhur; Nazir, Ramli; Asrurifak, Muhammad; Kistiani, Frida; Sari, Undayani Cita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.596 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.40714

Abstract

Surface peak ground acceleration (PGAM) needs for seismic forces of basement and retaining structures design.  The PGAM value can be calculated using bedrock peak ground acceleration (MCEG) and multiplied it with site coefficient FPGA. For building design purposes, the MCEG value can be calculated based on the combination of DSHA (Deterministic Seismic Hazard Analysis) and PSHA (Probabilistic Seismic Hazard Analysis). Compared to the previous 2012 website response spectrum design which is displayed the PGAM value, only MCEG value at site position can be obtained from the new 2021 response spectrum design website. This paper describes the development of PGAM distribution of Semarang using Visual Basic programming language software. The distribution of DSHA and PSHA (2500 return periods) combination analysis for developing MCEG value also describes in this paper. The analysis was performed based on the earthquake record data from 1900 to 2016. The PGAM analysis was performed at 203 soil boring investigation positions and using FPGA site coefficients of SNI 1726:2019. The minimum and maximum PGAM distribution values at the study area are in between 0.45 through 0.55 g and the maximum PGAM is distributed at the northern part of the study area.
Co-Authors Abdul Rochim Abi Shandy Jananda Agus Setyo Muntohar Aldyan Wingga Okiyarta Andi Retno Ari Setiaji Aria Wirawan Ay Lie Han Bambang Pardoyo Bianca Febriani Budi Wicaksono Buntara S. Gan Carita, Nensi Dian Adi Prawoto Dwi Anggono Edy Tonnizam Elsimanata Putro Fajar Nurjihad Cristian Firman Edy Setiawan Fitri Aprilliana Fitri Aprilliana Frida Kistiani Gunasro, Andreas Hanik Kurniyati R. Hardi Wibowo Hardi Wibowo Hardi Wibowo Hardi Wibowo Himawan Indarto I Wayan Sengara, I Wayan Ifan Hasnan Taufiqur Rohman Imam Wahyudi Indrastono Indrastono Indrastono, Indrastono Jihan Zahara Winanti Junaedi Utomo Khanif Setioadi Kresno Wikan Sadono Kukuh Cahya Adi Putra Lasmaria Angelina P. Lasmaria Angelina P. Listiyono Budi Liza Azizah M. Syamsul Maarif Masyhur Irsyam Muhammad Asrurifak Muhammad Asrurifak, Muhammad Muhammad Nur Khusyeni Muhammad Razi Muhammad Rizkivano Akbar Muhrozi Muhrozi Muhrozi Muhrozi Nazir, Ramli Nuprayogi, Rizqi Nuroji Nuroji Nuroji Nuroji Parang Sabdono Parang Sabdono Prastiwi, Yulita Arni Pratami Fadillah R Dian Chintami Raehana Nurindera Dhawisyah Renata A. Wijaya Riezky Ibnu Prasetyo Rizky Novianto Wibowo Rudi Yuniarto Adi Saputra, Nugraha Eka Siti Hardiyati Siti Hardiyati Sri Prabandiyani R.W Sri Prabandiyani R.W. Sri Prabandiyani Retno Sari Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Prabandiyani Retno Wardani Sukamta Sukamta Syaiful Anshari Ulayya, Inandhiya Ayu Undayani Cita Sari Vemi Widoanindyawati Victor Victor Wahyu Rahmat Ramadhan Windy Kurniawan Yulita Arni Priastiwi Yulita Priastiwi Zainuddin, Zainuddin