Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Gizi Dan ASI Eksklusif Melalui Kelas Ibu Hamil Dalam Upaya Cegah Stunting Sejak 1000 HPK Di Lokus Stunting Desa Candi Retno Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Lampung Oktaviani, Ika; Aghniya, Rofana; Prasetyowati, Prasetyowati; Rusyantia, Anggun; Mulyono, Rifai Agung; Fauziyah, Raden Roro Nur; Pranajaya, R.
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 11 (2024): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/v6xhny59

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting nasional sebesar 21,6%, sementara di Provinsi Lampung mencapai 23,7%. Kabupaten Pringsewu, meski telah menunjukkan penurunan, masih mencatat angka stunting sebesar 19,8% pada tahun 2022. Studi pendahuluan Dinas Kesehatan tahun 2023 mengindikasikan bahwa hanya 65% ibu hamil yang aktif mengikuti kelas ibu hamil. Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk peningkatan partisipasi dan efektivitas program. Salah satu komponen krusial dalam pencegahan stunting yang ditekankan dalam kelas ibu hamil adalah edukasi tentang ASI eksklusif dan pencegahan stunting sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pengabdian Masyarakat ini dlaksanakan di Balai Desa Candi Retno pada Hari Senin, 22 Juli 2024 dengan melibatkan kader posyandu, mahasiswa dan dosen Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang dan dosen Poltekkes Kemenkes Bandung serta ibu hamil di wilayah Desa Candi Retno, Kec.Pagelaran, Kab.Pringsewu, Lampung. Kegiatan ini meliputi edukasi dan penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan menyebarkan leaflet mengenai ASI Eksklusif dan Gizi pada 1000 HPK. Hasil dari edukasi dinilai melalui pengisian kuesioner pre-post kegiatan dengan membandingkan rata-rata nilai sebelum dan setelah penyuluhan dan dipatkan hasil bahwa terdapat peningkatan score rata-rata antara sebelum dan setelah diberikan edukasi.
Connection Knowledge Mother With Giving Complete Basic Immunization For Infants Wulandari, Anita; Susilo, Dwi Joko; Prasetyowati, Prasetyowati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20817

Abstract

Imunisasi dasar merupakan vaksin yang diberikan kepada berusia 0-11 bulan 29 hari, dengan tujuan meningkatkan kekebalan secara aktif pada bayi terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Menurut data WHO 2021, sebanyak 4,9 juta anak didunia tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Penyebab ketidak lengkapan imunisasi yaitu pandemik covid tahun 2019, membuat cakupan imunisasi ditingkat global mengalami penurunan yaitu dari 86% menjadi 81% pada tahun 2021. Dampak dari ketidak lengkapan imunisasi yaitu resiko kesakitan, kecacatan, bahkan kematian. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Ganjar Agung Kota Metro.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode total sampling. Sampel dalam penelitian adalah ibu yang memiliki bayi berusia 11 bulan yang berkunjung ke Puskesmas atau Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung, Kota Metro pada bulan Januari sampai dengan Mei 2024 sejumlah 51 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian didapatkan ibu dengan pengetahuan pada kategori cukup sebesar 78,4% dan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi 82.4%. Hasil uji statistik p value = 0,667.Kesimpulan penelitian bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi instansi kesehatan agar dapat meningkatkan promosi tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi. Kata Kunci : Imunisasi dasar, pengetahuan ibu. ABSTRACT Background Basic immunization is a vaccine given to children aged 0-11 months 29 days . The aim is to actively increase immunity in infants against a disease, so that if one day they are exposed to the disease they will not get sick or only experience mild illness. According to WHO data in 2021, as many as 4.9 million children in the world did not receive complete immunization. The cause of incomplete immunization, namely the 2019 Covid pandemic, caused global immunization coverage to decrease from 86% to 81% in 2021. The impact of incomplete immunization is the risk of illness, disability, and even death. This study generally aims to determine the relationship between maternal knowledge and the provision of complete basic immunization to infants at the Ganjar Agung Health Center, Metro City.Method is a quantitative study with a cross-sectional approach . The sampling technique uses non-probability sampling with the total sampling method . The sample in the study were mothers who had babies aged 11 months who visited the Health Center or Posyandu in the Ganjar Agung Health Center Working Area , Metro City from January to May 2024, totaling 51 respondents. Data collection using a questionnaire and data analysis using the chi square test .The results of the study showed that mothers with knowledge in the sufficient category were 78.4% and the completeness of basic immunization in infants was 82.4%. The results of the statistical test p value = 0.667.The conclusion of the study is that there is no significant relationship between maternal knowledge and the completeness of basic immunization in infants. The results of the study are expected to be a consideration for health institutions to increase promotion of complete basic immunization in infants. Keywords : Basic immunization, maternal knowledge
Nutritious food education and the practice of providing complementary foods are appropriate in efforts to prevent stunting Ayu Rahmadani, Risna; Prasetyowati, Prasetyowati; Aris Tyarini, Indrawati; Rahagia, Rasi; Martha Paseno , Matilda
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 4 No 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.94

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem still a public health challenge in Indonesia. One of the factors contributing to the high prevalence of stunting is the lack of knowledge of parents, especially mothers, about balanced nutritional intake and proper practices of feeding Complementary Breast Milk (MP-ASI). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of mothers under five related to the importance of nutritious food and the practice of giving MP-ASI in accordance with the guidelines of WHO and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The methods used are education through interactive counseling, demonstrations of making local food-based MP-ASI, and question and answer sessions. The target of the activity was 40 mothers with children aged 6-24 months in the Posyandu in the assisted area. The evaluation results showed an increase in participants' knowledge by 65% after participating in educational activities. In addition, 80% of participants stated that they were motivated to implement MP-ASI feeding practices that are in accordance with the principles of balanced nutrition. This activity also encourages the use of affordable and nutritious local food resources. With the increase in mothers' knowledge and skills in compiling and delivering MP-ASI, it is hoped that the risk of stunting in early childhood can be minimized. This service activity proves that education-based interventions and direct practices can effectively support programs to accelerate stunting reduction at the community level. The recommendation for the future is to expand the scope of similar activities with cross-sectoral collaboration, especially among health workers and posyandu cadres.
Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Melalui Aktivitas Fisik, Edukasi dan Promosi Kesehatan Di UPTD Yosomulyo Kota Metro Aghniya, Rofana; Prasetyowati, Prasetyowati
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 6 (2024): April
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tpmh3j73

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi fokus utama kesehatan dunia karena angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab kematian utama serta peningkatan burden cost di berbagai negara. Aktivitas fisik sangat terkait dengan penyakit tidak menular. Secara global, kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab utama epidemi obesitas yang pada gilirannya menyebabkan penyebaran penyakit kronis. Aktivitas fisik yang teratur berdampak besar pada kesehatan jantung, seperti melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan kemampuan jantung berkontraksi dan berelaksasi, yang pada akhirnya memengaruhi efisiensi pemompaan darah sehingga mengurangi faktor risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 15 September 2023 di Puskesmas Yosomulyo. Sasaran kegiatan adalah wanita usia produktif sebanyak 6o orang. Kegiatan ini meliputi deteksi dini dengan skirining kesehatan dengan melakukan tes tekanan darah, cek glukosa dan sebagainya, melakukan aktivitas fisik selama 30 menit, edukasi & penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan menyebarkan leaflet. Hasil edukasi dinilai melalui pengisian kuesioner pre-post penyuluhan dan didapatkan kenaikan nilai yang signifikan yang berarti bahwa edukasi yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan wanita usia subur dan lansia mengenai penyakit tidak menular dan pencegahannya.
Penanganan Kargo Incoming di Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang Awan, Awan; Prasetyowati, Prasetyowati; A D, You She Melly; Lundavan, Ferandi Dwi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7659

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membahas penanganan general kargo incoming di Bandara Abdulrachman Saleh Malang yang tentunya mempunyai beberapa tantangan seperti keterlambatan pesawat dan faktor internal dan eksternal dari perusahaan. Metodologi Penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara serta dokumentasi proses penanganan kargo incoming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kargo incoming di Bandara Abdulrachman Saleh Malang sudah sesuai dengan prosedur flow chart alur kargo incoming yang dimulai dari penarikan kargo dari apron ke warehouse oleh operator ground handling sampai dengan penerimaan kargo beserta SMU (Surat Muatan Udara). Tentunya juga masih ditemukan beberapa kendala dalam proses penanganannya seperti,tidak tercantumnya berat kargo,tidak terncantumnya label SMU. Pihak Staf kargo memiliki solusi dalam mengatasi kendala tersebut sehingga penanganan kargo incoming dapat berjalan sesuai dengan prosedur.
Relationship Between Hormonal Contraception History and Breast Cancer at RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro City Amadea, Gebby; Widiyanti, Septi; Prasetyowati, Prasetyowati; Fibrila, Firda
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.396

Abstract

Breast cancer remains a major global health threat, with WHO data from 2022 reporting 2.3 million cases and 670,000 deaths. Breast cancer is caused by uncontrolled cell growth and hormonal factors, and this disease affects physical and emotional conditions. This quantitative study with a case-control design at General Ahmad Yani Metro Hospital aims to determine the relationship between a history of hormonal contraception and breast cancer. This study involved 93 respondents (31 cases and 62 controls) selected through accidental sampling techniques from the Oncology Surgery and Internal Medicine Rooms. The results showed that 83.9% of respondents had a history of hormonal contraception use. Statistical analysis using the chi-square test and Odds Ratio showed a significant association (p-value = 0.036; OR = 8.750), indicating that this history is associated with a significantly higher risk of developing breast cancer. This study concluded that the use of hormonal contraception is associated with an increased risk of breast cancer, so education, early screening, and regular monitoring are needed, especially for long-term hormonal contraception users.