Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENERAPAN MODEL SELF-CARE: BATHING AND GROOMING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS SOSIAL Muhammad Rosyidul 'Ibad; Zahid Fikri; Zaqqi Ubaidillah
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.959 KB) | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.900

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang selalu muncul pada seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa adalah self care deficit, hal ini dikarenakan pada pasien gangguan kesehatan jiwa terjadi penurunan dan perubahan fungsi kesadaran secara kualitatif dimana pasien tidak mampu untuk menjalin relasi dengan orang disekitarnya, kurang memiliki limitasi atau batasan diri, dan perubahan penilaian terhadap realita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan jiwa di Indonesia semakin meningkat dari 2,2% per mil sekarang menjadi 6% permil. Jumlah klien gangguan jiwa yang berada di UPT Bina Laras Pasuruan berjumlah 200 orang dengan jumlah perawat sebanyak 3 orang akibatnya beban kerja menjadi tinggi sehingga untuk mengawasi kebersihan diri klien gangguan jiwa relative kurang, selain itu juga tidak adanya feedback pada klien tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan mereka terutama ketepatan tata cara menjaga kebersihan badan dan berdandan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pendampingan model self care : bathing and grooming dengan merujuk pada Standart Operasional Prosedur yang sesuai pada Evidence Based Psychiatric Nursing.Kata Kunci: Self-care Deficit, Bathing, Grooming, Gangguan Kesehatan JiwaDOI: 10.5281/zenodo.3561944
PREVENTION OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER THROUGH THE WASDEBANG (DENGUE HEMORRHAGIC FEVER ALERT) PROGRAM Riesmiyatiningdyah Riesmiyatiningdyah; Kusuma Wijaya Ridi Putra; Meli Diana; Khoiri Ahmad Fauzi Imron; Erfian Heris Ardianto; Zahid Fikri
Community Service Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2021): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v3i2.353

Abstract

The WasDeBang (Dengue Hemorrhagic Fever Alert) program which was held in Kalipecabean Village, Candi District, Sidoarjo Regency is a form of community service to reduce the incidence of Dengue Fever which often increases when facing the rainy season. The activity will be held on September 5, 2021, at the house of a resident in Kalipecabean village, Candi District, Sidoarjo Regency. The target is the residents of the Kalipecabean village, Candi District, Sidoarjo Regency, in this case especially the PKK (Family Welfare Empowerment) women. Prior to the implementation of these activities, there is a process of preparing activities for approximately 3 weeks before the activities are carried out, starting from determining the theme of the extension to applying for permits to the relevant parties. As a form of evaluation, the activity was attended by 26 PKK mothers, the participants took part in the activity with great enthusiasm, health promotion activities could run on time and smoothly.
THE ASSOCIATION BETWEEN COMPLIANCE USING OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) AND WORK SHIFTS AMONG NURSES DURING THE COVID-19 PANDEMIC Ollyvia Freeska Dwi Marta; Indah Berliana Fauziah; Thontowi Djauhari Nur Subchi; Lilis Setyowati; Erma Wahyu Mashfufa; Nur Aini; Zahid Fikri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14043

Abstract

Sistem perawatan kesehatan yang dibebankan tenaga kesehatan di setiap fasilitas kesehatan selama pandemi COVID-19, menyebabkan tenaga kesehatan mengalami kelelahan, stres fisik dan mental yang akan berpotensi menurunnya kepatuhan terhadap tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi yang direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan shift kerja perawat selama masa pandemi COVID-19 di salah satu Rumah Sakit Umum di Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan bulan November sampai Desember 2022 dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 90 perawat dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan lembar observasi untuk mengetahui kepatuhan penggunaan APD setiap responden. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square untuk melihat hubungan antara variabel independent dan dependent. Rata-rata usia responden adalah 29,13 tahun dan mayoritas responden adalah perempuan. Sebesar 57,6% responden patuh dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) selama mereka bekerja. P-value didapatkan 0,036 maka didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan shift kerja. Shift kerja mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD pada perawat. Tingkat kepatuhan shift pagi lebih tinggi daripada shift sore, dan shift sore lebih tinggi dari shift malam.
Hubungan Status Rumah Sehat Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Wilayah Kecamatan Campurdarat Zahid Fikri; Wisnu Bayu Samudra Samudra; Anggraini Dwi Kurnia; Nur Lailatul Masruroh; Nur Melizza
Indonesian Health Science Journal Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v1i2.14

Abstract

Latar Belakang: Penyakit TB merupakan penyakit berbasis lingkungan dengan tingkat penyebaran tinggi melalui droplet di udara dan dapat menyebar cepat terutama bila didukung oleh lingkungan dan kondisi rumah yang tidak sehat. Di Indonesia secara nasional terdapat 61,81% rumah yang memenuhi syarat kesehatan. Hasil ini belum memenuhi target Kementrian Kesehatan tahun 2014 yaitu 77%. Rumah sehat bisa diperoleh dengan tersedianya sanitasi perumahan. Sarana sanitasi tersebut berupa ventilasi, suhu, kelembaban, kepadatan hunian, pencahayaan alami, kontruksi bangunan, sarana pembuangan limbah, dan penyediaan air bersih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis. Metode: penelitian ini adalah penelitian dekskriptif analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2020 di Puskesmas Campurdarat. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, jumlah sampel 24 responden dengan kelompok control 12 responden dan kelompok kasus 12 responden. Analisa data menggunakan analisa bivariate yaitu uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki rumah tidak sehat (75 %), setengah dari responden menderita tuberkulosis (50 %) dan adanya hubungan antara rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis (p=0,014) dengan nilai resiko suhu 0,1 kali, kelembapan 0,065 kali, pencahayaan alami 0,111 kali, ventilasi 0,111 kali dan kepadatan hunian 0,1 kali lebih beresiko di banding dengan rumah yang sehat. Diskusi: Adanya hubungan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis dikarenakan bahwa mayoritas responden memiliki rumah tidak sehat. Hal ini bisa dilihat dari mayoritas responden yang tidak membuka jendela saat pagi hari karena rumah berdekatan dengan pengrajin sehingga tidak ada pertukaran udara yang terjadi dalam rumah. Diharapkan petugas kesehatan, dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk memotivasi responden untuk memiliki atau memodifikasi rumah menjadi rumah sehat.
Peran Keluarga Dalam Kepatuhan Diet Pasien Hiperkolesterolemia ZAHID FIKRI; Khikmatul Mu’jizah; Winda Sabrila
Indonesian Health Science Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v2i1.15

Abstract

Latar Belakang: Hiperkolesterol merupakan salah satu penyakit umum yang diderita oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Penyebabnya diduga akibat perubahan gaya hidup, pola makan, faktor lingkungan, kurangnya aktivitas fisik dan faktor stress. Hiperkolestrolemia dapat diatasi dengan terapi diet mengatur pola makan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi bahan makanan alami yang dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dalam darah seperti mengonsumsi serat pangan. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan strategi penelitian Case Study Research. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada tiga partisipan yaitu, partisipan satu adalah anak penderita hiperkolestrolemia, yang menjadi partisipan dua adalah cucu dari penderita hiperkolestrolemia, dan untuk partisipan tiga peneliti yang mengambil responden yaitu penderita hiperkolestrolemia. Hasil: Hasil penelitian studi kasus ini didapatkan tiga tema yaitu diet tepat jumlah, diet tepat jadwal dan diet tepat jenis. Kesimpulan: Melihat hasil penelitian ini maka keluarga perlu untuk lebih memperhatikan jumlah asupan makanan yang dibutuhkan, memperhatikan jenis bahan makanan dan memperhatikan jadwal makan yang sudah dijadwalkan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL PERAWAT DENGAN KEPATUHAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN Zahid Fikri
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1089

Abstract

Dokumentasi perawat menjadi acuan dalam proses asuhan keperawatan. Kelengkapan dokumentasi keperawatan menunjang tingkat pelayanan perawat terhadap pasien. Kelengkapan dokumentasi juga menjadi beban kerja perawat baik secara fisik maupun mental. Beban kerja mental yang dimaksud adalah tuntutan mental pada perawat dalam menyelesaikan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja mental perawat dengan kepatuhan perawat dalam melakukan dokumentasi keperawatan. Metode penelitian menggunakan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan NASA TLX untuk mengukur beban kerja mental perawat dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di RSU UMM Malang dengan jumlah 104 perawat dengan kriteria inklusi adalaha perawat yang bekerja di ruang rawat inap non intensif. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Jumlah Responden merupakan perawat di rumah sakit dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara beban kerja mental perawat dengan kepatuhan dokumentasi keperawatan, dibuktikan dengan uji pearson correlation dengan nilai signifikansi p< 0.05. Hasil uji pearson correlation didapatkan nilai -0.144 dan hasil p-value 0.448 yang berarti tidak ada hubungan beban kerja mental perawat dengan kepatuhan dokumentasi keperawatan. Kesimpulan dari penelitian ini menyebutkan bahwa meskipun beban kerja mental meningkat kelengkapan dokumentasi tetap terpenuhi. Hal tersebut terjadi karena rata – rata responden berada di usia dewasa dan dokumentasi juga merupakan tanggung jawab utama perawat yang harus diselesaikan. Kata kunci: Beban Kerja Mental, Dokumentasi, Perawat DOI: 10.5281/zenodo.4774788
The relationship between parenting style with adolescent identity development in Karangploso district, Malang regency Indonesia Rosyidul 'Ibad, Muhammad; Sri Widowati; Muhammad Ari Arfianto; Fikri, Zahid; Anzalna Rahma, Alaili
Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2023): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v14i01.23156

Abstract

Introduction: Adolescents with mental health criteria can form a positive self-identity. One of the developments of self-identity can be influenced by parenting factors. Objectives: The purpose of this study was to identify the relationship between democratic, authoritarian, and permissive parenting on the formation of adolescent self-identity in Karangploso District, Malang Regency. Methods: The research design was a cross-sectional study; data were collected using the Parental Authority Questionnaire (PAQ) and the Adolescent Self-Identity Scale. The sample in this study was 80 respondents; the sample selection criteria used a purposive sampling technique and then statistically tested using Spearman rank. This research has obtained ethical approval with the number No.E.5.a/261/KEPK-UMM/XII/2021. Results: The crosstab analysis showed that the most frequently used form of parenting was democratic, with the formation of adolescent self-identity at a moderate level (53.6%). Meanwhile, the bivariate analysis results with Spearman rank showed that the authoritarian, democratic, and permissive parenting styles all had a relationship with adolescent self-identity with a P value of <0.05. Conclusions: The majority of parents apply democratic parenting to form adolescent self-identity; this is because, at this age, adolescents enter a phase of self-discovery with the characteristics of having the ability to think conceptually and want to be appreciated so that the application of this democratic parenting pattern can accommodate the formation of self-identity towards moderate and high.
EFFECTIVENESS OF AL-QURAN THERAPY IN REDUCING THE LEVEL OF AUDITORY HALLUCINATIONS Fikri, Zahid; 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Arfianto, Muhammad Ari; Mu'jizah, Khikmatul; Setyowati, Lilis; Ardiana, Tessa Gustin; Putri, Evita Muslima Isnanda; Choirulloh, Achmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v6i2.54494

Abstract

Introduction: Auditory hallucinations, which involve hearing voices that are not present, can severely impact an individual’s mental health and quality of life if left untreated. Qur'anic therapy, which involves reciting verses from the Qur’an, is believed to help calm the mind and reduce hallucination symptoms. The purpose of this community service initiative is to teach staff and patients to incorporate Qur'anic therapy into their daily routines, supporting both spiritual and psychological healing. Methods: This community service was conducted at the Pasuruan Social Rehabilitation Home with 35 clients experiencing auditory hallucinations who were coherent, cooperative, and Muslim. The aim was to provide Al-Quran therapy for 2 weeks, with each session lasting 5 minutes. The effectiveness of the therapy was measured using self-reported frequency of hallucinations and staff observations, with data analyzed through a paired sample t-test or Wilcoxon signed-rank test, depending on the distribution, to assess any significant reduction in the auditory hallucinations. Results: Some of the results experienced by patients after receiving Al-Quran therapy are that patients are more peaceful when experiencing auditory hallucinations. The patient also said that reading the Al Quran could be a distraction when the patient had auditory hallucinations. On average, 60% of patients' hallucinations were mild, 37.1% were moderate, and 2.9% had severe hallucinations. Conclusion: These findings indicate that Al-Quran therapy can be used as an effective method to reduce the frequency of auditory hallucinations in schizophrenia patients at the Pasuruan Social Rehabilitation Home. These findings have important implications for the management and care of patients with auditory hallucinations, as well as providing a therapeutic alternative that can improve patients' quality of life.
Pelatihan Program UKS di Sekolah TK ABA 30 Kota Malang: Training on School Health Unit (UKS) Program at ABA 30 Kindergarten, Malang City Fikri, Zahid; Arfianto, Muhammad Ari; 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Mu'jizah, Khikmatul; Natasya, Nella; Nur Nafila, Nisrina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit membutuhkan komitmen jangka panjang, berbeda dengan upaya kuratif yang hasilnya dapat segera dirasakan. Tantangan ini sering membuat penerapannya sulit dilakukan secara konsisten, terutama di lingkungan pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 45, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) wajib dilaksanakan di sekolah untuk menunjang kesehatan siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di TK ABA 30 Kemantren III Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang, yang belum memiliki UKS meskipun sering terjadi cedera ringan pada anak saat bermain. Tujuannya adalah membentuk UKS dan meningkatkan pemahaman guru tentang promosi kesehatan. Pendekatan yang digunakan meliputi cerita interaktif, permainan edukatif, dan kegiatan seni. Langkah-langkah kegiatan mencakup penyebaran kuesioner untuk menilai pemahaman guru, observasi fasilitas sekolah, serta edukasi mengenai konsep dan pengelolaan UKS. Setelah kegiatan, pemahaman guru tentang UKS meningkat secara signifikan. Para guru juga mampu menyusun rencana pengelolaan UKS, dan salah satu ruang kosong sekolah berhasil diidentifikasi sebagai fasilitas UKS. Kesimpulannya, pembentukan UKS di TK ABA 30 berhasil dilaksanakan dengan dukungan penuh dari para guru. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung promosi kesehatan dan pelayanan dasar, sehingga membantu tumbuh kembang anak secara optimal.   Abstract: Health promotion and disease prevention require long-term commitment, unlike curative efforts that provide immediate results. This challenge often complicates consistent implementation, particularly in educational settings. According to Law Number 23 of 1992 Article 45, School Health Efforts (UKS) must be implemented in schools to support student health. This community service activity was conducted at TK ABA 30 Kemantren III Bandungrejosari, Sukun, Malang City, a school lacking a UKS despite frequent minor injuries during children’s play. The activity aimed to establish a UKS and improve teachers’ understanding of health promotion. The approach involved interactive stories, educational games, and art activities. Steps included distributing questionnaires to assess teachers’ understanding, observing school facilities, and providing education on UKS concepts and management. Results showed a significant improvement in teachers’ understanding of UKS after the sessions. Teachers successfully developed a UKS management plan, and a vacant school room was designated as the UKS facility. In conclusion, the UKS at TK ABA 30 was successfully established with strong teacher support. This facility is expected to enhance health promotion and basic health services, ultimately fostering children’s optimal growth and development within the school environment.
ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN IBU MELAKUKAN KB SUNTIK Munif, Imam; Fikri, Zahid
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i2.17

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan ibu sangat penting untuk menciptakan keluarga berencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu untuk rutin KB injeksi di wilayah kerja Puskesmas, Suberaji, Lamongan.Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling, terdiri dari 30 responden. Variabel bebas adalah pengetahuan, sikap, pendidikan, dan jarak dari pusat kesehatan masyarakat. Variabel terikat adalah kepatuhan ibu dalam menjalankan KB injeksi berulang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan memiliki korelasi dengan pengetahuan (ρ = 0,000), sikap (ρ = 0,001), pendidikan (ρ = 0,000), dan jarak dari pusat kesehatan masyarakat (ρ = 0,193).Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan. Ditemukan bahwa faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan adalah pengetahuan dan pendidikan. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pendidikan, Jarak dari Puskesmas, Kepatuhan, Kontrasepsi Suntik. ABSTRACT Mother’s compliance is very important in having repeated family planning injection. The objective of this study was to analyze factors related to mother’s compliance to have repeated injection in the working area of Community Health Center, Suberaji, Lamongan.The design of this study was cross-sectional. Samples were recruited using purposive sampling, consisted of 30 respondents. The independent variables were knowledge, attitude, education, and the distance of community health center. The dependent variable was mother’s compliance in having repeated injection.The results showed that compliance had correlations with knowledge (ρ = 0.000), attitude (ρ = 0.001), education (ρ = 0.000), and the distance of community health center (ρ = 0.193).This indicated that knowledge, attitude, and education had significant correlation with compliance. It was found that the predominant factors related to compliance were knowledge and education. Keywords: Knowledge, Attitude, Education, Distance Of Community Health Center, Compliance, Injected Contraceptive.