Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Recovery from ‘schizophrenia’: Perspectives of mental health nurses in the Eastern island of Indonesia Tasijawa, Fandro Armando; Suryani, Suryani; Sutini, Titin; Maelissa, Sinthia Rosanti
Belitung Nursing Journal Vol. 7 No. 4 (2021): July - August
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.1621

Abstract

Background: Recovery is a way of life to make people’s lives more meaningful by working and interacting socially in the community. The recovery has become a new vision of mental health services, including in persons with schizophrenia. However, this concept is relatively new and still limited to nurses in developing countries, such as Indonesia. Several studies among nurses related to this topic have been conducted in the Western part of Indonesia. Yet, no studies have been implemented in the Eastern part of Indonesia. Therefore, exploring nurses’ perspectives in the Eastern island of Indonesia is necessary to provide a complete understanding of recovery in patients with schizophrenia.Objective: To explore the perspectives of mental health nurses on recovery from schizophrenia. Methods: This was a qualitative study using a phenomenological design. The study was conducted from April to May 2020 at community health centers in Maluku, Indonesia. Eight nurses recruited using purposive sampling participated in in-depth interviews. The interviews were audio-recorded, transcribed verbatim, validated, and analyzed based on Colaizzi’s method of data analysis.Results: Five themes were generated, including (i) treat a patient like a brother, (ii) recovery as an unfamiliar term with various meanings, (iii) medication as the primary action but also the main problem, (iv) being recovered if referred to a mental hospital, and (v) ineffective mental health programs.Conclusion: The findings of this study can be used as an input and evaluation for nurse managers to make an effort to uniform the perception among nurses in Indonesia regarding the recovery process in schizophrenia. It is also suggested that community health centers leaders and mental health policymakers prioritize and optimize recovery-oriented mental health programs and services in the Eastern island of Indonesia. Additionally, the findings offer new insight about ‘we are brothers’ or called ‘hidop orang basudara’, which is expected to be one motto for nursing care in Indonesia and beyond.
Pemberdayaan Kader Posyandu sebagai Support Health Group Stunting di Kelurahan Kudamati Nusaniwe Kota Ambon Maelissa, Sinthia Rosanti; Goha, Maria Magdalena
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2471

Abstract

Masalah Balita dengan stunting tentunya tidak hanya menjadi perhatian pemerintah pusat namun juga pada tingkat puskesmas dan kelurahan. Melalui Kader Balita sebagai mitra dapat diberdayakan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu menurunkan angka kejadian stunting mulai dari deteksi dini sampai dengan pendampingan keluarga. Beberapa permasalahan yang dialami mitra terkait dengan penanggulangan stunting antara lain: 1) Belum pernah dilakukan penyuluhan terkait stunting dan pencegahannya serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan bagi Kader. Sehingga dapat dilakukan metode FGD untuk meningkatkan pengetahuan kader. Mitra juga berharap dapat memberikan buku panduan sebagai pegangan kader dalam meningkatkan pengetahuan; 2) Belum pernah dilakukannya pelatihan untuk deteksi dini stunting dan sistem pelaporan bagi kader. Mitra mengharapkan dapat dilakukan pendampingan untuk mengajarkan cara melakukan deteksi dini stunting dengan menggunakan KIT Antropometri; 3) Belum pernah dilakukan edukasi dan praktik terkait menu gizi seimbang dan pengolahan makanan tambahan balita dengan berbahan dasar pangan lokal bagi kader. Mitra mengharapkan dapat diberikan pengetahuan tambahan terkait menu seimbang dan olahan bahan makanan berbahan dasar pangan lokal untuk dijadikan sebagai makanan tambahan balita agar tidak bosan ketika harus menkonsumsi bubur setiap harinya. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra antara lain: 1) Penyuluhan tentang stunting dan pencegahannya dengan metode FGD dan membuat buku pedoman stunting; 2) Pelatihan deteksi dini stunting dengan menggunakan KIT Antropometri; 3) Penyuluhan dan simulasi terkait menu gizi seimbang dan pengolahan bahan makanan berbahan dasar pangan lokal untuk dijadikan sebagai makanan tambahan balita agar tidak bosan ketika harus menkonsumsi bubur setiap harinya. Luaran kegiatan ini adalah telah dipublikasi pada media massa elektronik N25News (https://n25news.id/cegah-stunting-pkm- ukim-latih-kader-pos-yandu-kelurahan-kudamati/) video kegiatan telah di upload pada chanel YouTube (https://youtu.be/WJSSET_vB4Q)
Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja (Posrem) Sebagai Support Health Group Generasi Berkualitas Maelissa, Sinthia Rosanti; Tomasoa, Valensya Yeslin
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3686

Abstract

Remaja sebagai generasi penerus bangsa membutuhkan perhatian khusus untuk menghadapi berbagai tantangan baik secara fisik maupun psikisnya. Berbagai permasalahan yang dihadapi remaja tentunya membutuhkan perhatian tidak hanya dari keluarga namun semua pihak termasuk pelayanan kesehatan. Kader posyandu remaja dapat diberdayakan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu mengatasi masalah kesehatan remaja mulai dari deteksi dini sampai dengan pendampingan keluarga. Ada beberapa permasalahan yang dialami mitra antara lain: 1) Minimnya SDM kader posyandu remaja (posrem); 2) Kurangnya pengetahuan kader terkait masalah kesehatan remaja; 3) Belum pernah dilakukannya pendampingan kader untuk skrining kesehatan remaja; 4) Belum teridentifikasi status kesehatan remaja di kelurahan Urimessing. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang disepakati bersama adalah: 1) Melakukan perekrutan kader posyandu remaja (posrem); 2) Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang masalah kesehatan remaja; 3) Melakukan pelatihan skrining anemia dan status gizi serta skrining kesehatan lainnya menggunakan instrumen HEEADSSS. 3) Melakukan pemeriksaan kesehatan bagi remaja di kelurahan Urimessing. Metode yang digunakan adalah perekrutan, simulasi dan praktik bersama. Pemberdayaan kader melalui edukasi dan simulasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang pentingnya posyandu remaja untuk menjaga kualitas remaja sebagai generasi emas bangsa; Kader mampu melakukan praktik/simulasi pengukuran status gizi dan hemoglobin serta melakukan skrining Anemia dan kesehatan mental remaja dengan menggunakan instrumen HEEADSSS dengan baik.
Upaya Peningkatan Cakupan Skrining Melalui Deteksi Risiko Kanker Serviks Dengan Sinara di Maluku Madiuw, Devita; Tomasoa, Valensya Yeslin; Tahapary, Westy; Maelissa, Sinthia Rosanti; Sumah, Dene Fries; Rehena, Zasendy; Pattipeiluhu, Lisse; Sopacua, Dian Thiofany; Leutualy, Vanny; Orno, Theosobia Grace
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1519

Abstract

Kasus kanker serviks terus meningkat, namun kesadaran wanita melakukan skrining masih sangat rendah. Permasalahan yang ditemukan di Negeri Karlutu Warasiwa, bahwa sebagian besar wanita tidak mengetahui skrining melalui IVA maupun Papsmear dapat mendeteksi dini kanker serviks. Hal ini karena belum pernah diadakan edukasi kesehatan maupun skrining kanker serviks pada wilayah tersebut.  Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Negeri Karlutu Warasiwa, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dengan sasaran wanita usia subur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kanker serviks pada wanita usia subur di Negeri Karlutu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pre dan post-test, serta instrumen Sinara. Hasil evaluasi kuesioner pre dan post-test menunjukkan, sebesar 27 peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Selain itu, hasil skrining menunjukkan semua peserta (100%) mengalami risiko sedang hingga tinggi mengalami kanker serviks. Direkomendasikan bagi pemerintah negeri agar dapat berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat, untuk dilakukan kegiatan skrining kanker serviks bagi wanita usia subur di wilayah tersebut.
Adolescents' Coping Strategies To Adapt To High-Risk Sexual Behavior Urges In Boarding Houses Maelissa, Sinthia Rosanti; Dian Thiofany Sopacua
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 8 No 3 (July 2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.1470

Abstract

The current adolescent environment increasingly offers many choices. Dating styles that open up opportunities for risky sexual behavior seem to be an attractive offer, especially for adolescents who live in boarding houses. Living in boarding houses without direct supervision from parents and boarding house owners makes adolescents free to do anything, including risky sexual behavior with their boyfriends. This makes boarding houses a dangerous environment for adolescents who live there. This study uses a Descriptive Phenomenology Design, which aims to study in depth how adolescents use coping strategies to adapt to the urge to have risky sexual behavior in boarding houses. Six participants were selected using a purposive sampling technique for this study. The analysis in this study used the Colaizzi method. The results of this study yielded four themes, namely: 1) setting boundaries for dating, 2) rejecting pressure, 3) not wanting to fail, and 4) doing activities in their spare time. This study concludes that adolescents who have good coping strategies will be able to adapt to the urge to engage in risky sexual behavior in boarding houses. This study recommends increasing parental and community control and increasing the role of community nurses through adolescent health programs in the community, such as teenage health posts and Adolescent Health Care programs in schools.