Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu sebagai Support Health Group Stunting di Kelurahan Kudamati Nusaniwe Kota Ambon Maelissa, Sinthia Rosanti; Goha, Maria Magdalena
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2471

Abstract

Masalah Balita dengan stunting tentunya tidak hanya menjadi perhatian pemerintah pusat namun juga pada tingkat puskesmas dan kelurahan. Melalui Kader Balita sebagai mitra dapat diberdayakan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu menurunkan angka kejadian stunting mulai dari deteksi dini sampai dengan pendampingan keluarga. Beberapa permasalahan yang dialami mitra terkait dengan penanggulangan stunting antara lain: 1) Belum pernah dilakukan penyuluhan terkait stunting dan pencegahannya serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan bagi Kader. Sehingga dapat dilakukan metode FGD untuk meningkatkan pengetahuan kader. Mitra juga berharap dapat memberikan buku panduan sebagai pegangan kader dalam meningkatkan pengetahuan; 2) Belum pernah dilakukannya pelatihan untuk deteksi dini stunting dan sistem pelaporan bagi kader. Mitra mengharapkan dapat dilakukan pendampingan untuk mengajarkan cara melakukan deteksi dini stunting dengan menggunakan KIT Antropometri; 3) Belum pernah dilakukan edukasi dan praktik terkait menu gizi seimbang dan pengolahan makanan tambahan balita dengan berbahan dasar pangan lokal bagi kader. Mitra mengharapkan dapat diberikan pengetahuan tambahan terkait menu seimbang dan olahan bahan makanan berbahan dasar pangan lokal untuk dijadikan sebagai makanan tambahan balita agar tidak bosan ketika harus menkonsumsi bubur setiap harinya. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra antara lain: 1) Penyuluhan tentang stunting dan pencegahannya dengan metode FGD dan membuat buku pedoman stunting; 2) Pelatihan deteksi dini stunting dengan menggunakan KIT Antropometri; 3) Penyuluhan dan simulasi terkait menu gizi seimbang dan pengolahan bahan makanan berbahan dasar pangan lokal untuk dijadikan sebagai makanan tambahan balita agar tidak bosan ketika harus menkonsumsi bubur setiap harinya. Luaran kegiatan ini adalah telah dipublikasi pada media massa elektronik N25News (https://n25news.id/cegah-stunting-pkm- ukim-latih-kader-pos-yandu-kelurahan-kudamati/) video kegiatan telah di upload pada chanel YouTube (https://youtu.be/WJSSET_vB4Q)
Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja (Posrem) Sebagai Support Health Group Generasi Berkualitas Maelissa, Sinthia Rosanti; Tomasoa, Valensya Yeslin
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3686

Abstract

Remaja sebagai generasi penerus bangsa membutuhkan perhatian khusus untuk menghadapi berbagai tantangan baik secara fisik maupun psikisnya. Berbagai permasalahan yang dihadapi remaja tentunya membutuhkan perhatian tidak hanya dari keluarga namun semua pihak termasuk pelayanan kesehatan. Kader posyandu remaja dapat diberdayakan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu mengatasi masalah kesehatan remaja mulai dari deteksi dini sampai dengan pendampingan keluarga. Ada beberapa permasalahan yang dialami mitra antara lain: 1) Minimnya SDM kader posyandu remaja (posrem); 2) Kurangnya pengetahuan kader terkait masalah kesehatan remaja; 3) Belum pernah dilakukannya pendampingan kader untuk skrining kesehatan remaja; 4) Belum teridentifikasi status kesehatan remaja di kelurahan Urimessing. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang disepakati bersama adalah: 1) Melakukan perekrutan kader posyandu remaja (posrem); 2) Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang masalah kesehatan remaja; 3) Melakukan pelatihan skrining anemia dan status gizi serta skrining kesehatan lainnya menggunakan instrumen HEEADSSS. 3) Melakukan pemeriksaan kesehatan bagi remaja di kelurahan Urimessing. Metode yang digunakan adalah perekrutan, simulasi dan praktik bersama. Pemberdayaan kader melalui edukasi dan simulasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang pentingnya posyandu remaja untuk menjaga kualitas remaja sebagai generasi emas bangsa; Kader mampu melakukan praktik/simulasi pengukuran status gizi dan hemoglobin serta melakukan skrining Anemia dan kesehatan mental remaja dengan menggunakan instrumen HEEADSSS dengan baik.
Pengalaman ODHA Menjalani Voluntary Counseling and Testing (VCT) Sinthia Rosanti Maelissa
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 10 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Juni 2020
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.908 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v10i02.485

Abstract

Pendahuluan: Orang dengan HIV AIDS (ODHA) akan mengalami krisis afektif pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, dalam bentuk kepanikan, ketakutan, kecemasan, serba ketidakpastian, keputusasaan, dan stigma yang berdampak pada kualitas hidup, sehingga membutuhkan penanganan setiap problem yang dialami ODHA, salah satunya adalah program Voluntary Counseling and Testing (VCT). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara mendalam tentang pengalaman ODHA menjalani VCT. Metode: Desain penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlangsung selama 1 bulan dengan jumlah partisipan 10 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan dipilih dengan bantuan petugas puskesmas sebagai gatekeeper yang telah diberikan penjelasan sebelumnya terkait tujuan penelitian dan kriteria partisipan. Teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis selektif dan focusing. Hasil: penelitian ini mengidentifikasi tiga tema utama yaitu : 1) pentingnya mengikuti VCT, 2) proses mnjalani VCT , dan 3) hasil dari proses yang dijalani. Kesimpulan: ODHA merasakan pentingnya mengikuti VCT untuk dapat mendeteksi penyakit secara dini dan memperoleh pengobatan serta dukungan sosial untuk menghadapi stigma dan diskriminasi.
Transforming Local Food Resources into Value-Added Products through SMEs Empowerment in Kawa Village Sinthia Rosanti Maelissa; Devita Madiuw; Hennie Tuhuteru; Natelda Rosaldiah Timisella; Febby Jeanry Polnaya; Cindy Regina Loppies
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 5 No. 1 (2026): March-August
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v5i1.2046

Abstract

The abundant fisheries resources in Kawa Village, West Seram Regency, Indonesia, have not been optimally utilized to generate economic value due to limited processing technology, inadequate product diversification, and conventional marketing practices among local small and medium-sized enterprises (SMEs). This community empowerment program aimed to transform locally available tuna into value-added food products through technological innovation, capacity building, and digital marketing. A participatory empowerment approach was employed over a two-day intervention involving Poklahsar Lestari Mekar, a local tuna-processing SME. Technologies introduced included surimi processing, liquid smoke application, a Suryalec Hybrid Dryer for fish bone flour production, and digital marketing platforms. Participants' knowledge regarding surimi processing increased from 20% in the pre-test to 96% in the post-test. The SME successfully diversified its production into surimi, fish balls, shredded tuna, tempura, fish cakes (otak-otak), fish noodles, and fish biscuits, while adopting standardized packaging and online marketing through Shopee, Tokopedia, Facebook, and TikTok. Furthermore, fish bone waste was converted into functional fish bone flour, supporting a circular economy approach.
Upaya Peningkatan Cakupan Skrining Melalui Deteksi Risiko Kanker Serviks Dengan Sinara di Maluku Devita Madiuw; Valensya Yeslin Tomasoa; Westy Tahapary; Sinthia Rosanti Maelissa; Dene Fries Sumah; Zasendy Rehena; Lisse Pattipeiluhu; Dian Thiofany Sopacua; Vanny Leutualy; Theosobia Grace Orno
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1519

Abstract

Kasus kanker serviks terus meningkat, namun kesadaran wanita melakukan skrining masih sangat rendah. Permasalahan yang ditemukan di Negeri Karlutu Warasiwa, bahwa sebagian besar wanita tidak mengetahui skrining melalui IVA maupun Papsmear dapat mendeteksi dini kanker serviks. Hal ini karena belum pernah diadakan edukasi kesehatan maupun skrining kanker serviks pada wilayah tersebut.  Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Negeri Karlutu Warasiwa, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dengan sasaran wanita usia subur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kanker serviks pada wanita usia subur di Negeri Karlutu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pre dan post-test, serta instrumen Sinara. Hasil evaluasi kuesioner pre dan post-test menunjukkan, sebesar 27 peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Selain itu, hasil skrining menunjukkan semua peserta (100%) mengalami risiko sedang hingga tinggi mengalami kanker serviks. Direkomendasikan bagi pemerintah negeri agar dapat berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat, untuk dilakukan kegiatan skrining kanker serviks bagi wanita usia subur di wilayah tersebut.