Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL KOULUTUS

KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MEDIA ANIMASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TANPA MEDIA ANIMASI PADA MATERI IKATAN KIMIA Faderina Komisia; Maria Aloisia Uron Leba
JURNAL KOULUTUS Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Koulutus
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.155 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk (1). Mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan media animasi dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi padamateri ikatan kimia.(2). Mengetahui rata- rata perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan media animasi dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi pada materi ikatan kimia. Sampel dalam penelitian ini adalah.Siswa kelas X MIPA1 dan XMIPA 2 SMA Negeri 6 Kupang. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t (Independent Samples T-Test) yang dianalisis dengan menggunakan program SPSS 16 pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Ada perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan media animas idengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi padamateri ikatankimia (thit > t atau 6,056> 1,999). (2). Hasil belajar siswa yang lebih tinggi adalah siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dan media animasi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi pada materi ikatan kimia (nilai mean 82,0312>79,5625). Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Media Animasi, Hasil Belajar Siswa, danIkatan Kimia.
PELATIHAN PRAKTIKUM IPA TERPADU DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN-BAHAN SEKITAR LINGKUNGAN BAGI GURU-GURU IPA SMP DI KOTAKUPANG Faderina Komisia; Maria Benedikta Tukan; Maria Novita Inya Buku; Imelda Jemamu
JURNAL KOULUTUS Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.534 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dalam merancang percobaan-percobaan dan menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar lingkungan, meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dan meningkatkan kreativitas guru dalam mencari alternatif bahan- bahan praktikum di sekitar lingkungan sehingga dapat menumbuhkan kembali motivasi guru untuk melakukan praktikum di kelas maupun di laboratorium sekolah. Kegiatan PKM ini ditujukan bagi guru-guru IPA SMP di Kota Kupang yang berjumlah 13 orang dan dilakukan pada bulan Mei 2019 di SMP Angkasa Kupang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktikum tentang permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran IPA di SMP, terutama tentang pelaksanaan praktikum dan kendalanya, teknik- teknik dasar dalam memodifikasi suatu kegiatan praktikum dengan alat dan bahan yang lebih mudah didapat atau dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah, melakukan pelatihan praktikum IPA Terpadu bagi guru sehingga guru memiliki keterampilan dalam menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dengan memanfaatkan bahan- bahan sekitar lingkungan. Ketiga metode diterapkan bersama-sama dalam acara pelatihan selama 1 hari. Evaluasi kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan memberikan angket evaluasi kepada guru selama mengikuti kegiatan pelatihan praktikum IPA Terpadu. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa pelatihan praktikum IPA Terpadu dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dalam merancang percobaan-percobaan dan menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu, meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dan meningkatkan kreativitas guru dalam mencari alternatif bahan- bahan praktikum di sekitar lingkungan sehingga pelatihan sejenis perlu dilakukan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan khususnya praktikum IPA Terpadu. Keberhasilan kegiatan pelatihan ini ditunjukkan dengan dihasilkannya penuntun praktikum IPA Terpadu dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar lingkungan. Kata Kunci: Pelatihan, Guru-guru IPA SMP, Praktikum IPA Terpadu, Bahan-bahan sekitar lingkungan ABSTRACT The community partnership program (PKM) activity aims increase knowledge of basic techniques in designing experiments and compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment, increase teacher skills in compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environmentand increase teacher creativity in finding alternative practicum materials around the environment so that it can regrow the motivation of teachers to do practicum in the classroom and in the school laboratory. This PKM activity is intended for 13 junior high school science teachers in Kupang City. This PKM activity was carried out in May 2019 at SMP Angkasa Kupang. The method used in this activity is lecture, discussion, question and answer and practice about issues related to learning science in junior high school, especially about the implementation of practicum and its constraints, basic techniques in modifying a practicum activity with easier tools and materials obtained or by utilizing existing materials around the environment that can be applied at school or at home, conducting Integrated Science practicum training for teachers so that teachers have the skills in compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment. The three methods were applied together in a one day training event. Evaluation of the training activities is carried out by giving an evaluation questionnaire to the teacher during the Integrated Science practicum training activities by utilizing materials around the environment. The results of the questionnaire analysis show that Integrated Science practicum training for teachers by utilizing materials around can increase knowledge about basic techniques in designing experiments and compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment, increase teacher skills in compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment and increase teacher creativity in finding alternative practicum materials around the environment so that similar training needs to be done to increase experience and knowledge, especially Integrated Science Practicum. The success of this training activity was demonstrated by the production of Integrated Science Practicum guides using materials around the environment. Keywords: Training, Junior High School Science Teachers, Integrated Science Practicum, Materials around theenvironment.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA MATERI LAJU REAKSI Maria Benedikta Tukan; Faderina Komisia; Maria Aloisia Uron Leba; Jesiyanti Suni Amtonis
JURNAL KOULUTUS Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan LKPD praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi siswa kelas XI IPA. (2) mengetahui respon siswa kelas XI IPA terhadap LKPD praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Muhammadiyah Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Kupang yang berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D (research and development). Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar angket respon siswa. Analisis data instrument non tes pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Lembar kerja peserta didik (LKPD) praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi laju reaksi dengan persentase rata-rata dari kedua validator sebesar 84% dan tergolong dalam kriteria sangat layak. (2) pada uji coba kelompok kecil, respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan tergolong dalam kriteria baik dengan persentase rata rata respon siswa sebesar 80% tetapi masih perlu direvisi karena pada bagian alat dan bahan tidak ada dituliskan jumlah alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan prosedur kerja dalam percobaan. (3) pada uji coba kelompok besar, respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan tergolong dalam kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata respon siswa sebesar 86% dengan demikian produk (LKPD) yang dikembangkan sangat baik untuk digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi laju reaksi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Kupang. Kata Kunci: Penelitian pengembangan R&D, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Laju reaksi, Kelayakan dan Respon siswa ABSTRACTThis research aims to (1) determine the feasibility of environmental based LKPD practicum on the reaction rate material of class XI IPA students. (2) knowing the response of class XI IPA students to the LKPD practicum based on the environment on the reaction rate material. This research was conducted in the odd semester of the 2019/2020 academic year at Muhammadiyah Senior High School Kupang. The sample in this study was 25 students of class XI IPA Muhammadiyah Senior High School Kupang. The sampling technique is saturated sampling. This type of research is research and development (R&D). The instruments used were validation sheets and student response questionnaire sheets. Analysis of non-test instrument data in this research using descriptive data analysis techniques using a Likert scale. The results of this research show that (1) Student worksheets (LKPD) of environment-based practicum on the developed rate reaction material are very suitable for use in chemistry learning on reaction rate material with an average percentage of both validators of 84% and classified in the criteria very decent. (2) in small group trials, students responses to LKPD developed were classified as good criteria with an average percentage of student responses of 80% but it still needs to be revised because there are no numbers of tools and materials on the tools and materials section used in accordance with the work procedures in the experiment. (3) in large group trials, students responses to LKPD developed were classified asvery good criteria with an average percentage of student responses of 86%, thus the product (LKPD) that was developed is very good for use in chemistry learning on the reaction rate material of class XI IPA students of Muhammadiyah Senior High School Kupang. Keywords: R&D research and development, Student Worksheet (LKPD), Reaction rate, Student's Eligibility and Response.
KOMPARASI HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MEDIA ANIMASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TANPA MEDIA ANIMASI PADA MATERI IKATAN KIMIA Komisia, Faderina; Leba, Maria Aloisia Uron
JURNAL KOULUTUS Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk (1). Mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan media animasi dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi padamateri ikatan kimia.(2). Mengetahui rata- rata perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan media animasi dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi pada materi ikatan kimia. Sampel dalam penelitian ini adalah.Siswa kelas X MIPA1 dan XMIPA 2 SMA Negeri 6 Kupang. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t (Independent Samples T-Test) yang dianalisis dengan menggunakan program SPSS 16 pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Ada perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan media animas idengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi padamateri ikatankimia (thit > t atau 6,056> 1,999). (2). Hasil belajar siswa yang lebih tinggi adalah siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dan media animasi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah tanpa media animasi pada materi ikatan kimia (nilai mean 82,0312>79,5625). Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Media Animasi, Hasil Belajar Siswa, danIkatan Kimia.
PELATIHAN PRAKTIKUM IPA TERPADU DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN-BAHAN SEKITAR LINGKUNGAN BAGI GURU-GURU IPA SMP DI KOTAKUPANG Komisia, Faderina; Tukan, Maria Benedikta; Buku, Maria Novita Inya; Jemamu, Imelda
JURNAL KOULUTUS Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dalam merancang percobaan-percobaan dan menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar lingkungan, meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dan meningkatkan kreativitas guru dalam mencari alternatif bahan- bahan praktikum di sekitar lingkungan sehingga dapat menumbuhkan kembali motivasi guru untuk melakukan praktikum di kelas maupun di laboratorium sekolah. Kegiatan PKM ini ditujukan bagi guru-guru IPA SMP di Kota Kupang yang berjumlah 13 orang dan dilakukan pada bulan Mei 2019 di SMP Angkasa Kupang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktikum tentang permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran IPA di SMP, terutama tentang pelaksanaan praktikum dan kendalanya, teknik- teknik dasar dalam memodifikasi suatu kegiatan praktikum dengan alat dan bahan yang lebih mudah didapat atau dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah, melakukan pelatihan praktikum IPA Terpadu bagi guru sehingga guru memiliki keterampilan dalam menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dengan memanfaatkan bahan- bahan sekitar lingkungan. Ketiga metode diterapkan bersama-sama dalam acara pelatihan selama 1 hari. Evaluasi kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan memberikan angket evaluasi kepada guru selama mengikuti kegiatan pelatihan praktikum IPA Terpadu. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa pelatihan praktikum IPA Terpadu dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dalam merancang percobaan-percobaan dan menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu, meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun penuntun praktikum IPA Terpadu dan meningkatkan kreativitas guru dalam mencari alternatif bahan- bahan praktikum di sekitar lingkungan sehingga pelatihan sejenis perlu dilakukan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan khususnya praktikum IPA Terpadu. Keberhasilan kegiatan pelatihan ini ditunjukkan dengan dihasilkannya penuntun praktikum IPA Terpadu dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar lingkungan. Kata Kunci: Pelatihan, Guru-guru IPA SMP, Praktikum IPA Terpadu, Bahan-bahan sekitar lingkungan ABSTRACT The community partnership program (PKM) activity aims increase knowledge of basic techniques in designing experiments and compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment, increase teacher skills in compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environmentand increase teacher creativity in finding alternative practicum materials around the environment so that it can regrow the motivation of teachers to do practicum in the classroom and in the school laboratory. This PKM activity is intended for 13 junior high school science teachers in Kupang City. This PKM activity was carried out in May 2019 at SMP Angkasa Kupang. The method used in this activity is lecture, discussion, question and answer and practice about issues related to learning science in junior high school, especially about the implementation of practicum and its constraints, basic techniques in modifying a practicum activity with easier tools and materials obtained or by utilizing existing materials around the environment that can be applied at school or at home, conducting Integrated Science practicum training for teachers so that teachers have the skills in compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment. The three methods were applied together in a one day training event. Evaluation of the training activities is carried out by giving an evaluation questionnaire to the teacher during the Integrated Science practicum training activities by utilizing materials around the environment. The results of the questionnaire analysis show that Integrated Science practicum training for teachers by utilizing materials around can increase knowledge about basic techniques in designing experiments and compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment, increase teacher skills in compiling Integrated Science practicum guides by utilizing materials around the environment and increase teacher creativity in finding alternative practicum materials around the environment so that similar training needs to be done to increase experience and knowledge, especially Integrated Science Practicum. The success of this training activity was demonstrated by the production of Integrated Science Practicum guides using materials around the environment. Keywords: Training, Junior High School Science Teachers, Integrated Science Practicum, Materials around theenvironment.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA MATERI LAJU REAKSI Tukan, Maria Benedikta; Komisia, Faderina; Leba, Maria Aloisia Uron; Amtonis, Jesiyanti Suni
JURNAL KOULUTUS Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan LKPD praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi siswa kelas XI IPA. (2) mengetahui respon siswa kelas XI IPA terhadap LKPD praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Muhammadiyah Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Kupang yang berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D (research and development). Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar angket respon siswa. Analisis data instrument non tes pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Lembar kerja peserta didik (LKPD) praktikum berbasis lingkungan pada materi laju reaksi yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi laju reaksi dengan persentase rata-rata dari kedua validator sebesar 84% dan tergolong dalam kriteria sangat layak. (2) pada uji coba kelompok kecil, respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan tergolong dalam kriteria baik dengan persentase rata rata respon siswa sebesar 80% tetapi masih perlu direvisi karena pada bagian alat dan bahan tidak ada dituliskan jumlah alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan prosedur kerja dalam percobaan. (3) pada uji coba kelompok besar, respon siswa terhadap LKPD yang dikembangkan tergolong dalam kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata respon siswa sebesar 86% dengan demikian produk (LKPD) yang dikembangkan sangat baik untuk digunakan dalam pembelajaran kimia pada materi laju reaksi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Kupang. Kata Kunci: Penelitian pengembangan R&D, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Laju reaksi, Kelayakan dan Respon siswa ABSTRACTThis research aims to (1) determine the feasibility of environmental based LKPD practicum on the reaction rate material of class XI IPA students. (2) knowing the response of class XI IPA students to the LKPD practicum based on the environment on the reaction rate material. This research was conducted in the odd semester of the 2019/2020 academic year at Muhammadiyah Senior High School Kupang. The sample in this study was 25 students of class XI IPA Muhammadiyah Senior High School Kupang. The sampling technique is saturated sampling. This type of research is research and development (R&D). The instruments used were validation sheets and student response questionnaire sheets. Analysis of non-test instrument data in this research using descriptive data analysis techniques using a Likert scale. The results of this research show that (1) Student worksheets (LKPD) of environment-based practicum on the developed rate reaction material are very suitable for use in chemistry learning on reaction rate material with an average percentage of both validators of 84% and classified in the criteria very decent. (2) in small group trials, students responses to LKPD developed were classified as good criteria with an average percentage of student responses of 80% but it still needs to be revised because there are no numbers of tools and materials on the tools and materials section used in accordance with the work procedures in the experiment. (3) in large group trials, students responses to LKPD developed were classified asvery good criteria with an average percentage of student responses of 86%, thus the product (LKPD) that was developed is very good for use in chemistry learning on the reaction rate material of class XI IPA students of Muhammadiyah Senior High School Kupang. Keywords: R&D research and development, Student Worksheet (LKPD), Reaction rate, Student's Eligibility and Response.