Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Sedimen di Perairan Pantai Kupa-Kupa Kabupaten Halmahera Utara Fendjalang, Sophia N.M.; Krisye, Krisye; Rupilu, Krisostomus
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 1 No 1 (2023): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v1i1.11196

Abstract

Logam berat memiliki sifat yang mudah mengikat dan mengendap di dasar perairan kemudian terakumulasi dalam sedimen. Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat non esensial yang sering ditemukan di perairan dan bersifat toksik. Perairan Pantai Kupa-Kupa yang berada di Kecamatan Tobelo Selatan Kabupaten Halmahera Utara merupakan salah satu daerah pesisir yang memiliki tekanan lingkungan cukup besar akibat aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa konsentrasi timbal pada sedimen di perairan Pantai Kupa Kupa. Penentuan titik sampling menggunakan metode Purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu oleh peneliti, dimana lokasi penelitian dibagi menjadi 5 stasiun. Sampel sedimen yang digunakan untuk analisa diambil dengan menggunakan sediment core kemudian dimasukkan ke dalam wadah plastik. Sampel sedimen dipreparasi sebelum dianalisis di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Provinsi Maluku. Konsentrasi logam berat timbal di perairan Pantai Kupa-Kupa yang terdapat pada sedimen berikisar antara 3,81 mg/kg sampai 10,05 mg/kg, dimana menurut PP No. 22 Tahun 2021 konsentrasi ini termasuk dalam kategori aman.
Persentase Tutupan Terumbu Karang di Perairan Pantai Luari Kecamatan Tobelo Utara Kabupaten Halmahera Utara Rupilu, Krisostomus; Fendjalang, Sophia N.M.; Sabon, Yulius R.; Krisye, Krisye
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 1 No 2 (2023): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v1i2.11719

Abstract

Pantai Luari selain sebagai tempat wisata, pantai ini juga dimanfaatkan sebagai lokasi penangkapan ikan bahkan pernah menjadi lokasi penangkapan dengan menggunakan bom ikan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui persentase tutupan terumbu karang berdasarkan tipe pertumbuhan pada ekosistem terum karang yang terdapat di Pantai Luari, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini di lakukan pada bulan April-Juni 2023 di perairan Pantai Luari. Pengambilan data terumbu karang menggunakan LIT (Line Intercept Transect). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 8 tipe bentuk pertumbuhan (lifeform) di lokasi penelitian diantaranya adalah Acropora brancing (ACB), Acropora submassive (ACS), Coral massive (CM), Soft coral (SC), Coral mushroom (CMR), Coral submassive (CS), Coral milleopora (CME) dan Coral foliose (CF). Persentase tutupan karang di perairan Pantai Luari masuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 56%.
PENANGANAN LIMBAH ORGANIK MENJADI BAHAN BAKU PAKAN DALAM PRODUKSI MAGGOT UNTUK SUMBER PROTEIN PAKAN IKAN BUDIDAYA SEBAGAI IMPLEMENTASI KONSEP BLUE ECONOMY V. Limmon, Gino; D. Manuputty, Gratia; N. M. Fendjalang , Sophia
HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): 2022 Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/hirono.v2i2.121

Abstract

Aquaculture is currently one of the leading sectors. In practice, fish feed is often a problem because the quantity and price often depend on the season and the high production costs for feed. For this reason, alternative feeds and raw feed materials have been developed, which are considered in line with the blue economy concept that the government is promoting to address existing problems, namely magot (black soldier fly larvae), so that not only is the economy the goal, but the environment is also maintained. Using organic waste and providing commercial feed opportunities embody the concept of a blue economy in fish farming by utilizing magot feed. This Community Service activity aims to introduce and train the concept of cultivating and commercializing magot products as feed. The activities involving mariculture practitioners were carried out at the Maritime and Marine Science Center of Excellence at Pattimura University, Ambon, with several activities starting from preparation, implementation, and evaluation. In the early stages, magot cages and various materials needed for cultivation were prepared, including fermented fly-feed products. Based on the evaluation results, there was an increase in knowledge, reaching 85.71% -100%, while the increase in skills ranged from 90.48% -100%. The combination of lecture methods and direct training can provide effective results because participants can listen, discuss, and practice directly.
EDUKASI POTENSI RUMPUT LAUT SEBAGAI SOLUSI PANGAN DAN ENERGI BERKELANJUTAN BAGI SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 3 AMBON Pattinasarany, Agapery Y.; Fendjalang, Sophia N. M.; Jamal, Endang
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2978

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang memiliki nilai strategis sebagai bahan pangan, energi alternatif, serta agen ekologis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Potensi ini sangat relevan diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA, untuk membangun kesadaran sains dan lingkungan berbasis sumber daya lokal yang melimpah di wilayah Maluku. Edukasi berbasis rumput laut diharapkan dapat memperkuat literasi ekologis sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Ambon mengenai manfaat dan peluang pemanfaatan rumput laut dalam mendukung ketahanan pangan, energi terbarukan, serta mitigasi perubahan iklim. Metode pelaksanaan dirancang secara edukatif melalui tahap persiapan, sosialisasi tatap muka, dan evaluasi dengan instrumen pre-test dan post-test. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media visual berupa slide, infografis, dan diskusi kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap definisi, fungsi ekologis, dan pemanfaatan aplikatif rumput laut. Sebelum kegiatan, mayoritas siswa hanya memahami rumput laut sebatas organisme laut yang bermanfaat secara umum, sedangkan setelah sosialisasi terjadi peningkatan pemahaman mendalam terkait fungsi ekologis sebagai penyerap karbon, penyaring logam berat, hingga potensi pengembangan bioenergi dan bioplastik. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi, tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi dan refleksi akhir kegiatan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains, kesadaran ekologis, serta wawasan siswa mengenai potensi rumput laut sebagai solusi pangan dan energi berkelanjutan.