Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbedaan BB Bayi BBL dengan Taksiran BB Janin Pada Parturien Aterm Di Klinik Miracle Bandung Tahun 2025: Differences in Baby Weight (BBL) and Estimated Fetal Weight (BB) in Term Parturients at the Miracle Clinic in Bandung on 2025 Elisa Situmorang; Mega Rosnawati; Roganda Situmorang
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.373

Abstract

Ultrasonografi merupakan suatu metoda diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrsonik, untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gelombang ekho dari gelombang ultrasonik yang dipantulkan oleh jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berat badan bayi baru lahir menurut taksiran berat badan janin pada saat USG Parturien Aterm di Klinik Miracle, Bandung tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah  deskriptif  korelatif  dengan rancangan  cross sectional. Setiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel obyek pada saat pemeriksaan. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah semua semua ibu hamil parturien aterm yang melahirkan di Klinik Miracle, Bandung pada bulan Januari 2026 s/d Juni 2026 sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh responden (93.33%) memiliki taksiran berat badan janin pada saat USG >2500-4000 gr dan berat badan bayi >2500-4000 gr, artinya terdapat perbedaan antara taksiran berat badan janin pada saat USG dengan berat badan bayi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan perlu penyuluhan secara terus menerus dan berkesinambungan tentang menilai kesejahteraan janin kepada tenaga kesehatan.   Ultrasound is a diagnostic method using ultrsonik waves, to study the network structure based Ekho wave of ultrasonic waves reflected by the network. The purpose of this study was to determine differences in weight of newborns according to estimated fetal weight at the time of ultrasound at term parturients at Miracle Clinic, Bandung in 2026. This research is a descriptive correlative with cross sectional design. Each study subject is observed only once and measurements were made on the status of the character or object variable at the time of examination. Collecting data in this study were all full-term parturients all pregnant women who gave birth Miracle Clinic, Bandung in June 2025 s / d in December 2025 as many as 30 people. The results showed almost all respondents (93.33%) had estimated fetal weight at the time of ultrasound> 2500-4000 g and baby weight> 2500-4000 g, meaning that there is a difference between the estimated fetal weight at the time of the baby's weight by ultrasound Miracle Clinic, Bandung in 2025. Based on the research results, the researchers suggest that health professionals need continuous counseling and continuously assess fetal well-being of the health workers.
Interprofessional Education Melalui Promosi Kesehatan Keluarga Tentang Hipertensi di Kota Bandung Roganda Situmorang; ED Yunisa Mega Pasha
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i1.974

Abstract

Keluarga merupakan sasaran dasar dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat untuk mencapai kesehatan nasional di Indonesia. Informasi ditemukan bahwa dalam keluarga wilayah kota Bandung terdapat permasalahan penyakit degeneratif (hipertensi) di keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah mengaplikasikan proyek promosi dan preventif kesehatan berbasis kolaborasi antar profesi (interprofessional education) tentang promosi kesehatan hipertensi pada keluarga wilayah kota Bandung. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik dan pengetahuan keluarga tentang pemanfaatan TOGA untuk mengatasi hipertensi. Perlunya sosialisasi secara berkala secara berkala dan melibatkan banyak masyarakat dan kader. Keluarga diharapkan mengaplikasikan dirumah dan disebar luaskan informasi terkait hipertensi dan TOGA untuk hipertensi.
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Bagi Warga Cibiru Hilir Bandung Roganda Situmorang; Garnadi Jafar; Iceu Mulyati; Fatmawati Karim; Siti Saidah Muthmainah
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v2i2.1088

Abstract

Sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia untuk mencapai kesehatan nasional adalah keluarga. Informasi ditemukan bahwa dalam keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung terdapat permasalahan masih banyak keluarga kurang mengetahui penyakit tidak menular (hipertensi). Tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan upaya promosi dan preventif kesehatan berbasis kolaborasi antar profesi tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Perlunya sosialisasi secara berkala secara berkala dan melibatkan banyak masyarakat dan kader. Keluarga diharapkan mengaplikasikan dirumah dan disebar luaskan informasi terkait hipertensi.
Kegiatan promotif-preventif kesehatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan sampah Agus Mi’raj Derajat; Rahmat Santoso; Yunisa Mega Pasha; Ina Sugiharti; Madinatul Munawaroh; Dewi Kurnia; Nadia Ushfuri Amini; Roganda Situmorang
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.4419

Abstract

Background: Indonesia faces significant health challenges, ranging from the double burden of disease to issues regarding the distribution of medical facilities and personnel. Official data from the Indonesian Ministry of Health and Statistics Indonesia (BPS) indicate that the country is grappling with a double health burden: a high prevalence of infectious diseases alongside a surge in non-communicable diseases. Consequently, educational interventions are required to provide insights aimed at improving health outcomes. Purpose: To enhance public knowledge regarding the risks of stunting, adolescent early marriage, and hypertension, and to provide guided training on household waste management and the adoption of clean and healthy living behaviors. Method: This initiative consisted of interactive education and training interventions conducted in Mandalahaji Village, Pacet District, Bandung Regency. Forty-two residents participated in the program, which involved eight lecturers and twenty-six students. Participant knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational activities. Knowledge was evaluated by comparing pretest and posttest results, while participant skills were assessed through observations of waste sorting practices, health cadres conducting screening visits, and the implementation of clean and healthy living behaviors. These results were analyzed descriptively to provide an overview of healthy living behaviors implementation and to evaluate the success of the educational activities. Results: Evaluation showed an improvement in participants' knowledge and skills across the entire series of activities, with achievements approaching or exceeding the minimum target of 70% of the total program target. Post-test results indicated that the number of participants demonstrating a "good" level of knowledge was 38 (90.5%) for waste management; 40 (95.2%) for balanced nutrition and immunization; 38 (90.5%) for screening techniques and hypertension; and 42 (100.0%) for the prevention of early marriage. Additionally, 40 participants (95.2%) demonstrated a "good" level of knowledge regarding clean and healthy living behavior following the educational activities. Conclusion: The program successfully improved community knowledge and skills regarding household waste management, balanced nutrition, early detection of hypertension, adolescent reproductive health, and healthy living behavior, with outcomes approaching or meeting the minimum target of 70% of the program's objectives. Suggestion: Periodic follow-up support by health volunteers and waste bank administrators is necessary to ensure the sustainability of waste management and healthy living behaviors practices. Health volunteers need to continue monitoring changes in community behavioral patterns specifically waste sorting practices, screening visits, and healthy living behaviors implementation in the subsequent months to ensure the program's impact is sustained. Keywords: Community empowerment; Family health education; Healthy living behaviors; Household waste management Pendahuluan: Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar di bidang kesehatan, mulai dari beban ganda penyakit hingga masalah penyebaran fasilitas dan tenaga medis. Data resmi dari Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia menghadapi beban ganda kesehatan, yaitu tingginya penyakit menular serta lonjakan penyakit tidak menular. Sehingga diperlukan intervensi edukasi untuk memberikan wawasan sebagai upaya perbaikan derajat kesehatan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai risiko stunting, pernikahan dini pada remaja, hipertensi, serta pelatihan dengan pendampingan pengelolaan sampah rumah tangga dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode: Kegiatan ini merupakan edukasi interaktif dengan intervensi pelatihan yang dilaksanakan di Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti 42 warga untuk menjadi partisipan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 8 orang dosen serta 26 orang mahasiswa. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest, sedangkan untuk tingkat kemampuan partisipan di evaluasi berdasarkan observasi ketika melakukan praktik pemilahan sampah, kader dalam melakukan kunjungan skrining, dan penerapan PHBS. Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk memberikan gambaran penerapan PHBS dan menilai keberhasilan kegiatan edukasi. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pada seluruh rangkaian kegiatan, dengan capaian mendekati atau melampaui target minimal 70 persen dari total sasaran program. Berdasarkan posttest menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dalam kategori baik menjadi sebanyak 38 partisipan (90.5%), untuk tingkat pengetahuan mengenai gizi seimbang dan imunisasi dalam kategori baik menjadi sebanyak 40 partisipan (95.2%), untuk tingkat pengetahuan mengenai teknik skrining dan hipertensi dalam kategori baik menjadi sebanyak 38 partisipan (90.5%), untuk tingkat pengetahuan mengenai pencegahan pernikahan dini dalam kategori baik menjadi sebanyak 42 partisipan (100.0%). Sedangkan untuk tingkat pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kategori baik menjadi sebanyak 40 partisipan (95.2%) setelah kegiatan edukasi. Simpulan: Program berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, gizi seimbang, deteksi dini hipertensi, kesehatan reproduksi remaja, dan PHBS, dengan capaian mendekati atau memenuhi target minimal 70 persen dari sasaran program. Saran: Perlu dilakukan pendampingan lanjutan secara berkala oleh kader kesehatan dan pengurus bank sampah agar praktik pengelolaan sampah dan PHBS dapat berjalan berkelanjutan. Pemantauan perubahan pola perilaku masyarakat (praktik pemilahan sampah, kunjungan skrining, dan penerapan PHBS) perlu terus dilakukan oleh kader kesehatan pada bulan-bulan berikutnya untuk memastikan keberlanjutan dampak program.
Penguatan Pendidikan Hipertensi Sebagai Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Sinarjaya Garut Roganda Situmorang; Ade Iwan Mutiudin; Diana Ulfah; Yani Marlina; Tri Nur Jayanti
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1389

Abstract

Warga desa merupakan sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia dalam target kesehatan nasional. Informasi ditemukan bahwa kajian situasi warga di wilayah Desa Sirnajaya tertinggi warganya banyak mengalami penyakit tidak menular salah satunya adalah hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan promosi dan preventif kesehatan tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada warga di wilayah Desa Sirnajaya. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan warga di wilayah Desa Sirnajaya tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Diperlukan sosialisasi secara berkala yang melibatkan banyak masyarakat dan kader serta warga diharapkan mengaplikasikannya dirumah dan melakukan penyebarluasan informasi terkait hipertensi.
Edukasi Pengenalan Diabetes Melitus Sejak Dini Bagi Masyarakat di Wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung Roganda Situmorang; Garnadi Jafar; Iceu Mulyati; Fatmawati Karim; Siti Saidah Muthmainah
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i1.1089

Abstract

Sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia untuk mencapai kesehatan nasional adalah keluarga. Informasi ditemukan bahwa dalam keluarga di wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung terdapat permasalahan masih banyak keluarga kurang mengetahui penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus. Tujuan kegiatan ini adalah mengimplementasikan upaya promosi dan preventif kesehatan berbasis kolaborasi antar profesi tentang pemberian edukasi kesehatan tentang diabetes melitus pada keluarga wilayah Desa Cibiru Hilir Bandung. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang diabetes melitus dari kurang baik menjadi baik. Perlunya sosialisasi secara berkala secara berkala dan melibatkan banyak masyarakat dan kader. Keluarga diharapkan mengaplikasikan dirumah dan disebar luaskan informasi terkait diabetes melitus.