Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pendampingan Usaha Ekonomi bagi Masyarakat dalam Pembuatan Keripik Pepaya di Desa Pungpungan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Sahri Sahri; Ita Aristia Sa’ida; Ainu Zuhriyah; Nawafila Februyani
Inspirasi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): February
Publisher : Inspirasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.034 KB)

Abstract

Desa pungpungan merupakan desa yang memiliki berbagai macam tanaman buah, salah satunya adalah buah pepaya. Buah pepaya yang ditanam oleh masyarakat desa pungpungan berada disekitar samping kanan kiri rumah dan ada juga diperkebunan khusus pepaya yang berada di pinggiran sawah. Keripik pepaya merupakan makanan ringan atau camilan yang mudah dibawa kemana-mana dan memilik kandungan zat yang mampu melancarkan pencernaan. Dalam pelaksanaan pengabdian masayrakat ini dilakukan dengan menggunakan beberpa metode atau langkah, yaitu dengan melakukan pemberian atau penyuluhan tentang manfaat dan berbagai macam bahan olehan buah pepaya, kedua, melaukan demosntrasi dan pelatihan pembuatan keripik pepaya, ketiga, pelatihan pengemasan bungkus keripik pepaya dan keempat evaluasi. Dalam pengabdian masayrakat ini para peserta menerima dan antusias dalam mengikuti pendampingan pengolan keripik pepaya. Selain itu juga, masyarakta memiliki motivasi untuk memiliki home industri keripik pepaya dan mampu mendesaian dalam pengemasan penjualan keripik pepaya.
Kesehatan reproduksi remaja di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
ABDIMAS DEWANTARA Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v5i1.13663

Abstract

Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah keadaan sehat yang menyuluruh, meliputi aspek fisik, mental dan social dan bukan hanya sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan di segala hal yang berkaitan dengan system reproduksi, fungsinya maupun proses reproduksiitu sendiri. Informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi sehat pada remaja lebih mengenal proses reproduksi serta berbagai factor masalah yang terjadi, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi. Usia remaja adalah usia ketika seseorang mengalami masa peralihan antara usia anak-anak dan dewasa. Masalah-masalah kesehatan reproduksi remaja yang sering ditemukan meliputi perilaku seksual beresiko, infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV, kehamilan remaja dan aborsi tidak aman. Permasalahn utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, masalah pergeseran prilaku seksual remaja, pelayanan kesehatan yang buruk serta perundang-undangan yang tidak mendukung. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu remaja memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dan memahami serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan remaja khususnya kesehatan reproduksi. Tahapan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini meliputi:1. Melakukan survey ke lokasi (Sukowati Kecamatan Kapas Ulu Kabupaten Bojonegoro), 2. Mencari informasi tentang kesehatan remaja di Sukowati Kecamatan Kapas Ulu Kabupaten Bojonegoro.3. Melakukan sosialisasi kesehatan di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Ulu Kabupaten Bojonegoro 4.Melakukan evaluasi dari sosialisasi yang dilakukan.
PERBANDINGAN KADAR SENYAWA ANTIOKSIDAN PADA UMBI PORANG (Amorpophallus muelleri), UMBI TALAS ( Colocasia esculenta), DAN GEMBILI (Dioscorea esculenta) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Nawafila Februyani; Ainu Zuhriyah
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 3: Oktober 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.163 KB) | DOI: 10.33578/mbi.v17i3.152

Abstract

Indonesia memiliki banyak tanaman umbi-umbian. Golongan umbi-umbian ada 2 yaitu umbi umbian golongan mayor seperti ubi kayu dan ubi jalar dan umbi-umbian golongan minor diantaranya adalah talas, gadung, suweg, uwi, gembili. Golongan umbi-umbi mayor secara umum telah banyak diaplikasikan untuk kebutuhan industri seperti ubi kayu untuk produksi tapioka, sedangkan pemanfaatan golongan umbi minor belum banyak digunakan di kalangan industri sepeerti talas hanya untuk keripik talas. Porang atau Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) adalah tumbuhan dari famili Araceae yang memiliki segudang manfaat yang sangat banyak untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif serta sebagai tanaman yang belum dikembangkan secara komersial di Indonesia. Selain porang ada beberapa tanaman sejenis yang perlu diekplorasi potensi dan kegunaannya, salah satunya dalah umbi talas dan gembili. Talas-talasan selain kaya akan kandungan karbohidrat/sakarida juga mengandung zat-zat lain seperti protein, lemak, vitamin dan mineral bahkan antioksidan. Pada penelitian ini digunakan 3 jenis sample tumbuhan yaitu umbi porang, umbi talas dan gembili untuk diuji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang didapatkan adalah antioksidan pada ekstrak umbi porang, umbi talas, dan umbi gembili dengan perhitungan IC50 dapat dihasilkan bahwa dari ketiga umbi ini ketiganya merupakan antioksidan lemah, namun dari ketiga umbi ini umbi porang memiliki aktifitas antioksidan lebih tinggi dari umbi gembili dan umbi talas
Pengaruh Media Sosial terhadap Pergeseran Bahasa Indonesia pada Mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Ainu Zuhriyah; Abdul Basith
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2001

Abstract

Advances in technology and information flow have made Indonesian people more open to global knowledge. It is undeniable that the development of the media also plays an active role in changing one's lifestyle, both electronic, print and online media. Judging from today's modern era, social media is not just a medium of communication, but has become part of human lifestyle, especially young people or students. One of the impacts of the advancement of technology with the existence of social media is a shift in language. Language shift is a linguistic phenomenon that sometimes refers to the extinction of a language. Social media is an online media where users can easily participate, share and create content including blogs, social networks and wikis, which are the most frequently used forms of social media by people around the world. 16 Social media is a website-based feature that can form networks. and enable people to interact within a community. On social media, we can carry out various forms of exchange, collaboration, and getting to know each other in the form of visual and audiovisual writing. Examples include Twitter, Facebook, blog, Forsquare, and others. Some of the problems found, researchers need to conduct research and the problem that is used in this study is how social media influences the shift in Indonesian among Pharmacy students at Nahdlatul Ulama Sunan Giri University. Social Media as a space for interaction can cause a shift in language, where the average pharmacy student at Nahdlatul Ulama Sunan Giri University or other students must understand this better and there is an increase in the knowledge of pharmacy students at Nahdlatul Ulama Sunan Giri University, especially regarding the influence of social media on language shift in pharmacy students at Nahdlatul Ulama University Sunan Giri.
Sosialisasi Pencegahan Stunting Bagi Balita Pada Remaja di Desa Tlogorejo Kecamatan Kepohbaru Bojonegoro Ainu Zuhriyah; Guruh Putro Dirgantoro
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i2.1403

Abstract

Stunting merupakan sebuah kondisi gagal tubuh pada balita yang diakibatkan kekurangan gizi, sehingga balita tidak tumbuh sesuai dengan usianya. angka prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 8,7 juta atau 30,7% bayi berumur bawah lima tahun (balita). Data lebih lanjut menujukkan angka prevalansi stunting di Jawa Timur sebesar 23,5%, meskipun angka stunting di Jawa Timur masih dibawah angka nasional (30,7%) namun angka ini masih belum aman karena masih diatas target stunting yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 20%. Kurangnya pengetahuan dari remaja di Desa Tlogorejo tentang stunting menjadi aspek pertimbangan dilakukannya Sosialisasi untuk mencegah resiko terjadinya kasus stunting itu sendiri. Sosialisasi pencegahan stunting ini dilaksanakan dengan metode Particypation Action Research (PAR) presentasi, diskusi, dan pelaporan yang mana melibatkan banyak masyarakat serta para Stakeholder di Desa Tlogorejo. Selama sosialisasi, peserta memberikan respon yang positif terhadap program yang dilaksanakan. Dari instrumen kepuasan yang dibagikan diketahui bahwa program ini dapat memberi manfaat bagi peserta. Pemateri dan keseluruhan program ini mendapatkan respon positif dari para peserta.
Evaluasi pemberian antibiotik untuk mengobati Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak di Puskesmas Dander. Hestya Duwi Praseteya; Ainu Zuhriyah; Abdul Basith
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Bulan November 2022 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Peradangan kronis pada saluran pernapasan sering disebut sebagai Peradangan Respiratori Kronis (IRK). IRK terdiri dari dua jenis yaitu IRK atas (IRKA) dan IRK dasar (IRKD). IRK merupakan penyebab utama kematian bayi di negara ini, terutama saat dikombinasikan dengan penyakit AIDS, malaria, dan campak. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis antibiotik yang paling sering diresepkan untuk anak usia 5-10 tahun yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik yang tepat pada anak usia 5-10 tahun yang menderita ISPA di Puskesmas Dander dengan menggunakan parameter rekam medis, kuesioner, tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat durasi. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif pada 29 rekam medis pasien anak usia 5-10 tahun di Puskesmas Dander pada tahun 2020-2021 dengan teknik pengambilan data sampel secara proportionate stratified random sampling dan dijelaskan secara kuantitatif deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa dari 29 pasien ISPA di Puskesmas Dander pada tahun 2020-2021, antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah Amoxicillin sebanyak 28 (96,55%) dan Kotrimoksazol sebanyak 1 (3,44%). Simpulan: Penggunaan antibiotik pada pasien dinyatakan tepat pasien sebanyak 29 (100%), tepat indikasi sebanyak 29 (100%), tepat dosis sebanyak 19 (65,39%), dan tepat durasi sebanyak 21 (72,38%).
Evaluasi Pengetahuan Masyarakat Mengenai Pencegahan Covid-19 Desa Purwoasri Sukorame Bojonegoro Dian Sasa Ayu Putri; Ainu Zuhriyah
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Bulan November 2022 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (Sars-CoV-2) yang sangat mudah menular. Gejala utama infeksi Covid-19 yang muncul pada orang yang terkonfirmasi positif adalah demam dengan suhu tubuh lebih dari 38oC, batuk, serta kesulitan bernafas. Selain itu, gejala lain seperti kelelahan, nyeri otot, gejala gastrointestinal seperti diare, dan gejala pada saluran nafas juga dapat muncul. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat di Dukuh Sukorame, Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro tentang langkah-langkah pencegahan Covid-19. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan skoring. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,35% masyarakat di Dukuh Sukorame memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19, 55,35% memiliki pengetahuan yang cukup, dan 14,28% memiliki pengetahuan yang kurang. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di desa ini tentang pencegahan Covid-19 tergolong cukup dengan persentase 55,35%. Oleh karena itu, masyarakat perlu tetap waspada dan menjalankan langkah pencegahan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19. Evaluasi Pengetahuan Masyarakat Mengenai Pencegahan Covid-19 Desa Purwoasri Sukorame Bojonegoro
Persepsi Dan Sikap Masyarakat Terhadap Konsumsi Obat Halal Di Desa Kedungrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Fud Khotul Ariddah; Ainu Zuhriyah; Romadhiyana Kisno Saputri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.495

Abstract

Consuming drugs is one of the human efforts to maintain and restore physical health. The drugs we consume have active ingredients and auxiliary ingredients, one of which comes from animals. Indonesia is the largest pharmaceutical market in ASEAN and ranks fourth in the world among Muslim consumer markets in the pharmaceutical sector. The pharmaceutical industry in Indonesia is growing rapidly, and the state controls up to 70% of the domestic market, most (90%) of the country's medicines are imported from countries with non-Muslim majority populations. These countries include China (60%), India (25%), and the United States and Europe, so there is no guarantee that the ingredients used in medicines are halal. The purpose of this study is to assess how people's perceptions and attitudes about halal medicine are. This research method is descriptive observational with data collection through questionnaires distributed to respondents. The respondents of this study were the Muslim community of Kedungrejo Village who were selected randomly. purposive sampling, as many as 90 respondents. Data testing was carried out using Microsoft Excel which included the process of testing the validity and reliability of research instruments on people's perceptions and attitudes towards halal medicines. In this study, perception of halal drugs used four indicators, including the Security of Religious Values, Health and Specificity. The results of this study state that the perception of the Kedungrejo community is in the good category with a percentage of 63% and the remaining 37% is very good. As for research on public attitudes, there are four indicators, namely satisfaction, positive impression, pleasure to buy, and perceptions of halalness. The result is that 36% of the public's attitude towards halal medicines is not good, while the remaining 64% show a good attitude towards halal medicines. Mengkonsumsi obat merupakan salah satu upaya manusia untuk menjaga dan memulihkan kesehatan jasmani. Obat yang kita konsumsi memiliki komposisi bahan aktif dan bahan pembantu salah satunya berasal dari hewani. Indonesia merupakan pasar farmasi terbesar di ASEAN dan menempati urutan keempat dunia di antara pasar konsumen Muslim di sektor farmasi. Industri farmasi di Indonesia berkembang pesat, dan negara menguasai hingga 70% pasar domestik, sebagian besar (90%) obat-obatan negara diimpor dari negara-negara dengan populasi mayoritas non-Muslim. Negara-negara ini termasuk Cina (60%), India (25%), dan Amerika Serikat dan Eropa, sehingga tidak ada jaminan bahwa bahan yang digunakan dalam obat-obatan itu halal. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai bagaimana persepsi dan sikap masyarakat tentang obat halal. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar kepada responden, responden dari penelitian ini adalah masyarakat muslim Desa Kedungrejo yang dipilih secara purposive sampling, sebanyak 90 responden. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel yang meliputi proses pengujian validitas dan reliabilitas instrument penelitian terhadap persepsi dan sikap masyarakat terhadap obat halal. Dalam penelitian ini persepsi masyarakat terhadap obat halal menggunakan empat indikator, antaralain adalah keamanan, nilai keagamaan, kesehatan dan kekhususan. Hasil dari penelitian ini menyatakan persepsi masyarakat kedungrejo berkategori baik dengan presentase 63% dan sisanya 37% sangat baik. Sedangkan untuk penelitian sikap masyarakat ada empat indikator yaitu kepuasan, kesan positif, senang membeli, dan persepsi kehalalan. Hasilnya 36% sikap masyarakat terhadap obat halal tidak baik, sedangkan sisanya 64% menunjukkan sikap baik terhadap obat halal. 
Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesehatan Fisik dan Mental Pada Lansia Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i3.1927

Abstract

Lansia adalah individu pada kelompok umur yang telah memasuki tahapan akhir pada fase kehidupannya. Dengan makin lanjutnya usia seseorang maka kemungkinan terjadinya penurunan anatomik dan fungsional atas organ tubuhnya makin besar. Oleh karena itu melakukan aktivitas olahraga yang teratur, melakukan pola hidup yang sehat, istirahat , tidak merokok dan pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan salah satu usaha mencapai kesehatan bagi lansia untuk menghadapi lanjut usia yang dapat menikmati hidupnya dan tetap terjaga kesehatannya dengan baik. Untuk mencapai kondisi yang sehat bagi lansia selain upaya diatas juga perlu dilaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan mental bagi lansia, sehingga lansia dapat termotivasi untuk mempertahankan kesehatannya, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. Penurunan fisik dan mental yang dialami lansia menyebabkan berkurangnya kemandirian dan terbatasnya aktivitas sehari-hari. Tujuan peningkatan pengetahuan bagi lansia dan keluarganya di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro guna memandirikan lansia supaya terjaga kesehatan fisik dan mental lansia di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Upaya-upaya lain dalam menjaga kesehatan yang dapat dilakukan di antaranya yaitu dengan melakukan berobat sendiri ataupun berobat jalan, maupun memilih untuk rawat inap. Tanda-tanda kesehatan lansia yang dapat diamati atau dilakukan observasi adalah suhu tubuh dan detak jantung. Hasil yang diharapkan dari peningkatan pengetahuan dari upaya kesehatan lansia adalah mampu mengontrol kesehatan mental dan kesehatan fisik lansia supaya lansia dapat hidup secara mandiri
Evaluasi Kinerja Apotek Nusa Cendana Jatirogo Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Agustin Yuliana Dewi; Ainu Zuhriyah; Abdul Basith
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v3i2.538

Abstract

Pengukuran kinerja apotek sangat penting dilaksanakan untuk melihat perkembagan secara menyeluruh kinerja dalam periode tertentu. Manfaat pengukuran kinerja antara lain ialah mempengaruhi kebijakan gaji karyawan, serta sebagai dasar penentuan kebijakan kedepan dengan mengevaluasi kelemahan diperiode lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengevaluasi kinerja Apotek Nusa Cendana Jatirogo dengan pendekatan Balanced Scorecard di Apotek Nusa Cendana Jatirogo. Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian studi kasus non eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua kegiatan pelayanan oleh petugas di Apotek Nusa Cendana dan semua pelanggan yang datang ke Apotek Nusa Cendana. Sedangkan sampelnya adalah ialah kegiatan pelayanan yang mengacu pada Balanced Scorecard di Apotek Nusa Cendana Jatirogo dengan teknik pengambilan sampel secara accidental atau berdasarkan kebetulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kinerja Apotek Nusa Cendana Jatirogo sudah baik. Dari perspeektif pelanggan tingkat kepuasan pelanggan rata-rata dengan kriteria Puas, dengan jumlah pengunjung rata-rata 132 orang perhari dan dapat dikatakan cukup ramai.kemudian Tingkat ketersediaan obat di Apotek Nusa Cendana cukup lengkap dengan kategori baik secara kemasan dan aman secara tingkat kadaluarsa. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang ada pada Apotek Nusa Cendana sudah baik, karena dari penanggung jawab apotek sudah memiliki struktur perencanaan yang baik untuk penunjang pembelajaran dan pertumbuhan bagi karyawan maupun apotek itu sendiri melalui rapat, evaluasi dan seminar.