Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan Penderita Gastritis tentang Gastritis Di Desa Koto Perambahan Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Nurul Latifa Anum; Dewi Anggriani Harahap; Indrawati Indrawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.68

Abstract

Gastritis is a non-communicable disease with a high incidence in Indonesia, including in Kampar Regency. Public knowledge about gastritis is an important factor in preventing and managing this disease. This study aims to determine the knowledge of gastritis patients in Koto Perambahan Village, the working area of ​​the Puskesmas Kampa in 2024. This study used a quantitative descriptive design with a sample of 55 gastritis patients selected using a simple random sampling technique. The instrument used was a questionnaire. The data were analyzed univariately and presented in the form of frequency distributions and percentages. The results showed that 22 respondents (40%) had good knowledge, while 33 respondents (60%) had poor knowledge about gastritis. It is recommended to provide regular health education to the public, especially gastritis sufferers, to increase knowledge and encourage preventive behaviors to prevent complications
Penerapan Terapi Deep Breathing Exercise untuk Mengurangi Dyspnea pada Ny.D Dengan Stemi di Ruangan Krisan Rsud Arifin Achmad Pekanbaru Desy Ramadhani; Muhammad Nurman; Indrawati Indrawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.75

Abstract

Dyspnea atau sesak napas adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas atau merasakan napas menjadi cepat dan dangkal. ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang mengindikasikan terjadinya iskemia miokard berat dan memerlukan penanganan segera. STEMI berdampak pada sistem pernapasan melalui terjadinya disfungsi ventrikel kiri yang menyebabkan kongesti paru dan edema paru akut, sehingga menimbulkan sesak napas dan hipoksemia. Penatalaksanaan non farmakologis, salah satunya dengan terapi deep breathing exercise untuk mengurangi dyspnea. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada Ny. D dengan pemberian terapi deep breathing exercise untuk mengurangi dyspnea dengan stemi di ruangan krisan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Intervensi terapi deep breathing exercise diberikan selama 3 hari sebanyak 5 kali sesi dengan durasi ±5 menit. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan pasien mengalami sesak napas (dyspnea) sebelum intervensi, kemudian setelah 3 hari dilakukan pemberian terapi deep breathing exercise, sesak napas yang dialami pasien menurun, pernapasan awal 27x/menit menjadi 21x/menit. Hal ini menunjukkan bahwa terapi deep breathing exercise dapat menurunkan dyspnea yang dialami pasien. Diharapkan pasien mengaplikasikan terapi deep breathing exercise jika mengalami sesak napas berulang.