Dhini Anggraini Dhilon
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Doppler

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA 6-24 BULAN DENGAN TINDAKAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DI PUSKESMAS KUOK Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.809 KB)

Abstract

MP ASI adalah  makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Dari hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan dengan tindakan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Kuok. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji kolmogorof smirnov diperoleh nilai p < 0.05, hal ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan terhadap tindakan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) di Puskesmas Kuok. Dengan demikian diharapkan kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan agar dapat meningkatkan pengetahuannya tentang Makanan Pendamping ASI dan memperbaiki tindakan pemberian Makanan Pendamping ASI. 
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AROMA JERUK TERHADAP INTENSITAS RASA MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA Dhini Anggraini Dhilon; Rofika Azni
Jurnal Doppler Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.577 KB)

Abstract

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai dari konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Dalam proses kehamilan terjadi perubahan anatomi fisiologi, selain perubahan tersebut ibu hamil mengalami ketidaknyamanan dalam kehamilan kelelahan, keputihan, mengidam, sering buang air kecil dan mual muntah (emesis gravidarum). Perubahan diatas terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon progestrogen dan estrogen yakni hormon kewanitaan yang ada di dalam tubuh ibu sejak terjadinya proses kehamilan. Beberapa keluhan yang membuat ibu merasa tidak nyaman di antaranya adalah mual muntah, jika tidak diatasi dengan baik maka akan berdampak negatif bagi ibu dan bayi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan adalah terapi aroma jeruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian terapi aroma jeruk terhadap intensitas rasa mual muntah pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan  Raya Tahun 2017.   Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 ibu hamil yang mengalami mual muntah, pengambilan sampling dengan quota sampling sebanyak 20 ibu hamil. Analisis data yang digunakan uji T dependen. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian terapi aroma jeruk terhadap intensitas rasa mual muntah , dengan nilai p-value 0.000 < 0.05. Bagi masyarakat (ibu hamil) yang mengalami mual muntah dapat menerapkan pengobatan non farmakologi dengan penggunaan terapi aroma yang tepat untuk menurunkan rasa mual dan muntah salah satunya menggunakan terapi aroma jeruk agar dapat mengurangi intensitas mual dan muntah sehingga bisa di mengurangi penggunaan obat farmakologi yang ada efek sampingnya. Saran bagi tenaga kesehatan agar meningkatkan pemberian pendidikan kesehatan bagi ibu hamil khususnya tentang terapi aroma jeruk dalam pengurangan mual dan muntah.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS KEIKUTSERTAAN LATIHAN HYPNO PRA PERSALINAN DENGAN HYPNO PADA SAAT PERSALINAN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN DI RS BERSALIN PEKANBARU TAHUN 2017 Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.607 KB)

Abstract

Hampir semua wanita merasakan ketakutan menghadapi proses melahirkan. Akibatnya mereka mengalami proses persalinan yang panjang dan sangat sakit sehingga membutuhkan intervensi medis yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh jika bisa relaks. Nyeri persalinan menyebabkan ibu memilih alternative persalinan lain untuk menghindari nyeri persalinan yaitu Persalinan Sectio Caesarea. Hypnobirthing merupakan teknik autohypnosis dan selfhypnosis dalam menjalani kehamilan dan mempersiapkan kelahiran sehingga dapat melalui proses kehamilan dan persalinan dengan cara yang alamiah, nyaman, lancar, serta tanpa rasa sakit. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas hypno pra persalinan dengan hypno pada saat persalinan terhadap intensitas nyeri persalinan. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan desain quasy eksperimen (eksperimen semu) dengan pendekatan post test only design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu yang taksiran persalinannya Bulan Oktober-November Tahun 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel 15 Ibu Bersalin dengan Hypno Pra Persalinan dan 15 Ibu dengan Hypno Pada Saat Persalinan. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan efektivitas keikutsertaan latihan hypno pra persalinan dengan hypno pada saat persalinan terhadap intensitas nyeri persalinan. Hasil uji Independent samples T-test menunjukan ρ value yaitu 0,626 yang artinya > 0,05, hipotesis alternative (Ha) ditolak berarti tidak ada perbedaan efektivitas keikutsertaan latihan hypno pra persalinan dengan hypno pada saat persalinan terhadap intensitas nyeri persalinan. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan pada Ibu untuk mengikuti latihan hypno serta meningkatkan keterampilannya dalam memberikan latihan hypno.
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGGURU TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS SEKABUPATEN KAMPAR TAHUN 2018 Dhini Anggraini Dhilon; Eldarita Fitri
Jurnal Doppler Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.937 KB)

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. Angka kematian BBLR di Indonesia masih tinggi yaitu berkisar 27 per 1000 kelahiran hidup. BBLR membutuhkan perawatan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap kenaikan Berat Badan pada Bayi BBLR di RS Sekabupaten Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan non randomized control group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Lokasi penelitain ini adalah ruang perinatologi RS Sekabupaten Kampar (RSUD Bangkinang, RSIA Norfa Husada, RSIA Husada Bunda, RSIA Bunda Anisyah), dan dilanjutkan intervensi dirumah responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh BBLR yang dirawat diruang Perinatologi di RS Sekabupaten Kampar, sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang. Hasil analisis data dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisa menunjukkan rerata kenaikan berat badan pada bayi BBLR pada kelompok eksperimen adalah meningkat sebesar 448,0 gram dan kelompok kontrol sebesar 198,9 gram. Uji T-Independent menunjukkan bahwa adanya pengaruh perawatan metode kangguru terhadap kenaikan berat dengan nilai P value =0,008, α
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIAK HULU III TAHUN 2019 Dhini Anggraini Dhilon; Pena Sundari; Riani Riani
Jurnal Doppler Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.293 KB)

Abstract

Kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35% - 75% dan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Ekonomi dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu III Tahun 2019. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Siak Hulu III bulan Januari - Juli Tahun 2019 sebanyak 210. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang ada di Puskesmas Siak Hulu III bulan Januari – Juli Tahun 2019 dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak yang berjumlah 137 orang. Pengumpulan data melalui lembar observasi dan buku KIA. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami anemia sebanyak 71 orang (51,5%), status ekonomi rendah sebanyak 72 orang (52,6%) dan status gizi tidak baik 75 orang (54,7%). Hasil uji Chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status ekonomi dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesamas Siak Hulu III tahun 2019. Untuk itu bagi pihak puskesmas untuk dapat melakukan penyuluhan - penyuluhan terkait gizi dan anemia pada ibu hamil.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU COKLAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Nike Rahmadona; Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore adalah nyeri saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah yang dapat menimbulkan ganguan pekerjaan sehari-hari. Keluhan ini berhubungan dengan ketidakhadiran berulang di sekolah, sehingga dapat mengganggu hasil belajar. Sekitar 70-90% kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja. Remaja mengalami nyeri haid akan berpengaruh pada aktivitas akademis, sosial, dan olahraganya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian susu coklat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Tambang Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan pre dan post test one group design dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Dari analisa univariat diperoleh sebelum dilakukan pemberian susu coklat rata – rata tingkat nyeri dismenore adalah 5,55. Rata – rata setelah pemberian susu coklat adalah 3,20 dan standart deviasi 1,056. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,001 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian susu coklat terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Tambang tahun 2017. Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan komsumsi susu sehari – hari atau makanan lain yang tinggi kalsium sehingga bisa mengurangi intensitas nyeri dismenore
PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU: PENELITIAN KUALITATIF Nila Kusumawati Elison; Dhini Anggraini Dhilon; Milda Hastuty; Winda Sari Wahyuni
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau masih berada pada posisi dua terbawah dalam hal cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia nol sampai dengan enam bulan, yaitu hanya 35,01%. Dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar termasuk salah satu yang terendah, yaitu 28,18%. Dari 21 Kecamatan di Kabupaten Kampar, Puskesmas Kuok menempati posisi kelima terendah dengan cakupan ASI eksklusif sebesar 16,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh stakeholders yang terlibat pada ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kuok. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang ibu, 2 orang suami responden, 5 orang ibu responden dan2 orang kakak responden. Hasil dari penelitian ini adalah ASI yang tidak keluar dan kondisi bayi. Diharapkan agar ibu dapat menjaga kesehatan, dan mengikuti penyuluhan pada saat hamil tentang ASI eksklusif agar lebih tahu lagi cara mengatasi kenapa ASI tidak keluar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, KETERSEDIAAN PANGAN DAN ASUPAN MAKAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL Ibti Aulia; Besti Verawati; Dhini Anggraini Dhilon; Nopri Yanto
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: KEK pada ibu hamil adalah kondisi dimana ibu menderita kekurangan asupan energi ditandai dengan ukuran LiLA < 23.5cm. KEK pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat disebabkan oleh pengetahuan gizi ibu, ketersediaan pangan dan asupan makan ibu. Tujuan: penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi, ketersediaan pangan dan asupan makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tapung II. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi yaitu 208 responden. Penelitian dilakukan tanggal 11-23 Juli 2019, jumlah sampel 44 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, Food Recall 2x24 jam, pengukuran LiLA. Hasil: analisa uji Chi Square yaitu menunjukkan terdapat hubungan signifikan (p=0.000) pengetahuan gizi dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.002) antara ketersediaan pangan dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.000) antara asupan energi dengan kejadian KEK, tidak terdapat hubungan signifikan (p=0.542) antara asupan protein dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.000) antara asupan lemak dengan kejadian KEK, terdapat hubungan signifikan (p=0.027) antara asupan karbohidrat dengan kejadian KEK. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan gizi, ketersediaan pangan, asupan energi, asupan lemak, asupan KH dengan kejadian KEK pada ibu hamil, dan tidak ada hubungan asupan protein dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 6-12 BULAN DI ROEMAH MINI BABY KIDS & MOM CARE SIAK Yuni Citra Dewi; Muhammad Nurman; Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi merupakan terapi berupa sentuhan dengan tekanan di bagian tubuh tertentu. Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dijalani serta menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun. Sebagian besar masalah kualitas tidur pada bayi disebabkan kurangnya durasi tidur sesuai usia (kurang secara kuantitas) atau gangguan dan fragmentasi dari tidur (kualitas tidur yang buruk). Salah satu terapi untuk menyelesaikan masalah tidur bayi adalah pijat bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6- 12 bulan di Roemah Mini Baby Kids & Mom Care Siak. Jenis penelitian kuantitatif dengan Quasi Exsperimen jenis pre test dan post test design. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan yang melakukan pijat bayi di Roemah Mini Baby Kids & Mom Care Siak. Sampel kasus diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu 30 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada pengukuran kualitas tidur bayi pretest, 15 responden (50%) memiliki kualitas tidur yang kurang, 12 responden (40%) dengan kualitas tidur cukup dan sisanya 3 responden (10%) dengan kualitas tidur yang baik. Pada pengukuran kualitas tidur bayi posttest, 30 responden (100%) memiliki kualitas tidur yang baik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa p value sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi. Disarankan bagi Roemah Mini Baby Kids & Mom Care Siak agar lebih menjelaskan dan mempromosikan mengenai efek pijat bayi agar ibu yang mempunyai bayi mau memijat bayinya sehingga kualitas tidur bayi meningkat.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BAYAM HIJAU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PMB ROSMIDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Dhini Anggraini Dhilon; Duma Sari Lubis; Ella Arsita
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan kekurangan jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari 11 gr/dl. Menurut data Riskesdas diperkirakan 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Dampak anemia pada ibu hamil sangat besar terhadap kesehatan kesejahteraan ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah untk mengetahui pengaruh pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di PMB Rosmidah Wilayah Kerja Puskesmas Kuok. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest and posttest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita anemia ringan dan sedang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengonsumsi jus bayam hijau. Selisih mean sebelum dan setelah diberi jus bayam hijau adalah 3,24. Berdasarkan uji Wilcoxon test didapatkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pemberian jus bayam hijau terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini dibuktikan dengan p = 0,000 < 0,05. Disarankan ibu hamil agar dapat mengkonsumsi jus bayam hijau secara teratur maupun makanan tinggi Fe lainnya, kepada tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kegiatan konseling pada ibu hamil saat pemeriksaan kehamilan ataupun pada kegiatan kelas antenatal