Articles
PKM MANAJEMEN TERAPI KOMPLEMENTER : Progressive Muscle Relaxation (PMR) MENURUNKAN TEKANAN DARAH PESERTA PLORANIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAKANG SOYA
Mevi Lilipory;
Syulce Luselya Tubalawony
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v4i2.1083
Puskesmas Belakang Soya merupakan salah satu Puskesmas di Kota Ambon yang dipilih sebagai Mitra sasaran. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh mitra. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu : 1) Kurangnya pengetahuan peserat prolanis tentang hipertensi dan cara penaganannya secara mandiri, 2) Peserta Prolanis tidak menegtahui cara melakukan terapi PMR. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan berdasarkan permasalahan mitra yaitu : 1) Melakukan penyuluhan Hipertensi. 2) Melakukan pelatihan dan pendampingan kepada peserta prolanis. Target luaran dari kegiatan ini adalah; 1) publikasi artikel pengabdian kepada masyarakat pada jurnal ber-ISSN; (Jurnal nasional pengabdian dan pemberdayaan masyarakat; jurnal maren https://ojs.ukim.ac.id/index.php/maren; ISSN; 2721-4680); 2) publikasi pada media masa; Ghema News (https://www.ghemanews.com/2023/06/pkm-manajemen-terapikomplementer.html); 3) video kegiatan PkM; (https://www.youtube.com/watch?v=sbH2nb6n6eg);. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan agar solusi tersebut dapat tercapai. yaitu: 1) FGD teknis pelaksanaan pengabdian dengan mitra dan analisis kebutuhan. 2) Penyuluhan dan pelatihan. 3) Evaluasi dan tindak lanjut.
PKM MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI MELALUI PENDEKATAN VIDEO BASED INSTRUCTIONS DAN PEER GROUP SUPORT DI SLB
Nenny Parinussa;
Mevi Lilipory
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v3i2.896
Masa remaja merupakan masa yang sangat penting bagi proses perkembangan hidup manusia.. Pada remaja putri khususnya ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Seperti remaja pada umumnya, remaja putri dengan disablilitas juga mengalami menstruasi. Namum, mereka kesulitan dalam melakukan perawatan diri. Remaja putri dengan disabilitas perlu mengenali tubuhnya, apa yang akan terjadi. Mereka juga membutuhkan dan menginginkan informasi tentang mengelola menstruasi secara sehat dan bersih, bagaimana membuang pembalut yang benar, apa yang harus dipersiapkan dan diantisipasi ketika menstruasi dan resiko kesehatan apa saja terkait menstruasi. sehingga mereka tidak terkejut atau ketakutan pada saat haid pertamanya tiba. Penelitian UNICEF di Indonesia pada 2015 menemukan fakta satu dari tujuh anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih, pada saat menstruasi sedangkan satu dari empat perempuan melporkan permasalahan gatal atau sakit pada daerah kemaluannya dan 9% menyatakan sakit sewaktu buang air kecil ketika haid. Tiga penyebab utamanya adalah 1) rendahnya sarana sanitasi yang layak di sekolah, 2) minimnya akses informasi mengenai cara mengelola kebersihan menstruasi secara baik dan benar, dan 3) terbatasnya pengetahuan guru tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) (Burnet Institute, 2015). Di Provinsi Maluku khususnya kota Ambon terdapat sekolah yang memfasilitasi remaja dengan disabilitas yaitu salah satunya di SLB Negeri Batu Merah Ambon. Di SLB Negeri Batu Merah Ambon didapatkan data bahwa jumlah siswa remaja usia 13 sampai 17 tahun berjumlah 48 siswa terdiri dari laki-laki 30 siswa dan perempuan berjumlah 18 siswa. Ada beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu : 1) Belum pernah dilakukan sosialisasai tentang Manajemen Kebersahan Menstruasi bagi siswa/siswi. Sehingga dapat dilakukan metode FGD untuk meningkatkan pengetahuan siswa/siswi; 2) Belum ada pelatihan dan pembentukan peer grup support untuk mendampingi siswi yang mentruasi dalam melakukan MKM. Berdasarkan masalah dan rencana yang telah didisuksikan dengan mitra, maka Tim mengimplementasikan: 1) Melakukan Sosialisasi melalui penyuluhan, diskusi dan tanya jawab kepada seluruh siswa SMP dan SMA dengan menggunakan video based learning Didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan sebelum intervensi dan sesudah intervensi diberikan sebesar 12 responden (57,1 %); 2) Melakukan simulasi dan membentuk peer group support yang diikuti oleh tim pengabdi, guru dan siswa untuk menerapkan MKM menunjukan data bahwa perilaku siswa setelah diberi simulai peer group suport adalah sebanyak 30 responden (93,8%). Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media cetak online; https://lintas-berita.com/2022/10/05/pkmfakultas-kesehatan-ukim-memperkenalkan-keberhasilan-mestruasi-bagi-perempuan/. Video pelaksanaan kegiatan di web LPM UKIM https://www.youtube.com/watch?v=bzTbNWNrzo4
PkM KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI SISWA SD NEGERI 5 TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Sinthia Rosanti Maelissa;
Mevi Lilipory
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.381
Pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut bagi anak usia sekolah perlu ditingkatkan agar tidak terjadi masalah kesehatan gigi seperti karies gigi, plak dan gigi berlubang. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan oleh Petugas kesehatan selama ini hanya sebatas ceramah dan melihat buku gambar sehingga dirasa kurang menarik bagi siswa yang berdampak pada tidak ada peningkatan pengetahuan maupun keterampilan untuk mengatasi maupun mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi pada siswa. Dengan melihat kondisi yang ada, maka Tim PkM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon berinisiatif mendekati pihak Sekolah SD Negeri 5 Tulehu untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait kesehatan gigi dan mulut. Dari hasil diskusi, terlihat banyak masalah yang dihadapi seperti: (1) Sebagian besar siswa tidak menggosok gigi saat akan ke sekolah; (2) Kurangnya keterampilan melakukan cara menggosok gigi dengan benar; (3) Tidak ada poster tentang Kesehatan Gigi dan Mulut di kelas; (4) Siswa sering absen akibat sakit gigi; (5) Sekolah tidak memiliki UKS untuk mengatasi keluhan gigi pada siswa saat di sekolah; (6) Program UKGS dari Puskesmas dilakukan hanya setahun tahun sekali dengan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan tanpa melakukan simulasi untuk meningkatkan keterampilan siswa alam menggosok gigi; (7) Guru tidak dilatih untuk melakukan screening dan membuat rujukan bagi siswa yang mengalami masalah kesehatan gigi di sekolah; (8) Sekolah tidak memiki kantin sehat; (9) Para guru berjualan di dalam kelas dan lebih banyak permen, chiki dan kacang-kacangan. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan dengan mitra, maka Tim mengimplementasikan: (1) penyululuhan tentang kesehatan gigi dengan metode audiovisual; (2) melakukan simulasi menggosok gigi secara baik dan benar; (3) melakukan pemeriksaan gigi siswa; (4) melakukan pendampingan melalui Focus Discussion Group denganpara guru terkait sistem rujukan bagi siswa yang mengalami masalah kesehatan gigi. Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media cetak online: https://ameks.id/sosialisasi-kesehatan-mulut, dan koran Ambon Ekspres (Edisi Rabu, 13 November 2019, Hal. 16). Video kegiatan juga telah diupload pada channel youtube: https://youtu.be/nrAls65ayAw.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) EFEKTIF MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS
Sudarmanto Kasim;
Sinthia Rosanti Maelissa;
Mevi Lilipory
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v2i2.524
Perkembangan motorik halus berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu kemudian melakukan gerakan serta memerlukan koordinasi yang cermat dari mata, tangan dan jari. Perkembangan motorik halus dipengaruhi oleh stimulasi yang didapatkan. Pendidikan AnaK Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pemberian stimulasi melalui pendidikan yang bertujuan mengembangkan segala aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perkembangan motorik halus pada siswa kelas 1 di SD Negeri 9 Tulehu dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tulehu dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling, desain penelitian Cross Sectional dan dan data yang dikumpulkan menggunakan Kuesioner PraScreening Perkembangan (KPSP). hasil uji statistik menggunakan Uji Chi Square. analisis hubungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perkembangan motorik halus diperoleh nilai p=0,013 atau p0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perkembangan motorik halus pada siswa kelas 1 SD. Saran, stimulasi pada anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin oleh orang tua, PAUD merupakan alternatif bagi para orang tua dalam memfasilitasi anak untuk menstimulasi segala aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak sehingga tidak terjadi penyimpangan dan keterlambatan perkembangan sesuai dengan usia anak. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Perkembangan Motorik Halus.
MEDIA FILM PENDEK BERHASIL MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT
Theofilya Amandyakissya;
Sinthia Rosanti Maelissa;
Mevi Lilipory
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i2.131
Pemilihan jajanan masih menjadi masalah dikalangan anak usia sekolah karena banyak yang belum tahu cara memilih jajanan yang aman untuk dimakan. Jajanan yang aman untuk dimakan contohnya yaitu tertutup dan bersih, bebas dari bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan tentang memilih jajanan sehat pada anak adalah melalui pendidikan kesehatan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gizi Melalui Media Film Pendek Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Memilih Jajanan Sehat Di SDN 78 Ambon. Jenis penelitian adalah Pre-eksperiment dengan pendekatan One Group Pre-post Test Design yaitu rancangan eksperimen dengan cara sampel diberikan kuesioner sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan gizi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan menggunakan total sampling. Pengetahuan anak sebelum diberikan perlakuan yaitu 60% kurang dan 40% baik. Pengetahuan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,3% kurang dan 91,7% baik. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Test dengan tingkat kemaknaan α=0,005. Hasil pengolaan data didapatkan nilai p=0,000 atau pα, yang berarti hipotesis alternatif diterima dan adapengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilih jajanan sehat. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek
Pengetahuan Berhubungan Dengan Peran Perawat Dalam Pelayanan Perawatan Menjelang Ajal (Paliatif)
Mevi Lilipory
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v4i2.978
Palliative care is care given to patients with chronic and terminal illness that aims to improve the patients and families’ quality of life. This study aims to determine the relationship of knowledge with the role of nurses in dying care services in the Inter Inpatient Room and ICU Room of RSUD Dr. M. Haullusy Ambon. The research design used was descriptive correlational with cross sectional The number of samples in this study were 45 respondents. The result was analyzed using the chi square test which found that the correlation between two variables of this research is significance at level 0.01. This means that there is a relationship between knowledge and the role of nurses in the care services near death (palliative) in the Internal Inpatient Room and ICU Room Dr. M. Haullussy Ambon Hospital. Based on the result of the study, the conclusion is that the knowledge and the role of care has a significance relationship with a value of p 0.001 (p 0.01). The suggestion of this research for the all nurses is to enhance their knowledge and role by attending seminars or training activities in order to improve performance and also the quality of service.Keywords: Knowledge, Role of Nurses, Palliative Care
MOTIVASI DAN SUMBER INFORMASI BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN STROKE BERULANG
Mevi Lilipory;
Magdalena Helena Pattipelohy;
Yoan Susan Tuarissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54639/mhj.v1i3.305
Recurrent Stroke is a neurological disorder that occurs due to lack of blood supply to areas of the brain after previously having a stroke. Patients who have low motivation need to have the support of family because of the support or encouragement a family can strengthen and motivate the patient to achieve the expected goals. The provision of information anticipation and planning that takes the patient and family after returning home, is an important part in health care in a comprehensive manner and should be done on each treatment plan of the patient. The purpose of this study was to determine the relationship of motivation and a source of information with prevention of recurrent stroke in RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Research design this research uses observational analytic design with cross-sectional. The number of samples in this study were 47 respondents. Data collection using a questionnaire and the results are tested by using Chi-Square test value of p 0.05 (p = 0.003) and showed that there is a significant relationship between motivation and the prevention of recurrent stroke in RSUD Dr. M. Haulussy Ambon and there was a significant relationship between source of information with prevention of recurrent stroke in RSUD Dr. M. Haulussy Ambon with the results of the Chi-Square test value of p 0.05 (p = 0.000). From this study it is suggested can be used as information in the add insight and knowledge in the field of health especially in providing motivation and information for people who have a stroke can prevent recurrent stroke.Keyword : Motivation, Source Of Information, The Prevention Of Recurrent Stroke
PENYULUHAN PENCEGAHAN DAMPAK JANGKA PANJANG INFEKSI SALURAN KEMIH PADA REMAJA DESA KAWATU
Tubalawony, Syulce Luselya;
Lilipory, Mevi;
Manuhutu, Feby;
Parinussa, Nenny
Insanta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INSANTA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, Volume 2 Nomor 3, Juli 2024
Publisher : LPP ARROSYIDIN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61924/insanta.v2i3.33
Urinary Tract Infection (UTI) is a disease of the urogenital system caused by bacterial colonization of the urinary tract. The bacteria that are often found in UTI patients are E. coli bacteria. UTIs are more commonly found in teenagers and early adults, namely girls (79%) than boys (21%). UTI problems can result in increased morbidity (illness) rates which can lead to increased medical costs. Based on this problem, it is necessary to carry out prevention efforts from an early age, one of which is providing counseling through Community Service (PKM) activities to middle school (SMP) students. The aim of PKM is to provide education to Kawatu Middle School students. This activity was carried out in Class 8 of Kawatu Middle School and was attended by 35 students and 2 teachers. This activity stage includes preparation, implementation and evaluation of the program. The results of this activity showed that there were 19 (75.4%) female students while there were 16 (24.6%) male students. During the counseling process, interactive questions and answers occur, showing that students are able to receive the material well. The conclusion is that this PKM activity was successful in increasing students' knowledge regarding the occurrence and prevention of UTIs and their complications if they are not handled thoroughly.
Progressive Muscule Relaxtion (PMR) Menurunkan Tekanan Darah Peserta Prolanis yang Menderita Hipertensi
Tubalawony, Syulce Luselya;
Lilipory, Mevi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1624
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Penatalaksanaan hipertensi lebih di prioritaskan terapi non farmakologi, salah satunya yaitu terapi progressive muscule relaxtion (PMR). PMR adalah terapi yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan dengan cara menegangkan dan mengendurkan otot secara lembut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh progressive muscule relaxtion (PMR) terhadap penurunan tekanan darah pada peserta prolanis yang menderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Belakang Soya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yang berjumlah 90 sampel, instrument yang digunakan adalah sphygnomanometer Omron. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan pada tekanan sistol (p=0.000) dan diastole (p=0.042) sebelum dan sesudah. Berdasarkan penelitian ini diharapkan agar responden dapat menjadikan terapi PMR sebagai terapi yang rutin dilakukan untuk menurunkan tekanan darah.
PKM MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI MELALUI PENDEKATAN VIDEO BASED INSTRUCTIONS DAN PEER GROUP SUPORT DI SLB
Parinussa, Nenny;
Lilipory, Mevi
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69765/mjppm.v5i1.1218
Masa remaja merupakan masa yang sangat penting bagi proses perkembangan hidup manusia.. Pada remaja putri khususnya ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Seperti remaja pada umumnya, remaja putri dengan disablilitas juga mengalami menstruasi. Namum, mereka kesulitan dalam melakukan perawatan diri. Remaja putri dengan disabilitas perlu mengenali tubuhnya, apa yang akan terjadi. Mereka juga membutuhkan dan menginginkan informasi tentang mengelola menstruasi secara sehat dan bersih, bagaimana membuang pembalut yang benar, apa yang harus dipersiapkan dan diantisipasi ketika menstruasi dan resiko kesehatan apa saja terkait menstruasi. sehingga mereka tidak terkejut atau ketakutan pada saat haid pertamanya tiba. Penelitian UNICEF di Indonesia pada 2015 menemukan fakta satu dari tujuh anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih, pada saat menstruasi sedangkan satu dari empat perempuan melporkan permasalahan gatal atau sakit pada daerah kemaluannya dan 9% menyatakan sakit sewaktu buang air kecil ketika haid. Tiga penyebab utamanya adalah 1) rendahnya sarana sanitasi yang layak di sekolah, 2) minimnya akses informasi mengenai cara mengelola kebersihan menstruasi secara baik dan benar, dan 3) terbatasnya pengetahuan guru tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) (Burnet Institute, 2015). Di Provinsi Maluku khususnya kota Ambon terdapat sekolah yang memfasilitasi remaja dengan disabilitas yaitu salah satunya di SLB Negeri Batu Merah Ambon. Di SLB Negeri Batu Merah Ambon didapatkan data bahwa jumlah siswa remaja usia 13 sampai 17 tahun berjumlah 48 siswa terdiri dari laki-laki 30 siswa dan perempuan berjumlah 18 siswa. Ada beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu : 1) Belum pernah dilakukan sosialisasai tentang Manajemen Kebersahan Menstruasi bagi siswa/siswi. Sehingga dapat dilakukan metode FGD untuk meningkatkan pengetahuan siswa/siswi; 2) Belum ada pelatihan dan pembentukan peer grup support untuk mendampingi siswi yang mentruasi dalam melakukan MKM. Berdasarkan masalah dan rencana yang telah didisuksikan dengan mitra, maka Tim mengimplementasikan: 1) Melakukan Sosialisasi melalui penyuluhan, diskusi dan tanya jawab kepada seluruh siswa SMP dan SMA dengan menggunakan video based learning Didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan sebelum intervensi dan sesudah intervensi diberikan sebesar 12 responden (57,1 %); 2) Melakukan simulasi dan membentuk peer group support yang diikuti oleh tim pengabdi, guru dan siswa untuk menerapkan MKM menunjukan data bahwa perilaku siswa setelah diberi simulai peer group suport adalah sebanyak 30 responden (93,8%). Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media cetak online; https://lintas-berita.com/2022/10/05/pkm-fakultas-kesehatan-ukimmemperkenalkan-keberhasilan-mestruasi-bagi-perempuan/. Video pelaksanaan kegiatan di web LPM UKIM https://www.youtube.com/watch?v=bzTbNWNrzo4