Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Exploring The Challenges of Technology Integration in Secondary EFL Classroom: Perspective of TPACK Rossa Ayu Lita; Nina Puspitaloka; Evi Karlina Ambarwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3541

Abstract

Tren dunia pendidikan sudah mulai mengadaptasi teknologi untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin maju. Salah satu cara untuk mempromosikan tren pendidikan ini adalah dengan kerangka kerja TPACK. Di Indonesia, mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran bahasa Inggris merupakan ciri dari fleksibilitas kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, ada tuntutan bagi guru Bahasa Inggris untuk berinovasi dengan memperluas dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memberikan kegiatan pembelajaran yang menarik dan interaktif dengan menggunakan teknologi. Di sisi lain, praktik pengajaran yang berubah di era ke-21 menjadi tantangan baru bagi guru EFL sekunder. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan persepsi guru tentang TPACK dan mengeksplorasi tantangan yang dihadapi guru EFL sekunder saat mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini melibatkan dua guru EFL sekunder dan menggunakan naratif inkuiri dengan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persepsi positif dari guru EFL sekunder tentang TPACK. Kemudian, penelitian ini mengungkapkan bahwa guru EFL sekunder merasa mampu menguasai teknologi, meski masih terkendala pada infrastruktur dan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini sesuai dengan tren terkini pada pendidikan bahasa Inggris.
PENDAMPINGAN PENGUATAN KAPABILITAS GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS E-LEARNING Evi Karlina Ambarwati; Agung Susilo Yuda Irawan; Praditya Putri Utami; Sulistia Nurwinda; Anggun Lenteraningati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19415

Abstract

ABSTRAKUndang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8 mengamanatkan kompetensi profesional yang menuntut guru untuk memiliki kemampuan dan keahlian dalam menjalankan profesinya serta beradaptasi terhadap perubahan. Di era Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komuninasi (TIK), berbagai transformasi di dunia pendidikan perlu dilakukan. Pemerintah Indonesia juga telah menyusun program digitalisasi pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memperkuat kompetensi profesional guru melalui kemampuan menerapkan pembelajaran inovatif melalui e-learning di SMP Negeri 3 Rengasdengklok Karawang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok, Problem Based Learning serta pendampingan integrasi e-learning. Peserta yang dilibatkan adalah 14 orang guru di SMP Negeri 3 Rengasdengklok. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi digital guru sebesar 71% dan kesiapan integrasi e-learning sebesar 70%. Kata kunci: E-learning; guru; kompetensi digital; pembelajaran inovatif ABSTRACTLaw Number 14 of 2005 Article 8 about Teachers and Lecturers mandates professional competence which requires teachers to have the expertise to conduct their profession and adapt to dynamic changes. Along with the development of Information and Communication Technology (ICT) and the era of Industrial Revolution 4.0, the world of education also needs to transform. Moreover, the Indonesian government has prioritized the education digitalization program. The aim of this Community Service is to strengthen teachers' professional competence through the capability to implement innovative learning through e-learning in SMP Negeri 3 Rengasdengklok, Karawang. This community service activity was conducted in the form of focused group discussions, Problem Based Learning and e-learning integration. The participants involved were 14 teachers. The results of this activity showed an average increase in teacher’s digital competence by 71% and e-learning readiness by 70%. Keywords: e-learning; teachers; digital competence; innovative learning
Teaching EFL Students’ Speaking Skill Through Digital Storytelling of 9th Grade Students Junior High School: A Case Study Research Karina Fuzi Rahayu; Evi Karlina Ambarwati; Wahyudin Fitriyana Fitriyana
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 11 No. 2 (2023): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v11i2.4368

Abstract

The study aim to improve students' teaching skills by using digital storytelling in teaching speaking for junior high school students. This research used qualitative methodology and case study research as a research design. The participants of this research are 9th-grade students of a public junior high school in Karawang, West Java, Indonesia. The research used a semi-structured observation and interview as instrument of data collection. There are two main findings that the researcher found that answered the purposed research question: 1)How digital storytelling is applied to teach speaking skills and 2)The perception of students after using digital storytelling towards teaching English speaking EFL. So, In conclusion of the research imply that teaching junior high school EFL students digital storytelling can be an effective and entertaining way to improve them speaking skills.Â