Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN CLINICAL PATHWAY DI RUMAH SAKIT UMUM DR. FAUZIAH BIREUN Nurliawati wati; Arifah Devi Fitriani; Jamaluddin Jamal; Idawati wati
Jurnal Biology Education Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.249 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v7i2.1589

Abstract

Rumah Sakit sebagai salah satu instistusi kesehatan harus memberikan pelayanan kepada seluruh pasien tanpa mengurangi mutu pelayanan. Untuk memastikan hal tersebut maka perlu dibuatkan clinical pathway. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan serta kendala dalam pelaksanaan clinical pathway di RSUD dr. Fauziah Bireuen.   Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan wawancara mendalam dengan Informan utama yaitu komite medik, komite mutu dan manajemen, sedangkan informan triangulasi yaitu case manager, dokter, perawat, farmasi dan nutrisionis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengetahui tentang clinical pathway, pelayanan yang dirasakan pasien masih kurang, adanya sosialisasi tapi tidak maksimal, tidak ada pertemuan rutin dan pelatihan   lanjutan,   kekurangan   tenaga   farmasi   dan   obat-obatan   yang   tidak tercukupi, magement tidak menindak lanjuti setiap temuan yang ada. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan baik, pelayanan masih kurang, komunikasi belum maksimal, kurang sumber daya manusia dan logistic farmasi dan ketidakpuasan terhadap mangemen sehingga menyebabkan berkurangnya tingkat kepatuhan dalam pelaksanaan clinical pathway. Disarankan kepada petugas kesehatan agar memberi asuhan sesuai dengan clinical pathway, untuk managemen agar merekrut tenaga farmasi, menyediakan anggaran untuk kebutuhan logistic farmasi, menindak lanjuti setiap temuan yang ada, melakukan monitoring evaluasi lebih lanjut dan berkala terhadap pelaksanaan clinical pathway sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu pelayanan rumah sakit Kata kunci: clinical pathway, rumah sakit, dr.Fauziah Demontrasi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI AIR BERSIH PADA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUN Zulhilmi hilmi; Ismail Efendy; Darwin Syamsul; Idawati wati
Jurnal Biology Education Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.561 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v7i2.1592

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan manusia dan menjadi sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat vital. Studi pendahuluan  yang  dilakukan di Kecamatan  Peudada  dengan  mendatangi  20 rumah  masyarakat  di  beberapa  desa   menemukan  hasil  bahwa  masyarakat semakin  sadar  dengan  pentingnya  air  bersih  sehingga menyebabkan meningkatnya permintaan ait bersih. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang memengaruhi tingkat penerapan pengelolaan konsumsi air bersih pada rumah tangga di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen tahun 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi adalah jumlah seluruh remaja sebanyak 4.892 KK, dengan menggunakan rumus solvin sampel dalam penelitian ini 98 KK.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendapatan keluarga dengan konsumsi air, dengan nilai probabilitasnya (0,029) sig_α = 0,05, ada hubungan jumlah anggota keluarga dengan konsumsi air, dengan  nilai  probabilitasnya  (0,019)  sig_α  =  0,05,  ada  hubungan  jumlah anggota keluarga dengan konsumsi air,    dengan nilai probabilitasnya (0,000)sig_α = 0,05, ada hubungan sumber air bersih lain dengan konsumsi air, dengan  nilai  probabilitasnya  (0,019)sig_α  =  0,05  dan  variabel  kualitas  air bersih  dominan  memengaruhi  penerapan  pengelolaan  konsumsi  air  bersih karena memiliki nilai EXP (B) dengan nilai Overall percentage= 64,3% Kata Kunci : Pengelolaan Konsumsi Air Bersih, Rumah  Tangga
ANALISIS KUALITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT UMUM DR. FAUZIAH BIREUN Darmawanti wanti; Ismail Efendy; Anto J. Hadi; Idawati wati
Jurnal Biology Education Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.168 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v7i2.1588

Abstract

Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) merupakan sebuah sistem yang  menyediakan  informasi  untuk  menunjang  pengambilan  keputusan.  Di RSUD dr. Fauziah  penggunaan SIMRS belum menyeluruh, hanya pada bagian loket pendaftaran dan laboratorium saja, sedangkan pada bagian lain masih menggunakan HMIS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sistem informasi manajemen di Rumah Sakit di RSUD   dr. Fauziah Bireuen Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode wawancara. Informan utama dalam penelitian ini adalah direktur, kepala instalasi SIMRS, Staf SIMRS dan operator SIMRS sedangkan informan triangulasi adalah penerima pelayanan kesehatan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Dari hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  kurangnya  kualitas  SIMRS  di  tinjau  dariinfrastruktur dan SDM. Disarankan pihak manajemen mengalokasikan dana khusus pada RBA atau kolaborasi dengan APBD dalam menyediakan segala kekurangan infrastruktur, melakukan rekrutment tenaga, adanya ketegasan dari pihak   manajemen untuk meningkatkan kedisiplinan, memberikan reward bagi yang menjalankan tugasnya dengan baik dan punishment bagi yang melalaikan tugasnya Kata kunci: sistem informasi, rumah sakit, dr.Fauziah Demontrasi
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENCEGAH PERILAKU PERGAULAN BEBAS REMAJA DESA KRUENG GEUKUH KECAMATAN DEWANTARA Arini Agustina; Muhammad Badiran; Iman Muhammad; Idawati wati
Jurnal Biology Education Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.778 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v7i2.1591

Abstract

Pergaulan bebas menjadi beban ganda bagi negara indonesia karena bisa menyebabkan tingginya penyakit menular seksual. Aceh sudah di selimuti oleh atmosfer perilaku pergaulan bebas pada stadium tingkat yang sudah sangat parah. Studi  pendahuluan yang dilakukan  di Dusun  Para  Tujuh Desa  Krueng  Geukuh kecamatan Dewantara didapatkan adanya kasus salah seorang remaja SMA yang mengalami kehamilan diluar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, kearifan lokal, sosial media, dan teman sebaya terhadap  pola  asuh  orang  tua  dalam  mencegah  perilaku  pergaulan  bebas  pada remaja di Desa Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara survey analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi 121 orang. Sampel berusia 14-18 tahun sebanyak 93 orang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, kearifan lokal, teman sebaya terhadap pergaulan bebas dan tidak ada hubungan sosial media, keluarga/pola asuh terhadap pergaulan bebas serta variabel sikap lebih dominan memengaruhi pergaulan bebas dengan Overall percentage = 73,1%. Diharapkan kepada remaja agar membentengi diri dari dampak pergaulan bebas seperti menahan hasrat untuk  melakukan  hal-hal  yang negatif, memenuhi kesibukan diri dengan hal-hal yang positif dan meningkatkan ilmu tentang agama. Kata kunci : Pergaulan bebas menjadi beban ganda bagi negara indonesia karena bisa menyebabkan tingginya penyakit menular seksual. Aceh sudah di selimuti oleh atmosfer perilaku pergaulan bebas pada stadium tingkat yang sudah sangat parah. Studi  pendahuluan yang dilakukan  di Dusun  Para  Tujuh Desa  Krueng  Geukuh kecamatan Dewantara didapatkan adanya kasus salah seorang remaja SMA yang mengalami kehamilan diluar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, kearifan lokal, sosial media, dan teman sebaya terhadap  pola  asuh  orang  tua  dalam  mencegah  perilaku  pergaulan  bebas  pada remaja di Desa Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara survey analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi 121 orang. Sampel berusia 14-18 tahun sebanyak 93 orang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, kearifan lokal, teman sebaya terhadap pergaulan bebas dan tidak ada hubungan sosial media, keluarga/pola asuh terhadap pergaulan bebas serta variabel sikap lebih dominan memengaruhi pergaulan bebas dengan Overall percentage = 73,1%. Diharapkan kepada remaja agar membentengi diri dari dampak pergaulan bebas seperti menahan hasrat untuk  melakukan  hal-hal  yang negatif, memenuhi kesibukan diri dengan hal-hal yang positif dan meningkatkan ilmu tentang agama. Kata kunci : Pola Asuh Orang Tua, Perilaku Pergaulan Bebas, Remaja
KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA Silmi yanti; Namora Lumongga Lubis; Iman Muhammad; Idawati wati
Jurnal Biology Education Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.626 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v7i2.1590

Abstract

Antenatal care (ANC) adalah pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Survei awal yang dilakukan di Puskesmas Muara Batu Kabupaten Aceh Utara didapatkan bahwa cakupan K1 pada tahun 2016 yaitu sebesar 90 % dan cakupan K4 yaitu sebesar 79 % , hal ini belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 100%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, ketersediaan pelayanan ANC, akses pelayanan kesehatan, dukungan suami dan sumber informasi terhadap kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care di puskesmas Muara Batu Kabupaten Aceh Utara tahun 2018. Jenis penelitian mixed method  dengan  pendekatan kuantitatif  dan  kualitatif.  Populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan saat peneliti melakukan penelitian, yaitu sebanyak 32 responden. Sampel pendekatan kuantitatif sebanyak32 responden dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Sampel kualitatif terdiri dari 3 orang ibu hamil, 3 orang suami dan 1 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kunjungan  kepatuhan melakukan antenatal care dengan pengetahuan, sikap dan sumber informasi pada ibu hamil. Disarankan kepada ibu hamil untuk menambah pengetahuan tentanGkunjungan antenatal care melalui media elektronik maupun media cetak, selain itu diharapkan menghadiri bila ada pertemuan penyuluhan ataupun posyandu di desa yang menyampaikan informasi kesehatan khususnya tentang antenatal care. Kata kunci : Kepatuhan, antenatal care, Ibu hamil
The Role of Village Midwives in Reducing Stunting Rates in Children Under Two Years Old (BADUTA) Shinta Oktarina; Idawati Idawati; Yuliana Yuliana
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.777

Abstract

On the empirical fact that Gampong Ara succeeded in reducing the stunting rate in badutanya, in 2017, there were 13 cases and decreased to 4 cases in 2019 and in 2020 there were no more. The purpose of the study was to determine the role of village midwives in reducing stunting rates in children under two years old (baduta) in Gampong Ara, Kembang Tanjong District, Pidie Regency. This research uses a qualitative type of research with a case study design. The sample informants were 6 people, namely the Midwife of Ara Village, the Village Head or Keuchik Gampong Ara, the Cadre of the Gampong Ara Posyandu, 2 beneficiary communities (1 person with a history of stunting children and 1 more person with the risk of stunting) plus the Head of the Kembang Tanjong Health Center. The research time was held in April 2022. The results showed that village midwives in Gampong Ara have carried out their role in reducing stunting rates, but there are several aspects that are still not met. The conclusion is that the village midwife has carried out her role as an executor, manager, educator and researcher in the stunting reduction program in Gampong Ara, but not all of them are like helping childbirth, because the village midwife does not live in place and holds 3 villages as her midwife. Advice to policymakers, can work on development for the residence of village midwives in Gampong Ara, so that village midwives can carry out their total roles such as helping childbirth and allocating other village midwives so that Gampong Ara village midwives no longer hold 3 villages as their midwives, so that they can focus more on carrying out their role as village midwives in Gampong Ara. The midwife of Gampong Ara village is expected to continue to increase her role as a midwife.
Factors affecting mothers' activeness in attending classes for pregnant women Idawati; Yuliana; Susi Andriani
Science Midwifery Vol 11 No 1 (2023): April: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i1.1237

Abstract

The government implemented a class program for pregnant women to reduce maternal mortality. The participation of pregnant women and their families in pregnant women's classes is expected to increase knowledge and influence the behavior of pregnant women. The purpose of this study was to determine the factors that influence the activeness of mothers in attending classes for pregnant women. This research is analytic in nature. The population is all pregnant women in the working area of the Mutiara Barat Public Health Center, totaling 439 pregnant women, and the sample in this study was 81 pregnant women. The sampling technique is accidental sampling. The results showed that there was an effect of knowledge on the activity of the mother in taking classes for pregnant women (p value = 0.001), and there was an effect of family support on the activity of the mother in attending classes for pregnant women (p value = 0.013). (p = 0.006), and there is a motivational effect on the activeness of mothers in attending classes for pregnant women (p = 0.006). It is recommended that pregnant women be active in conducting class visits for pregnant women so that pregnant women can obtain correct information about pregnancy, childbirth, postpartum care, and good baby care.
SOCIALIZATION OF SIX STEPS TO EFFECTIVE HAND HYGIENE Idawati Idawati; Yuliana Yuliana; Susi Andriani; Rita Mirdahni; Mirdha Rosalinda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15945

Abstract

Kebersihan tangan merupakan salah satu masalah yang sampai saat ini memerlukan perhatian khusus terutama dalam kalangan masyarakat. Kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di Negara-negara berkembang saja, tetapi ternyata di negara-negara maju pun kebanyakan masyarakatnya masih lupa untuk melakukan perilaku cuci tangan. Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dapat mengurangi bakteri sampai 90%. Mencuci tangan dengan air saja dapat mengurangi keberadaan bakteri sampai tersisa 23% bakteri pada tangan, sedangkan dengan sabun dan air dapat mengurangi keberadaan bakteri sampai tersisa hanya 8% bakteri. Di beberapa tempat, seperti Desa Gajah Ayee Dusun Barat Provinsi Aceh Indonesia masih banyak yang kurang peduli tentang kebersihan tangan, mereka hanya melakukan cuci tangan saat tangan mereka jelas kelihatan kotor dan cara mencuci tangan dilakukan sekedar membersihkan kotoran dimana kadang-kadang tidak menggunakan sabun cuci tangan. Oleh karena itu, Dosen dan mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam mencoba untuk mensosialisasikan serta melakukan langsung praktik cuci tangan yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat dan kegiatan ini berjalan dengan lancar serta mampu memberikan pemahaman dan motivasi masyarakat untuk melakukan cuci tangan dengan benar.
BABY MASSAGE AS AN EFFORT TO INCREASE BONDING ATTACMENT IN POSTPARTUM MOTHERS Yuliana Yuliana; Idawati Idawati; Nova Arami; Aqrisa Aqrisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16211

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk rangsang raba. Rangsang raba adalah yang paling penting dalam perkembangan. Sensasi sentuhan merupakan sensori yang paling berkembang saat lahir. Berdasarkan Badan Statistik Amerika Serikat jumlah penduduk dunia pada Januari 2018 mencapai 7,53 miliar jiwa. Dari jumlah tersebut, terbanyak merupakan anak berusia 0-4 tahun, yakni mencapai 662 juta jiwa atau sekitar 8,7% dari total populasi. Di beberapa tempat, seperti Dusun Kuta Madek Masjid Bungie Simpang Tiga Provinsi Aceh Indonesia masih banyak ibu-ib nifas mengeluh bahwa bayinya mengalami masalah ketika tidur, bayinya sering terbangun ketika tidur dimalam hari, dan menangis saat terbangun dan ibu mengatakan tahu atau pernah dengar tentang pijat bayi tetapi belum pernah melakukannya baik difasilitas kesehatan atau dukun dikarenakan takut salah dalam pemijatan dan tidak mengetahui teknik pemijatan yang baik dan benar. Oleh karena itu Dosen dan mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam mencoba untuk mensosialisasikan serta melakukan langsung praktik pijat bayi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat dan kegiatan ini berjalan dengan lancar serta mampu memberikan pemahaman dan motivasi masyarakat khususnya ibu nifas untuk melakukan pijat pada bayi dengan benar.
Effect of early mobilization on post SC pain (a literature review) Idawati Idawati; Dian Khaironnisa; Siti Aisyah; Nurul Husna; Devi Setiawati
Science Midwifery Vol 11 No 3 (2023): August: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i3.1260

Abstract

Early mobilization is a way to make patients independent so that patients are able to carry out their own activities without the help of others. Pain management can be pharmacological, non-pharmacological. Nonpharmacological techniques used to reduce postoperative pain are early mobilization techniques. This study was to determine the effect of early mobilization on Post SC pain. The method used is a literature review using the Google Scholar and PubMed databases by identifying 20 articles on the same topic in the 2018-2022 range and filtering them so that their feasibility is assessed and 15 articles are appropriate. Literature search used the keywords SC surgery, early mobilization. The results obtained from this literature study have the effect of mobilization on Post SC Pain patients, namely the application of one of the non-pharmacological techniques that can be used to reduce postoperative pain is the early mobilization technique. Based on the process, there was a significant difference in the effect of the results of early mobilization on the pain scale in post SC mothers. Early mobilization in post sectio caesarea patients can improve blood circulation so that the wound tissue becomes better. The faster the post-SC mother moves, the faster wound will heal. The limitations encountered during compiling this literature review were the difficulties in finding literature or sources that matched the guidelines and adjusting the title of the literature review with the inclusion criteria. It is hoped that future work researchers can learn more about early mobility in post-sc patients from different journals.