Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

WEBINAR UPAYA HILIRISASI PRODUK KOSMETIKA PADA SISWA SMK FARMASI DI SURABAYA Dewi Isadiartuti; Widji Soeratri; Noorma Rosita; I Gusti Ayu Adhi Aryapatni; Suko Hardjono; Tristiana Erawati; Herra Studiawan; Maria Lucia Ardhani Dwi Lestari; Virnanda Syafira Hartatiningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18675

Abstract

Pharmacy Vocational High School (SMK) students are prepared to work immediately after finishing school. Students receive lessons on the basics of pharmaceutical preparation and entrepreneurship. Cosmetics are a pharmaceutical dosage form widely used by the broader community for personal hygiene, appearance improvement, and health functions. The Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1175/Menkes/Per/VIII/2010 concerning cosmetic production permits provides an opportunity for cosmetic products to be produced with simple technology. During the COVID-19 pandemic, which results in a heavy economic burden for the government and society, there are business opportunities for Pharmacy Vocational School students. Community service aims to increase students' knowledge and insight and encourage students in class XI and XII of the Sekesal Pharmacy Vocational School in Surabaya and Kapasari Pharmacy Vocational School in Surabaya to become entrepreneurs in the cosmetics sector. The implementation method is through a webinar that provides material covering products, formulations, stability, and licensing of cosmetic products. Participants had the opportunity to discuss the material provided, fill out evaluations in the form of pre/post-test and make E-posters about cosmetic products. The evaluation results show an increase in participants' knowledge and insight, and participants are interested in producing cosmetic preparations, which are expected to become new business fields that can improve their welfare. --- Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi dipersiapkan untuk segera bekerja setelah menamatkan sekolah. Siswa memperoleh pelajaran tentang dasar-dasar pembuatan sediaan farmasi dan kewirausahaan. Kosmetika merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang banyak digunakan oleh masyarakat luas untuk tujuan kebersihan diri, peningkatan penampilan, dan memiliki fungsi kesehatan. Permenkes RI No 1175/Menkes/Per/VIII/2010 tentang izin produksi kosmetika memberikan peluang produk kosmetika diproduksi dengan teknologi sederhana.  Dalam  masa pandemi covid 19, yang mengakibatkan beban ekonomi berat bagi pemerintah dan masyarakat, terdapat peluang usaha bagi siswa SMK Farmasi. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa serta mendorong siswa  kelas XI dan XII SMK Farmasi Sekesal Surabaya dan SMK Farmasi Kapasari Surabaya untuk berwirausaha di bidang kosmetika. Metode pelaksanaan melalui webinar dengan  pemberian materi meliputi produk, formulasi, stabilitas dan perizinan produk kosmetika. Peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi tentang materi yang diberikan,  mengerjakan pre/post test, mengisi evaluasi, dan membuat E-poster tentang produk kosmetika. Dari hasil evaluasi diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan peserta dan peserta tertarik untuk memproduksi sediaan kosmetika yang diharapkan dapat menjadi lahan usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraannya.
In Silico Molecular Docking and ADMET Analysis for Drug Development of Phytoestrogens Compound with Its Evaluation of Neurodegenerative Diseases Faisal Akhmal Muslikh; Reyhan Rahma Samudra; Burhan Ma’arif; Zulvikar Syambani Ulhaq; Suko Hardjono; Mangestuti Agil
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 4 (2022): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v5i4.3801

Abstract

Neurodegenerative disease is one of the problems faced by postmenopausal women due to estrogen deficiency. Phytoestrogen compounds can be used as an alternative treatment for diseases caused by estrogen deficiency by binding to their receptors through the estrogen receptor (ER) dependent pathway. With in silico studies, this study aims to predict how phytoestrogen compounds will stop neurons from dying by using the dependent ER pathway. Genistein, daidzein, glycitein, formononetin, biochanin A, equol, pinoresinol, 4-methoxypinoresinol, eudesmin, α-amyrin, and β-amyrin compounds were prepared with ChemDraw Ultra 12.0. Then their pharmacokinetic and pharmacodynamic properties were examined using SwissADME. Geometry optimization of the compound was performed using Avogadro 1.0.1, and molecular docking of the compound to the ERα (1A52) and ERβ (5TOA) receptors was performed using AutoDock vina (PyRx 0.8). The interaction visualization stage was carried out with Biovia Discover Studio 2021, while the toxicity values of the compounds were analyzed using pkCSM and ProTox II. The results showed that the equol compound met the pharmacokinetic, pharmacodynamic, toxicity criteria, and had similarities with the native ligand 17β-estradiol. Equol compound inhibits neurodegeneration via an ER-dependent pathway by binding to ERα (1A52) and ERβ (5TOA) receptors.
Prediksi Aktivitas Fitoestrogenik Senyawa Golongan Flavonoid terhadap Receptor Estrogen ? (ER- ?) dengan pendekatan In Silico: Prediction of Phytoestrogenic Activity of Flavonoid Compounds against Estrogen Receptor ? (ER- ?) with In silico approach Denis Mery Mirza; Burhan Ma’arif; Ira Purbosari; Suko Hardjono; Mangestuti Agil
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.640

Abstract

Tubuh manusia akan mengalami penuaan dan menyebabkan kenaikan resiko penyakit dan pada akhirnya menyebabkan kematian. Fenomena tersebut dapat muncul salah satunya akibat penurunan homeostasis tubuh karena menurunnya hormon estrogen. Salah satu senyawa yang berpotensi mengatasi keadaan tersebut adalah fitoestrogen dari golongan flavonoid. Potensi senyawa flavonoid dengan aktivitas fitoestrogenik, dapat diketahui dengan melakukan pengamatan In silico terhadap Estrogen Receptor ? (ER-?) dengan molecular docking. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme senyawa fitoestrogen melalui jalur ER-dependent lain seperti ER-?. Tahapan molecular docking dilakukan menggunakan plug-in Autodock Vina dalam PyRX 0.8. Hasilnya diketahui senyawa apigenin, quercetin, kaempferol, katekin, genistein dan daidzein memiliki interaksi agonis terhadap ER-?. Interaksi yang diperoleh dapat menggambarkan bahwa senyawa tersebut mampu memberikan aktivitas estrogenik ketika membentuk ikatan ligan reseptor.
Implementasi Sustainable Development Goals: Upaya Pemberdayaan Pengrajin Tahu Melalui Pengolahan Limbah Industri Tahu Menjadi Nata De Whey Hardjono, Suko; Ekowati, Juni; Widiandani, Tri; Poernomo, A.Toto; Siswandono; Soeratri, Widji; Agil, Mangestuti; Yuliati, Ninis; Setyo Wiyono, Anang; Suwarno Putra, Adryansyah; Elkania Putri, Safira; Eko Pujiono, Feri
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v6i2.24123

Abstract

Kelurahan Tinalan,  Kecamatan Pesantren Kota Kediri, yang menjadi sentra produksi tahu oleh masyarakat. Limbah cair tahu yang selama ini dibuang begitu saja, akan dimanfaatkan untuk pembuatan Nata de Whey yang sehat dan enak dimakan. Upaya pemberdayaan pengrajin tahu serta pemanfaatan dan pengolahan limbah industri tahu telah dilakukan oleh para Apoteker di Tinalan Kediri untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah tahu. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dikenalkan varian tahu yang lebih beragan serta variasi kemasan yang semakin menarik. Metode pelaksanaan yang dilakukan terdiri dari 3 tahapan, yaitu:1) pemanfaatan limbah cair tahu dengan memberikan ceramah dan pemutaran video pembuatan Nata de Whey; 2) informasi tentang varian produk tahu, pengemasan dan label yang menarik dilakukan melalaui ceramah dan memberikan contoh pengemasan produk tahu; 3) cara pemasaran online dilakukan melalui ceramah kepada para pengrajin. Outcome yang diharapkan dari kegiatan adalah adanya peningkatan pemahaman para pengrajin yang ditandai dengan rata-rata nilai post test 60,05 %. Sedangkan output kegiatan berupa artikel di media massa, foto dan video dokumentasi, modul materi edukasi, serta artikel ilmiah yang terbit di jurnal nasional terindeks ISSN. Dengan meningkatnya pemahaman para pengrajin tahu tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah cair tahu menjadi pangan sehat, maka diharapkan Sustainable Development Goals dapat tercapai khususnya kondisi good health and well-being serta partnership for goals di masyarakat.