Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FORMULATION FLAKES CEREAL OF LOTUS (Nelumbo nucifera) AND SEAWEED (Eucheumma cottoni) AS FUNCTIONAL FOOD Ridhowati, Sherly; Rohmania, Ainur; Rinto, Rinto; Nugroho, Gama Dian; Pitayati, Puspa Ayu; Rachmawati, Siti Hanggita; Baehaki, Ace; Pangawikan, Aldila Din
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sereal flakes dari komposisi tepung biji lotus (Nelumbo nucifera) dan rumput laut (Eucheumma cottoni) sebagai pangan fungsional. Penelitian ini dilaksanakan dalam percobaan laboratorium menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (100% tapioka; 50% tapioka, 20% teratai, 30% rumput laut; 20% tapioka, 30% teratai, 50% rumput laut, dan 30% tapioka, 50% teratai, 20% rumput laut) dengan 3 ulangan. Parameter terdiri dari analisis kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, dan serat kasar), fisik (daya serap air dan indeks kelarutan), dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air (3.13% - 3.61%), abu (1.03% - 8.25%), lemak (8.38% - 9.19%), protein (1.45% - 10.96%), karbohidrat (67.69% - 86.71%) , serat kasar (1.08% - 5.73%). Untuk indeks penyerapan air berkisar antara 11 g/g hingga 5.07 g/g. dan tingkat indeks kelarutan air berkisar dari 0.017g/mL hingga 0.057g/mL. Sedangkan analisis sensori menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap nilai aroma dan warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai rasa dan tekstur
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Lingkungan Berbasis Potensi Lokal dan Sikap Konservasi Anggraini, Nike; Ad’hiya, Eka; Pitayati, Puspa Ayu; Nazip, Khoiron
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9071

Abstract

Learning tools based on local potential are prepared by knowing whether or not there is local potential in the South Sumatra region to then be used as a learning resource. This research aims to develop learning tools based on local potential and conservation attitudes for students of the Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sriwijaya University. This research is development research (research and development). The research model refers to the Lee & Owens development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The design stage produces a needs analysis to design the learning tools that will be used. The development stage was carried out to produce learning tools that had been validated by 2 lecturers teaching environmental science courses. Limited trials were carried out on Palembang class students who taught environmental courses. Based on the research results, environmental learning tools have very valid, effective and practical criteria, so they can be implemented in learning.
Efektivitas daun kemangi sebagai anti lalat pada pembuatan ikan asin sepat rawa (Trichopodus trichopterus): The effectiveness of lemon basil as a fly repellent in salted fish from three spot gourami (Trichopodus trichopterus) Ulqodry, Tengku Zia; Rinto, Rinto; Sudirman, Sabri; Pitayati, Puspa Ayu; Balqis, Finanda Rahil
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i5.50005

Abstract

Kontaminasi lalat dapat terjadi selama proses pengeringan ikan asin. Pemberian insektisida alami merupakan salah satu pencegahan lalat selama pembuatan ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas daun kemangi (larutan maupun ekstrak) sebagai anti lalat pada pembuatan ikan asin. Penelitian dilakukan secara bertahap, yaitu pembuatan larutan dan ekstrak serta pembuatan ikan asin. Jenis ikan yang digunakan dalam pembuatan ikan asin yaitu ikan sepat dengan tiga perlakuan yaitu tanpa filtrat/ekstrak kemangi (P1), perendaman filtrat kemangi 10% (P2), dan penyemprotan ekstrak kemangi 10% (P3). Pengamatan dilakukan 3 kali ulangan pada setiap parameter yaitu jumlah lalat dan suhu. Uji kelembapan dilakukan selama penjemuran ikan dan uji mortalitas dilakukan terhadap larva lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kemangi/filtrat yang diperoleh sebanyak 64,09% dan setelah dipekatkan menghasilkan ekstrak sebesar 32,62%. Total lalat yang hinggap yaitu ikan asin kontrol 105, direndam dalam larutan 63 dan disemprot ekstrak selama penjemuran yaitu 33 ekor. Rata-rata lalat aktif hinggap pada ikan asin dengan suhu 29-36℃ dan kelembapan 55-69%. Larva lalat hanya mengalami kematian pada perlakuan penyemprotan ekstrak kemangi 10%. Perlakuan penyemprotan ekstrak daun kemangi efektif digunakan untuk pencegahan lalat dibandingkan perendaman larutan daun kemangi.
Pemberdayaan Warga Desa Pulau Semambu melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan Rachmawati, Siti Hanggita; Lestari, Susi; Pitayati, Puspa Ayu; Herpandi, Herpandi; Widiastuti, Indah; Supriadi, Agus; Nugroho , Gama Dian; Sherly Ridhowati
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.3.320-328

Abstract

Pulau Semambu village has potential sources of fishery products for the Indralaya area. This program aimed to socialize the manufacture of processed catfish (Clarias batracus) products. This activity is one of the efforts to fulfill nutritional needs and increase family income which is an effort to empower the creative economy through the participation of the Pulau Semambu villagers. Data and information from this service were obtained through observation and interviews. The method has used the PLA (Participatory Learning and Action) method. This service program was attended by 30 Semambu villagers. The product making was easy implemented for Semambu villagers. The post-test score in this activity were 83.36% (fish jerky) and 75.58% (fish bone cracker) regarding the understanding of the product started in definition, making, and advantages. The applicable of product making was a alternative income-generating efforts, in addition to fulfilling nutritional intake.