Munawir Munawir
Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Upaya Pengurus Lembaga Pendidikan Dewasa Qiro’ati Dalam Membentuk Kader Guru Pada Peserta Didik di Tambakrejo Waru Sidoarjo bagus malik alindra; Munawir

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.96 KB) | DOI: 10.35891/amb.v7i1.2700

Abstract

Assessments are a common activity in the educational process. Assessments have a qualitative function in knowing the learning process experienced by students. Therefore, the assessment process is very necessary in education to measure the ability of students to absorb the learning process. The purpose of this study was to analyze the efforts of the management of the Qiro’ati adult education institution in forming a cadre of teachers for students in Tambakrejo Waru Sidoarjo. This study used a qualitative method with a descriptive approach. The object of this study is LPD Qiro’ati Tambakrejo Waru Sidoarjo. The informant of this study was the two informers, the builder and the chairman of LPD Qiro 'ati. The result of this study showed is an adjustment between the vision and the mission of the builder LPD and the chairman of the LPD in assessing the progress of students in each volume to the final stage, namely the examination process (tashih).
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MELALUI SUPERVISI PENDIDIKAN Irma Setya Ningsih; Chelina Aurilia Purwanto; Munawir Munawir
PEDIR: Journal of Elementary Education Vol 1 No 2 (2021): PEDIR: Journal of Elementary Education
Publisher : Pedir Research Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.764 KB)

Abstract

The teacher has an important role in a learning process. The success of a learning is largely determined by the ability of teachers to manage learning activities in the classroom. Thus, teachers are expected to continue to develop their abilities in planning, implementing, and improving learning in a systematic and directed manner in order to improve the process and learning outcomes of participants. Supervision is a planned effort in improving the quality of education in an institution. In this case, educational supervision needs to be carried out to provide services and facilities to teachers to develop teacher abilities, especially in pedagogic competence and professionalism. In its implementation, the head of the madrasa acts as a supervisor to observe the learning activities carried out by the teacher. Educational supervision activities can be carried out individually or in groups by taking into account the principles of scientific, democratic, cooperative, as well as constructive and creative.
Tugas, Fungsi dan Peran Guru Profesional Munawir Munawir; Zuha Prisma Salsabila; Nur Rohmatun Nisa'
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i1.327

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh keberadaan seorang guru yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Guru harus menjadi inspirasi bagi siswanya dalam aspek kreativitas dan keteladanan. Tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan tentang tugas, fungsi dan peran guru profesional. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mempunyai tugas, fungsi dan peran yang berkaitan dan tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Kemampuan tersebut diantaranya kemampuan mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Guru profesional merupakan guru yang memiliki keempat kemampuan tersebut. Terdapat beberapa fungsi dan peran guru yaitu peran guru sebagai educator, manager, leader, fasilitator, administrator, inovator, motivator, dinamisator, evaluator, dan supervisor.
Pengembangan Profesi dan Karir Guru Munawir Munawir; Nafisatul Aliya; Qonita Salsa Bella
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i1.339

Abstract

Guru adalah sebuah profesi yang harus terus dikembangkan. Pengembangan profesi guru merupakan suatu usaha dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, seorang pendidik juga harus mengembangkan karirnya sebagai guru. Karir guru merupakan perkembangan dan kemajuan yang sistematis yang telah dicapai oleh guru dalam profesinya. Pengembangan profesi dan karir guru ini berorientasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas professional para guru dalam mengajar. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini untuk menjelaskan mengenai pengembangan profesi dan karir guru. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan tinjauan literatur sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesi guru merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan professional guru dengan menyesuaikan tuntutan pendidikan. Terdapat beberapa dasar dalam pengembangan profesi guru diantaranya dasar filosofis dan pedagogis. Selain itu pengembangan profesi guru juga harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Pengembangan profesi dan karir guru dapat dilaksanakan melalui berbagai program. Baik program yang diwadahi oleh lembaga sekolah ataupun program-program pengembangan profesi dan karir guru yang dicanangkan pemerintah. Dengan adanya program pengembangan profesi dan karir guru tersebut diharapkan para guru dapat berpartisipasi aktif dalam meningkatkan berbagai kompetensi serta kecakapan dirinya masing-masing.
Peningkatan Kemampuan Guru Melalui Sertifikasi Munawir Munawir; Arum Nur Aisyah; Inayatur Rofi'ah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.360

Abstract

Guru harus memiliki empat kompetensi, kualitas serta kemampuan yang harus senantiasa untuk ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi. Peningkatan kemampuan guru dapat dilakukan melalui sertifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang peran sertifikasi dalam meningkatkan kemampuan guru. Untuk penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian berupa studi kepustakaan. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat dari lembaga yang berwenang kepada tenaga pendidik baik guru maupun dosen yang sudah memenuhi standar kualifikasi dan standar kompetensi yang sudah ditentukan sebagai bentuk pengakuan menjadi tenaga yang profesional. Sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, kemampuan guru, kualitas pendidikan guru, dan kesejahteraan guru. Sertifikasi dapat dilakukan melalui beberapa prosedur, yaitu melalui pola Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL), pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dan pola portofolio dengan beberapa ketentuan khusus guru dalam jabatan. Untuk mewujudkan diri sebagai seorang guru yang profesional, baik, dan berkompeten, guru yang sudah melakukan sertifikasi akan berusaha mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Sertifikasi guru ini sangat penting dilakukan untuk menunjukkan profesionalitas guru sebagai pengajar dan pendidik. Oleh karena itu, pentingnya penyebaran informasi terkait pentingnya serta pelaksanaan sertifikasi harus senantiasa dilakukan bahkan hingga ke pelosok daerah sehingga semua guru dapat menerima informasi dan mengikuti sertifikasi untuk menjadi guru yang profesional dan berkompeten.
Memahami Penilaian Kinerja Guru Munawir Munawir; Amirah Yasmin; Ahmad Jauharul Wadud
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1237

Abstract

Penilaian kinerja guru adalah suatu dasar atau landasan madrasah maupun sekolah demi membuat keputusan pengembangan dalam promosi dan karir guru. Penilaian yang asalnya dari unsur-unsur kegiatan pokok guru dalam melakukan tugasnya demi tujuan pembinaan keprofesian, kepangkatan, dan jabatan diartikan sebagai penilian kinerja guru. Tujuan dari penelitian ini guna mengerti terkait pengertian, kompetensi yang bisa dipakai untuk mengevaluasi kinerja guru sekolah dasar, memahami indikator yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi dan tugas utama guru sekolah dasar, penelitian kinerja guru, dan manfaat penilian kinerja guru. Penerapan metode dalam penelitian ini melalui deskriptif kualitatif dan penelitian kepustakaan (library research). Guru perlu memiliki empat kompetensi dalam membentuk pribadi guru supaya bersikap selayaknya guru yang profesional, yaitu kompetensi pendagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Manfaat dari PKG yaitu untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam melaksankan tugasnya dengan mengukur penguasaan keterampilan dan kompetensinya. Penilaian memiliki banyak manfaat, seperti digunakan sebagai alat dalam pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, perlu diadakannya penilaian kinerja guru untuk bahan masukan membuat susunan rencana pengembangan keprofesian selanjutnya, meningkatakan, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh guru.
Pemanfaatan Peta Konsep dengan Model Kooperatif pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Munawir Munawir; Dita Dwi Cahyani; Mery Sabilla Faqih Sabilla Faqih
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.47 KB) | DOI: 10.33603/caruban.v6i1.7558

Abstract

Abstrak. Peningkatan keaktifan belajar peserta didik sangat diperlukan, karena itu pentingnya kegiatan tersebut dalam menghidupkan kembali proses pembelajaran sejarah kebudayaan islam yang berlandaskan konstruktivisme atau membangun ilmu yang mengutamakan kerjasama  siswa untuk apa yang dicapai bisa menjadi tujuan pemebalajaran peseta didik tersebut di dalam kelas. Adanya satu alternatif untuk membangun ativitas peserta didik tersebut dengan cara menggunakan model pembelajaran yang kooperatif dan dengan adanya model pembelajaran seperti ini peserta didik mampu meningkatkan kekatifannya kepada guru atau peseta didik lainnya. Seperti yang telah diterapkan dalam penelitian ini menggunakan beberapa  metode dan instrumen yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kektifan belajar sejarah kebudayaan islam siswa secara kooperatif.Kata kunci: Pembelajaran, Kooperatif, Sejarah Kebudayaan Islam.
Memahami Karakteristik Guru Profesional Munawir Munawir; Amilya Nurul Erindha; Della Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1108

Abstract

Guru harus memiliki karakteristik atau sifat yang dapat dicontoh oleh peserta didiknya, salah satunya adalah sikap profesional. Guru senantiasa terus belajar dan memperbaiki diri, sehingga dapat menjadi guru yang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait karakteristik guru profesional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kepustakaan. Karakteristik seorang guru profesional adalah segala sikap dan perbuatan guru baik di sekolah, di luar sekolah maupun di lingkungan masyarakat, di dalam memberikan pelayanan, meningkatkan pengetahuan, memberi bimbingan dan motivasi kepada peserta didik dalam berbagai hal, misalnya: cara bersikap antara yang muda dengan yang lebih tua, sikap yang muda terhadap yang lebih tua, cara berpakaian yang baik secara tradisi atau secara agama, cara berbicara dan berhubungan baik dengan peserta didik atau sikap terhadap teman sejawat, serta anggota masyarakat lainnya.Guru profesional harus memenuhi empat kompetensi, diantaranya yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Selain itu, guru profesional juga harus memliki karakteristik pemimpin dalam memimpin anak didiknya. Jika semua guru mampu memenuhi karakteristik sebagai guru profesional, maka pendidikan di Indonesia akan terjamin kualitasnya dengan adanya guru yang berkualitas. Selain itu, karakteristik guru profesional dengan guru-guru yang kompeten mampu menghasilkan peserta didik yang kompeten pula.
Peningkatan Kemampuan Guru Melalui Organisasi Profesi Munawir Munawir; Furqan Najib; Gewi Nur Aini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1153

Abstract

Guru merupakan salah satu profesi yang diakui secara legal formal di dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai profesi pendidik. Sebagai seorang pendidik, guru harus menguasai setidaknya empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional, dan sosial. Tujuan dari penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui tentang bagaimana cara meningkatkan kemampuan guru melalui organisasi profesi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Organisasi profesi keguruan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai penampungan dan penyelesaian masalah yang dihadapi dan diselesaikan secara bersama-sama yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Organisasi profesi khususnya di bidang pendidikan ada bermacam-macam mulai dari PGRI, MGMP, ISPI, hingga PGM Indonesia yang masing-masing organisasi tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Di dalam organisasi terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi antaara lain sistem, pola aktivitas, sekelompok orang, dan tujuan bersama. Organisasi profesi memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pengembangan dan peningkatan kemampuan guru agar cakap dan berkompeten sesuai dengan bidangnya. Oleh karena itulah, penting sekali bagi guru dalam meningkatkan kemampuannya salah satunya melalui organisasi profesi guru demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
KONSEP TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Alfita Choirun Amalia; Munawir Munawir
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 3 No 2 (2021): Sistem Pembelajaran & Pendidikan Anak
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.136 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v3i2.1880

Abstract

Abraham Maslow and Carl Ransom Rogers argue that basically humans are special creatures, have the potential and motivation, in the concept of humanistic learning theory is a learning process aimed at humanizing humans, learning success is marked when students recognize themselves and their environment well. Students are faced with targets to achieve the maximum possible level of self-actualization. The principle of humanistic learning rests on the principle of freedom and individual differences. In Islam, the principle of humanizing humans is very much in line with the task of being the vicegerent of Allah on earth. The concept of humanistic learning is in line with the values ​​of Islamic education including: the value of monotheism (integrity), equality and liberation, which upholds respect for humanity, mutuality, and good relations with humans, as well as the value of benefit. With a good teaching and learning climate, it will foster a wider benefit. This research is a type of qualitative research that is included in library research, which is research that collects data from various literatures under study, not limited to books, but also documentation material. things or variables in the form of notes, transcripts, books, newspapers, magazines, and so on. While the analysis uses content analysis, which describes and provides an understanding of the text that has been described, while the technical analysis of the data uses content analysis.