Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEKTIVITAS KANTOR DESA NAGORI BUNTU TURUNAN DALAM MEMAJUKAN KEGIATAN DESA SELAMA PENDEMI COVID -19 Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Humala Sitinjak; Rosita Nainggolan; Nenny Wida Simaremare
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/cj9tze86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan Kantor Desa dalam memajukan kegiatan Desa Nagori Buntu Turunan Selama Pendemi Covid-19. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi Kantor Desa dalam memajukan kegiatan Desa Nagori Buntu dan mengetahui cara penyelesaian kendala yang dihadapi dalam memajukan kegiatan Desa Nagori Buntu Turunan Selama Pendemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan conclusion atau verisifikasi data/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Begitupun di Desa Nagori Buntu Turunan yang mengharapkan adanya perubahan yang lebih baik untuk kepentingan bersama. Oleh karena itu desa buntu turunan melakukan berbagai kegiatan dengan tujuan yang lebih baik yang dapat mensejahterakan masyarakat desa buntu turunan. Akan tetapi dari setiap kegiatan yang dilaksanakan ada kendala yang ditemukan yaitu antusias warga kurang dalam setiap kegiatan desa. Pihak kantor desa mengupayakan agar setiap warga ikut turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diprogramkan.
PERANAN TATA TERTIB SEKOLAH SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN MORAL UNTUK DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 13 PEMATANGSIANTAR T.P. 2021/2022 Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Jumpa Ukur; Krissi Wahyuni Saragih; Dewi Rabiah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xkmt8j50

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tata tertib sekolah, bagaimana Peranan Tata Tertib sekolah terhadap kedisiplinan siswa, serta apakah Guru pendidikan pancasila berperan penting dalam mendidik moral dan menanamkan kedisplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan conclusion atau verisifikasi data/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Penerapan tata tertib menjadi poin aturan yang menertibkan siswa di sekolah. Sedangkan peran guru sebagai pengawas, guru mengawasi siswa untuk meyakinkan bahwa semua peraturan tata tertib sekolah dapat terlaksana dengan baik dan dipatuhi oleh siswa. Mengawasi semua kegiatan atau tindakan siswa terutama di lingkungan sekolah.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK BUDI PEKERTI DAN ETIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 DOLOK MERAWAN Sariaman Gultom; Krissi Wahyuni Saragih; Imman Yusuf Sitinjak; Rizka Apriliani
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8d4kec35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membentuk budi pekerti dan etika peserta didik serta untuk mengetahui langkah dan strategi pembentukan karakter peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Dolok Merawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, alat pengumpulan data dan analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta angket yang dilakukan dengan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Dolok Merawan. Peran guru dalam membentuk budi pekerti peserta didik kelas yaitu guru bukan hanya pengajar, tetapi juga model perilaku dan teladan bagi siswa, guru juga bertanggung jawab untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter positif, melalui pembelajaran yang menekankan pada diskusi, refleksi, dan pengalaman nyata. Beberapa langkah dan strategi pembentukan karakter peserta didik seperti diskusi dan refleksi, keteladanan pribadi, proyek kolaboratif, penghargaan dan pengakuan, pembelajaran kontekstual dan berbasis masalah. Sementara itu, strategi pembentukan karakter dilakukan dengan mengintegrasikan pembelajaran budi pekerti dan etika dalam kurikulum, memberikan contoh positif dari guru dan staff sekolah, mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang mempromosikan nilai-nilai seperti kepemimpinan dan kerjasama, serta memberikan ruang untuk refleksi diri dan diskusi tentang nilai-nilai yang diinginkan.
UPAYA PENGUATAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI BAGI PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VII-DUA SMP SWASTA BINA GUNA TANAH JAWA Sariaman Gultom; Jumpa Ukur; Van Lodewijk Purba; Renna Purba
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/0k1b5652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan nilai-nilai anti korupsi dalam pembelajaran PKn di SMP Swasta Bina Guna Tanah Jawa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, Angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian penguatan nilai-nilai anti korupsi dalam deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, Angket observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian penguatan nilai-nilai anti korupsi dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada siswa kelas VII di SMP Swasta Bina Guna Tanah Jawa menunjukkan bahwa ada empat cara yang dilakukan oleh guru, yaitu dengan memberikan pengetahuan terkait nilai-nilai anti korupsi, memberikan arahan moral berupa nasihat dan cerita kejadian nyata yang mengandung nilai-nilai anti korupsi, memberikan keteladanan kepada siswa terkait nilai-nilai anti korupsi, dan memberikan penghargaan dan sanksi kepada siswa. Selanjutnya, evaluasi yang dilakukan oleh guru PKn dalam penguatan nilai-nilai anti korupsi dilakukan melalui penilaian sikap. Dalam melakukan penguatan nilai-nilai anti korupsi, guru mengalami kendala yaitu kurangnya kesadaran di kalangan siswa. Solusi yang dilakukan adalah dengan memberikan nasihat kepada siswa secara terus - menerus..
PERANAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENANGANI PERILAKU BULLYING PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 21 SERBELAWAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Rony Andre Ch Naldo; Sariaman Gultom; Netty Mewahaty Simbolon; Ainun Rangkuti
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/hgcb2s63

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui peranan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menangani perilaku bullying peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 21 Serbelawan serta untuk menganalisis dan mengetahui langkah dan strategi yang dilakukan guna menangani bullying yang terjadi pada peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 21 Serbelawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pendekatan deskriptif, alat pengumpulan data dan analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta angket yang dilakukan dengan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 21 Serbelawan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran yang sangat penting dalam menangani perilaku bullying di kalangan peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 21 Serbelawan. Melalui pembelajaran konsep, pembentukan sikap, sosialisasi aturan dan norma, serta penguatan peran sekolah, PPKn membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tentram, dan menghormati martabat semua individu. Langkah dan strategi dalam menangani perilaku bullying peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 21 Serbelawan yaitu dilaksanakan pendidikan tentang bullying dan penyuluhan atau ceramah rutin, menyediakan Bimbingan Konseling (BK) sebagai tempat pengaduan bullying, dan pendekatan personal Guru terhadap korban bullying, penegakan aturan dan sanksi terhadap pelaku bullying. pelibatan seluruh komponen sekolah dalam memonitor, menindak, dan memberikan pembinaan kepada peserta didik yang dilakukan secara kolaboratif baik itu Guru, wali kelas ataupun Guru BK dan juga pelibatan seluruh peserta didik dalam menjaga lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying.
PERANAN PENDIDIKAN PANCASILA DAAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGUATKAN KARAKTER INTEGRITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING KELAS X TKJ 1 SMK N 1 SIANTAR TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Mariah SM Purba; Jumpa Ukur; Sariaman Gultom; Rosita Nainggolan; Zihan Anggun Sofi
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6fksav67

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Peranan Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying Kelas X Tkj 1 SMK Negeri 1 Siantar Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam Upaya pencegahan bullying peserta didik serta mendeskripsikan apakah terdapat dampak bullying dan apa saja dampak bullying terhadap motivasi belajar peserta didik kelas x Tkj 1 SMK Negeri 1 Siantar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, alat pengumpulan data dan analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta angket yang dilakukan dengan dokumentasi. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Siantar. Terdapat dampak bullying terhadap motivasi belajar peserta didik dikelas X Tkj 1 Dampak bullying terhadap motivasi belajar peserta didik adalah menjadi rendahnya motivasi peserta didik dalam belajar dan juga menjadikan hasil belajar peserta didik menjadi menurun, memicu masalah Kesehatan mental, seperti gangguan cemas, dan depresi. Penelitian ini membuktikan bahwa adanya peran upaya guru dalam pencegahan bullying kelas X Tkj 1 adalah dilakukan dengan cara pengarahan secara kelompok atau klasikal, bimbingan secara individu, melakukan kegiatan pembinaan, menciptakan ruang kelas yang aman.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIAH MESRA PEMATANGSIANTAR TP. 2023/2024 Krissi wahyuni Saragih; Sariaman Gultom; Hadijah Hasibuan
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/y4nxkb23

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi yang di gunakan guru Madrasah Tsanawiah Mesra dalam mengatasi kenakalan peserta didik. Yang menjadi latar belakang dari penelitian ini karna pada saat melakukan observasi ke Madrasah Tsanawiah Mesra, peneliti menemukan peserta didik yang melakukan kenakalan mulai dari terlambat, rebut dalam kelas,keluar jam kelas tanpa alasan, berkata bohong, berkata kasar (kotor) ,berkelahi. Dalam lembaga pendidikan terdapat peserta didik yang menjadi generasi dari bangsa ini. Peserta didik dalam rentang usia adalah seorang anak yang dalam perkembangannya dari masa anak-anak hingga remaja. Dalam hitungan rata-rata peserta didik dapat di golongkan sebagai orang yang belum dewasa, ia membutuhkan pengajaran, pelatihan, dan bimbingan orang dewasa untuk mengantarkan menuju kedewasaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil penelitian dari sebuah skripsi yang berjudul Strategi Guru Dalam Mengatasi Kenakalan Peserta Didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar Tahun Pelajaran 2023/2024. Oleh karna itulah di perlukan strategi guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik agar membentuk kepribadian peserta didik yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia,sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi waega negara yang demokratis serta tanggung jawab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah faktor dan bentuk yang menyebabkan terjadinya kenakalan peserta didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar tahun pelajaran 2023/2024? ( 2) Apakah strategi yang di gunakan guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar tahun pelajaran 2023/2024? Yang menjadi responden dalam penelitian ini yaitu wawancara 1 guru wali kelas dan 20 guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar dengan metode angket.
PERANAN NORMA-NORMA DALAM MEMBENTUK SIKAP BERKARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH SMK TRISAKTI PEMATANGSIANTAR Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak; Novi Silvia
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ak312e67

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui perlunya mempelajari norma-norma bagi peserta didik serta untuk mengetahui peranan norma-norma dalam membentuk sikap berkarakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan pendekatan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, lokasi penelitian di sekolah Pematang Siantar. Perlunya mempelajari norma-norma bagi peserta didik adalah untuk membentuk karakter yang baik, memiliki etika dan moral yang baik yang dapat dilaksanakan dan dilakukan dikehidupan sehari-hari bukan hanya dilakukan dilingkungan sekolah namun juga dalam bermasyarakat. Peranan norma-norma dalam membentuk sikap berkarakter peserta didik adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memberi keputusan atau bertingkah laku. Penumbuhan kesadaran peserta didik sebagai peningkatan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah norma yang dapat membiasakan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang positif. Pendidikan sebagai cara pendidik dalam memberikan respon kepada peserta didik baik di kelas maupun di luar kelas,dengan melakukan pembelajaran yang menyenangkan.
UPAYA MENANAMKAN NILAI NASIONALIME DAN PATRIOTISME UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN DI KELAS VII SMP SWASTA AL-WASLIYAH 40 BAHAPAL Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Christian Daniel Hermes; Humala Sitinjak
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w194zb84

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme pada peserta didik melalui proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana penelitian melakukan pengumpulan data dengan menggunakan observasi sekolah, angket pertanyaan, serta dokumentasi. Untuk menganalisis data dilakukan dengan merangkum hasil pengumpulan data untuk mencapai hasil kesimpulan jawaban penelitian. Upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme pada peserta didik melalui proses pembelajaran adalah dengan mengajarkan bertingkah laku didalam kelas, mengajarkan dan menerapkan norma norma dalam Pancasila, serta memberikan wejangan tetap sikap dan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan sehari hari untuk peserta didik.
IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (PENELITIAN STUDI KASUS PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN GUNUNG MALIGAS KABUPATEN SIMALUNGUN Mardin Silalahi; Bismar Sibuea; Marhaeni K D. Matondang; Tiodora Fermiska Silalahi; Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kendala/permasalahan dalam penerapan standar nasional pendidikan pada tingkat sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara. Analisis data menerapkan reduksi data, model/penyajian data, dan penarikan/ verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa kendala/permasalahan dalam implementasi delapan standar nasional pendidikan, yaitu: 1. Pergantian kurikulum sekali dalam lima tahun dan tidak disosialisaskan dengan cepat oleh Dinas Pendidikan, 2. Kurikulum yang diimplementasikan pada tingkat sekolah dasar (SD) bervariasi, 3. Penerapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang sangat variatif di setiap sekolah yang mengakibatkan kaburnya skala penilaian pencapaian kompetensi siswa, 4. Guru masih cenderung copy paste untuk menyusun modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 5. Belum ada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)/silabus untuk mata pelajaran muatan lokal, 6. Guru belum mampu mendisain media pembelajaran yang innovatif dan kreatif berbasis digitalisasi, 7. Akses internet belum memadai di setiap sekolah, 8. Penentuan kelulusan peserta didik ditentukan oleh pihak sekolah, 9. Pengadaan guru PJOK, guru Agama Kristen, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan guru Seni yang minim pada tingakat sekolah dasar, 10. Masih ada guru yang belum tamatan S-1, dan tidak linier dengan mata pelajaran yang diampuh, 11. Tidak merata pendistribusian sarana dan prasarana sekolah seperti ruangan kelas yang tidak layak pakai, buku paket, alat peraga, perpustakaan, laboratorium IPA, computer, dan Akses internet yang tidak memadai di setiap sekolah untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran, 12. Beberapa kepala sekolah tidak memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan, 13. Sekolah tidak memiliki mitra untuk pengembangan kompetensi guru, kurikulum, dan sarana prasarana sekolah, 14. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang diusulkan kepala sekolah cenderung tidak disetujui dan direvisi oleh Dinas Pendidikan sesuai keinginan mereka, 15. Dana BOS tidak mencukupi untuk pembiayaan operasional sekolah dan Dinas Pendidikan tidak memberikan kebebasan kepada pihak sekolah untuk pengelolaan Dana BOS sesuai kebutuhan sekolah, 16. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ikut berperan untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah, 17. Masih banyak guru/sekolah yang belum menguasai indikator dan instrumen penilaian.