Hanny Poli
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KESIAP SIAGAAN MENGANTISIPASI ANCAMAN BENCANA ALAM DI DESA KALI DAN KALI SELATAN MINAHASA Poli, Hanny; Franklin, Papia J.C.; Lakat, Ricky M.S
MEDIA MATRASAIN Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan suatu luaran dari implementasi kegiatan bidang pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang kebencanaan yang dapat melibatkan masyarakat. Melalui program dengan skim Program Kemitraaan Masyarakat (PKM) tahun 2018, tim telah melaksanakan kegiatan “PKM Pelatihan Teknis Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana di Desa Kali dan Kali Selatan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa” yang telah dihadiri sebanyak 46 orang peserta dari anggota masyarakat setempat. Luaran dari kegiatan ini ialah tersedianya karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional serta tersedianya petunjuk teknis yang praktis dan memadai bagi masyarakat.  Program ini dilaksanakan dengan metode survey, observasi lokasi lingkungan permukiman desa, melakukan wawancara dengan pemerintah desa Kali dan Kali Selatan serta mitra kerja yaitu masyarakat yang ada disekitar lokasi rawan banjir, tanah lonsor, erupsi gunung berapi dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) serta studi pustaka. Sebagai kesimpulan, upaya peningkatan ketentraman, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di desa memerlukan kerjasama antara pemerintah dari kedua desa dimaksud dengan masyarakat, lembaga sosial masyarakat, lembaga pendidikan tinggi sebagai antisipasi terhadap ancaman bencana. Pertumbuhan dan perkembangan suatu komunitas masyarakat ditentukan oleh adanya rasa tenteram, aman dan nyaman yang perlu difasilitasi oleh pemerintah melalui: pembangunan infrastruktur yang tanggap terhadap ancaman bencana alam seperti: banjir dan tanah longsor dan erupsi gunung berapi; melaksanakan penghijauan bukit serta memelihara drainase; penegakan peraturan dalam membangun rumah pada kawasan rawan bencana; pelatihan teknis / sosialisasi;  penempatan tanda-tanda jalur evakuasi; pendampingan baik dari pemerintah dalam hal ini melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Minahasa serta Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki kepakaran ilmu dan teknologi, ketrampilan dalam bidang kebencanaan serta lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lainnya yang berkompeten dalam rangka memberikan rasa tenteram, aman dan kenyamanan.
Redesain Kompleks Stadion Klabat Manado “Arsitektur Modern Rasionalisme” Rogahang, Piere H. B.; Poli, Hanny; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8886

Abstract

perkembangannya sangat menjanjikan, terbukti banyak pembangunan dan pengembangan kawasan yang dilakukan dikota ini, sebagai kota yang sedang berkembang, tentunya harus di imbangi dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas untuk Masyarakat sebagai pelengkap ataupun sebagai sarana bagi masyarakatnya untuk bisa mengembangkan potensi diri serta berkreasi dan sebagai fasilitas-fasilitas yang di banggakan. Dalam bidang olahraga, tentunya juga harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari sarana dan prasarana dari olahraga itu sendiri, tidak terkecuali dengan Stadion Klabat Manado, yang menjadi Stadion satu-satunya kota ini, kondisi dan kualitas Stadion harus ditingkatkan atau di evaluasi baik secara fisik, fungsi, dan prospek kedepan sebagai tempat olahraga yang ada di kota Manado. Meningkatnya kebutuhan masyarakat kota akan fasilitas olahraga yang baik dan menyenangkan, membuat Stadion Klabat harus di benahi atau di redesain, sehingga bisa digunakan dengan baik dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kota Manado akan fasilitas olahraga. Redesain menjadi salah satu cara agar stadion ini bisa difungsikan kembali`dengan melihat segala kekurangan dan masalah-masalah yang ada sekarang, yang nantinya bisa dipikirkan solusi dan kualitas yang dibutuhkan di zaman yang modern sekarang. Sehingga nantinya kebutuhan masyarakat bisa di wadahi dan bisa meningkatkan kembali prestasi-prestasi dunia olahraga Sulawesi Utara. Dengan mengangkat tema arsitektur modern rasionalisme, sebagai ciri khas Stadion Klabat ini, diharapkan bangunan ini menjadi icon yang modern di kota Manado dengan tidak menghilangkan identitas sepakbola yang pernah ada sebelumnya, juga sebagai tempat yang baru yang dilengkapi dengan fasiltas-fasilitas pendukung yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat atau pengunjung dari Stadion Klabat ini. Kata kunci : Kota Manado, Stadion Klabat, Redesain
RENTAL OFFICE DI MANADO (STRATEGI DESAIN “FROEBEL BLOCK” FRANK LIOYD WRIGHT) Khomara, David B.; Poli, Hanny; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.4821

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga mendorong timbulnya Rental Office sebagai wadah interaksi bisnis dan pelayanan jasa akibat tuntutan ruang yang besar dengan lokasi yang strategis. Di lain pihak tuntutan terhadap efisiensi, efektifitas dan flesibilitas menjadi patokan terhadap perancangan objek ini dan harus bisa meningkatkan daya tarik pengunjung. Selain itu, sebagai bangunan komersial Rental Office harus selalu mempunyai penampilan yang menarik sesuai tuntutan pasar dengan dinamika perubahan yang terus meningkat. Untuk itu perlu suatu strategi khusus agar dapat mendamaikan seluruh tuntutan terhadap perancangan Rental Office ini. Maka dari itu, penulis mengangkat tema “Strategi Desain Froebel Block Frank Lioyd Wright” untuk menjadi acuan dan kendaraan perancangan untuk pengambilan keputusan desain. Penulis mengangkat tema ini karena Frank Lioyd Wright adalah arsitek idola penulis dan strategi yang dipakai menurut John Rattenbury pada telaah karya Wright adalah kolaborasi yang tepat menurut perancang karena tema ini mempunyai strategi khusus yaitu strategi The Earth Line/Horizontalisme, Interpenetrasi Bidang, The Destruction Of A Box, Continuity Space, Room Within Space To Be Lived In, Pola Hirarki dan Unitarian. Proses perancangan objek ini menggunakan proses desain generasi II menurut John Zeisel yang terdiri dua fase. Fase pertama, yaitu pengkajian terhadap tipologi objek, tapak dan lingkungan serta tema yang diangkat. Ketiga data tersebut dianalisa dan menciptakan sinkronisasi yang baik antara objek, tema dan tapak dan dilanjutkan Fase kedua yaitu siklus Image-Present-Test dimana siklus yang keluar dievaluasi berdasarkan kriteria perancangan dari teori Geofrey Broadbent kemudian berlanjut ke siklus II dan seterusnya sebagai upaya untuk menutupi kekurangan kualitas desain siklus sebelumnya. Gubahan bentuk Rental Office ini mengambil model dan prinsip Rubikal Mirrol Cube sebagai bagian dari permainan Froebel Block. Sistem modul volumetric Rubikal dicoba diterapkan pada objek ini yang juga terdiri dari organisasi modul sewa. Desain bangunan yang dibuat dinamis dan berputar secara horizontal untuk meningkatkan daya tarik terutama closed vista dari Jl. Sudirman. Kata Kunci : Rental Office, John Zeisel, Froebel Block
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI LIRUNG (ECO-TECH ARCHITECTURE) Nangaro, Irenius; Makainans, Indradjaja; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.5941

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang keberadaannya sangat diperlukan untuk memfasilitasi perawatan, pengobatan dan  konsultasi tidak semata – mata hanya  untuk pasien yang sakit. Kehamilan adalah anugerah, untuk itu harus diselamatkan, kehamilan merupakan jalan menuju generasi berikutnya, Kehadiran rumah sakit ibu dan anak sangat diharapkan akan memberikan kontribusi bagi kemajuan kabupaten talaud lebih khususnya kota lirung lewat pelayanan kesehatan yang lebih spesifik dalam peruntukannya dengan fasilitas yang lengkap khususnya untuk penderita kaum ibu dan anak – anak, disertai tenaga medis yang handal yang akan menjawab sebagian tuntutan masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang lebih baik. Tema yang diambil dalam perancangan rumah sakit ibu dan anak ini adalah Eco - Tech Architecture. Eco Tech Architecture adalah pendekatan desain dimana bangunan rumah sakit ibu dan anak mengarah pada bangunan arsitektur yang mengunakan teknologi yang berwawasan lingkungan melihat faktor iklim yang ada di kabupaten kepulauan talaud  tingkat  suhu udara panas sangat tinggi sehingga tema tersebut bisa menjawab permasalahan lingkungan agar supaya aktivitas yang ada di dalam objek bisa berjalan sesuai keinginan pengguna khususnya bagi para pasien ibu dan anak tentunya di dalam ruangan mereka membutuhkan kesejukan udara. Rumah sakit ibu dan anak memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan bagi ibu sebelum dan setelah masa kehamilan, serta pelayanan kesehatan menyeluruh bagi anak – anak usia 0 – 14 tahun, dan juga menyediakan pelayanan kesehatan bagi ibu – ibu yang mengalami gangguan kesehatan. Kata Kunci : Rumah Sakit Ibu Dan Anak Di Lirung,  Eco - Tech Architecture,
REDESAIN PASAR BERSEHATI DI MANADO Green Architecture Nangoy, Michelle A. M.; Poli, Hanny; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14791

Abstract

Pasar tradisional merupakan pusat kegiatan sosial dan ekonomi dari masyarakat, begitu juga dengan Pasar Bersehati yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Manado. Namun, eksistensinya mulai berkurang akibat pesatnya pertumbuhan pasar-pasar modern. Untuk itu redesain dibutuhkan untuk menghadirkan pasar yang nyaman, aman serta representatif dari segi arsitektural sehingga mampu memaksimalkan fungsinya kembali dan mengubah citra pasar yang terkesan kumuh. Metode perancangan dilakukan melalui studi terhadap tipologi objek, tema (Green Architecture) serta kajian tapak dan lingkungannya. Dalam perancangan ini, proses desain yang dipakai pada model desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel, yang merupakan proses desain yang berulang teruse menerus (Cyclical/spira). Pada prosesnya, data-data yang melatar-belakangi hadirnya perancangan ini dikumpulkan secara logis dan rasional kemudian dikaji untuk mendapatkan solusi. Pengembangan wawasan dibutuhkan untuk mendapatkan gagasan awal yang nantinya dikaji kembali sampai didapatkan hasil perancangan yang kemudian ditransformasi ke dalam bentuk gambar desain. Pasar yang ada nantinya akan menjadi sebuah kawasan yang tertata dengan baik serta memiliki fungsi yang maksimal. Dengan pengaturan lapak sesuai jenis dagangan dan koridor yang luas mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar. Penerapan tema green architecture menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi serta penerapan utilitas yang maksimal untuk menunjang aktifitas didalam pasar. Kata kunci: Pasar Bersehati, redesain, Green Architecture
FOREST RESORT KAWASAN AIR TERJUN TUNAN DI TALAWAAN MINAHASA UTARA ( EARTH SHELTER DESIGN) Ontorael, Giska D.; Egam, Pingkan P.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17095

Abstract

Minahasa Utara sebagai salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan sedang berkembang dari segi pariwisata. Banyaknya objek wisata baik wisata pantai, wisata pegunungan, agrowisata, waruga dan lain sebagainya, menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Kabupaten Minahasa Utara, salah satunya objek wisata Air Terjun Tunan yang berada di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan. Air terjun yang berada di kawasan hutan dengan pemandangan dan pepohonan yang masih sangat alami menjadi karakteristik objek wisata Air Terjun Tunan. Forest Resort Kawasan Air Terjun Tunan menjadi fasilitas pendukung yang diharapkan mampu menunjang objek wisata Air Terjun Tunan dan menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan tema perancangan Earth Shelter Design yang berkonsep ramah lingkungan dan mengadaptasi keadaan tapak serta memperlajari objek-objek rancangan yang sudah ada sebelumnya, menjadi titik tolak dan hal mendasar terhadap klasifikasi Resort yang ditawarkan serta berpengaruh terhadap bentuk, sirkulasi, material bangunan, pola penataan ruang luar dan elemen-elemen ruang luar yang digunakan. Rancangan Forest Resort Kawasan Air Terjun Tunan dengan tema perancangan Earth Shelter Design berkonsep ramah lingkungan dihasilkan melalui kajian-kajian dan analisa secara arsitektural yang dituangkan melalui hasil desain arsitektur.Kata Kunci: Minahasa Utara, Forest Resort, Earth Shelter Design 
CHRISTIAN COMMUNITY CENTER DI MANADO. BIOMIMICRY ARCHITECTURE Pasla, Vincent D. J.; Tinangon, Alvin J.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17096

Abstract

Kehidupan antara umat beragama di Manado sangatlah kondusif dan memiliki toleransi yang tinggi. Khususnya pada umat beragama Kristen pusat informasi dan pelayanan kekristenan di Manado tergolong tidak optimal dan tidak diketahui secara jelas informasi yang didapat dari mana sumbernya, serta pusat kegiatan kerohanian khususnya agama Kristen sangatlah tidak memadai dan tidak optimal, sehingga perlu adanya suatu wadah kegiatan pelayanan sekaligus pusat informasi kekristenan di Manado untuk lebih mempererat hubungan horizontal antara masyarakat manado khususnya agama Kristen.                Penerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan kondisi lingkungan sekitar dan desain yang mengikuti alam yaitu Biomimicry Architecture. Dalam penerapan Biomimicry Architecture diharapkan memberikan dampak positif bagi manusia maupun lingkungan sekitar yang semakin hari semakin tidak bersahabat lagi. Sehingga dengan desain Biomimicry Architecture yang fleksibel dan representatif dapat membuat kondisi lingkungan dan bangunan dapat stabil dan pengguna memiliki kesan santai tenang dan nyaman. Dari tema ini diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang, dan menjadi inspirasi untuk perancangan-perancangan bangunan di masa depan.Kata Kunci : Kristen, Manado, Christian Community Center, Biomimicry Architecture
MANADO INTERNATIONAL CIRCUIT RACE. Hi-Tech Architecture Tumbol, Marcello J.; Sangkertadi, Prof.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17597

Abstract

               Sirkuit adalah tempat dimana untuk menyediakan para pembalap serta tim untuk memperlihatkan perkembangan kendaraan mereka untuk berkompetisi dalam dan baraduh kecepatan yang mengadopsi teknologi untuk di uji coba. Dalam perancangan objek ini mempunyai fungsi merancang sirkuit balap yang bertaraf internasional dengan lisensi agar dapat digunakan untuk menggelar kompetisi paling bergengsi yaitu Formula 1 & Motogp dengan sirkuit dapat digunakan ajan balapan berkategori internasional atau di bawahnya kecuali Rally dan Motorcross.                Sirkuit ini tidak digunakan hanya untuk arena balap saja namun juga di gunakan untuk tempat berekreasi dan tempat dijadiknnya sebagai tempat konser musik. Dengan adanya perancangan objek ini karena Sulawesi utara khususunya kota manado sebagai kota ekowisata maka perlu tambahan sarana dan fasilitas pariwisata dan menghasilkan sumber devisa setiap tahunnya.                  Dengan pembangunan sirkuit balap internasional dan pemilihan lokasi yang strategis. Dalam penerapan tema High Tech Archittecture karrena dalam objek tersebut tempat untuk mengadu teknologi antara tim di setiap negara.. dengan diterpkannya tema tersebut kiranya menghasilkan rancangan yang yang berteknolgi tinggi sebagai terekspos dari bangunan dan lingkungan sekitar kawasan dalam perancangan arena sirkuit.Kata Kunci : Manado International Circuit Race, High-Tech Architecture
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG SISTEM TRANSPORT INTERMODA PELABUHAN JAILOLO. Arsitektur Simbiosis Mesdila, Semuel B.; Poli, Hanny; Sondakh, Julianus R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20700

Abstract

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu Kabupaten yang sedang berkembang dalam hal ekonomi maupun lainnya. Daya tarik Kabupaten Halmahera Barat akan Pariwisata laut menjadi tujuan utama para turis datang ke kota ini. Sehingga perhubungan laut dengan fasilitas yang memadai sangat memberikan nilai tambah dalam pelayanan.  Pelabuhan ini juga bukan hanya berperan dalam hal Pariwisata tetapi juga sebagai alat penyebertangan ke daerah lain, serta sebagai sarana untuk berdagang sehingga peran Pelabuhan Jailolo sangat vital bagi daerah disekitarnya, maka dari itu dengan adanya Redesain Pelabuhan yang di rencanakan akan memberikan fasilitas yang memadai dalam menampung segala aktifitas, dalam hal kepelabuhanan Pelabuhan Jailolo juga merupakan salaha satu pintu masuk menuju Kabupaten Halmahera dan sekitarnya yang tentunya sangat berperan untuk menunjang kelancaran transportasi antar Kota dan Kabupaten, selain itu Redesain Pelabuhan Jailolo juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti Terminal Angkutan Darat yang akan di di desain pada satu lokasi yang sama. Dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Simbiosis sehingga diharapkan mampu menghadirkan Pelabuhan dengan perpaduan fungsi yang kreatif dan falitas yang baik sehingga memberikan kenyamanan dalam penggunannya.Kata kunci : Pelabuhan Jailolo, Arsitektur Simbiosis, Halmahera Barat, Jailolo, Terminal.
TAMAN WISATA BUDAYA DAN HOTEL RESORT DI TANA TORAJA. Dynamic Modular Architecture Paundanan, Selpi; Poli, Hanny; Suryono, .
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20846

Abstract

Taman wisata budaya merupakan wadah untuk menampung setiap wujud kebudayaan suatu daerah. Tana Toraja merupakan daerah kabupaten yang layak untuk membangun sebuah taman wisata budaya dengan melihat jumlah wisatawan yang terus mengalami peningkatan sekaligus sebagai wujud apresiasi, tempat penelitian, pengembangan dan rekreasi. Taman wisata budaya yang dilengkapi dengan hotel resort menjadi strategi penggabungan dua tipologi fungsi arsitektur yang synergy. Menghadirkan taman wisata budaya dan hotel resort dengan tema dynamic modular architecture akan menciptakan karya arsitektur yang memberikan ekspresi bentuk yang kemudian digabungkan dengan kebudayaan setempat. Mengumpulkan data, menganalisa, dan menentukan konsep yang dilakukan berulang hingga mencapai titik maksimal merupakan strategi perancangan yang digunakan. Memilih tapak yang strategis dengan berbagai analisa yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan objek dan kaitannya dengan dynamic modular architecture. Hasil perancangan kemudian menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk pengembangan kebudayaan yang ada sejak lama.Kata kunci: Dynamic, Hotel resort, Taman wisata budaya, Wisatawan