Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Penanaman Nilai Karakter Kebangsaan Siswa Melalui Kurikulum Merdeka Belajar Pada Siswa Kelas III SD Swasta Dawaktul Islam Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang Imel Lorenza; Tumiyem Tumiyem; Yusrizal Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman nilai karakter kebangsaan siswa melalui implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada siswa kelas III SD Swasta Dakwatul Islam Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai karakter kebangsaan telah dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang terintegrasi dalam Kurikulum Merdeka. Nilai karakter yang ditanamkan meliputi cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, toleransi, kerja sama, dan sikap menghargai keberagaman. Guru berperan penting dalam memberikan keteladanan, pembiasaan, serta penguatan karakter melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berpusat pada siswa. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan latar belakang siswa dan kurang optimalnya dukungan lingkungan di luar sekolah. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka mampu mendukung penguatan karakter kebangsaan siswa melalui pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila.
Analisis Penggunaan Metode Pengulangan (Taqrir) Dalam Meningkatkan Hafalan Juz Amma Siswa Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Mahmudah Nurul Ulfah; Tumiyem Tumiyem; Mardianto Mardianto
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan metode pengulangan (taqrir) dalam meningkatkan hafalan Juz Amma siswa kelas II SD MIS Darul Mahmudah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas II sebagai informan utama, serta kepala madrasah dan sepuluh siswa kelas II sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode taqrir di MIS Darul Mahmudah berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui kegiatan pengulangan hafalan klasikal, individu, dan kelompok kecil yang dilaksanakan secara rutin 4–5 kali per minggu dengan durasi 30–45 menit. Faktor pendukung keberhasilan meliputi konsistensi pengulangan, kompetensi guru tahfiz, dukungan orang tua, motivasi belajar siswa, sistem reward, dan komitmen kelembagaan madrasah. Adapun faktor penghambat meliputi kesenjangan kemampuan menghafal antar siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya konsentrasi sebagian siswa, kurang optimalnya keterlibatan orang tua, dan belum terdokumentasikannya metode taqrir secara rinci dalam kurikulum formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode taqrir efektif dalam memperkuat hafalan Juz Amma siswa tingkat dasar jika dilaksanakan secara konsisten, terstruktur, dan didukung oleh seluruh ekosistem pembelajaran
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sd Swasta Pab 1 Klumpang Novia Ayu Pratiwi; Tumiyem; Azizah Yusra Amaliyah Harahap
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Swasta PAB 1 Klumpang dibandingkan metode ceramah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 50 siswa, kelas V-A sebagai eksperimen dan kelas V-B sebagai kontrol, dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa tes uraian 10 soal yang mengukur empat indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen 82,44 dan kelas kontrol 62,20 selisih 20,24 poin. Uji Welch t-Test menghasilkan nilai t = 8,861, Sig = 0,000 < 0,05, sehingga Hâ‚€ ditolak dan Ha diterima. Nilai Cohen's d = 2,506 menunjukkan efek yang sangat besar, dan N-Gain kelas eksperimen 0,6745 lebih tinggi dari kelas kontrol 0,3701. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Role Playing berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Swasta PAB 1 Klumpang
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 101780 PERCUT Nurul Zannah; Ilham Nazaruddin; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 101780 Percut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kemandirian belajar yang terdiri atas 25 butir pernyataan serta data hasil belajar IPS siswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,65, standar deviasi 7,01, dan varian 49,08. Sementara itu, hasil belajar IPS siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,15, standar deviasi 6,69, dan varian 44,77. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05. Karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Selain itu, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,811 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat kuat antara kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 101780 Percut. Dengan demikian, semakin tinggi kemandirian belajar siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar IPS yang diperoleh.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI TANGGUNG JAWAB PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR Suriati Dalimunte; Fatmawati Fatmawati; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai tanggung jawab pada siswa kelas VI SD Swasta PAB 25 Mabar Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas VI dan siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab melalui lima aspek utama. Aspek tersebut meliputi mendorong kesadaran siswa untuk berpartisipasi aktif, membimbing siswa menyelesaikan tugas dan kewajiban, mengarahkan siswa menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, meningkatkan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran, serta menjaga fokus dan konsistensi belajar siswa. Guru menanamkan nilai tanggung jawab melalui pemberian kesempatan bertanya, motivasi, penjelasan tugas yang jelas, pemantauan tugas, pemberian konsekuensi yang mendidik, pembagian peran dalam kelompok, serta penguatan positif. Meskipun demikian, masih ditemukan siswa yang pasif, kurang fokus, dan perlu diingatkan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, penanaman nilai tanggung jawab perlu dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan, keteladanan, pengawasan, dan kerja sama antara guru, sekolah, serta orang tua.
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KARAKTER KE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NURUL QOMAR Risma Risma Handika; Tumiyem Tumiyem; Syahrina Anisa Pulungan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran matematika kelas IV SD Nurul Qomar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek utama penelitian adalah guru kelas IV, sedangkan siswa menjadi subjek pendukung dalam pengamatan proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengintegrasikan nilai karakter telah tampak pada aspek perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian pembelajaran. Pada aspek perencanaan, guru telah mencantumkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, ketelitian, dan kerja sama dalam pembelajaran matematika. Pada aspek pengelolaan kelas, guru membiasakan siswa untuk tertib, mengerjakan tugas secara jujur, teliti, dan bertanggung jawab. Guru juga menumbuhkan kerja sama melalui kegiatan kelompok. Pada aspek penilaian, guru memperhatikan sikap siswa selama proses pembelajaran, meskipun penilaian karakter masih bersifat informal dan belum sepenuhnya menggunakan indikator yang sistematis. Dengan demikian, guru telah memiliki kesiapan dasar dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran matematika, tetapi masih perlu penguatan pada perencanaan kegiatan karakter dan penilaian sikap yang lebih terarah.
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 101751 KLAMBIR LIMA Salsabila Irsani; Fira Astika Wanhar; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru dalam mengatasi perilaku bullying di SD Negeri 101751 Klambir Lima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV sampai kelas VI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, fisik ringan, dan sosial. Bentuk yang paling sering ditemukan adalah mengejek, memberi julukan, mendorong teman, dan mengucilkan siswa tertentu. Guru telah melakukan berbagai upaya penanganan melalui teguran, nasihat, pembinaan karakter, serta penguatan nilai empati dan toleransi dalam pembelajaran. Namun, guru masih mengalami kesulitan dalam membedakan perilaku bullying dengan candaan atau konflik biasa antar siswa. Kesulitan lain terlihat ketika korban tidak berani melapor, pelaku tidak mengakui kesalahan, dan guru memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan pembinaan secara mendalam. Selain itu, iklim sosial kelas yang menunjukkan adanya siswa dominan dan siswa terisolasi turut memengaruhi munculnya perilaku bullying. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan bullying memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai setiap siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN SISWA DI KELAS I SD PAB 29 MANUNGGAL Novita Sari; Fira Astika Wanhar; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dalam membangun komunikasi efektif dengan siswa di kelas I SD PAB 29 Manunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua orang guru kelas I dan sepuluh orang siswa kelas I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama, yaitu komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, serta interaksi guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam membangun komunikasi efektif sudah terlaksana dengan cukup baik. Pada aspek komunikasi verbal, guru menyampaikan materi dengan bahasa sederhana, intonasi yang jelas, pemberian pertanyaan, tanggapan positif, dan motivasi kepada siswa. Pada aspek komunikasi nonverbal, guru menggunakan kontak mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, posisi, pergerakan, dan sikap tubuh untuk memperjelas pesan serta menciptakan suasana belajar yang nyaman. Sementara itu, interaksi guru dan siswa terlihat melalui kesempatan berbicara, pengelolaan kelas yang santun, kemampuan mendengarkan siswa, dan penciptaan suasana belajar yang komunikatif. Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang pasif, guru telah menunjukkan upaya membangun komunikasi yang humanis, responsif, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas I. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif guru berperan penting dalam mendukung keterlibatan, keberanian, dan kenyamanan siswa selama proses pembelajaran.