Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Pengaruh Geometri Plat Elektroda Pada Generator Hho Terhadap Laju Aliran Gas Hho Yang Dihasilkan Abdillah Muttaqin; Reza Fauzi Iskandar; Eng Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia akan energi semakin besar dari waktu ke waktu, terutama kebutuhan terhadap bahan bakar minyak. Namun ketersediaan bahan bakar minyak yang ada semakin berkurang. Untuk itu diperlukan energi alternatif baru sebagai pengganti bahan bakar minyak. Salah satunya adalah bahan bakar gas HHO. Gas HHO dapat diinjeksikan ke dalam motor bakar sebagai pengganti bahan bakar minyak. Gas HHO dapat dihasilkan oleh generator HHO dengan menggunakan prinsip elektrolisis air. Sebelumnya sudah banyak penelitian yang dilakukan terhadap generator HHO, namun masih sedikit yang meneliti pengaruh geometri elektroda pada generator HHO. Umumnya bentuk plat elektroda pada generator HHO hanyalah plat sejajar berbentuk persegi panjang. Pada penelitian ini dibuat generator dengan bentuk plat berupa silinder dan akan dibandingkan dengan generator plat sejajar yang memiliki volume sama untuk menganalisa pengaruh geometri elektroda terhadap laju aliran gas HHO yang dihasilkannya. Alat ukur yang digunakan adalah alat pengukur debit yaitu MEMS MASS FLOW METER tipe MF5706. Pada penelitian ini, volume generator yang dibuat adalah 0,15 liter dan menghasilkan nilai kapasitansi berbeda pada tiap generator yaitu 2925 μF untuk generator plat sejajar dan 1765 μF untuk generator silinder. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa geometri plat elektroda pada generator HHO akan mempengaruhi waktu tunak (Ts) generator HHO tersebut. 
Estimasi State Of Charge Pada Baterai Lithium Ion Menggunakan Metode Support Vector Machine (Svm) Ifta Rifqi Tyesadha; Reza Fauzi Iskandar; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di zaman teknologi kegiatan yang memerlukan dan memakai baterai semakin banyak. Baterai merupakan media penyimpanan energi yang dapat dibawa dan mudah ditemukan. Dalam kasus yang ditemukan adanya penggunaan baterai yang kurang efisien bekerja karena penggunaan yang berlebihan. Untuk menanggulangi keadaan itu, maka dengan mengetahui kapasitas baterai dapat membantu menjaga umur baterai. State of Charge merupakan metode yang dapat menunjukkan energi yang tersedia pada baterai. Pada penelitian ini untuk mencari nilai SOC akan digunakan metode Support Vector Regression yang menghasilkan fungsi regresi dari hyperplane dan untuk mengolah data akan digunakan program MATLAB. Untuk mendapatkan nilai SOC hal pertama yang dilakukan adalah membuat tabel. Selanjutnya melakukan proses cross validation yang membagi data menjadi dua bagian yakni data training dan data test. Kemudian setelah data dibagi masuk ke proses berikutnya, yakni pengolahan data menggunakan metode (Support Vector Regression) SVR. Karena data non linear, maka perlu sebuah kernel yang berfungsi memperkecil nilai error saat menentukan hyperplane dan membangun ulang data menjadi linier, maka digunakanlah Radial Basis Function. Penelitian ini akan menghasilkan data SOC pada dua kondisi, pengosongan dan pengisian. Setelah penelitian dilakukan, maka diperoleh nilai SOC 2.73 % - 95.65 % saat kondisi pengosongan dan 3.11 % - 96.98 % saat kondisi pengisian. Hal ini memberikan informasi untuk nilai SOC pada baterai yang sama dengan metode yang berbeda. Kata kunci : State of Charge, Supprot Vector Regression, MATLAB, Hyperplane Abstract In the age of technology activities that require and use more and more batteries. Batteries are a carryable and easy-to-find energy storage device. In cases where battery usage is found to be less efficient at work due to excessive use. To cope with the situation, then by knowing the capacity of the battery can help maintain battery life. State of Charge is a method that can show the energy available on the battery. In this research to find SOC value will be used Support Vector Regression method that yield regression function from hyperplane and to process data will be used MATLAB program. To get the SOC value the first thing to do is create a table. Next do the cross validation process that divides the data into two parts namely training data and test data. Then after the data is divided into the next process, namely data processing using the method (Support Vector Regression) SVR. Because the data is non-linear, it needs a kernel that minimizes the error value when determining hyperplane and rebuild the data to be linear, then use Radial Basis Function. This study will produce SOC data on two conditions, discharging and filling. After the research done, then obtained value of SOC 2.73% - 95.65% during discharge conditions and 3.11% - 96.98% during filling conditions. This provides information for SOC values on the same battery with different methods. Keywords: State of Charge, Support Vector Regression, MATLAB, Hyperplane
Pengaruh Kontrol Nutrisi Pada Pertumbuhan Kangkung Dengan Metode Hidroponik Nutrient Film Technique (nft) Siti Nurdianti Sholihat; M.Ramdlan Kirom; Indra Wahyudhin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tiga unsur utama dalam tanaman hidroponik yaitu, Air, cahaya dan juga nutrisi. Selain air tanaman hidroponik juga menggunakan media-media tanam seperti, serabut kelapa, batu bata, arang sekam, pasir, rockwool,busa, dsb. Sistem hidroponik dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang lebih terkontrol. Dengan pengembangan teknologi, kombinasi sistem hidroponik dengan membran mampu mendayagunakan air, nutrisi secara nyata lebih efisien (minimalis system) dibandingkan dengan kultur tanah (terutama untuk tanaman berumur pendek). Kangkung merupakan sejenis sayuran daun yang dapat berumur panjang dan dapat tumbuh dengan cepat. Kangkung mempunyai daun panjang dengan ujung agak tumpul berwarna hijau, bunganya berwarna putih ke kuning-kuningan atau kemerah-merahan biasa ditanam di rawa-rawa, pinggir kolam atau tanah berlumpur. Sebagai pembanding dibuat juga sistem hidroponik NFT kontrol dan tanpa kontrol nutrisi, untuk mengetahui perbandingan anatara keduanya. Pada sistem hidroponik dengan kontrol nutrisi, nutrisi di 1100 ppm dengan tinggi rata-rata tanaman 53,08 cm, panjang akar rata-rata 24,7 cm, warna daun rata-rata 3, panjang daun rata-rata 17,6 cm. Untuk sistem hidroponik tanpa kontrol nutrisi memiliki ppm di 1178, tinggi rata-rata tanaman 41,6 cm, panjang akar rata-rata 22,9 cm, warna daun rata-rata 2,8, panjang daun rata-rata 16,1 cm.
Pengujian Pengaruh Intensitas Cahaya Lampu Pada Pertumbuhan Tanaman Jagung Dalam Ruangan Riva Silvia Nababan; Suwandi Suwandi; Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengujian pengaruh intensitas cahaya lampu pada pertumbuhan tanaman jagung di dalam ruangan telah dilakukan. Tanaman jagung yang ditinjau pertumbuhannya ditanam di dalam pot berdiameter 25 cm dengan jarak lampu sebagai sumber cahaya 50 cm. Lampu yang digunakan adalah lampu LED biru dengan intensitas cahaya yang divariasikan dari 78 lux sampai 1127 lux menggunakan PWM arduino. Penelitian dilakukan selama 53 hari sampai pertumbuhan jagung vegetatif dengan lama penyinaran selama 12 jam/hari (18.00-06.00). Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan, cahaya lampu dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung. Dengan intensitas 1127 lux, rata-rata tinggi tanaman jagung mencapai 44,2 cm, rata-rata diameter batang 15,7 mm, rata-rata panjang dan lebar daun mencapai 32,55 cm dan 5,37cm. Saat intensitas rendah 78 lux, rata-rata tinggi tanaman jagung adalah 34 cm. Ratarata diameter batang 10,6 mm, rata-rata panjang dan lebar daun jagung adalah 27,73 cm dan 4,03 cm. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Intensitas cahaya berbanding lurus dengan parameter yang diukur dari pertumbuhan tanaman jagung. Semakin besar intensitas yang diterima oleh tanaman jagung maka pertumbuhan tanaman jangung akan lebih baik. Kata Kunci : Intensitas Cahaya, Tanaman Jagung, Lampu LED Abstract Testing the influence of light intensity on the growth of corn plants in the room has been conducted. The observed corn plants were planted in the pots of 25 cm in diameter with the distance of the lamp as a light source of 50 cm. The lamp used was a blue LED with a light intensity varied from 78 to 1127 lux, using arduino pwm. The study was conducted in 53 days (until the growth of vegetative maize) with irradiation for 12 hours/day (18-06.00). Based on the experimental results, light can affect the growth of corn plants. With intensity (1127 lux), the average height of the corn reached 44.2 cm, the average stem diameter of 15,7 mm, the average length and width of leaves reach 32,55 cm and 5,37cm. When the intensity is low (78 lux), the average height of the corn plant was 34 cm. The average stem diameter of 10.6 mm, the average length and width of leaves was 27,73 cm and 4,03 cm. From these results, it can be concluded that the intensity of light is directly proportional to the measured parameters by the growth of corn crops. The greater the intensity received by corn plants, the better the growth of the corn plant. Keywords: Light intensity, corn plan, LED lamp.
Studi Pengaruh Pelarut Organik Terhadap Produksi Gas Hidrogen Menggunakan Generator Tipe Dry Cell Dengan Koh Sebagai Katalis Novita Fatkhuromah; Reza Fauzi Iskandar; Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketersediaan bahan bakar fosil semakin berkurang dari waktu ke waktu seiring meningkatnya kebutuhan manusia terhadap bahan bakar. Oleh karena itu, dibutuhkan energi alternatif sebagai solusi pengganti bahan bakar fosil. Hidrogen merupakan salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan. Gas hidrogen dapat dihasilkan oleh generator HHO tipe dry cell dengan menggunakan prinsip elektrolisis. Elektrolit yang gunakan dalam proses elektrolisis berupa pelarut organik yaitu etanol dan metanol. Sebelumnya telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap elektrolisis pada etanol dan metanol, namun generator yang digunakan membutuhkan daya yang besar dan komponen tambahan. Pada penelitian ini, generator yang digunakan terdiri dari dua elektroda silinder dengan tambahan KOH sebagai katalis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan bubble flow meter dan gas chromatograph. Dalam penelitian ini, konsentrasi katalis yang digunakan, arus kerja generator, serta penambahan pelarut divariasikan untuk mendapatkan hasil yang optimum. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metanol dapat menghasilkan kadar hidrogen tertinggi yaitu 95.03% dengan tegangan sebesar 2.6360 V. Sedangkan kadar hidrogen pada etanol adalah 52.43% dengan tegangan sebesar 2.5883 V. Kata Kunci: energi terbarukan, hidrogen, generator HHO, elektrolisis. Abstract The availability of fossil fuels is dwindling over time as human needs increase over fuel. Therefore, alternative energy is needed as a replacement solution for fossil fuels. Hydrogen is one of environmentally friendly alternative energy. Hydrogen gas can be generated by dry type cell HHO generator by using electrolysis principle. Electrolytes used in the process of electrolysis in the form of organic solvents are ethanol and methanol. Previously there has been a lot of research done on electrolysis on ethanol and methanol, but the generators used require large power and additional components. In this study, the generator used consisted of two cylindrical electrodes with the addition of KOH as a catalyst. Measurements were made using bubble flow meter and gas chromatograph. In this study, the catalyst concentration used, the generator workflow, and the addition of the solvent were varied to obtain optimum results. From this research, it can be concluded that methanol can produce the highest hydrogen content of 95.03% with a voltage of 2.6360 V. While the hydrogen content in ethanol is 52.43% with a voltage of 2.5883 V. Keywords: renewable energy, hydrogen, HHO generator, electrolysis.
Rancang Bangun Portable Weather Station Dalam Mendukung Pengamatan Mikropartikel Di Cekungan Udara Bandung Raya Robbi Adam Aldino Barus; Indra Chandra; Indra Wahyudin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan portable weather station pada pengamatan mikropartikel di cekungan udara Bandung Raya penting dilakukan untuk mengukur kondisi meteorologi dan mengidentifikasi potensi sumber polusi udara. Perangkat yang digunakan terdiri dari sensor temperatur dan kelembaban relatif (DHT22), sensor tekanan udara (BMP180), sensor intensitas cahaya (BH1750), sensor kecepatan angin (hall sensor), dan sensor arah angin (HMC5883L). Alat ukur konsentrasi massa partikulat yang digunakan adalah Nanosampler dan sensor PM2.5. Pengukuran dilakukan selama 25 hari (17 Agustus – 11 September, 2018), di atap gedung Tokong Nanas, Universitas Telkom, Bandung (~675 mdpl; 6°58'22.4"S dan 107°37'47.1"E). Hasil pengukuran meteorologi menunjukkan bahwa temperatur berada pada kisaran 25oC-30oC di siang hari dan relatif lebih dingin di malam hari (18oC-20oC). Massa udara lebih kering di siang hari (35%-60%) dibandingkan di malam hari (>80%). Tekanan udara yang terukur sebesar 930 hPa. Arah angin berasal dari Tenggara menuju ke arah Barat Laut. Hasil analisis OC-EC diketahui bahwa sebagian besar polusi udara teridentifikasi dari jalan raya, industri dan tempat pembakaran sampah terbuka. Hal ini terkait dengan kandungan OC primer dan char-EC yang lebih besar dari kandungan OC sekunder dan soot-EC. Sebagian besar komposisi kimia yang teridentifikasi adalah garam laut (NaCl), dan ammonium sulfat ((NH4)2SO4). Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi pengukuran terpapar polusi jarak jauh. Kata kunci : Bandung, Portable Weather Station, polusi udara, meteorologi, ion Abstract Development of portable weather station for monitoring microparticles in Greater Bandung air basin is very important to measure meteorological conditions and to identify potential sources of polluted air. We used temperature and relative humidity sensors (DHT22), air pressure sensors (BMP180), light intensity sensors (BH1750), wind speed sensors (hall sensors), and wind direction sensors (HMC5883L). Particulate matters mass concentration were measured by Nanosampler and PM2.5 sensor. Field observation was carried out for 25 days (August 17 - September 11, 2018), on the roof of the Tokong Nanas building (~ 675 masl), Telkom University, Bandung (~ 675 masl; 6 ° 58'22.4 "S and 107 ° 37'47.1" E). Result of meteorogical parameter show that temperatures in the range of 25oC - 30oC during the day and cooler in the night (18 oC -20 oC). Dry air mass were observed during day time (35% -60%) and it was different than night (>80%). The air pressure is stable at 930 hPa. Most of the air mass were coming from the Southwest to the Northwest, with averaged wind speed around 1 – 2 Km. This study found that most of local air pollution sources came from highways, industrial area, and residental-waste burning. It was identified by higher mass concentration of primary OC and Char-EC than secondary OC and Soot-EC. Meanwhile, the source of long-range transport of pollution air is sea-salt (NaCl) and ammonium sulfate ((NH4)2SO4). Keywords : Bandung, sensor, air pollution, meteorology, ion
Studi Elektroda Berbahan Dasar Jahe (zingiber Officinale) Untuk Aplikasi Superkapasitor Elektrokimia Gede Ananta Wikrana Putra; Indra Wahyudin Fathona; Abrar Abrar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Electrochemical supercapacitor merupakan suatu perangkat penyimpanan energi yang sangat berpengaruh pada teknologi masa depan. Perangkat penyimpan energi listrik ini memiliki keunggulan dibandingkan baterai, fuel cell, dan kapasitor konvensional karena dapat menyimpan energi yang besar dan daya yang tinggi. Electrochemical supercapacitor memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kapasitansi spesifik yang tinggi, modelnya sederhana dan aman dalam penggunaannya. Mekanisme penyimpanan energi pada electrochemical supercapacitor menggunakan double layer yang terdapat pada pori elektroda [1]. Mangan secara teoritis memiliki kapasitansi yang tinggi yaitu 1,370 F/g. Beberapa peneliti telah menggunakan electrodeposition untuk membuat film oksida mangan berpori yang digunakan sebagai elektroda superkapasitor. Metode ini menghasilkan kapasitansi spesifik elektroda berkisar antara 377 F/g sampai dengan 445 F/g [1]. Tumbuhan jahe (zingiber officinale) merupakan sumber dari bahan mangan yang dapat digunakan untuk membuat elektroda superkapasitor. Proses sederhana yang telah dilakukan seperti mengambil endapan jahe dan menghasilkan lapisan tipis elektroda kerja dengan ketebalan yang berukuran mikrometer. Kemudian kinerja dari lapisan tipis elektroda tersebut akan dievaluasi menggunakan Cyclic Voltammetry [1]. Kata Kunci : Superkapasitor, mangan, elektroda, kapasitansi. Abstract Electrochemical supercapacitor is an energy storage device that is very influential on future technology. This electrical energy storage device has advantages over conventional batteries, fuel cells and capacitors because it can store large energy and high power. Electrochemical supercapacitor has several advantages including having a high specific capacitance, a simple and safe model of its use. The energy storage mechanism in electrochemical supercapacitor uses a double layer found in the pore electrode [1]. Mangan theoretically has a high capacitance of 1,370 F / g. Some researchers have used the electrodeposition to make porous manganese oxide films which are used as supercapacitor electrodes. This method produces electrode specific capacitance ranging from 377 F / g to 445 F / g [1]. Ginger plant (zingiber officinale) is a source of manganese material which can be used to make supercapacitor electrodes. A simple process that carried out such as taking a ginger deposit will be carried out and produce a thin layer of working electrode with a thickness measuring micrometer. Then the performance of the thin layer of electrode will be evaluated using Cyclic Voltammetry[1]. Keynote : Supercapacitor, manganese, electrode, capacitance
Studi Penggunaan Bahan Alami Buah Kapulaga (amomum Compactum) Untuk Fabrikasi Elektroda Pada Elektrokimia Kapasitor Muhammad Awaludin Arsyad; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kapasitor elektrokimia atau superkapasitor merupakan sebuah alat yang menjanjikan dalam penyimpanan energi listrik dengan kapasitansi dan densitas daya yang tinggi yaitu 5 kF[1]. Hal paling penting yang menyebabkan superkapasitor dapat menyimpan muatan adalah luas permukaan elektroda dan material bahan penyusun elektroda tersebut. Elektroda berpori yang memiliki permukaan spesifik yang besar menjadi perhatian yang serius dalam penelitian saat ini. Selain itu, unsur material dari penyusun elektroda tersebut juga menjadi aspek yang mempengaruhi kapasitansi. Mangan oksida merupakan material yang paling banyak digunakan dan paling banyak diteliti untuk menyusun elektroda superkapasitor karena memiliki nilai kapasitansi yang tinggi yaitu 265-320 F/g. Tumbuhan seperti elettaria cardamomum merupakan sumber dari bahan mangan yang dapat digunakan untuk membuat elektroda superkapasitor. Proses sederhana yang dilakukan seperti penumbukkan telah dilakukan pada bahan alami yang dipakai dan menghasilkan lapisan tipis elektroda dengan ketebalan yang berukuran mikrometer. Kemudian kinerja dari lapisan tipis elektroda tersebut dievaluasi menggunakan Cyclic Voltammetry dan didapatkan nilai kapasitansi spesifik maksimum 0.33 F/g. karakterisasi lapisan tipis elektroda menggunakan SEM dan EDS menunjukkan struktur morfologi permukaan tidak seragam ada yang halus dan ada yang kasar, kandungan Mn hanya 0.05 wt% dan kandungan terbanyak didominasi oleh C sebesar 45.76 wt%. Kata kunci : Superkapasitor, mangan, elektroda, kapasitansi Abstract Electrochemical capacitors or supercapacitors are a promising tool for storing electrical energy with high capacitance and power density of 5 kF. The most important thing causes a supercapacitor able to store charge is the electrode surface area and the material that form the electrode. Porous electrodes that have large specific surface are in serious concern on research nowadays. In addition, the material elements of those electrode constituents are also an aspect that affects the capacitance. Manganese Oxide is the most widely used and studied to form supercapacitor electrodes because it has high capacitance of 265-320 F/g. Plants such as elettaria cardamomum are sources of manganese which can be used to make supercapacitor electrodes. Simple processes has been done such as mashing on the natural materials that is used and produces thin layer of electrodes in micrometers thicknesses. Then, the performance of those thin layer of electrodes is evaluated using Cyclic Voltammetry and obtained maximum capacitance is 0.33 F/g. Characterization of thin electrode layers using SEM and EDS showed that the surface structure of the morphology was not uniform, there was a smooth one and rough one, the content of Mn was only 0.05 wt% and the highest content was dominated by C with 45.76 wt%. Keynote : Supercapacitor, manganese, electrode, capacitance.
Studi Pengaruh Suhu Substrat Teradap Produksi Daya Listrik Microbial Fuel Cell Dengan Substrat Lumpur Sawah Dan Nasi Basi Nur Hidayat Syamsul; Indra Wahyudhin Fathona; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMicrobial Fuel Cell (MFC) merupakan energi terbarukan yang dapat menghasilkan listrik dari proses kimia. Sistem ini menggunakan bakteri sebagai katalisnya untuk mengoksidasi zat organik yang adapada substrat. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui pengaruh perubahan suhusubstrat terhadap produksi energi listrik pada sistem MFC. Pengkondisian suhu dilakukan padasubstrat dengan variasi suhu dari suhu kamar (22°C–25°C) hingga 37°C. Reaktor menggunakan sistemdual chamber/ruang ganda dengan kompartemen yang memiliki ukuran 5cm x 10cm x 10cm. BagianAnoda di isi oleh substrat campuran lumpur sawah dan nasi basi (1:1 %vol.), sedangkan katoda di isidengan larutan Akuades. Kedua kompartemen di pisahkan oleh jembatan garam yang dibuat daripilinan sumbu kompor yang sebelumnya telah direndam pada larutan NaCl (1M). Hasil dari penelitianyang dilakukan menunjukan bahwa tegangan dan arus tertinggi mencapai 0,69 V, 1,73 mA, dengandaya listrik daya tertinggi sebesar 1,17 mWatt didapatkan dari substrat dengan kondisi suhu 33°C.Sedangkan tegangan dan arus yang terkecil diperoleh 0,59 V, 0,79 mA, dengan daya listrik sebesar 0,42mWatt didapatkan dari substrat dengan kondisi suhu 29°C. Dari penelitian ini dapat di tarik sebuah kesimpulan dimana suhu dapat mempengaruhi produksi energi listrik. Kata kunci : Microbial Fuel Cell, lumpur sawah, nasi basi, suhu.Abstract Microbial Fuel Cells (MFC) is one of the renewable energies that can produce electricity from chemicalprocesses. This system uses bacteria as a catalyst to oxidize organic matter on the substrate. The purposeof this study is to determine the effect of temperature changes on the production of electrical energy ofthe MFC system. Temperature conditioning conducted on the substrate with temperature variationsfrom room temperature (22°C–25°C) to 37°C. The MFC reactor employed in this study uses a doublespace / dual chamber system with size of 5 cm x 10 cm x 10 cm. In the Anode section chamber filledwith rice field mud and stale rice substrate (1: 1 % vol.) as a habitat of bacteria and food for the bacteria.The cathode chamber is filled with host distilled water. These two compartments are separated by a saltbridge made from a twist axis of the stove that was previously soaked in NaCl (1M) solution. The saltbridge works as a proton transfer medium. The results showed that the highest voltage and currentreached 0,69 V, 1,73 mA, with peak electrical power density of 1,17 mWatt obtained from the substratewith condition of 33°C. While the lowest voltage and current is obtained 0,59 V, 0,79 mA, with electricalpower of 0,42 mWatt obtained from the substrate with a temperature condition of 29°C. Conclusion ofthis study is that temperature can affect the production of electrical energy. Keywords : Microbial Fuel Cell, rice field mud, stale rice, temperature.
Sintesis Nanostruktur Zno Dengan Metode Hidrotermal Untuk Aplikasi Sensor Gas Butana Vivia Puji Lestari; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNanostruktur Zink Oksida (ZnO) telah berhasil disintesis diatas substrat alumina dengan metodehidrotermal. Metode hidrotermal terdiri dari dua tahapan yaitu pemberian seeding layer dan penumbuhannanostruktur ZnO. 0,4 M Zinc Acetate Dihydrate ((Zn(O2CCH3)2(H2O)2) dan 3 M Natrium Hidroksida (NaOH)digunakan sebagai prekursor. Proses hidrotermal dilakukan dengan suhu 90°C selama 4 jam. Karakterisasi morfologi nanostruktur ZnO menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menghasilkan ukurandiameter sebesar 60-80 nm dan panjang 600-800 nm berbentuk nanoflowers. Karakterisasi struktur kristaldengan XRD menunjukkan nanostruktur ZnO adalah kristal berwujud wurzite dalam bentuk hexagonal danmemiliki ukuran kristalit sebesar 59 nm. Karakteristik I-V nanostruktur ZnO menunjukkan nilai arus berbandinglurus dengan tegangan membentuk kurva ohmic. Nanostruktur ZnO dengan ukuran kecil dan persebaranpertumbuhan merata menghasilkan nilai konduktivitas listrik yang baik. Nanostruktur ZnO berpotensi sebagaisensor gas karena responsif terhadap keberadaan gas butana. Pada laju aliran gas butana 200 mL/menitnanostruktur ZnO mengalami perubahan resistansi sebesar 0,17 MΩ/s dengan waktu pemulihan selama 30 detikketika terpapar gas butana selama satu menit. Nanostruktur ZnO juga memiliki perubahan sensitivitas sebesar0,000495 MΩ/mL pada rentang laju aliran gas 50-250 mL/menit.Kata kunci: hidrotermal, nanostruktur ZnO, sensor gas Abstract Zinc Oxide (ZnO) nanostructures has been successfully synthesized on he surface of Alumina substrate by hydrothermal method. Hydrothermal method consists of two steps, i.e., the seeding layers processand the growth of nanostructures ZnO. 0,4 M Zinc Acetate Dihydrate ((Zn(O2CCH3)2(H2O)2) and 3 M NatriumHydroxide (NaOH) was used as the precursors. Hydrothermal process were carried out at 90°C for 4 hours. The results of ZnO nanosturctures morphology characterized by using Scanning Electron Microscope (SEM) showthe diameter ranging from 60-80nm and length 600-800nm with nanoflowers shapes. Crystal structurescharacterized using XRD show the ZnO nanostructures forms a wurzite hexagonal pattern with crystallite size59nm. The results of I-V characterized shown the current value is directly proportional to the applied voltageobtained ohmic curve. Small size and wide spread of ZnO nanostructures performs good electrical condutivity.ZnO nanostructures has a good potential as gas sensors by their responsives of butane gas. The resistance valueof ZnO nanostructures change for 0,17 MΩ/s at 200 mL/minute flow of butane gas with the speed of recovery time were 30 second as exposed to butane gas for one minutes. ZnO nanostructures change of sensitivity valueby 0,000495 MΩ/mL at butane gas flow ranging from 50-250 mL/minute.Keywords: hydrothermal, ZnO nanostructures, gas sensor