Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FORTE JOURNAL

UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI ANTI INFLAMASI PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Elsa Yanuar Rahma; Titi Agni Hutahaen; Ainu Zuhriyah; Siti Khoirun Nisak
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1091

Abstract

Beluntas dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan topikal untuk mengobati luka dengan cara mengoleskan pada area yang luka, dan daun beluntas sangat bermanfaat terhadap penyembuhan Anti Inflamasi karena terdapat kandungan senyawa tanin. Salah satu sediaan yang digunakan sebagai antiiflamasi adalah sedian gel, gel dipililih karena memiliki sensasi dingin yang sangat baik dalam membantu mengurangi panas dari inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun beluntas dapat diformulasikan sebagai sediaan gel sebagai anti inflamasi. Mengetahui aktivitas sediaan gel ekstrak etanol daun beluntas pada mencit jantan (Mus musculus). Mencit jantan sendiri dipilih karena karena tidak memiliki hormon esterogen. Ekstrak etanol daun beluntas ini diformulsikan menjadi 4 sediaan gel denan konsentrasi 10%, 25%, 35%. Uji evaluasi sediaan gel meliputi uji organolptik, uji homogenitas, uji Ph dan uji daya lekat.  Hasil dari semua uji evaluasi sediaan telah memenuhi standar nasional indonesia (SNI). Hasil dari uji yang mengalami penurunan edema sangat signifikan yaitu formulasi dengan konsentrasi F3 35%.
IDENTIFIKASI GCMS DAN APLIKASI SENYAWA ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum.) PADA SEDIAAN SALEP BASIS LARUT AIR Muhammad Imron; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani; Ainu Zuhriyah
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1132

Abstract

Jahe  merah, yang juga dikenal sebagai Zingiberinale var rubrum, berasal dari wilayah Asia-Pasifik, meliputi India hingga China. Zingiber officinale var rubrum, yang umumnya dikenal sebagai jahe merah, sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk yang disebabkan oleh jamur. Banyak meyakini bahwa ramuan tradisional lebih aman daripada obat kimia. Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) mengandung senyawa seperti gingerol, shogaol, limonen, dan geraniol yang bermanfaat dalam pengobatan penyakit jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa dalam jahe merah dan merumuskan sediaan salep dari jahe merah dengan stabilitas fisik terbaik. Metode penelitian melibatkan ekstraksi jahe merah menggunakan teknik destilasi, menghasilkan minyak atsiri jahe merah, diikuti dengan identifikasi senyawa menggunakan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry). Berdasarkan temuan penelitian dan identifikasi sampel jahe merah, deteksi senyawa limonen dan geraniol dapat dilakukan melalui analisis GCMS. Namun, deteksi senyawa gingerol dan shogaol belum terjadi karena kurangnya persiapan sampel dengan penambahan KOH 0,5 N selama analisis GCMS minyak atsiri jahe merah. Hasil dari empat formulasi menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi standar stabilitas sediaan salep. Namun, selama uji organoleptik pada minggu ketiga dan keempat, terlihat bercak putih pada formulasi F2 dan F3, menunjukkan bahwa formulasi optimal adalah F3 dengan konsentrasi 25% minyak atsiri jahe merah.