Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN NYERI PINGGANG DENGAN PENGENALAN POSISI ERGONOMIS DALAM KEGIATAN SEHARI-HARI Luci Handayani; Katmini Katmini; Nurma Nurma; Nurlizan Nurlizan; Alfian Irdhani
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i2.5321

Abstract

Nyeri pinggang merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada berbagai tingkat usia dan penanganan bukan hanya mencakup kuratif namun perlu juga sosialisasi tentang cara pencegahannya. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang posisi ergonomis dalam kegiatan sehari-hari guna mencegah terjadinya keluhan nyeri pinggang di Desa Surien Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah diagram tulang ikan (Fishbone), metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), dan analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan, diperoleh penentuan masalah terkait sosialisasi pencegahan nyeri pinggang dengan pengenalan posisi ergonomis dalam kegiatan sehari-hari kepada masyarakat di Desa Surien Kota Banda Aceh. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut meliputi sosialisasi posisi ergonomis melalui pemanfaatan media promosi kesehatan di Desa Surien Kota Banda Aceh. Kegiatan sosialisasi ini secara spesifik mengkaji pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan nyeri pinggang melalui pengenalan posisi ergonomis dalam kegiatan sehari-hari, dengan memberikan pemahaman kesehatan melalui pengembangan media edukasi kesehatan.
Lactation Massage for Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers Katmini Katmini; Nazilatul Maulinda Sholichah
Journal for Quality in Public Health Vol. 4 No. 1 (2020): Journal for Quality in Public Health
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v4i1.168

Abstract

Background: Breast milk is the best food for babies. But breastmilk production which is little or not smooth in the first days of delivery becomes an obstacle in breastfeeding. The study conducted by Collin and a scot in Australia showed that 556 mothers gave birth as many as 29% had stopped breastfeeding their babies in the second week on the grounds that their milk was lacking. The lack of milk production causes many mothers to easily provide prelacteal foods. This prelacteal feeding causes the amount of exclusive breastfeeding to decrease. Purpose: To obtain a scientific reference source about lactation massage, which in previous studies can increase milk production in postpartum mothers. Methods: This study is a metadata analysis using a literature review that explores the benefits of massage to increase milk production. Literature sources used are journals from Pubmed, Garuda (garba rujukan digital), Doaj, Researchgate and Google Scholar. Results: With the principle of working to maximize the mechanism of prolactin and oxytocin receptors, lactation massage is a solution to overcome the smooth production of breast milk and minimize the side effects of delayed breastfeeding. In a study conducted by Aprilianti, lactation massage had a tendency to rapid onset of lactation 5.57 times greater than mothers who received oxytocin massage. Conclusion: This article tries to examine the problem of breastfeeding in postpartum mothers based on literature review. In general the role of lactation massage is successful in smoothing milk production, but there are a number of things that need to be evaluated.
SENAM LANSIA TERHADAP FUNGSI KOGNITIF DAN SKALA NYERI OSTEOARTHRITIS Akhmad Triyanto Abdullah; Katmini Katmini
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.809

Abstract

Latar Belakang Masalah: Permasalahan yang dihadapi lanjut usia sebagai proses penuaan manusia merupakan suatu proses dan alamiah, beberapa masalah dan gangguan yang sering muncul atau terjadi pada lansia adalah menurunnya fungsi kognitif dan mulai merasa nyeri persendian. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan mengurangi nyeri pada persendian adalah dengan terapi non farmakologis dengan senam lansia.Tujuan: Menganalisis pengaruh senam lansia terhadap fungsi kognitif dan skala nyeri osteoarthritis pada lansia.Metode: Sebuah Penelitian kuasi eksperimen pre dan post test dengan kelompok kontrol. Responden yang mengikuti penelitian adalah 38 orang (19 kelompok control dan 19 kelompok perlakuan) diambil dengan Total sampling pada lansia yang mengalami kognitif yang nyeri osteoarthritis. Perlakuan yang diberikan senam lansia selama 30 menit 4 kali dalam 2 minggu.Hasil: Mayoritas Responden adalah perempuan (71,05%) dan manula berusia >65 tahun (71,05%), 47,37% merupakan tamatan SD. Pada kelompok perlakuan lebih dari separuh mengalami demensia sedang (52,6%); 52,6% mengalami nyeri sedang dan setelah perlakuan yang paling banyak adalah demensia ringan (57,9%) serta nyeri ringan paling banyak dikeluhkan (57,9%). Hasil pada kelompok kontrol lansia mengalami demensia sedang (47,4%); nyerisedang (47,4%) dan setelah intervensi pervalensi terbanyak masih pada demensia sedang (42,1%) dan nyeri sedang(42,1%) -berat (42,1%). Uji statitik didapatkan status kognitif pada control (p value 0,317); perlakuan (p value 0,001). Serta pada uji statistic Nyeri pada kelompok control (p value 0,317); perlakuan (p value 0,000).Simpulan: Terdapat perbedaan significant sebelum dan sesudah perlakuan status kognitif dan nyeri pada kelompok perlakuan dan tidak terdapat perbedaan significant status kognitif dan nyeri pada kelompok kontrol.
Keseimbangan Dinamis Berpengaruh terhadap Kemampuan Fungsional Activity of Daily Living pada Lansia Heny Pramuta Sari; Katmini Katmini; Indasah Indasah; Agusta Dian Ellina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk356

Abstract

Elderly is part of the growth and development process, which generally faces weaknesses, limitations, disabilities and decreased balance, which will affect the ability to walk, physical performance, quality of life and ability to do activities of daily living. This study aims to analyze the effect of static balance and dynamic balance on the functional ability of activity of daily living in the elderly. The research design is cross-sectional. Subjects are 37 elderly. They measured the level of static balance with the Stork Stand Test method, dynamic balance with the Time Up and Go method and the ability of activity of daily living by filling out the Barthel Index questionnaire. The results of the linearity test showed that the p-value for the static balance factor was 0.000, for the dynamic balance it was 0.126. The results of the t test for static balance show the value of p = 0.319, while for dynamic balance = 0.000. The results of the F test showed a value of p = 0.000. It can be interpreted that there is no effect of static balance on the functional ability of activities of daily living and there is an effect of dynamic balance on the functional ability of activity of daily living in the elderly.Keywords: elderly; static balance; dynamic balance; activity of daily living ABSTRAK Lanjut usia adalah bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan, yang pada umumnya menghadapi kelemahan, keterbatasan, ketidakmampuan dan penurunan keseimbangan, yang akan berpengaruh terhadap kemampuan berjalan, performa fisik, kualitas hidup dan kemampuan activity of daily living. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis terhadap kemampuan fungsional activity of daily living pada lansia. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek adalah 37 lansia. Pada mereka dilakukan pengukuran tingkat keseimbangan statis dengan metode Stork Stand Test, keseimbangan dinamis dengan metode Time Up and Go dan kemampuan activity of daily living dengan pengisian kuesioner Barthel Index. Hasil uji linearitas menunjukkan nilai p untuk faktor keseimbangan statis adalah 0,000, untuk keseimbangan dinamis adalah 0,126. Hasil uji t untuk keseimbangan statis menunjukkan nilai p = 0,319, sedangkan untuk keseimbangan dinamis = 0,000. Hasil uji F menunjukkan nilai p = 0,000. Dapat diinterpretasikan bahwa tidak ada pengaruh keseimbangan statis terhadap kemampuan fungsional activity of daily living dan ada pengaruh keseimbangan dinamis terhadap kemampuan fungsional activity of daily living pada lansia.Kata kunci: lansia; keseimbangan statis; keseimbangan dinamis; activity of daily living
Jenis dan Dosis Latihan Intradialisis yang Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Hilda Anggraeni Laluyan; Indasah Indasah; Agusta Dian Ellina; Katmini Katmini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk314

Abstract

There are many risk factors for chronic kidney disease (CKD), one of which is age over 65 years and female sex. Hemodialysis is a way of treating stage 5 CKD, given in the long term so that it has an impact on various aspects of life. Patients can experience mental, social and physical disorders. Intradialysis exercises are exercises performed during a hemodialysis session. The purpose of doing this exercise is to increase muscle strength, shorten hospitalization time, improve blood pressure control, improve fat quality, and increase the effectiveness of dialysis. This study is a literature review involving 15 journal articles. The review results show that progressive resistance training is the most appropriate choice. This exercise can improve the patient's physical and psychological health, improve quality of life, reduce the risk of swelling and pain, and improve respiratory function. The dose of exercise three times per week is quite safe for patients. Exercise for 12 weeks can significantly improve the quality of life of hemodialysis patients.Keywords: hemodialysis; intradialysis exercises; quality of life ABSTRAK Banyak faktor resiko chronic kidney disease (CKD), salah satunya adalah usia di atas 65 tahun serta  jenis kemain perempuan. Hemodialisis merupakan salah satu cara pengobatan CKD tahap 5, diberikan dalam jangka panjang sehingga berdampak bagi berbagai aspek kehidupan. Pasien dapat mengalami gangguan mental, sosial maupun fisik. Latihan intradialisis adalah latihan yang dilakukan selama sesi hemodialisa. Tujuan dilakukannya latihan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot, mempersingkat waktu rawat inap, meningkatkan kontrol tekanan darah, meningkatkan kualitas lemak, dan meningkatkan efektifitas dialisis. Studi ini merupakan literature review yang melibatkan 15 artikel jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa progressive resistance training menjadi pilihan yang paling tepat. Latihan ini dapat meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis pasien, meningkatkan kualitas hidup, menurunkan resiko bengkak dan nyeri, serta meningkatkan fungsi pernapasan. Dosis latihan tiga kali perminggu cukup aman bagi pasien. Latihan selama 12 minggu dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis secara signifikan.Kata kunci: hemodialisa; latihan intradialisis; kualitas hidup