Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI CERDAS GO GREEN CONCEPT UNTUK GENERASI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SMPN 2 BATI BATI Susilawati Susilawati; Eny Dwi Pujawati; Hafizianor Hafizianor; Nova Purwanti; Muhammad Rizky Arisandi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6503

Abstract

Pada hakikatnya sumberdaya alam diamanatkan pengelolaannya, pemanfatannya dan pelestariannya kepada manusia.  Pemanfaatan sampah organik dan demplot TOGA untuk mewujudkan Go Green Concept di sekolah diharapkan dapat melestarian lingkungan, menumbuhkan partisipasi dan peran serta masyarakat khususnya siswa generasi muda untuk menjaga lingkungan. Kecamatan Bati-Bati memiliki jumlah penduduk cukup banyak. Pesatnya pertumbuhan permukiman dan penduduk di Bati-Bati berdampak terhadap tingginya produksi sampah rumah tangga, namun tidak didukung oleh ketersediaan armada pengangkut sampah. SMPN 2 Bati-Bati merupakan salah satu sekolah yang berkeinginan mendukung lingkungan hijau dan sehat, namun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah dan memanfaatkan sampah organik. Solusi yang ditawarkan yaitu melalui pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan sudut halaman sekolah dengan demplot TOGA sehingga dapat mengurangi volume sampah, meningkatkan nilai ekonomi dari sampah, dan mewujudnya go green concept di sekolah. Diharapkan dari pengabdian ini dapat memberikan edukasi tentang lingkungan hidup kepada peserta didik seperti edukasi tentang solusi menjaga kestabilan alam. Kegiatan berwawasan lingkungan pada program pengabdian ini dikemas dalam suatu metode pembelajaran dengan Go Green Concept yang mengajak peserta didik untuk memahami lingkungan dan menjaga kelestariannya dengan beberapa cara seperti pengenalan jenis sampah, pembuatan kompos serta demplot TOGA
Tantangan Implementasi Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial di Kabupaten Kotabaru Hafizianor Hafizianor; Baharuddin Baharuddin; Ismar Hamid; Susilawati Susilawati; Rizky Ircham Muzaki; Ahmad Ramadhan; Fajar Baihakki
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 8, No 03 (2026): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v8i03.19721

Abstract

Kotabaru Regency in South Kalimantan Province possesses substantial natural resource potential in rural areas surrounding forest zones, which has the potential to support sustainable regional development. However, the optimal utilization of these resources still faces various challenges, including limited infrastructure, poor connectivity, weak institutional capacity, and ineffective governance. In response to these conditions, the government has implemented a social forestry program reinforced through a business-cluster-based Integrated Area Development (IAD) approach. This study aims to analyze the current state of social forestry enterprises within the core clusters of the Integrated Area Development (IAD) program in Kotabaru Regency using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The analysis was conducted using a pentagonal asset framework encompassing natural capital, human capital, social capital, economic capital, and infrastructure capital. Research findings indicate that natural capital is relatively sound and has the potential to support the development of agroforestry, non-timber forest products, and ecosystem services. However, its utilization remains suboptimal due to limited human resource capacity, restricted access to financing, inadequate production and distribution infrastructure, and weak institutional frameworks. Therefore, the development of Integrated Area Development (IAD) must prioritize institutional capacity building, business diversification, improved access to capital, and integrated infrastructure development as key strategies to support the sustainable development of social forestry.