Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan dengan Media Puzzle Efektif Meningkatkan Perilaku Hand Higyene pada Anak Usia Sekolah Sinthia Rosanti Maelissa; Romario Yakop Ukru
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 2 (2020): Mei 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v2i2.118

Abstract

Perilaku mencuci tangan pada Anak Usia Sekolah saat ini masih sangat rendah, sehingga berisiko terjadinya diare karena kuman yang dibawa menyebabkan pathogen baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga dibutuhkan metode promosi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku mencuci tangan yang tepat, salah satunya melalui metode permainan puzzle. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media puzzle terhadap perilaku hand higyene pada anak usia sekolah di SD Kristen Waru Waipia. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 dan 2 di SD Kristen Waru Waipia dengan sampel berjumlah 31 responden yang akan diobservasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media puzzle. Instrument dalam pengumpulan data berupa lembar observasi. Proses intervensi menggunakan protocol intervensi pendidikan kesehatan dengan media puzzle. Uji statistic yang digunakan yakni Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan dengan media puzzle hampir semua responden berjumlah 27 responden dari total 31 responden (95%) tidak mampu mendemonstrasikan teknik 6 langkah Hand Higyene dengan baik dan benar, sedangkan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan media puzzle responden yang mampu mendemonstrasikan teknik 6 langkah Hand Higyene yang baik dan benar berjumlah 30 responden (96.77%). Analisis pengaruh didapatkan p=0,000 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media puzzle terhadap kemampuan Hand Higyene pada anak usia sekolah di SD Kristen Waru Waipia. Kata kunci: anak usia sekolah; hand higyene; pendidikan kesehatan; media puzzle HEALTH EDUCATION WITH EFFECTIVE PUZZLE MEDIA ENHANCES HAND HIGYENE BEHAVIOR IN CHILDREN AGE SCHOOL ABSTRACT Hand washing behavior in School Age Children is still very low, so the risk of diarrhea is because the germs that are brought on cause pathogens both directly and indirectly. So we need the right promotional methods to increase knowledge about proper hand washing behavior, one of them is through the puzzle game method. This study used a pre-experimental design with a one-group pre-post test design aimed to identify the effect of health education using puzzle media on hand hygiene behavior in school-age children in Waru Waipia Christian Elementary School. The population of this study was all students of grade 1 and 2 at Waru Wiapia Christian Elementary School with a sample of 31 respondents who were observed before and after being given health education with puzzle media. Instrument in data collection in the form of observation sheet. The intervention process uses a health education intervention protocol with puzzle media. The statistical test used is Wilcoxon. The results showed that before getting health education with puzzle media, almost all respondents numbered 27 respondents from a total of 31 respondents (95%) unable to demonstrate the 6-step Hand Higyene technique properly and correctly, whereas after getting health education with puzzle media respondents were able to demonstrate the technique The 6 steps of good and correct Hand Higyene are 30 respondents (96.77%). Analysis of influence obtained P = 0,000 which means there is an effect of health education with puzzle media on the ability of Hand Higyene in school-age children in Waru Waipia Christian Elementary School. Keywords: health education; hand higyene; school age childre; puzzle games
Risk of Teenagers’ Pre-Marital Sexual Behavior in Boarding Houses Sinthia Rosanti Maelissa
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 1 No 1 (2020): July-December 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The social environment nowadays offers many options for young people. Dating styles that present opportunities for premarital sexual behavior among adolescents become an attractive offer, especially for teens who live in boarding houses. Residing in a boarding house without direct supervision from parents and landowners causes teens to liberally engage in a premarital sexual behavior with their partners, thus making boarding houses an unsafe environment for them. This study used Descriptive Phenomenology Design which aimed to comprehensively investigate the risks of premarital sexual behavior among adolescents living in boarding houses. The number of participants in this study was 6 people until data saturation was reached. The analysis in this study used selective techniques and focusing analysis resulted in 3 themes, i.e.: 1) the desire to experiment, 2) social demands and 3) places to live with potential risk. The drives from within, social demands from friends, and places with high possible risk become the causes of premarital sexual behavior in boarding houses. The results of the study encourage community nurses to improve adolescents’ screening through health programs in schools and PKPR for teenagers who live in the boarding houses.
Pendidikan Kesehatan dengan Media Puzzle Efektif Meningkatkan Perilaku Hand Higyene pada Anak Usia Sekolah Sinthia Rosanti Maelissa; Romario Yakop Ukru
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 2 (2020): Mei 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v2i2.118

Abstract

Perilaku mencuci tangan pada Anak Usia Sekolah saat ini masih sangat rendah, sehingga berisiko terjadinya diare karena kuman yang dibawa menyebabkan pathogen baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga dibutuhkan metode promosi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku mencuci tangan yang tepat, salah satunya melalui metode permainan puzzle. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media puzzle terhadap perilaku hand higyene pada anak usia sekolah di SD Kristen Waru Waipia. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 dan 2 di SD Kristen Waru Waipia dengan sampel berjumlah 31 responden yang akan diobservasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media puzzle. Instrument dalam pengumpulan data berupa lembar observasi. Proses intervensi menggunakan protocol intervensi pendidikan kesehatan dengan media puzzle. Uji statistic yang digunakan yakni Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan dengan media puzzle hampir semua responden berjumlah 27 responden dari total 31 responden (95%) tidak mampu mendemonstrasikan teknik 6 langkah Hand Higyene dengan baik dan benar, sedangkan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan media puzzle responden yang mampu mendemonstrasikan teknik 6 langkah Hand Higyene yang baik dan benar berjumlah 30 responden (96.77%). Analisis pengaruh didapatkan p=0,000 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media puzzle terhadap kemampuan Hand Higyene pada anak usia sekolah di SD Kristen Waru Waipia. Kata kunci: anak usia sekolah; hand higyene; pendidikan kesehatan; media puzzle HEALTH EDUCATION WITH EFFECTIVE PUZZLE MEDIA ENHANCES HAND HIGYENE BEHAVIOR IN CHILDREN AGE SCHOOL ABSTRACT Hand washing behavior in School Age Children is still very low, so the risk of diarrhea is because the germs that are brought on cause pathogens both directly and indirectly. So we need the right promotional methods to increase knowledge about proper hand washing behavior, one of them is through the puzzle game method. This study used a pre-experimental design with a one-group pre-post test design aimed to identify the effect of health education using puzzle media on hand hygiene behavior in school-age children in Waru Waipia Christian Elementary School. The population of this study was all students of grade 1 and 2 at Waru Wiapia Christian Elementary School with a sample of 31 respondents who were observed before and after being given health education with puzzle media. Instrument in data collection in the form of observation sheet. The intervention process uses a health education intervention protocol with puzzle media. The statistical test used is Wilcoxon. The results showed that before getting health education with puzzle media, almost all respondents numbered 27 respondents from a total of 31 respondents (95%) unable to demonstrate the 6-step Hand Higyene technique properly and correctly, whereas after getting health education with puzzle media respondents were able to demonstrate the technique The 6 steps of good and correct Hand Higyene are 30 respondents (96.77%). Analysis of influence obtained P = 0,000 which means there is an effect of health education with puzzle media on the ability of Hand Higyene in school-age children in Waru Waipia Christian Elementary School. Keywords: health education; hand higyene; school age childre; puzzle games
PkM KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI SISWA SD NEGERI 5 TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH Sinthia Rosanti Maelissa; Mevi Lilipory
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i1.381

Abstract

Pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut bagi anak usia sekolah perlu ditingkatkan agar tidak terjadi masalah kesehatan gigi seperti karies gigi, plak dan gigi berlubang. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan oleh Petugas kesehatan selama ini hanya sebatas ceramah dan melihat buku gambar sehingga dirasa kurang menarik bagi siswa yang berdampak pada tidak ada peningkatan pengetahuan maupun keterampilan untuk mengatasi maupun mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi pada siswa. Dengan melihat kondisi yang ada, maka Tim PkM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon berinisiatif mendekati pihak Sekolah SD Negeri 5 Tulehu untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait kesehatan gigi dan mulut. Dari hasil diskusi, terlihat banyak masalah yang dihadapi seperti: (1) Sebagian besar siswa tidak menggosok gigi saat akan ke sekolah; (2) Kurangnya keterampilan melakukan cara menggosok gigi dengan benar; (3) Tidak ada poster tentang Kesehatan Gigi dan Mulut di kelas; (4) Siswa sering absen akibat sakit gigi; (5) Sekolah tidak memiliki UKS untuk mengatasi keluhan gigi pada siswa saat di sekolah; (6) Program UKGS dari Puskesmas dilakukan hanya setahun tahun sekali dengan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan tanpa melakukan simulasi untuk meningkatkan keterampilan siswa alam menggosok gigi; (7) Guru tidak dilatih untuk melakukan screening dan membuat rujukan bagi siswa yang mengalami masalah kesehatan gigi di sekolah; (8) Sekolah tidak memiki kantin sehat; (9) Para guru berjualan di dalam kelas dan lebih banyak permen, chiki dan kacang-kacangan. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan dengan mitra, maka Tim mengimplementasikan: (1) penyululuhan tentang kesehatan gigi dengan metode audiovisual; (2) melakukan simulasi menggosok gigi secara baik dan benar; (3) melakukan pemeriksaan gigi siswa; (4) melakukan pendampingan melalui Focus Discussion Group denganpara guru terkait sistem rujukan bagi siswa yang mengalami masalah kesehatan gigi. Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media cetak online: https://ameks.id/sosialisasi-kesehatan-mulut, dan koran Ambon Ekspres (Edisi Rabu, 13 November 2019, Hal. 16). Video kegiatan juga telah diupload pada channel youtube: https://youtu.be/nrAls65ayAw.
Pemijatan pada Bayi Efektif Meningkatkan Berat Badan Sinthia Rosanti Maelissa; Syulce Luselya Tubalawony
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.277

Abstract

ABSTRAKThe purpose of this research is to see the baby's weight development especially for 4 to 6 month when they are receiving message therapy in the working area of Saparua public health center,Saparua sub-district. To get a sample that represents the population is done by the purposive sampling method with 20 respondents. The primary data collection is done by observing the weight through weighing and filling out the questionnaire that is filled by baby's mother. Mean while secondary data is obtained from Saparua public health center. The data were analized by dividing groups into 2, 10 people are the treatment people and 10 people are the control people,than compared and tested Independent statistic T-test. The result of the research show that routine message therapy for baby with mesaage movements on the feed,stomach, chest,hands,back and streching movements can improve baby's weight. The message therapy can stimulates intestinal peristaltic development and improve the gastric emptying and the production of digestive enzymes so the maximum food absorption and also blood circulation and increase cell metabolism so the baby's weight will be increase.Key words: the effect of the baby therapy. the Weight increase..
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU DEWASA PADA PENDERITA RAWAT JALAN RSUD TULEHU Syulce Luselya Tubalawony; Sinthia Rosanti Maelissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.262

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Tahan Asam (BTA) Mycobacterium tuberculosa. TB adalah salah satu masalah kesehatan global utama dengan tingkat kejadian 9 juta kasus per tahun di seluruh dunia. Tuberkulosis paru juga merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di RSUD Tulehu. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kasus setiap tahun, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru dewasa pada penderita rawat jalan di RSUD Tulehu. Jenis penelitian ini adalah jenis analitik obsevasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah 72 pasien dewasa rawat jalan RSUD Tulehu. Dan sampelnya di ambil dengan menggunakan metode total sampling yang terdiri dari 36 penderita TB paru dewasa dan 36 bukan penderita TB paru dewasa sebagai pembanding. Pengumpulan data meliputi data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan pengukuran. Hasil penelitian ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan status gizi dengan kejadian TB paru dewasa. Serta tidak ada hubungan antara pekerjaan dan merokok dengan kejadian TB paru dewasa. Disarankan agar Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan RSUD Tulehu khususnya perlu meningkatkan penyuluhan tentang TB paru dan penyuluhan tentang asupan gizi yang baik, agar pengetahuan masyarakat tentang TB paru pada meningkat dan status gizi masyarakat juga baik. Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Pengetahuan, Pekerjaan, Merokok, Status Gizi ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosa (BTA) Acid Resistant. TB is one of the major global health problems with an incidence rate of 9 million cases per year worldwide. Pulmonary tuberculosis is also an infectious disease which is a health problem in Tulehu District Hospital. This is evidenced by the increase in cases each year. The aim of the study was to determine the factors associated with the incidence of adult pulmonary TB in outpatients in Tulehu District Hospital. This type of research is obsevasional analytic type using cross sectional design. The study population was 72 adult outpatients at Tulehu District Hospital. And the sample was taken using a total sampling method consisting of 36 adult pulmonary TB patients and 36 non-adult pulmonary TB patients as a comparison. Data collection includes primary data through interviews using questionnaires, and measurements. The results of the study have a significant relationship between knowledge and nutritional status with the incidence of adult pulmonary TB. And there is no relationship between work and smoking with the incidence of adult pulmonary TB. It is recommended that the Maluku Provincial Health Office and Tulehu District Hospital in particular need to increase education on pulmonary TB and counseling on good nutrition, so that community knowledge about pulmonary TB increases and the nutritional status of the community is also good. Keywords: Lung Tuberculosis, Knowledge, Work, Smoking, Nutritional Status 
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) EFEKTIF MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS Sudarmanto Kasim; Sinthia Rosanti Maelissa; Mevi Lilipory
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.524

Abstract

Perkembangan motorik halus berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu kemudian melakukan gerakan serta memerlukan koordinasi yang cermat dari mata, tangan dan jari. Perkembangan motorik halus dipengaruhi oleh stimulasi yang didapatkan. Pendidikan AnaK Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pemberian stimulasi melalui pendidikan yang bertujuan mengembangkan segala aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perkembangan motorik halus pada siswa kelas 1 di SD Negeri 9 Tulehu dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tulehu dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling, desain penelitian Cross Sectional dan dan data yang dikumpulkan menggunakan Kuesioner PraScreening Perkembangan (KPSP). hasil uji statistik menggunakan Uji Chi Square. analisis hubungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perkembangan motorik halus diperoleh nilai p=0,013 atau p0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan perkembangan motorik halus pada siswa kelas 1 SD. Saran, stimulasi pada anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin oleh orang tua, PAUD merupakan alternatif bagi para orang tua dalam memfasilitasi anak untuk menstimulasi segala aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak sehingga tidak terjadi penyimpangan dan keterlambatan perkembangan sesuai dengan usia anak. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Perkembangan Motorik Halus.
MEDIA FILM PENDEK BERHASIL MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT Theofilya Amandyakissya; Sinthia Rosanti Maelissa; Mevi Lilipory
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.131

Abstract

Pemilihan jajanan masih menjadi masalah dikalangan anak usia sekolah karena banyak yang belum tahu cara memilih jajanan yang aman untuk dimakan. Jajanan yang aman untuk dimakan contohnya yaitu tertutup dan bersih, bebas dari bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan tentang memilih jajanan sehat pada anak adalah melalui pendidikan kesehatan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gizi Melalui Media Film Pendek Terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Memilih Jajanan Sehat Di SDN 78 Ambon. Jenis penelitian adalah Pre-eksperiment dengan pendekatan One Group Pre-post Test Design yaitu rancangan eksperimen dengan cara sampel diberikan kuesioner sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan gizi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan menggunakan total sampling. Pengetahuan anak sebelum diberikan perlakuan yaitu 60% kurang dan 40% baik. Pengetahuan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,3% kurang dan 91,7% baik. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Test dengan tingkat kemaknaan α=0,005. Hasil pengolaan data didapatkan nilai p=0,000 atau pα, yang berarti hipotesis alternatif diterima dan adapengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang memilih jajanan sehat. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan gizi melalui media film pendek
STATUS PEKERJAAN IBU DAN SUMBER INFORMASI BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI Sinthia Rosanti Maelissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.421

Abstract

Latar Belakang: Pemberian makanan pengganti atau pendamping ASI (MP-ASI) sebelum berusia enam bulan tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan alergi pada bayi. Menurut WHO, bayi yang mendapatkan makanan pendamping ASI sebelum berusia enam bulan akan mempunyai rIsiko 17 kali lebih besar mengalami diare dan 3 kali lebih besar kemungkinan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dibandingkan bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif dan mendapatkan MP ASI dengan tepat waktu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status pekerjaan ibu dan sumber informasi dengan pemberian MP-ASI pada bayi 6 bulan. Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 110 ibu.Data dianalis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara variable status pekerjaan dengan pemberian makanan pendamping ASI (p value 0,002) dan variabel sumber informasi dengan pemberian makanan pendamping ASI (p value 0,000). Saran: diharapkan untuk petugas kesehatan dapat meningkatkan program komunikasi informasi dan edukasi (KIE) khususnya tentang ASI Eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI agar tidak berdampak pada tumbuh kembang bayi. Kata kunci: Status Pekerjaan, Sumber Informasi, MP-ASI
Pengalaman ODHA Menjalani Voluntary Counseling and Testing (VCT) Maelissa, Sinthia Rosanti
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 10 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Juni 2020
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.908 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v10i02.485

Abstract

Pendahuluan: Orang dengan HIV AIDS (ODHA) akan mengalami krisis afektif pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, dalam bentuk kepanikan, ketakutan, kecemasan, serba ketidakpastian, keputusasaan, dan stigma yang berdampak pada kualitas hidup, sehingga membutuhkan penanganan setiap problem yang dialami ODHA, salah satunya adalah program Voluntary Counseling and Testing (VCT). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara mendalam tentang pengalaman ODHA menjalani VCT. Metode: Desain penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan dengan jumlah partisipan 10 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan dipilih dengan bantuan petugas puskesmas sebagai gatekeeper yang telah diberikan penjelasan sebelumnya terkait tujuan penelitian dan kriteria partisipan. Teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis selektif dan focusing. Hasil: penelitian ini mengidentifikasi tiga tema utama yaitu : 1) pentingnya mengikuti VCT, 2) proses mnjalani VCT , dan 3) hasil dari proses yang dijalani. Kesimpulan: ODHA merasakan pentingnya mengikuti VCT untuk dapat mendeteksi penyakit secara dini dan memperoleh pengobatan serta dukungan sosial untuk menghadapi stigma dan diskriminasi.