Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Tali Pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang Ambar Dwi Erawati; Diah Puspitasari; Oktaviani Cahyaningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.13 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.476

Abstract

Perawatan tali pusat merupakan salah satu perawatan bayi baru lahir yang bertujuan untuk mencegah dan mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara dini. Rendahnya pengetahuan tentang perawatan tali pusat turut diduga menjadi faktor penyebab infeksi tali pusat. Puskesmas Ambarawa memiliki enam kasus kematian bayi pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, populasinya adalah ibu nifas di Wilayah Puskesmas Ambarawa pada bulan April 2019-11 Mei 2019 yaitu 100 ibu nifas, sampel ditentukan dengan rumus slovin, diperoleh 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa sebanyak 64% dikategorikan baik. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang cara perawatan tali pusat yang benar pada setiap kunjungan nifas sehingga ibu nifas dapat lebih memahami cara perawatan tali pusat yang benar.
Keterpaparan Media Sosial yang Berkonten Pornografi dengan Gaya Berpacaran Oktaviani Cahyaningsih; Indah Sulistyowati; Novita Alfiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1115

Abstract

Mengakses internet di era informasi saat ini sudah menjadi rutinitas kebanyakan masyarakat, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Sejumlah kemudahan akses internet membuat masyarakat dengan mudah mengakses berita, berjejaring sosial media, mengunduh video atau bahkan menuliskan jurnal pribadinya, hal itulah yang menyebabkan remaja mudah mengakses semua informasi termasuk juga informasi yang terkait perilaku seksual. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Keterpaparan Media Sosial yang berkonten Pornografi dengan Perilaku Berpacaran di MAN 1 Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang berorientasi dengan logika induktif, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan jumlah sample 121, dengan uji korelasi Chi-Square. Hubungan Keterpaparan Media Sosial dengan Perilaku Gaya Berpacaran didapatkan p value sebesar 0,000 lebih kecil nilai α = 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ha diterima, sehingga ada hubungan keterpaparan media sosial dengan perilaku gaya berpacaran di MAN 1 Semarang. Remaja yang terpapar media elektronik mempunyai peluang lebih besar untuk berperilaku seksual berisiko berat dibandingkan dengan remaja yang tidak terpapar dengan media elektronik, karena ada rasa keingin tahuan dari remaja untuk mencoba coba apalagi jika ada kesempatan dan peluang tanpa mereka memikirkan dampak dari perbuatan mereka.
Pengaruh Pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Pria dengan Dukungan terhadap Suami dalam Penggunaan Metode Kontrasepsi Pria pada PUS di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Indah Sulistyowati; Oktaviani Cahyaningsih; Novita Alfiani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 3 (2018): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.536 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol3.iss1.29

Abstract

Kondisi lingkungan sosial, budaya, masyarakat, dan keluarga yang masih menganggap partisipasi pria belum penting dilakukan, menjadi penyebab rendahnya partisipasi pria. Masalah KB dan kesehatan reproduksi masih dipandang sebagai tanggung jawab perempuan. Pengetahuan dan kesadaran pria dan keluarga mengenai KB masih relatif rendah. Selain itu, ada keterbatasan penerimaan dan aksesabilitas pelayanan kontrasepsi pria. Peningkatan partisipasi pria diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mencegah dan menanggulangi infeksi saluran reproduksi serta penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Dari data Profil Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan bahwa selama tahun 2014, pemakaian kontrasepsi suntik merupakan yang tertinggi karena sifatnya yang praktis dan juga cepat dalam mendapatkan pelayanannya. Apabila dibandingkan dengan data tahun 2013, kontrasepsi suntik juga masih menduduki peringkat teratas, sedangkan kontrasepsi pria merupakan yang paling sedikit digunakan yaitu kondom dan MOP. Hal ini disebabkan banyak suami masih menganggap bahwa istri saja yang mempunyai kewajiban untuk menggunakan kontrasepsi sebagai upaya pengaturan kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dengan dukungan terhadap suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria pada PUS di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Sampel dalam penelitian ini adalah semua istri pasangan usia subur yang bertempat tinggal di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang sejumlah 30 orang. Pada penelitian ini analisis bivariat dapat diuji menggunakan rumus Chi Square. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, sebagian besar pengetahuan istri tentang metode kontrasepsi pria adalah kurang, sebagian besar istri tidak mendukung suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria dan tidak ada pengaruh pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dengan dukungan terhadap suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria pada pus di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Masyarakat diharapkan lebih aktif untuk mencari tahu serta mengakses informasi yang benar dan akurat tentang hal - hal yang berkaitan dengan penggunaan metode kontrasepsi pria termasuk efek samping dari penggunaan metode kontrasepsi pria baik kepada tenaga kesehatan, TV, media massa maupun internet.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Kesehatan Mata bagi Balita Oktaviani Cahyaningsih; Dewi Sari Rochmayani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.424

Abstract

Melakukan pemeriksaan mata pada anak secara kontinu pada usia 3 -5 tahun sangat perlu dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan pada anak sejak awal. Pada umumya pemeriksaan mata dilakukan kalau orangtua menangkap gejala awal seperti ada gangguan penglihatan pada anak misalnya kesulitan melihat dari jarak dekat maupun jauh atau juga ada riwayat keluarga yang memiliki masalah mata. Sejatinya, pemeriksaan mata untuk anak-anak sebaiknya dilakukan untuk memastikan mata anak sehat dan tidak memiliki masalah penglihatan yang dapat mengganggu aktifitas anak khususnya saat belajar di sekolah dan berpotensi memengaruhi kesehatan anak dimasa kedepannya. Kegiatan deteksi dini kesehatan mata dengan menggunakan “kartu E” menjadi salah satu strategi sederhana dalam mendeteksi kesehatan mata dimana hal ini tidak pernah dilakukan di Posyandu RW I Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan. Untuk kelancaran dalam upaya sosialisasi “kartu E” terdapat beberapa kategori pada penyelenggaraanya yaitu terdiri dari ceramah, praktek dan evaluasi dengan sasarannya adalah kader posyandu RW I Kelurahan Palebon yang berjumlah 10 orang. Hasil dalam pemeriksaan kesehatan mata ini adalah rata rata Balita di Posyandu RW I Kelurahan Palebon ini baik, terdapat tambahan ketrampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan mata.
Factors Affecting Myopia in Elementary School Oktaviani Cahyaningsih; Dewi Sari Rochmayani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 2 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.421 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v5i2.1693

Abstract

Refractive errors are the most common visual disturbances in the world, of which myopia is the most common refractive error. Myopia can be caused by genetic and environmental factors, one of which is by doing close-up activities such as using gadgets. The use of gadgets today is very much needed in everyday life. At least 30 million children and adolescents in Indonesia use digital media as their main choice of communication channel. This study was conducted to find out what factors can affect the incidence of myopia in Darul Quran elementary school children Semarang including gender, heredity, close-range activities, outdoor activities with the research sample being all Darul Quran elementary school students who suffer from myopia. The research used is quantitative research oriented with inductive logic, data collection is done by questionnaire. With saturated sample technique, the total population and the number of samples is 90 respondents, the questionnaire used in primary data collection was carried out. Validity and reliability tests were tested on 30 respondents taken from outside the research location. The results of the study were carried out with the Chi-Square correlation test where, the highest incidence of myopia is in children with female sex as many as 33 (56.9%), there is a history of myopia as much as 27 (46.6%), melee activity < 5 jam many as 25 (43.1%) and outdoor activities < 5 jam sebanyak 25 (43.1%). The incidence of myopia that is most related and influential sequentially is heredity, melee activity, gender and outdoor activities.
PKM OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI FOKUS PENGLIHATAN BINOKULER BAGI BALITA Oktaviani Cahyaningsih; Dewi Sari Rochmayani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15950

Abstract

Melakukan pemeriksaan mata pada anak secara teratur sejak usia 3 -5 tahun sangat penting dilakukan untuk mendeteksi masalah pada anak sejak awal. Biasanya, pemeriksaan mata dilakukan kalau orangtua menangkap gejala awal seperti anak terlihat kesulitan melihat dari jarak dekat maupun jauh atau juga ada riwayat keluarga yang memiliki masalah kesehatan mata.  Sejatinya, pemeriksaan mata untuk anak-anak sangat penting dilakukan untuk memastikan mata anak sehat dan tidak memiliki masalah penglihatan yang dapat mengganggu kinerja sekolah dan berpotensi memengaruhi kesehatan anak lebih jauh lagi (Porotu et al., 2015).  Kegiatan deteksi dini Fokus Penglihatan Binokuler  mata dengan menggunakan  “SINOPTOPOR” menjadi salah satu solusi sederhana dalam mendeteksi Fokus Penglihatan Binokuler dimana hal ini tidak pernah dilakukan di Posyandu RW I Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan.  Dalam upaya sosialisasi “SINOPTOPOR” terdapat beberapa kategori pada penyelenggaraanya yaitu terdiri dari ceramah, praktek dan evaluasi dengan sasarannya adalah kader kesehatan posyandu. Hasil dalam pemeriksaan Fokus Penglihatan Binokuler ini adalah rata rata Balita di Posyandu RW I Kelurahan Palebon ini baik, terdapat tambahan ketrampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan Fokus Penglihatan Binokuler.
Family History and Smartphone Use Associated With Refractive Error in School-Aged Children Rochmayani, Dewi Sari; Cahyaningsih, Oktaviani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.48711

Abstract

The prevalence of Refractive Error (RE) in school children tends to increase. The study aims to analyze the prevalence and determinants of RE in elementary school children. The research was carried out in 2022, using a cross-sectional design. The research population is 110 students in grades V and VI of Krapyak State Elementary School, Semarang City. A total of 80 students were selected as samples with purposive sampling techniques. Data collection was carried out by interview techniques using questionnaires. RE is measured by Snellen Chart examination and pinhole lens. The multiple logistic regression multivariate test was used for risk factor analysis. The bivariate analysis resulted in 6 variables eligible for inclusion in the multivariate analysis model. The results of the multivariate analysis showed that there were 2 risk factors for RE, namely: smartphone use ≥ 2 hours continuously per day (OR = 14.622 95% CI 1.124 - 190.181) and parental history (OR = 11.194, 95% CI 1.827 -65.567). The probability of RE if a student has both risk factors is 71%. The use of smartphones ≥ 2 hours continuously per day and the presence of parental history of RE are risk factors for RE events in elementary school students.
PEMBERDAYAAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK KAB SEMARANG Novita Alfiani; Oktaviani Cahyaningsih; Indah Sulistyowati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.34

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Layanan Remaja (PILAR) PKBI Jawa Tengah pada tahun 2013 terdapat 64 kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja akibat dari perilaku seksual pra nikah 26 kasus berasal dari kota Semarang. Permasalahan tentang kesehatan reproduksi yang banyak terjadi di kalangan remaja merupakan sebagian kecil dari masalah kesehatan reproduksi secara keseluruhan, dimana masalah kesehatan reproduksi ini adalah termasuk dalam kewenangan bidan.       Oleh karena itu salah satu usaha yang dapat ditempuh adalah dengan membentuk dan mengaktifkan  Unit Kesehatan Sekolah. Dimana Unit Kesehatan Sekolah (UKS) ini memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu siswa untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, dengan melalui berbagai cara diantaranya dengan memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan baik dan benar, sehingga siswa dapat memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.  Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi Remaja, Unit Kesehatan Sekolah ABSTRACT Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood and has not yet reached the stage of mental and social maturity, so they must face conflicting emotional and social pressures. There are so many life events that will occur which will not only determine adult life but also the quality of life of the next generation, thus placing this period as a critical period. Based on data obtained from the Center for Information and Youth Services PKBI Central Java in 2013, there were 64 cases of unwanted pregnancy in adolescents as a result of pre-marital sexual behavior, 26 cases came from the city of Semarang. Problems concerning reproductive health that often occur among adolescents are a small part of the overall reproductive health problem, where this reproductive health problem is under the authority of midwives.       Therefore, one of the efforts that can be taken is to establish and activate a School Health Unit. Where the School Health Unit has a very important role to help students to increase knowledge about adolescent reproductive health, through various ways including providing education about adolescent reproductive health properly and correctly, so that students can get accountable information.  Keywords: Adolescent Reproductive Health, School Health Unit 
PEMBENTUKAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) DI RW I KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG Indah Sulistyowati; Oktaviani Cahyaningsih; Novita Alfiani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i1.19

Abstract

ABSTRAK ASI (Air Susu Ibu), tak terbantahkan lagi merupakan makanan bayi yang terbaik. ASI tidak dapat digantikan oleh makanan ataupun minuman manapun, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Walaupun demikian masih terdapat kendala dalam pemantauan pemberian ASI Ekslusif karena belum ada sistem yang dapat diandalkan. Selama ini pemantauan tingkat pencapaian ASI Ekslusif dilakukan melalui laporan puskesmas yang diperoleh dari hasil wawancara pada waktu kunjungan bayi di Puskesmas. Pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Kota Semarang telah mencapai target Renstra Kota Semarang (65%). Namun demikian pencapaian dalam program ASI Ekslusif ini harus mendapatkan perhatian khusus dan memerlukan pemikiran dalam mencari upaya-upaya terobosan serta tindakan nyata yang harus dilakukan oleh provider di bidang kesehatan dan semua komponen masyarakat dalam rangka penyampaian informasi maupun sosialisasi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.Oleh karena itu salah satu usaha yang dapat ditempuh yaitu dengan membentuk kelompok pendukung ASI (KP-ASI). Dimana KP-ASI memiliki peran yang penting untuk membantu ibu berhasil dalam proses menyusui, diantaranya memberikan nasihat praktis kepada ibu-ibu hamil dan menyusui tentang perawatan payudara, cara menyusui yang baik dan benar, manfaat ASI dan menyusui secara eksklusif dan nasehat tentang cara mengatasi permasalahan yang ditemui pada waktu menyusui. Selain itu KP-ASI juga berperan dalam memberikan dukungan psikologis kepada ibu menyusui sehingga menimbulkan rasa percaya diri pada ibu. Kata Kunci : ASI, ASI Eksklusif, KP-ASI ABSTRACT ASI (Mother's Milk), undeniably is the best baby food. Breast milk can not be replaced by any food or drink, because breast milk contains the most appropriate, complete and always adjusts to the baby's needs at all times. Nevertheless there are still obstacles in monitoring exclusive breastfeeding because there is no reliable system. So far, monitoring of the level of achievement of exclusive breastfeeding has been carried out through puskesmas reports obtained from interviews during infant visits at the puskesmas. Exclusive breastfeeding for infants 0-6 months in the city of Semarang has achieved the target of the Renstra of the City of Semarang (65%). However, the achievements in the Exclusive ASI program must receive special attention and require thinking in seeking breakthrough efforts and concrete actions that must be taken by providers in the health sector and all components of the community in the context of information delivery and outreach to increase public knowledge and awareness.Therefore, one of the efforts that can be taken is to form a support group for ASI (KP-ASI). Where the KP-ASI has an important role to help mothers succeed in the process of breastfeeding, including providing practical advice to pregnant and breastfeeding mothers about breast care, how to breastfeed properly, the benefits of breastfeeding and exclusive breastfeeding and advice on how to overcome problems encountered during breastfeeding. In addition, the AS-ASI also plays a role in providing psychological support to nursing mothers, thereby creating self-confidence in mothers. Keywords : ASI, Exclusive ASI, KP-ASI
Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Tali Pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang Ambar Dwi Erawati; Diah Puspitasari; Oktaviani Cahyaningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.476

Abstract

Perawatan tali pusat merupakan salah satu perawatan bayi baru lahir yang bertujuan untuk mencegah dan mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara dini. Rendahnya pengetahuan tentang perawatan tali pusat turut diduga menjadi faktor penyebab infeksi tali pusat. Puskesmas Ambarawa memiliki enam kasus kematian bayi pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, populasinya adalah ibu nifas di Wilayah Puskesmas Ambarawa pada bulan April 2019-11 Mei 2019 yaitu 100 ibu nifas, sampel ditentukan dengan rumus slovin, diperoleh 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa sebanyak 64% dikategorikan baik. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang cara perawatan tali pusat yang benar pada setiap kunjungan nifas sehingga ibu nifas dapat lebih memahami cara perawatan tali pusat yang benar.