Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING MENYUSUI BAGI KELOMPOK TENAGA KESEHATAN PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF R Ratnawati; Susri Utami
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1086

Abstract

Abstract Pemberian ASI Eksklusif sangat bermanfaat baik bagi ibu maupun bayi. Pemberian ASI Eksklusif juga menjadi salah satu program yang dicanangkan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi baru lahir. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan konseling menyusui. Program ini dilaksanakan dengan menyelenggarakan kerjasama antara jajaran pimpinan RSUD Kajen. Pelaksanaan pelatihan yang terdiri dari penyampaian materi terkait ASI Eksklusif dan teori konseling dan dilanjutkan dengan praktik konseling yang dilakukan setiap peserta secara berpasangan. Sesi akhir, peserta diberikan soal post test. Jumlah peserta adalah 31 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang maternal. Uji statistik yang digunakan adalah dengan uji T test. Hasil pelatihan didapatkan ada pengaruh pemberian pelatihan konseling menyusui dengan tingkat pengetahuan peserta dengan nilai p value 0,001. Pengetahuan dan kemampuan manajemen laktasi dan konseling menyusui bagi tenaga kesehatan teruatama yang bertugas di Rumah sakit sangat penting karena tenaga kesehatan ini merupakan kontak pertama ibu dan bayi setelah melahirkan. Kata kunci: ASI Eksklusif, Pelatihan Konseling Menyusui, Tenaga Kesehatan Abstract [BREASTFEEDING COUNSELING TRAINING FOR EXCLUSIVE BREASTFEEDING SUPPORTING GROUP : HEALTH WORKER] Exclusive breastfeeding is very beneficial for both mother and baby. Exclusive breastfeeding is also one of the programs launched to reduce maternal and newborn mortality and morbidity. The purpose of this community service is to increase the knowledge of health workers on the implementation of breastfeeding counseling. This program is implemented by organizing cooperation between the leadership ranks of the Kajen Hospital. implementation of the training consisting of the delivery of material related to exclusive breastfeeding and counseling theory and continued with counseling practices carried out by each participant in pairs. In the final session, participants were given post test questions. The number of participants is 31 health workers who work in the maternal room. The statistical test used is the T test. The results of the training showed that there was an effect of providing breastfeeding counseling training with the level of knowledge of the participants with a p value of 0.001. Knowledge and ability of lactation management and breastfeeding counseling for health workers, especially those who work in hospitals, are very important because these health workers are the first contact between mothers and babies after giving birth. Keywords: Breastfeeding Counseling Training, Exclusive Breastfeeding, Health Workers.
EDUKASI TENTANG PENATALAKSANAAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Aida Rusmariana; Susri Utami; R Ratnawati
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1088

Abstract

Abstrak Asfiksia merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas dan paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir dan menimbulkan sebuah kebutuhan resusitasi dan intervensi segera untuk meminimalkan mortalitas dan morbiditas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan upgrade pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksian pada bayi baru lahir tenaga kesehatan yang bertugas di Ruang VK dan Perina. Pelaksanaannya peserta diberikan soal pre tes - post test. Jumlah peserta adalah 33 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang VK dan Perina. Hasil pelatihan didapatkan sebelumnya hanya 6 peserta yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tetapi di akhir program, setelah dilakukan post test didapatkan ada 31 peserta dengan pengetahuan yang tinggi tentang penatalaksaan asfiksia neonatus. Pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksia bagi tenaga kesehatan sakit sangat penting agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Kata kunci: asfiksia, bayi baru lahir, Tenaga Kesehatan Abstract [Education About of The Treatment of Asphyxia in Newborns] Asphyxia is a leading cause of mortality and morbidity and most often occurs in the period immediately after birth. This creates a need for resuscitation and immediate intervention to minimize mortality and morbidity. The purpose of this community service is to provide an upgrade of knowledge and skills in the management of asphyxiation in newborns by health workers on duty in the VK and Perina rooms. The participants were given pre-test - post-test questions. There are 33 health workers on duty in the rooms. The result showed previously only 6 participants had a high level of knowledge but at the end of the program, after the post test, it was found that there were 31 participants with high knowledge about the management of neonatal asphyxia. Therefore, knowledge and skills of asphyxia management for sick health workers are very important in order to improve the quality of services. Keywords: asphyxia, newborn baby, health workers
PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN PENTINGNYA HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DIPONDOK PESANTREN ALISYAF PAESAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN Aisyah Dzil Kamalah; R Ratnawati; Dafid Arifiyanto
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1090

Abstract

Abstract Malasah fisik yang sering timbul pada remaja putri adalah masalah lemah, letih dan lesu. Hal tersebut disebabkan oleh kadar hemoglobin dalam darah dibawah nilai normal (anemia). Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kadar hemoglobin pada remaja dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya hemoglobin pada remaja putri. Hasil pemeriksaan menunjukkan 50% remaja putri memiliki kadar Hemoglobin dibawah normal. Remaja putri perlu memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang dan mengandung zat besi sehingga kadar hemoglobin pada remaja putri dapat normal. Kata kunci: Remaja Putri, Kadar Kemoglobin, Pemeriksaan, Penyuluhan Abstract [EXAMINATION AND COUNSELING OF THE IMPORTANCE OF HEMOGLOBIN IN ADOLESCENT WOMEN IN ALISYAF PAESAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL, KEDUNGWUNI, PEKALONGAN REGENCY] Physical problems that often arise in young women are weak, tired and lethargic. This is caused by hemoglobin levels in the blood below normal values (anaemia). This activity aims to check hemoglobin levels in adolescents and provide education about the importance of hemoglobin in adolescent girls. The results of the examination showed that 50% of adolescent girls had hemoglobin levels below normal. Adolescent girls need to pay attention to a balanced nutritional intake and contain iron so that hemoglobin levels in adolescent girls can be normal. Keywords: Young Women, haemoglobin Levels, Examination, Counseling
EDUKASI TERAPI TIDUR UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Wiwiek Natalya; Aida Rusmariana; Ratnawati; Sugiharto
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i2.1207

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan terjadinya stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan kematian. Terapi farmakologis dan terapi non farmakologis yang teratur dapat menekan terjadinya komplikasi pada orang yang mengalami hipertensi. Terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah antara lain adalah terapi tidur. Terapi ini sangat efektif.meningkatkan kualitas tidur yang berdampak pada penurunan tekanan darah pada hipertensi. Salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah kasus Hipertensi adalah desa Bugangan. Desa Bugangan merupakan desa yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hipertensi merupakan kasus tertinggi di desa Bugangan. Sebagian besar klien hipertensi adalah Lanjut Usia (Lansia). Permasalahan mitra yang terjadi adalah jumlah kasus hipertensi di desa Bugangan, setiap tahun meningkat. Jumlah yang mengalami stroke akibat hipertensi juga meningkat. Pengetahuan kader dan masyarakat tentang hipertensi dan pengelolaannya masih rendah. Solusi permasalahan yang ditawarkan adalah memberikan edukasi pada kader dan klien hipertensi mengenai terapi nonfarmalokogis untuk menurunkan tekanan darah yaitu terapi tidur. Pengabdian masyarakat dikuti 30 orang yang terdiri dari Kader Kesehatan dan klien hipertensi, setelah diberikan edukasi sebagian besar (96,7%) pengetahuan tentang hipertensi baik dan mampu mendemonstrasikan prosedur terapi tidur dengan benar.
Hubungan Regulasi Emosi Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto I Kabupaten Pekalongan Rizqy; Ratnawati; Dafid; Hana
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i1.314

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan merupakan periode penting bagi seorang ibu yang dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan pada ibu hamil berhubungan dengan berbagai perubahan emosional yang terjadi selama hamil. Oleh karena itu, ibu hamil memerlukan ketrampilan mengelola emosi untuk mengatasi kecemasan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto 1 Kabupaten Pekalongan. Sampel diambil dengan cara cluster random sampling sebanyak 77 responden. Responden pada penelitian yaitu Ibu Hamil trimester 1-3. Instrumen penelitian berupa kuesioner regulasi emosi Emotion Regulation Questionnare Sedangkan kuesioner tingkat kecemasan Perinatal Anxiety Screening Scale. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan regulasi emosi Cognitive reappraisal sebanyak 76 responden (98,7%). Terdapat 52 responden (67,5%) mengalami tingkat kecemasan ringan-sedang. Uji Spearman rank menunjukkan nilai p value 0,644 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan regulasi emosi dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Simpulan : Dengan demikian tidak terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dengan kecemasan pada ibu hamil. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor lain yang terkait dengan kecemasan pada ibu hamil seperti dukungan sosial, status keluarga, dan status pekerjaan. Kata Kunci : Ibu Hamil, Regulasi Emosi, Tingkat Kecemasan
Preeklampsia dan Dukungan Suami : Studi Korelasional Di Wilayah Kerja Puskesmas Sragi II Kabupaten Pekalongan: Preeclampsia and Spousal Support: A Correlational Study in the Working Area of Sragi II Public Health Center, Pekalongan Regency Ratnawati Ratnawati; Rika Amalia Dewi; Dyah Putri Aryati; Dian Kartikasari
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.327

Abstract

Introduction:Preeclampsia remains a significant maternal health challenge, more commonly found in developing countries than in developed ones. In Indonesia, the prevalence of preeclampsia is reported to be 3.3%. This condition is a serious pregnancy complication characterized by elevated blood pressure and the presence of protein in the urine. This study aims to assess the relationship between Spousal support and the incidence of preeclampsia among pregnant women in the working area of Sragi II Public Health Center, Pekalongan Regency. Methods:This research employed a descriptive design with a cross-sectional approach. Data collection used a total sampling technique, involving 66 pregnant women in their second and third trimesters. The research instruments included a questionnaire to assess husband support, as well as blood pressure measurements and urine protein tests. Data were analyzed using the Fisher Exact Test. Results:The findings revealed that 51.5% (34 respondents) received good support from their husbands. The majority of participants (98.5% or 65 individuals) did not experience preeclampsia. Based on statistical analysis using the Fisher Exact Test, a significance value of 1.000 was obtained, indicating no association between husband support and the incidence of preeclampsia among pregnant women in the Sragi II Health Center area. Recommendation:This study recommends that nursing professionals implement interventions involving Spousal support in the care of pregnant women, especially those experiencing or at risk of preeclampsia during pregnancy.
Kader Siaga ASI: Penyegaran Pemahaman Laktasi bagi Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Isyti'aroh Isyti'aroh; Suparni Suparni; Nurul Aktifah; Nina Zuhana; Ratnawati Ratnawati; Herni Rejeki; Siti Rofiqoh; Windha Widyastuti
Jurnal LINK Vol 22 No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v22i1.14134

Abstract

The success of breastfeeding is strongly influenced by the knowledge and skills of those who support mothers, including community health cadres. Aisyiyah and Nasyiatul Aisyiyah cadres play an important role in providing breastfeeding education at the community level; therefore, they require adequate knowledge and practical skills related to lactation management. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of Aisyiyah and Nasyiatul Aisyiyah cadres in delivering education on breastfeeding and the benefits of breast milk. The training consisted of lectures, group discussions, demonstrations, and hands-on practice facilitated by experts in midwifery and maternal nursing. Knowledge improvement was assessed using pre-test and post-test evaluations, while skill acquisition was observed during practice sessions. A total of 32 cadres participated in the activity. There was an increase in knowledge after the training, with the mean pre-test score rising from 80.94 to 84.53 in the post-test, showing an increase of 3.59 points, Cadres also demonstrated improved skills in breastfeeding positioning, attachment techniques, and identification of lactation problems such as flat nipples and breast engorgement. The refresher training effectively improved the cadres’ competence in providing breastfeeding education. It is recommended that similar programs be conducted regularly to strengthen the role of cadres in supporting breastfeeding mothers in the community.
Studi Kasus: Penerapan Senam Nifas Dini Terhadap Penurunan Nyeri Post Sectio Caesarea di Ruang Cempaka RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan: Case study: Application of Early Postpartum Exercise for Pain Reduction in Post-Cesarean Section Patients at Cempaka Ward, Kraton District Hospital, Pekalongan Regency Ratnawati Ratnawati; Annisa Risky Fadilla; Kusnul Khotimah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i2.441

Abstract

Persalinan sectio ceasarea berisiko menimbulkan nyeri ringan sedang hingga berat pada luka. Sehingga perlunya penanganan nonfarmakologi salah satunya dengan senam nifas dini, dapat membantu memperlancar sirkulasi darah, mempercepat penyembuhan luka dan memberikan efek relaksasi yang dapat mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan senam nifas dini terhadap penurunan nyeri pada ibu post sectio caesarea, diruang Cempaka RSUD Kraton Pekalongan.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan desain deskriptif yang dilakukan pada satu ibu post sectio ceasarea, dengan masalah keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (prosedur operasi). Penulis mengaplikasikan intervensi Evidence Based Practice In Nursing (EBN) senam nifas dini yang diterapkan selama 2 hari 3 kali, durasi ±15-30 menit. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan kuesioner Numerical Rating Scale (NRS). Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan wawancara, observasi serta evaluasi sebelum dan sesudah intervensi untuk mengetahui efektivitas senam nifas dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea. Setelah dilakukan intervensi senam nifas dini selama 2 hari, dengan berkolaborasi terapi farmakologi. Didapatkan penerapan pertama nyeri skala 7 sedikit berkurang menjadi skala 6, pada penerapan kedua masih nyeri namun sudah berkurang dari skala 6 menjadi skala 4, dan penerapan ke tiga nyeri skala 4 berkurang menjadi skala 3, badan menjadi rileks enteng, tidak kaku serta tekanan darah lebih stabil dan aktivitas meningkat. Penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan senam nifas dini, perawat dapat mampu mengurangi intensitas nyeri pada ibu post sectio caesarea dan dapat menerapkannya, dalam pemberian asuhan keperawatan ibu post partum dengan masalah nyeri setelah melahirkan.   Abstract Cesarean section delivery poses a risk of mild-to-severe incisional pain. Therefore, non-pharmacological management is necessary. Early postpartum exercise can help improve blood circulation, accelerate wound healing, and provide a relaxation effect, which may reduce pain intensity. This study aimed to apply early postpartum exercise to reduce pain in postcesarean section mothers in the Cempaka Ward of Kraton District Hospital, Pekalongan. This study employed a case study method with a descriptive design, conducted on one post-cesarean section mother with acute pain related to a physical injury agent (surgical procedure). The author applied an Evidence-Based Nursing (EBN) intervention of early postpartum exercise, administered over 2 days (3 sessions), each lasting approximately 15-30 minutes. Pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS). Data was collected through interviews, observation, and pre-and post-intervention evaluations to determine the effectiveness of postpartum exercise in reducing pain intensity in post-cesarean section patients. Following the 2 day early postpartum exercise intervention, in conjunction with pharmacological therapy, the pain scale decreased from 7 to 6 in the first session, from 6 to 4 in the second session, and from 4 to 3 in the third session. Furthermore, the patient reported feeling more relaxed, with reduced stiffness, more stable blood pressure, and increased activity.This study recommends doing early postpartum exercises; nurses can reduce pain intensity in post-cesarean mothers and can apply them in providing nursing care for postpartum mothers with pain problems after giving birth.