Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDEKATAN EKSPOSISI DALAM PENYUTRADARAAN VIDEO FEATURE “MERAJUT ASA SEPATU LOKAL DI ERA DIGITAL” Adibakti, Hisyam Maulana; Fadilah, Efi; Prahatmaja, Nurmaya
AT-TAWASUL Vol 4 No 2 (2025): At Tawasul
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/ja.v4i2.1896

Abstract

The decreasing interest in local footwear brands in the digital era presents a major challenge for creative industries in Indonesia. The feature video "Merajut Asa Sepatu Lokal di Era Digital" was directed using an expository approach to revive the value and potential of local shoe products, especially from Cibaduyut, Bandung. Through voice-over narration, expert interviews, and illustrative footage, this work aims to reshape public perception and raise awareness among Generation Z. This study explores the application of expository directing techniques and the director’s role in constructing an informative and visually compelling narrative. The research uses participatory observation, interviews, and content analysis of the produced video. The findings indicate that the expository approach is effective in delivering social and cultural messages while strengthening visual communication in local brand imaging amidst global brand dominance
Pengelolaan arsip dinamis dalam menunjang tertib administrasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung Yunda, Nadya Rahma; Sukaesih, Sukaesih; Prahatmaja, Nurmaya
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 9 (2022): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i9.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip dinamis meliputi penciptaan dan penerimaan, pendistribusian, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan, kendala yang dihadapi, serta upaya menangani kendala hingga digunakan dalam menunjang tertib administrasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pengelolaan arsip dinamis yang baik perlu dilakukan untuk menyajikan data dan informasi yang tepat dan akurat. Proses pengelolaan arsip dinamis yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung sudah berjalan mengikuti Peraturan Walikota Bandung Nomor 36 Tahun 2021, Peraturan Walikota Bandung Nomor 71 Tahun 2020, Peraturan Walikota Bandung Nomor 053 Tahun 2019. Dalam hal ini arsip dinamis mampu menunjang kegiatan tertib administrasi, dikarenakan arsip dinamis memiliki nilai guna administrasi yang berhubungan dengan tingkat keefektifan dan keefisienan dalam melaksanakan kegiatan. Sehingga dapat untuk pencapaian kelancaran kegiatan dan pencapaian tujuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, serta kelancaran kegiatan administrasi yang meliputi surat kedinasan, surat perizinan, surat tugas, surat SK, surat tagihan, surat undangan, yang ditujukan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung ke internal maupun eksternal.
Penulisan Naskah Film Dokumenter “Breaking Boundaries: Ruang yang Sama” Dengan Penerapan Narasi Ekspositoris dan Gaya Observasional Dwi Lestari, Riri; Prahatmaja, Nurmaya; Narotama Mahameruaji, Jimi
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 6 No. 2 (2025): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v6i2.223

Abstract

Karya film dokumenter “Breaking Boundaries: Ruang yang Sama” merupakan film dokumenter yang membahas bagaimana para atlet disabilitas dalam menghadapi pandangan negatif dari masyarakat. Pandangan yang kerap melekat pada kondisi fisik itu tidak melemahkan semangat, tetapi justru menjadi sebuah motivasi untuk membuktikan diri melalui berbagai prestasi. Dalam proses pembuatannya, film dokumenter ini menerapkan penulisan naskah yang menggabungkan narasi ekspositoris dan gaya observasional. Tujuan penerapan narasi ekspositoris ini untuk menyampaikan informasi secara jelas, sistematis, dan mendalam mengenai suatu topik yang berlandaskan pada fakta-fakta, sehingga tidak hanya membangun pemahaman, tetapi juga mendorong audiens untuk merefleksikan isu yang diangkat secara lebih luas dan mendalam. Sementara, gaya observasional dimanfaatkan untuk menangkap momen-momen nyata dari kegiatan latihan para atlet disabilitas tanpa intervensi langsung dari kamera. Penulisan naskah dalam film ini juga mengacu pada struktur penceritaan dokumenter yang terdiri dari tiga bagian utama: pembukaan, pengembangan, dan penutup. Keseluruhan penulisan ini dirancang untuk memastikan bahwa film dokumenter “Breaking Boundaries: Ruang yang Sama” tidak hanya menjadi sarana penyampaian fakta, tetapi juga mampu menggugah empati dan kesadaran sosial audiens terhadap isu disabilitas.
Barriers to the Formalization of Partnerships between TBM Komunitas Gada Membaca and MIS Winduraja in Digital Literacy Programs Lestari, Widia; Lusiana, Elnovani; Prahatmaja, Nurmaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9417

Abstract

The study purpose was to identify the factors inhibiting the formalization of the partnership between TBM Komunitas Gada Membaca and MIS Winduraja, as the existing collaboration remains informal despite its important role in supporting digital literacy programs. Materials and methods. This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and literature review involving three purposively selected informants. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data display, and the formulation as well as verification of conclusions. Results. The findings indicate that the barriers to formalization arise from several key factors. First, the dominance of trust-based relational governance encourages reliance on informal coordination without clear documentation of roles and responsibilities. Second, the strong focus on program implementation prioritizes immediate impact over administrative processes such as monitoring, evaluation, and reporting. Third, limited administrative capacity, particularly due to dependence on volunteers, hinders the preparation of formal agreements and systematic documentation. Fourth, the low perceived urgency of formalization, influenced by operating under the same institutional foundation, reduces the need for formal contracts. Lastly, formalization tends to occur only when triggered by external demands, such as funding or reporting requirements, rather than through proactive planning. Conclusion. The barriers are multidimensional, involving structural, organizational, and relational aspects. Future research should explore hybrid governance models to strengthen sustainable literacy partnerships.
Analisis Kebijakan Jam Operasional Perpustakaan dalam Memenuhi Kebutuhan Layanan Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Padjadjaran Koswara, Zaki; Prijana, Prijana; Prahatmaja, Nurmaya
Literatify: Trends in Library Developments Vol 7 No 1 (2026): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v7i1.64430

Abstract

University libraries play a crucial role in supporting students' academic activities, particularly through their operating hours policies. This study aims to analyze the operating hours policies of Padjadjaran University Library in meeting student needs. This study employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with librarians and students, direct observation, and documentation studies related to service policies. The results indicate that the operating hours policy is divided into regular services and evening services, focusing on the BNI Co Working Space. Despite the relatively limited number of users, the evening service serves as an important alternative study space. Service utilization is influenced by convenience, internet network stability, cost efficiency, and limited study space in student dormitories. During midterm and final exams, students proposed extending service hours, although 24-hour service was deemed unfeasible. As an alternative, implementing a shift-based work system was considered a more realistic way to extend services. These findings suggest that the operating hours policy needs to be understood as an adaptive, flexible, and student-oriented library service strategy.