Herson Cahaya Himawan
Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium Jambos Alston) METODE PERENDAMAN RADIKAL BEBAS DENGAN DPPH Herson Cahaya Himawan; Inawati; Anisah Lubis
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v5i2.105

Abstract

Penuaan dan penyakit degeneratif seperti kanker , katarak, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan disfungsi otak terjadi kaerna adanya kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul atau atom tidak stabil. Antioksidan adalah zat yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tanainan merupakan salah satu sumber antioksidan alami, salah satu turnbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu Daun jambu mawar ( Syzygium Jambos Alton ). Daun jambu mawar merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan daun jambu mawar menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak air daun jambu mawar dibuat deret konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm, dilarutkan dengan metanol dan DPPH, kernudian diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotorneter UV- vi.s pada panjang gelombang 515,5 nm. Ekstrak air daun jambu mawar mempunyai nilai IC50 sebesar 85,514 ppm. Kesimpulan penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan ekstrak air daun jambu mawar memiliki aktivitas antioksidan dan termasuk kategori kuat.
FORMULASI SEDIAAN BLUSH ON EKSTRAK KAYU SECANG (CAESALPIINIA SAPPAN L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM BENTUK POWDER Sofyan Ramani; Herson Cahaya Himawan; Nia Kurniawati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v6i1.117

Abstract

Blush on adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tatarias wajah dengan warna yang bervariasi mulai dari warna merah jambu hingga merah tua. Salah satu contoh yang dapat dijadikan pewarna alami adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L)karena mengandung pigmen brazilein yang berfungsi sebagai pigmen warna. Tujuan penelitian ini membuat sediaan blush on dengan metode freeze drying dan konsentrasi warna alami. Pada penelitian inidibuat 3 formula sediaan blush on dengan variasi konsentrasi 3%, 5%, dan 7% ekstrak kering kayu secang. Dilakukan evaluasi sediaanblush on yang meliputi pengujian stabilitas fisika-kimia, organoleptis, homogenitas, daya oles, dan hedonik.Hasil pengujian stabilitas fisika-kimia menunjukkanblush on stabil dalam masa penyimpanan 7 hari. Hasil pengujian organoleptis, homogenitas, daya oles, menujukkan seluruh formula baik. Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa serbuk blush on dengan ekstrak kayu secang konsentrasi 5% paling digemari.
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIARIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) SEBAGAI INHIBITOR BAKTERI PATOGEN Herson Cahaya Himawan; Vinsensius Surjana; Laura Prawira
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.853 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i2.166

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan tanaman tradisional Indonesia yangbanyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Ekstrak kunyit diketahui memiliki aktivitasantibakteri dimana khasiat obat pada kunyit berasal dari senyawa kurkuminoid yangmayoritas terdiri atas kurkumin. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan komponenkimia rimpang kunyit yang berperan sebagai inhibitor bakteri patogen. Pembuatan ekstrakrimpang kunyit menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksana, etilasetat, danetanol 96%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kunyit terhadap beberapa bakteri patogendilakukan dengan metode kertas cakram. Standar kurkumin digunakan sebagaipembanding. Purifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan profil Kromatografi CairKinerja Tinggi (KCKT) digunakan sebagai uji identifikasi untuk mengetahui komponen kimiarimpang kunyit yang berperan sebagai inhibitor bakteri patogen. Hasil enelitianmenunjukkan ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri terhadap akteriBacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, dan Salmonella typhosa. Fraksi 2 danfraksi 3 ekstrak etanol memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada bakteri Escherichia coli danSalmonella typhosa. Purifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan 3 senyawayang memiliki aktivitas antibakteri dengan aktivitas tertinggi pada preparatif 1 dan preparatif 2dengan daya hambat pada lama inkubasi 24 jam sebesar 7 mm dan 8 mm untuk bakteri Escherichia coli dan sebesar 8 mm untuk bakteri Salmonella typhi. HasilKromatografi Cair Kinerja Tinggi senyawa 1 dan 2 menunjukkan puncak pada wakturetensi 3,621 dan 3,567 menit dibandingkan dengan standar kurkumin yaitu 3,570 menit.Kata kunci: Rimpang kunyit, maseri, bakteri patosigen, Kromatografi Lapis Tipis,Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.