Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

REBUSAN DAUN SIRIH DAN KUNYIT TERHADAP KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI (Piper Betle linn Leaf and Curcuma Longa linn Stew toward Fluor Albus) Fikri, Zahid; Ismi, Nur
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i1.75

Abstract

ABSTRAK  Keputihan merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Menjaga kebersihan alat kelamin luar pada wanita sangat penting dalam upaya mencegah timbulnya keputihan dan deteksi dini kanker serviks. Menjaga kebersihan daerah genitalia dengan menggunakan daun sirih dan kunyit yang benar dharapkan dapat mengatasi dan menghilangkan keputihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh rebusan daun sirih dan kunyit terhadap keputihan.  Penelitian ini menggunakan metode Pra eksperimental dengan one group pre-post test design, dengan teknik purposive sampling, didapatkan sampel 20 responden. Variabel independen penelitian adalah pemberian rebusan daun sirih dan kunyit dan variabel dependen penelitian adalah keputihan. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan wawancara terstruktur kemudian dilakukan uji Chi-Square Test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan rebusan daun sirih dan kunyit, 100% mengalami keputihan patologis. Sedangkan setelah diberikan 15% mengalami keputihan patologis dan 85% keputihan fisiologis. Hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p= 0,02 dimana p< 0,05 maka H0 ditolak.Pemberian rebusan daun sirih dan kunyit menurunkan kejadian keputihan patologis pada remaja putri, sehingga diharapkan rebusan daun sirih dan kunyit dapat dijadikan alternatif herbal untuk mengatasi masalah keputihan dalam upaya mencegah kanker serviks.           Kata kunci : Rebusan daun sirih dan kunyit, Keputihan patologis ABSTRACT Fluor albus is abnormal vaginal secretion in women. Keeping clean genitals out on women is very important in effort to prevent the spread of fluor albus and early detection of cervical cancer. Keeping clean the genitalia area by using the piper betle linn leaf and curcuma longa linn is actually expected to overcome and deprive fluor albus. Research purpose was to know the effect piper betle linn leaf and curcuma longa linn stew at fluor albus.This research used  pra eksperimental with one group pre-post test design, with purposive sampling technique, obtained samples of 20 responden. The independent variable was granting piper betle linn leaf and curcuma longa linn stew and the dependend variable was flour albus. The data of this research is get from the observation and interview than uji Chi-Square with significance level p < 0.05.The results obtained before granting piper betle linn leaf and curcuma longa linn stew, 100% fluor albus pathological. Meanwhile after granting 15% fluor albus pathological and 85% flour albus physiological. From results of statistical chi-square ƿ < 0,02 where  ƿ <0.05 then H0 is rejected. With a gift of  piper betle linn leaf and curcuma longa linn stew effect fluor albus in adolescent girls. So that, is expected to piper betle linn leaf and curcuma longa linn stew can be used as an alternative to overcome the problem of fluor albus in effort to prevent cervical cancer.  Keyword : Piper Betle Linn Leaf  and Curcuma Longa Linn Stew, Fluor Albus
GEL LIDAH BUAYA DAN SILVER SULFADIAZIN MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Fikri, Zahid; Adriani, Kurnia
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i1.86

Abstract

ABSTRAKLuka bakar adalah trauma pada kulit yang disebabkan oleh sesuatu yang panas atausuhu tinggi. Pencegahan infeksi dengan pengobatan luka. Agen topikal yang biasadigunakan untuk luka bakar adalah sulfadiazin perak. Tapi itu memiliki efek samping yangmengurangi kecepatan epitelisasi luka. Lidah buaya merupakan salah satu alternatif pilihanuntuk luka pengobatan, karena gel lida buaya mengandung banyak zat yang bermanfaatuntuk mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisperbedaan efektivitas antara gel dan perak sulfadiazin lidah buaya tentang pengendapanluka bakar penyembuhan dengan ketebalan parsial superfisial pada tikus yang telahmembuat luka bakar.Penelitian ini menggunakan desain eksperimen. Ada 3 kelompok perlakuan denganjumlah sampel 24 tikus. Instrumen yang digunakan untuk mengamati kecepatanpenyembuhan luka bakar pada tikus adalah menggunakan checklist. Analisis datamenggunakan uji One Way Anova.Ada F kuantitas 1,231 untuk kelompok lidah buaya <s dan 6.500 untuk perakkelompok sulfadiazin dengan F tabel 10.00. Karena kuantitas F lebih kecil dari F tabel,maka hipotesis penelitian ditolak. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan antara gel danperak sulfadiazin lidah buaya tentang percepatan luka bakar penyembuhan denganketebalan parsial superfisial pada tikus.Berdasarkan hasil penelitian, gel lidah buaya ini lebih disarankan untuk ketebalanparsial yang dangkal karena gel lidah buaya lebih alami, mudah untuk mendapatkan danlebih murah.Kata kunci: gel lidah buaya itu, Perak sulfadiazin, ketebalan parsial superfisialABSTRACTBurns is a traumatic at the skin which caused of something hot or hightemperature. The Preventif of infection is treated the wound treatment. Topical agentwhich commonly use for burns is silver sulfadiazin. But that have side effect which reducethe speed of wound epithelialization. Aloe vera is one of the alternative choice to woundtreatment, because the gel contains many substances which beneficial to speed up thewound healing. This research is purpose to analyze the difference of effectiveness betweenaloe vera's gel and silver sulfadiazin about precipitation of burns healing with superficialpartial thickness at mouse which has made burns.The research used the true experimental design. There are 3 treatment groups withtotal sample 24. Checklist is the instrument which use for observe the speed of healing themouse's burns. The data analysis is use One Way Anova test.There are F quantity 1.231 for aloe vera<s group and 6.500 for silver sulfadiazinegroup with F table 10.00. Because F quantity is smaller than F table, then the researchhypothesis rejected. It's mean that there is no difference between aloe vera's gel and silversulfadiazin about precipitation of burns healing with superficial partial thickness at themouse. Based on the result, aloe vera’s gel is more suggested for superficial partialthickness treadment because this is natural, easy to get and cheaper.Keywords: Aloe vera's gel, Silver sulfadiazin, Superficial partial thickness
KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENURUNAN KAPASITAS VOLUME PARU Twistiandayani, Retno; Fikri, Zahid; Suwito, Agus
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.98

Abstract

ABSTRAKMerokok merupakan masalah besar bagi kesehatan. Konsumsi tembakau bisamenjadi penyebab utama kematian di dunia yang harus dapat dicegah. Penurunan fisiologiparu-paru dapat diukur dengan spirometer sehingga didapatkan nilai FVC (Force VolumeCapacity). Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan hubungan perilaku merokokdengan penurunan kapasitas volume paru.Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di UnitMedical Check-Up Rumah Sakit Semen Gresik pada bulan September 2012. Sampel yangdidapatkan sebanyak 27 responden yang dipilih dengan cara purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi sertadianalisis dengan menggunakan uji statistik korelasi spearman rank dengan tingkatsignifikan 0,05.Hasil penelitian ini adalah 12 orang (44,4%) memiliki perilaku merokok ringan, 11orang (40,7%) memiliki perilaku merokok rata-rata, dan 4 orang (14,8%) memilikiperilaku merokok berat. Hasil penelitian untuk kapasitas volume paru antara lain: 13 orang(48,1%) memiliki paru-paru yang normal, 13 orang (48,1%) memiliki paru restriktifringan, 1 orang (3,7%) memiliki paru restriktif sedang dan tidak ada responden yangmemiliki paru restriktif berat. Hasil uji analisis korelasi spearman rank =0,169 (>0,05),tidak ada hubungan yang signifikan dari perilaku merokok dengan penurunan kapasitasvolume paru.Semua orang disarankan untuk mengurangi konsumsi rokok dan melakukanolahraga secara teratur supaya kapasitas volume paru normal.Kata kunci: Kebiasaan merokok, Kapasitas volume paruABSTRACTSmoking was a big problem for health. Tobacco consumption could became thefirst leading cause of death in the world which should be able to be prevented. Decreasingphysiology of lungs can be measure with spyrometry to get the value of FVC (ForceVolume Capacity). The purpose of this research was to explain the relationship of smokingbehavior with decreasing volume capacity of lung.Design study was cross sectional design. Study was conducted in Medical CheckUp Semen Gresik Hospital on September 2012. Chosen sample was 27 people which wereselected by purposive sampling. The data was collected by using questionaire andobservation and also analyzed by using statistical test of correlation spearman rank withlevel of significant 0.05.The results of this research were 12 people (44.4%) has light smoking behaviour,11 people (40.7%) has average smoking behaviour and 4 people (14.8%) has severesmoking behaviour. There was 13 people (48.1%) has normal lungs, and 13 people(48.1%) has light restricted lungs, 1 people (3.7%) has average restricted lungs and severerastricted lungs was zero. Analyzed result with Spearman Rank Correlation =0.169(>0.05), there was not significant relationship of smoking behaviour with decreasingvolume capacity of lung.The sugestion is all people must smoking lessly and doing regular sport in order tonormal volume capacity of lung.Keywords : Smoking Behaviour, Volume Capacity of Lung
PERSEPSI TENTANG ROTASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA Fikri, Zahid; Hestu Dwi, M. M
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.99

Abstract

ABSTRAKPersepsi rotasi pekerjaan dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Persepsi seorangperawat terhadap rotasi pekerjaan berpengaruh terhadap kinerja perawat dalammemberikan pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan persepsi rotasidengan kinerja pada perawat pelaksana.Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1sampai 23 Agustus 2012 dengan 66 responden di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit SemenGresik. Metode pengambilan sampel yang digunakan Purposive sampling. Alat ukur yangdigunakan adalah skala persepsi. Data dikumpulkan dengan kuesioner penilaian persepsirotasi kerja dan peneliti melakukan pengamatan tentang kinerja perawat pelaksana, datayang didapat kemudian dianalisis menggunakan Kendall tau-b.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara persepsi rotasi kerjadengan kinerja perawat pelaksana, hasil yang diperoleh p= 0,200 (p> 0,05).Hasil analisis persepsi rotasi tidak memiliki hubungan dengan kinerja perawatpelaksana, dan rotasi kerja yang direkomendasikan harus dilakukan secara berkelanjutandan berdasarkan pedoman untuk meningkatkan kinerja perawat.Kata kunci: Persepsi, Rotasi kerja, Kinerja, Perawat pelaksanaABSTRACTPerception of job rotation can affect a person’s performance. The extent to whichthe influential of perception on the performance of the rotation with a nurse in providingservices. This research purpose was to explain association perception of rotation withperformance on the nurse practitioner.This research design was cross sectional. Research was conducted on the 1st until23rd August 2012 with 66 respondents at the Inpatient Installation Semen Gresik Hospital.The sampling method was used Purposive sampling. Measuring tool was used theperception scale. Data were collected with questionaires of perception and performanceassessment nurse practitioner conducted by researcher with the observation, and thenanalyzed by Kendall’s tau-b.The result was showed no association between the perception of rotation with theperformance of the nurse practitioner, result obtained p= 0.200 (p>0.05).Based on the analysis the perception of rotation has no association with theperformance of the nurse practitioner, and recomended rotation should be carried outcontinuously and based guidelines to improve the performance of nurses.Keywords : Perception, job rotation, performance, nurse practitioner
Strategi Keberhasilan Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang Dalam Menghadapi OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Studi Kualitatif fikri, zahid
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.678

Abstract

Metode OSCE memberikan harapan yang baik bagi institusi penyelenggara  pendidikan karena mendekatkan situasi seriel mungkin dengan kondisi pasien dirumah sakit, bagi mahasiswa yang siap tentunya akan merasa tertantang. Kesiapan diantara mahasiswa tentunya berbeda antara satu dengan yang lain disisi lain ada anggapan bahwa OSCE adalah hal yang menakutkan dalam sebuah pendidikan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan eksplorasi strategi keberhasilan mahasiswa D3 keperawatan Fikes UMM dalam menghadapi OSCE pada mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan FIKES UMM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu suatu proses penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat diukur. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik bahwa keadaan yang sealamiah mungkin sebagai sumber data, menganalisis data secara induktif, dan berfokus kepada pemahaman partisipan dalam memandang pengalaman hidupnya. Jumlah responden pada penelitian ini sejumlah 15 mahasiswa D3 Keperawatan yang sudah pernah melakukan OSCE. Hasil penelitian didapatkan bahwa strategi mahasiswa dalam menghadapi OSCE sebagian besar mahasiswa melakukan kegiatan belajar, praktik kembali dengan teman, dan melihat video dari internet. Kegiatan OSCE sangat penting untuk dilakukan karena bisa mengasah skill dan kemampuan praktik mahasiswa dalam menghadapi praktik di rumah sakit. Hambata mahasiswa saat menghadapi OSCE seringkali lupa materi akibat gugup dan takut dengan dosen penguji. Sebagian besar mahasiswa berusaha optimal dalam OSCE dengan melakukan tindakan tarik napas dalam dan berdoa. DOI: 10.5281/zenodo.2629489
PENERAPAN MODEL SELF-CARE: BATHING AND GROOMING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS SOSIAL 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Fikri, Zahid; Ubaidillah, Zaqqi
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.900

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang selalu muncul pada seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa adalah self care deficit, hal ini dikarenakan pada pasien gangguan kesehatan jiwa terjadi penurunan dan perubahan fungsi kesadaran secara kualitatif dimana pasien tidak mampu untuk menjalin relasi dengan orang disekitarnya, kurang memiliki limitasi atau batasan diri, dan perubahan penilaian terhadap realita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan jiwa di Indonesia semakin meningkat dari 2,2% per mil sekarang menjadi 6% permil. Jumlah klien gangguan jiwa yang berada di UPT Bina Laras Pasuruan berjumlah 200 orang dengan jumlah perawat sebanyak 3 orang akibatnya beban kerja menjadi tinggi sehingga untuk mengawasi kebersihan diri klien gangguan jiwa relative kurang, selain itu juga tidak adanya feedback pada klien tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan mereka terutama ketepatan tata cara menjaga kebersihan badan dan berdandan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pendampingan model self care : bathing and grooming dengan merujuk pada Standart Operasional Prosedur yang sesuai pada Evidence Based Psychiatric Nursing.Kata Kunci: Self-care Deficit, Bathing, Grooming, Gangguan Kesehatan JiwaDOI: 10.5281/zenodo.3561944
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL PERAWAT DENGAN KEPATUHAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN Fikri, Zahid
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1089

Abstract

Dokumentasi perawat menjadi acuan dalam proses asuhan keperawatan. Kelengkapan dokumentasi keperawatan menunjang tingkat pelayanan perawat terhadap pasien. Kelengkapan dokumentasi juga menjadi beban kerja perawat baik secara fisik maupun mental. Beban kerja mental yang dimaksud adalah tuntutan mental pada perawat dalam menyelesaikan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja mental perawat dengan kepatuhan perawat dalam melakukan dokumentasi keperawatan. Metode penelitian menggunakan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan NASA TLX untuk mengukur beban kerja mental perawat dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di RSU UMM Malang dengan jumlah 104 perawat dengan kriteria inklusi adalaha perawat yang bekerja di ruang rawat inap non intensif. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Jumlah Responden merupakan perawat di rumah sakit dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara beban kerja mental perawat dengan kepatuhan dokumentasi keperawatan, dibuktikan dengan uji pearson correlation dengan nilai signifikansi p< 0.05. Hasil uji pearson correlation didapatkan nilai -0.144 dan hasil p-value 0.448 yang berarti tidak ada hubungan beban kerja mental perawat dengan kepatuhan dokumentasi keperawatan. Kesimpulan dari penelitian ini menyebutkan bahwa meskipun beban kerja mental meningkat kelengkapan dokumentasi tetap terpenuhi. Hal tersebut terjadi karena rata – rata responden berada di usia dewasa dan dokumentasi juga merupakan tanggung jawab utama perawat yang harus diselesaikan. Kata kunci: Beban Kerja Mental, Dokumentasi, Perawat DOI: 10.5281/zenodo.4774788
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN IRNA I DI RUANG PARANGTRITIS RSUD DR. SAIFUL ANWAR PROVINSI JAWA TIMUR Aprilia Yana Anggreini; Fikri, Zahid; Lilis Setyowati; Sunardi; Khikmatul Mu'jizah
Jurnal Medika Cendikia Vol 12 No 02 (2025): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v12i02.358

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan, karena menunjukkan kesesuaian antara harapan dan pengalaman perawatan. Tingkat kepuasan yang tinggi berpengaruh pada kepercayaan, loyalitas, serta keberlangsungan institusi pelayanan kesehatan. RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur rutin melakukan Survei Kepuasan Masyarakat, namun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, terutama kecepatan pelayanan dan manajemen rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di Instalasi Rawat Inap I (IRNA I), ruang Parangtritis RSUD Dr. Saiful Anwar Jawa Timur, serta mengidentifikasi dimensi pelayanan yang menjadi kekuatan dan kelemahan. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain survei. Responden berjumlah 30 pasien/keluarga yang dirawat di ruang Parangtritis IRNA I. Instrumen berupa kuesioner kepuasan pasien berdasarkan dimensi pelayanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Data dianalisis dengan distribusi frekuensi. Mayoritas responden menyatakan kurang puas pada dimensi tangibles (56,7%), reliability (66,7%), responsiveness (66,7%), dan assurance (60,0%). Pada dimensi empathy, mayoritas responden puas (53,3%). Secara keseluruhan, 60,0% responden merasa puas terhadap mutu pelayanan kesehatan. Tingkat kepuasan pasien di IRNA I ruang Parangtritis termasuk kategori baik, meskipun aspek kecepatan pelayanan dan sistem administrasi masih perlu ditingkatkan. Temuan ini diharapkan menjadi masukan untuk memperkuat strategi pelayanan berfokus pada pasien dan meningkatkan efektivitas manajemen rumah sakit.