Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA FARMASI DAN NON FARMASI TERHADAP PENGGUNAAN TABIR SURYA Hesti Hesti; Ida Ida; Tajuddin Abdullah
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): JPFI
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Jl. Kamboja Simpang Baru-Panam, Pekanbaru, Riau 28293 Telp. (0761) 588006, Fax. (0761) 588007 e-mail: editor-jpfi@stifar-riau.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v11i2.1435

Abstract

Indonesia is a tropical country that is blessed with an abundance of sunlight which causes the importance of skin protection. One of them is the use of sunscreen. The correct application of sunscreen greatly affects its effectiveness in providing protection. Knowledge is one of the factors that support the use of sunscreen. One of the fields studied by pharmacy students is cosmetics. This study was conducted to compare the level of knowledge and attitudes of pharmacy and non-pharmaceutical students towards the use of sunscreen. This study is a descriptive study using a cross sectional design. Sampling in this study using the table Isaac and Michael. The data collection technique used a questionnaire that was filled out online consisting of 14 questions about knowledge and 21 questions about attitudes. The results showed that pharmacy and non-pharmaceutical students had a bad level of knowledge with scores of 17 and 16 respectively. Meanwhile, the attitude level of the two majors was good with scores of 39 and 38, respectively. After the Mann Whitney test was carried out, there was a significant difference at the level of knowledge between pharmacy and non-pharmaceutical students (P=0.000). However, at the attitude level, there was no significant difference (P=0.578). These results indicate that pharmacy students have a better level of knowledge than non-pharmacy students, although they are still in the same category, namely bad. So education related to sunscreen needs to be done to improve this condition.
Skrining Fitokimia Dan Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Buah Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Pertumbuhan Escherchia coli dan Staphylococcus aureus Nur Avitka; St. Ratnah; Tajuddin Abdullah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVRSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare menjadi salah satu masalah Kesehatan di negara berkembang seprti di Indonesia. Bakteri bisa menjadi penyebab utama dalam berbagai gangguan Kesehatan, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, infeksi. Ekstrak Etanol Biji Pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, steroid yang berperan sebagai anti agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antibakteri ekstrak etanol biji buah pepaya (Carica papaya L) terhadap Escherchia coli dan Staphylococcus aureus berdasarkan diameter zona hambat dan juga untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung pada biji buah pepaya (Carica papaya L). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata pada bakteri Escherchia coli dengan konsentrasi 2% sebesar 6,6 mm konsentrasi 4% sebesar 7,3 mm konsentrasi 8% sebesar 8,6 mm kontrol positif sebesar 42,3 mm dan kontrol negatif 0 mm. Sedangkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2% sebesar 6,3 mm konsentrasi 4% sebesar 6,6 mm konsentrasi 8% sebesar 9,3 mm kontrol positif sebesar 32,6 mm dan kontrol negatif 0 mm. Hasilnya menunjukkan konsentrasi 4% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli dan Staphylococcus aureus.
Skrining Fitokimia Dan Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Buah Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Pertumbuhan Escherchia coli dan Staphylococcus aureus Nur Avitka; St. Ratnah; Tajuddin Abdullah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i1.762

Abstract

Diare menjadi salah satu masalah Kesehatan di negara berkembang seprti di Indonesia. Bakteri bisa menjadi penyebab utama dalam berbagai gangguan Kesehatan, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, infeksi. Ekstrak Etanol Biji Pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, steroid yang berperan sebagai anti agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antibakteri ekstrak etanol biji buah pepaya (Carica papaya L) terhadap Escherchia coli dan Staphylococcus aureus berdasarkan diameter zona hambat dan juga untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung pada biji buah pepaya (Carica papaya L). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata pada bakteri Escherchia coli dengan konsentrasi 2% sebesar 6,6 mm konsentrasi 4% sebesar 7,3 mm konsentrasi 8% sebesar 8,6 mm kontrol positif sebesar 42,3 mm dan kontrol negatif 0 mm. Sedangkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2% sebesar 6,3 mm konsentrasi 4% sebesar 6,6 mm konsentrasi 8% sebesar 9,3 mm kontrol positif sebesar 32,6 mm dan kontrol negatif 0 mm. Hasilnya menunjukkan konsentrasi 4% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli dan Staphylococcus aureus.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA MUDA (Carica papaya L.) TERHADAP Escherichia coli DAN Streptococcus pyogenes Melinda Putri Asri; Dwi Rachmawaty; Tajuddin Abdullah; St.Ratnah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v10i1.229

Abstract

Kulit buah pepaya muda (Carica papaya L.) adalah tumbuhan berkhasiat obat. konsentrasi zat dalam ekstrak etanol kulit pepaya, antara lain steroid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pada penelitian ini, diameter zona hambat digunakan untuk menghitung pengaruh antibakteri dari ekstrak kulit pepaya muda (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes. Ekstrak kulit pepaya muda dibuat dengan prosedur maserasi, kemudian disaring fitokimia dan aktivitas antibakterinya dengan metode difusi. DMSO berfungsi sebagai kontrol negatif, sedangkan amoksisilin berfungsi menjadi kontrol positif. Skrining fitokimia memberikan hasil untuk steroid, flavonoid, tanin, dan saponin. Rata-rata zona hambat Escherichia coli untuk konsentrasi 5% adalah 10,3 mm, sedangkan konsentrasi 10% sebesar 11,6 mm, konsentrasi 15% sebesar 13,6 mm, dan kontrol positif sebesar 23 mm serta kontrol negatif sebesar 0 mm, sesuai dengan hasil pengukuran diameter zona hambat. Hasil pengukuran terhadap Streptococcus pyogenes di konsentrasi 5% adalah 15,3 mm, konsentrasi 10% sebesar 18,3 mm, konsentrasi 15% sebesar 22,3 mm, kontrol positif 35,3 mm, dan kontrol negatif 0 mm. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak kulit batang pepaya muda (Carica Papaya L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes dan Escherichia coli.