Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

WAWASAN IBU MENYUSUI TENTANG STUNTING DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PENGALIHAN KECAMATAN ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Yulia Febrianita; Putri Wulandini
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 10 No 1 (2021): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v10i1.1594

Abstract

Stunting can be interpreted as a condition of failing to grow in toddlers due to chronic malnutrition so that the child becomes too short for his age. Not to be initiated in early lactation, failure of the exclusive feeding of mothers (BREAST milk), and the early ageing process can be one of the factors of stunting. The purpose of this research is to figure out the insights of breastfeeding mothers about stunting in the working area of Enok in the Sub District Health center of Indragiri Hilir. This type of research is descriptive. The population in this study is all mothers breastfeeding in the working area of the Enok redirecting Puskesmas for 102 people. Samples used as much as 81 nursing mothers. The Samapel retrieval technique is with random samples. Research instruments using questionnaires. The obtained Data is processed manually and presented in a table Form. The results of the study gained 41 respondents (50.62%) Have less insights of stunting. Then deduced insights of mothers breastfeeding in the working area OF UPT Health care of Enok less. Recommended to the community especially nursing mothers should diligently seek information from both electronic media and by participating in health counseling activities.
EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN BOLA BERGILIR Andalia Roza; Neli Amani; Putri wulandini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.122 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2223

Abstract

Bola bergilir merupakan permainan yang  dapat menstimulasi tahap perkembangan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan motoric kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan bola bergilir di TK B Al Fityah Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy exsperiment pretest-postest with control group. Populasi penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK B Al fityah dan Sampel penelitian berjumlah 30 responden . Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar SOP. Diperoleh hasil p-value (0,000 ≤ 0,05) . Ha diterima dan Ho ditolak atau terdapat pengaruh sebelum diberikan terapi permainan bola bergilir dan sesudah diberikan terapi permainan bola bergilir terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu tempat penelitian untuk lebih menggunakan permaianan edukatif untuk perkembangan motorik anak.
EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN BOLA BERGILIR Andalia Roza; Neli Amani; Putri wulandini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i1.2223

Abstract

Bola bergilir merupakan permainan yang  dapat menstimulasi tahap perkembangan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan motoric kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan bola bergilir di TK B Al Fityah Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy exsperiment pretest-postest with control group. Populasi penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK B Al fityah dan Sampel penelitian berjumlah 30 responden . Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar SOP. Diperoleh hasil p-value (0,000 ≤ 0,05) . Ha diterima dan Ho ditolak atau terdapat pengaruh sebelum diberikan terapi permainan bola bergilir dan sesudah diberikan terapi permainan bola bergilir terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu tempat penelitian untuk lebih menggunakan permaianan edukatif untuk perkembangan motorik anak.
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SEKOLAH ALAM CEFA ISLAMIC SCHOOL Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Putri Wulandini; Madi, Darmadi
Journal of Empowerment Community Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v5i1.1156

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan. Kata kunci: Deteksi Dini Anemia, Remaja, Hemoglobin, Sekolah Alam.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Serai sebagai Tanaman Herbal Rumah Tangga untuk Anti Inflamasi di Posyandu Pucuk Rebung Kuntum Bersusun Yessi Rahayu; Evy Eryta; Sabrina Hayati; Goldha Faroliu Peadutu; Putri Wulandini; Attachira Br. Ritonga; Cheesa Prisilla Ronald; Oriza Sativa; Muhammad Arief Mustaqim; Egis Feby Asyaroh
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v3i1.548

Abstract

Lemongrass (Cymbopogon citratus) is a traditional medicinal plant with high anti-inflammatory potential. Its chemical components, such as citral, citronellal, and flavonoids, are effective in reducing inflammation, pain, and tissue damage. These benefits are highly significant in treating conditions such as arthritis, asthma, and various other inflammatory diseases. As a natural alternative treatment, lemongrass offers safety and efficacy without harmful side effects. The use of lemongrass can enhance the quality of life and community health while reducing dependence on chemical medications. Therefore, lemongrass deserves consideration as an effective and natural anti-inflammatory treatment option.The objective of this activity is to educate the community on the utilization of lemongrass as a household herbal drink with anti-inflammatory properties. In this program, the community service team will provide education and guidance to the community on how to process lemongrass (herbal medicine) into a household herbal drink with anti-inflammatory benefits.This activity will take place in one of the neighborhoods in Pekanbaru City, specifically at the Pucuk Rebung Kuntum Bersusun Posyandu, located at Jl. Limbungan, Komplek BPD No. 56, Rumbai Timur District, Lembah Sari Subdistrict, Pekanbaru City, Riau Province.The goal of this program is to increase the knowledge of the women at Pucuk Rebung Kuntum Bersusun Posyandu, enabling them to maximize the use of lemongrass (herbal medicine) for their health and well-being.
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SEKOLAH ALAM CEFA ISLAMIC SCHOOL Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Putri Wulandini; Madi, Darmadi
Journal of Empowerment Community Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v5i1.1156

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan. Kata kunci: Deteksi Dini Anemia, Remaja, Hemoglobin, Sekolah Alam.
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SEKOLAH ALAM CEFA ISLAMIC SCHOOL Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Putri Wulandini; Madi, Darmadi
Journal of Empowerment Community Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v5i1.1156

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan. Kata kunci: Deteksi Dini Anemia, Remaja, Hemoglobin, Sekolah Alam.
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KEPARAHAN PENYAKIT PARKINSON Elvina Zuhir; Ratih Ayuningtiyas; Putri Wulandini
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v8i2.4869

Abstract

Abstract In recent centuries, there has been an increase in life expectancy, whereas, in developed countries, the average life span is longer than in previous generations. This longer lifespan has also led to a rise in cases of chronic neurological diseases, such as Parkinson's disease. Parkinson's disease is the second most common neurodegenerative disorder after Alzheimer's disease. Its prevalence is 0.5 to 1 % after age 65 and 1 to 3 % after age 80; the disease is rare in individuals younger than 50. A decrease in dopamine levels in Parkinson's Disease produces symptoms such as bradykinesia, stiffness, tremor at rest, and postural imbalance, which become noticeable when 70-80% of dopamine-producing neurons are lost. Intracellular dopamine metabolism is susceptible to free radical production, exposing dopaminergic cells to a greater risk of oxidative stress toxicity. Urate, or uric acid, as a purine metabolite, is a powerful natural antioxidant that plays an essential role in eliminating free radicals. The study was conducted on 21 patients with Parkinson's at Bangkinang Hospital in 2023. Data collection is done by conducting a physical examination to determine the severity of Parkinson's disease and then analyzing uric acid levels. From the results of Spearman’s analysis, a p-value of 0.872 was obtained, which showed no relationship between uric acid levels and the severity of Parkinson's disease. Keywords: Parkinson's disease, uric acid, disease severity Abstrak Dalam beberapa abad terakhir, telah terjadi peningkatan harapan hidup, sedangkan, di negara maju, rentang hidup rata-rata lebih lama daripada generasi sebelumnya. Umur yang lebih panjang ini juga menyebabkan peningkatan kasus penyakit neurologis kronis, seperti penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif paling umum kedua setelah penyakit Alzheimer. Prevalensinya adalah 0,5 hingga 1% setelah usia 65 dan 1 hingga 3% setelah usia 80; Penyakit ini jarang terjadi pada individu yang lebih muda dari 50 tahun. Penurunan kadar dopamin pada penyakit Parkinson menghasilkan gejala seperti bradikinesia, kekakuan, tremor saat istirahat, dan ketidakseimbangan postural, yang menjadi nyata ketika 70-80% neuron penghasil dopamin hilang. Metabolisme dopamin intraseluler rentan terhadap produksi radikal bebas, mengekspos sel-sel dopaminergik untuk risiko yang lebih besar toksisitas stres oksidatif. Urat, atau asam urat, sebagai metabolit purin, adalah antioksidan alami yang kuat yang memainkan peran penting dalam menghilangkan radikal bebas. Penelitian dilakukan pada 21 pasien Parkinson di Rumah Sakit Bangkinang pada tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit Parkinson kemudian menganalisis kadar asam urat. Dari hasil analisis Spearman, diperoleh p-value sebesar 0,872 yang menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar asam urat dengan tingkat keparahan penyakit Parkinson. Kata kunci: Penyakit Parkinson, asam urat, keparahan penyakit