Rd Ade Purnawan
Universitas Garut

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perencanaan Pembangunan Infrastruktur di Desa Sukatani Kabupaten Garut Miman Nurdiaman; Ade Purnawan; Regina Fia Lestari Sudirman
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v11i1.71

Abstract

The process of infrastructure development planning in Sukatani Village, Cisurupan Subdistrict, Garut Regency in 2019 is in accordance with applicable regulations, namely Minister of Domestic Affairs Regulation No. 114 of 2014 concerning Guidelines for Village Development, where planning is carried out starting from hamlet compound, village consultation and village development planning deliberations. The purpose of this study was to determine how the process of infrastructure development planning in Sukatani Village, Cisurupan District, Garut Regency and its inhibiting factors. Researchers used qualitative research methods. In the selection of informants purposively. The techniques used by researchers in data collection are interviews, observation and documentation with interactive analysis techniques. The results showed that in the village development planning stage the Sukatani village government focused on the construction of village roads and environmental roads as a means of public transportation, with consideration that these were in line with the priorities and needs of the Sukatani Village community. In the planning process found inhibiting factors, namely the absence of community self-help funds, lack of socialization of implementation and the village government did not involve the community in deciding the priority of infrastructure development needed by the community, causing a lack of participation in the implementation of infrastructure development. The advice that can be raised by Sukatani Village Government is to intensively socialize the Village Government Work Plan (RKP) and its financing budget through a website-based village information system, village information boards, and other media according to village conditions. Sukatani Village Government should involve the community in determining the priorities of infrastructure development so that the community knows clearly the reasons for determining the priorities for infrastructure development. Providing understanding to the community that the Village Fund is only an incentive or stimulus to increase community participation.
Efektivitas Pelayanan Publik Online Situs Web www.garutkab.go.Id Yusuf Hermawan; Ade Purnawan; Riska Nurnafajrin; Nita Rika Lestari
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v11i2.76

Abstract

Dinas sebagai pemberi layanan dan penyedia informasi yang mudah, terpercaya, akurat dan bermartabat di bidang pelayanan jasa terhadap masyarakat baik secara administrative maupun non administrative. Yang kemudian di era akhir-akhir ini media interaksi pelayanan public pun sudah dapat dilakukan secara online. Maka pemberian layanan beralih dengan menggunakan Web sebagai media interaksi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat sebagai media pelayanan online. Situs www.garutkab.go.id milik pemerintah Garut yang memfasilitasi pemberian layanan dan penyedia informasi terkait pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah Garut, yang kemudian diharapkan memberikan kemudahan, kepercayaan, akurat dan bermartabat. Pada penelitian ini didapat ternyata pelayan public yang difasilitasi menggunakan Web ini belum efektif atau belum berhasil yang diukur dengan teori Sedamaryanti yang menyebutkan ada empat pengukuran efektifitas yaitu pendekatan sumber, pendekatan proses, pendekatan sasaran dan produktivitas. Sebagai hasil penelitian didapat pelayanan online ini belum ditunjang oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif baik dari sumber, proses, sasaran dan produktivitas, seperti kesiapan peraturan yang sering berubah-ubah dan keterbatasan sumber daya manusia dari segi kualitas dan kuantitasnya, keamanan data dari situs web sehingga kemampuan informasi belum dikatakan aman, dan kemampuan masyarakat, jangkauan dari layanan publik yang dikembangkan untuk masyarakat juga menjadi terbatas mengakses jaringan internet.
Analisis Dampak Relokasi Pembangunan Rel Kereta Api Cibatu Garut Ade Purnawan; Nurbudiwati Nurbudiwati; Aji Abdul Wahid; Dea Suci Mawarni
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v12i2.78

Abstract

Pertumbuhan kota menimbulkan perubahan sosial salah satunya disebabkan adanya inovasi berupa teknologi atau adanya pembangunan, yang membawa dampak pada perubahan prilaku masyarakat, baik itu secara alamiah maupun terencana. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap relokasi pembangunan rel kereta api, pelaksanaan relokasi pembangunan rel kereta api, dan mengetahui dampak positif dan negatif dalam relokasi pembangunan rel kereta api Cibatu-Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar bisa memahami gejala sosial masyarakat secara luas, data didapatkan dengan metode observasi dan wawancara serta studi dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa presepsi masyarakat terhadap relokasi pembangunan rel kereta api Cibatu-Garut menimbulkan pandangan positif dan pandangan negatif. Hal ini disebabkan karena dengan adanya pembangunan ini tentunya akan memberikan kemajuan bagi daerah Jawa Barat khususnya di Kabupaten Garut namun banyak masyarakat yang terdampak sehingga tidak mempunyai tempat tinggal karena rumahnya dibongkar dan kehilangan pekerjaannya yang sebagai besar berprofesi sebagai pedagang.
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Keluarga Berencana (KB) Di Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut Ieke Sartika Iriany; Ade Purnawan; Anggita Yulian Nugraha
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v10i2.65

Abstract

The government issued a Family Planning Program (KB) aims to actualize the population grow balanced and quality family. The essence of national development is human development and the whole Indonesian society. This research is conducted by using descriptive and qualitative approach. Data obtained from participant , places, documentation and archives and regulations that related to research. In this research data source was chosen purposively. The purpose of this research was to describe public participation consisting of interaction and communication that includes the interest, activeness and contibution of society an d to know the factors that encourage the occurrence of barriers internally and externally in the implementation of family planning program in Bungbulang subdistrict Garut The result of this research shows that public participation in the Family Planning program in Bungbulang subdistrict to actualize the population grow balanced and quality family in 2017 has not gone well as expected.this is because the interest, activeness and contibution of society has not been fully provided to the public. The obstacle factors are the societies did not participate in running KB program, lacking of society support and activeness of society. The society does not understand about the task and everything related to the existing program and does not following the development of informaation in DPPKBPPA in Bungbulang subdistrict.
Perencanaan Pembangunan Infrastruktur di Desa Sukatani Kabupaten Garut Miman Nurdiaman; Ade Purnawan; Regina Fia Lestari Sudirman
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v11i1.71

Abstract

The process of infrastructure development planning in Sukatani Village, Cisurupan Subdistrict, Garut Regency in 2019 is in accordance with applicable regulations, namely Minister of Domestic Affairs Regulation No. 114 of 2014 concerning Guidelines for Village Development, where planning is carried out starting from hamlet compound, village consultation and village development planning deliberations. The purpose of this study was to determine how the process of infrastructure development planning in Sukatani Village, Cisurupan District, Garut Regency and its inhibiting factors. Researchers used qualitative research methods. In the selection of informants purposively. The techniques used by researchers in data collection are interviews, observation and documentation with interactive analysis techniques. The results showed that in the village development planning stage the Sukatani village government focused on the construction of village roads and environmental roads as a means of public transportation, with consideration that these were in line with the priorities and needs of the Sukatani Village community. In the planning process found inhibiting factors, namely the absence of community self-help funds, lack of socialization of implementation and the village government did not involve the community in deciding the priority of infrastructure development needed by the community, causing a lack of participation in the implementation of infrastructure development. The advice that can be raised by Sukatani Village Government is to intensively socialize the Village Government Work Plan (RKP) and its financing budget through a website-based village information system, village information boards, and other media according to village conditions. Sukatani Village Government should involve the community in determining the priorities of infrastructure development so that the community knows clearly the reasons for determining the priorities for infrastructure development. Providing understanding to the community that the Village Fund is only an incentive or stimulus to increase community participation.
Efektivitas Pelayanan Publik Online Situs Web www.garutkab.go.Id Yusuf Hermawan; Ade Purnawan; Riska Nurnafajrin; Nita Rika Lestari
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v11i2.76

Abstract

Dinas sebagai pemberi layanan dan penyedia informasi yang mudah, terpercaya, akurat dan bermartabat di bidang pelayanan jasa terhadap masyarakat baik secara administrative maupun non administrative. Yang kemudian di era akhir-akhir ini media interaksi pelayanan public pun sudah dapat dilakukan secara online. Maka pemberian layanan beralih dengan menggunakan Web sebagai media interaksi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat sebagai media pelayanan online. Situs www.garutkab.go.id milik pemerintah Garut yang memfasilitasi pemberian layanan dan penyedia informasi terkait pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah Garut, yang kemudian diharapkan memberikan kemudahan, kepercayaan, akurat dan bermartabat. Pada penelitian ini didapat ternyata pelayan public yang difasilitasi menggunakan Web ini belum efektif atau belum berhasil yang diukur dengan teori Sedamaryanti yang menyebutkan ada empat pengukuran efektifitas yaitu pendekatan sumber, pendekatan proses, pendekatan sasaran dan produktivitas. Sebagai hasil penelitian didapat pelayanan online ini belum ditunjang oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif baik dari sumber, proses, sasaran dan produktivitas, seperti kesiapan peraturan yang sering berubah-ubah dan keterbatasan sumber daya manusia dari segi kualitas dan kuantitasnya, keamanan data dari situs web sehingga kemampuan informasi belum dikatakan aman, dan kemampuan masyarakat, jangkauan dari layanan publik yang dikembangkan untuk masyarakat juga menjadi terbatas mengakses jaringan internet.
KOLABORASI PENGELOLAAN WISATA SITU BAGENDIT KABUPATEN GARUT Rd. Ade Purnawan; Nurbudiwati Nurbudiwati; Listia Purnama Aripin; Raden Putri Aprilia Nuraini
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.12873

Abstract

Kolaborasi pengelolaan wisata Situ Bagendit dijalin untuk menyelamatkan aset yang telah dibangun, kolaborasi tersebut dilandasi oleh surat perjanjian yang ditanda tangani oleh UPT Situ Bagendit beserta para pelaku usaha didukung oleh surat keputusan dari Dinas Pariwisata yang memuat tentang hak, kewajiban dan tugas para pelaku usaha. Dalam proses kolaborasi yang dijalin, peneliti menemukan adanya permasalahan dalam penggunaan sumber daya manusia yang dianggap belum efektif, kemudian ditemukan pula dalam kemitraan dimana kolaborasi yang dijalin diduga belum memenuhi kriteria kemitraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi pengelolaan wisata Situ Bagendit dan untuk mengetahui hambatan dari kolaborasi pengelolaan wisata Situ Bagendit. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori prinsip kolaborasi dari (Edralin & Whitaker, 2007). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan induktif yang artinya menggunakan data yang terpisah namun relevan dengan metode triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pengelolaan wisata Situ Bagendit sudah dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, meskipun pada pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan dan hambatan, secara transparansi kolaborasi ini belum bisa dikatakan transparan, akuntabilitas yang terjadi belum optimal, bentuk partisipatif yang dilakukan oleh setiap pihak berjalan dengan baik, efisiensi yang dilakukan sudah maksimal, efektivitas mengenai sasaran dan tujuan yang direncanakan berhasil dicapai, konsensus dilaksanakan di wilayah internal, dan kemitraan yang terjalin belum bisa dikatakan saling menguntungkan dan memajukan. Hal ini dikarenakan kurang meratanya kesadaran sumber daya manusia yang terlibat dalam kolaborasi ini dan kurangnya rasa kepercayaan terhadap satu pihak dengan pihak yang lainnya yang  terjalin dalam kolaborasi pengelolaan wisata Situ Bagendit. Simpulan dari penelitian ini adalah kolaborasi yang dijalin belum dikatakan baik, karena ditemukannya beberapa kekurangan dan hambatan. Kata Kunci: Kolaborasi, Pengelolaan, Wisata
ANALISIS KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK (FISIP) UNIGA Miftah Daniansyah; Raden Ade Purnawan; Yudi Triana Wahyudi
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v17i1.418

Abstract

Kemampuan public speaking merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam mendukung aktivitas akademik dan profesional. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam kemampuan public speaking mahasiswa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Garut berdasarkan dimensi proses belajar dan latihan, lingkungan yang kondusif, serta bakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan public speaking mahasiswa berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 77,3%. Dimensi proses belajar dan latihan serta lingkungan yang kondusif memberikan kontribusi paling dominan, sementara aspek bakat dan teknik penyampaian, khususnya komunikasi non-verbal, masih menunjukkan kelemahan relatif. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan public speaking lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan faktor bawaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan analisis yang lebih komprehensif melalui integrasi faktor latihan, lingkungan, dan bakat dalam konteks mahasiswa tingkat fakultas.
ANALISIS KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK (FISIP) UNIGA Miftah Daniansyah; Raden Ade Purnawan; Yudi Triana Wahyudi
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v17i1.418

Abstract

Kemampuan public speaking merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam mendukung aktivitas akademik dan profesional. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam kemampuan public speaking mahasiswa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Garut berdasarkan dimensi proses belajar dan latihan, lingkungan yang kondusif, serta bakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan public speaking mahasiswa berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 77,3%. Dimensi proses belajar dan latihan serta lingkungan yang kondusif memberikan kontribusi paling dominan, sementara aspek bakat dan teknik penyampaian, khususnya komunikasi non-verbal, masih menunjukkan kelemahan relatif. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan public speaking lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan faktor bawaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan analisis yang lebih komprehensif melalui integrasi faktor latihan, lingkungan, dan bakat dalam konteks mahasiswa tingkat fakultas.
TANTANGAN PEMBERDAYAAN UMKM WISATA DI ERA PROMOSI DIGITAL: STUDI EMPIRIS PADA KAWASAN SITU BAGENDIT KABUPATEN GARUT Rd. Ade Purnawan; De Rima; Aji Abdul Wahid
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i2.26200

Abstract

KKawasan wisata situ bagendit telah mengalami revitalisasi fisik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat setempat. Akan tetapi realitas di lapngan menunjukkan kontradiksi yang cukup mendalam, kunjungan menyusut yang berdampak langsung pada terhambatnya aktivitas ekonomi UMKM di dalam Kawasan antara lain terjadinya penurunan kios yang beroperasi, Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tantangan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) wisata di era promosi digital melalui analisis pengaruh Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut terhadap Pemberdayaan UMKM di destinasi Situ Bagendit. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi sasaran mencakup seluruh pelaku UMKM wisata aktif yang menggunakan fasilitas kios di kawasan wisata Situ Bagendit dengan jumlah populasi sebanyak 40 unit usaha. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah sensus (sampling jenuh) dengan melibatkan seluruh anggota populasi sebagai responden penelitian guna meniadakan kesalahan penarikan sampel (sampling error). Analisis data dilakukan dengan pengujian asumsi klasik dan regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian secara statistik menunjukkan bahwa Strategi IMC berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan UMKM wisata (t hitung = 7,123 > t tabel = 2,024, nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dengan koefisien determinasi R² = 57,2%). Namun, pengamatan deskriptif mengidentifikasi ketimpangan di mana dimensi Digital Marketing (2,82) dan Public Relations (2,66) berada pada kategori penilaian terendah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan di era promosi digital menghadapi tantangan kesenjangan digital (digital divide), di mana mayoritas pelaku usaha paruh baya (57,5%) memiliki keterbatasan literasi teknologi untuk mengadopsi taktik pemasaran digital yang digulirkan birokrasi secara mandiri. Kata Kunci : Strategi IMC, Pemberdayaan UMKM, Kesenjangan Digital, Pariwisata, Situ Bagendit.