Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENDAYAGUNAAN KITOSAN DARI KULIT UDANG SEBAGAI ADSORBEN GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR Dina Mariana; Sri Rachmawati; Irfan Purnawan
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Kegiatan industri, transportasi dan pembusukan sampah merupakan sumber dari polusi udara. Polusi udara memberikan kontribusi yang besar bagi bertambahnya tingkat kematian yang terjadi di seluruh dunia. Kitosan telah banyak digunakan sebagai adsorben zat dan senyawa berbahaya seperti logam berat, zat warna remazol yellow, logam nikel dari limbah katalis proses pengolahan minyak bumi, ion Cadmium, timbal, tembaga. Kitin dapat diisolasi dan ditransformasi menjadi kitosan melalui proses deasetilasi. Kitin merupakan polisakarida utama yang terdapat pada kulit udang, cangkang kepiting, fungi dan kerangka luar serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kitosan untuk menjerap gas buang kendaraan bermotor. Metode Penelitian meliputi: pembuatan kitosan (berupa serbuk dan membran), uji emisi gas buang kendaraan bermotor, pembuatan rekayasa knalpot sebagai media uji dan terakhir adalah uji emisi gas buang kendaraan bermotor menggunakan kitosan dengan variasi massa (serbuk) dan variasi jumlah lembaran (membran). Pada pengujian pertama tahap ke-1 untuk serbuk kitosan terjadi penurunan Hidrokarbon 35,82%; Karbon monoksida 20%; Karbon dioksida 38,27%. Untuk membran kitosan kenaikan Hidrokarbon 8.96%; karbon monoksida 20%; karbon dioksida 18,52%, oksigen 0.048%. Saat pengujian pertama tahap ke-2 untuk serbuk kitosan terjadi penurunan Hidrokarbon 15,71%; Karbon monoksida 25,92%; kenaikan oksigen2,56%; CO2 75%. Namun seiring bertambahnya waktu kontak, justru emisi yang dihasilkan jauh lebih tinggi. Kata kunci: kitosan, gas buang kendaraan bermotor, adsorpsi, uji emisi
PENGARUH KONSENTRASI NAOH TERHADAP RENDEMEN β-NAFTOL PADA PROSES PEMBUATAN -NAFTOL Irfan Purnawan; Sugono Sugono
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.31-38

Abstract

Warna memiliki peran penting dalam memberikan daya tarik terhadap suatu produk, sehingga penggunaan zat pewarna baik yang alami maupun sintesis menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. β-naphtol merupakan salah satu zat pewarna sintesis yang biasa digunakan sebagai zat pewarna pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh konsentrasi Natrium Hidroksida terhadap rendemen β-naphtol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sulfonasi. Naftalen direaksikan dengan H2SO4 dan dipanaskan hingga suhu 170oC, lalu ditambahkan soda abu dengan mempertahankan suhunya dan didiamkan hingga tercapai suhu ruangan. Kemudian ditambahkan larutan lime dan disaring. Filtrat merupakan kristal sodium naftalena sulfat yang selanjutnya ditambahkan larutan NaOH, dipanaskan hingga suhu 300oC dan didinginkan hingga suhu ruangan. Selanjutnya diencerkan dengan air panas dan diteteskan HCl pekat berlebih, maka akan terbentuk endapan kristal β-naphtol yang dapat ditimbang beratnya. Hasil penelitian didapat konsentrasi NaOH terbaik yaitu 1,25 mol dengan persamaan y = 9,9737X + 81,905 dan R2 = 0,8519. Kesimpulan yang didapat adalah semakin tinggi konsentrasi NaOH, memberikan rendemen β-naphtol yang semakin tinggi juga hingga konsentrasi sebesar 1,25 mol. Namun setelah konsentrasi NaOH dinaikan ke 1,5 mol, rendemen mengalami penurunan. Kata kunci: naphtol, rendemen, pewarna alami, sintesis  
PEMBUATAN KATALIS HYDROTREATING NiMo YANG TAHAN TERHADAP RACUN KATALIS (SILIKA) Irfan Purnawan Purnawan
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.2.%p

Abstract

Minyak bumi mengandung pengotor berupa sulfur,  nitrogen, oksigen, logam, dan olefin. Pengotor-pengotor tersebut harus  dihilangkan  melalui  proses hydrotreating sebelum minyak bumi diolah lebih lanjut. Salah satu katalis hydrotreating yang umum digunakan adalah NiMo/γ-Al2O3.Tujuan dari penelitian ini adalah membuat katalis NiMo/γ-Al2O3  untuk hydrotreating dengan umpan berupa coker nafta dan fosfat sebagai aditif. Metode  yang  digunakan pada penelitian ini adalah  impregnasi. Bahan baku yang digunakan  yaitu  Nikel Nitrat (NiNO3.6H2O), Molybdenum Trioxide (MoO3), larutan Amoniak (NH4) dan gamma alumina komersial sebagai penyangga. Katalis yang dihasilkan diuji luas permukaannya menggunakan metode Bruneur-Emmet-Teller  (BET), sedangkan struktur aktifnya diuji menggunakan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  katalis yang lebih tahan terhadap keracunan silika adalah katalis dengan komposisi 3% Nikel, 5% Molibdenum, dengan penyangga alumina yang telah dikalsinasi pada suhu 600 oC.   
PENGARUH WAKTU PELEBURAN PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DENGAN METODE HIDROLISA LIMBAH KARDUS Gita Desinta; Ummul Habibah Hasyim; Irfan Purnawan; Ismiyati Ismiyati; Syamsudin AB
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.6

Abstract

Limbah kertas menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan. Limbah kertas bisa dimanfaatkan secara optimal dengan cara diolah menjadi bahan yang lebih berguna dan bernilai karena mengandung selulosa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu optimum peleburan untuk mendapatkan asam oksalat dalam limbah kardus. Metode yang digunakan dengan menambahkan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghidrolisis selulosa. Asam oksalat dipurifikasi dengan menambahkan kalsium klorida dan asam sulfat. Hasil yang didapatkan berupa  waktu optimum peleburan selama 75 menit dan konsentrasi NaOH sebesar 4N, dengan yield sebesar 3.07%. Pengolahan data menggunakan persamaan regresi linier didapatkan hasil sebanyak 81,3 % keragaman hasil %yeild asam oksalat dipengaruhi oleh waktu peleburan limbah kardus. Di dapat Hasil FTIR asam oksalat dan standard asam oksalat menunjukan kemiripan yang dapat dilihat dari peregangan gugus –OH, dimana  dilihat pada bilangan gelombang 3600 cm-1, peregangan asam karboksilat terdapat pada bilangan gelombang 1850 cm-1, peregangan ikatan C-C terdapat pada bilangan gelombang 1450 cm-1, dan peregangan ikatan C-O terdapat pada bilangan gelombang 1300 cm-1 .  Kata kunci : asam oksalat,  hidrolisis, kardus, 
Pengaruh Penambahan Limestone terhadap Kuat Tekan Semen Portland Komposit Irfan Purnawan; Andi Prabowo
Jurnal Rekayasa Proses Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.31136

Abstract

Cement is the main component of construction that makes it a significant commodity. Portland Composite Cement (PCC) is one of new cement variants that has similar characteristic to Portland Cement, but with better quality, more environmentally friendly and cheaper in price. The objective of this research is to understand the influence of limestone to the compressive strength of the cement and to determine the percentage of added limestone that gives maximum compressive strength to PPC. The limestone varies added to the cement are 0, 5, 10, 15, 20 and 25%. The impact of added limestone can be studied from several tests such as fineness test, residue test, chemical composition test and cement compressive strength. The result shows that the higher percentage of limestone added to the cement, the higher the result for residue test and fineness test, but lower result for compressive strength. The highest compressive strength obtained is at 2 days age while the best composition of the blended cement is 77% clinker, 15% limestone, 3% gypsum and 5% blast furnace slag. ABSTRAKSemen merupakan bahan dasar utama konstruksi bangunan. Hal ini menjadikan semen merupakan komoditi yang strategis. Portland Composite Cement (PCC) merupakan jenis semen varian baru yang mempunyai sifat dan karakteristik hampir sama dengan semen Portland. Namun semen jenis PCC ini mempunyai kualitas yang lebih baik, ramah lingkungan dan harga yang lebih ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan limestone dengan berbagai variasi terhadap kuat tekan dan menentukan massa limestone yang dapat memberikan kuat tekan maksimum pada semen Portland komposit. Pembuatan semen Portland komposit dilakukan dengan penambahan limestone sebagai aditif. Variasi limestone yang ditambakan adalah 0, 5, 10, 15, 20 dan 25%. Pengaruh penambahan limestone dapat diketahui dari hasil uji kehalusan, uji residu, uji komposisi kimia semen dan uji kuat tekan semen. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar persentase pemakaian limestone di dalam blended cement maka nilai residu dan nilai kehalusan akan semakin besar namun nilai kuat tekan akan semakin rendah. Kuat tekan semen yang tertinggi yaitu nilai kuat tekan pada umur 2 hari. Komposisi terbaik aditif limestone di dalam blended cement adalah 77% clinker, 15% limestone, 3% gypsum dan 5% blast furnace slag.
STRATEGI MELAHIRKAN MAHASISWA PENGUSAHA PEMULA (STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA) Jaharuddin Jaharuddin; Irfan Purnawan; Rully Mujiastuti; Rahmita Nurul Muthmainnah; Meri Prasetyawati
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 24, No 13 (2019): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.274 KB) | DOI: 10.20961/jkb.v24i13.29310

Abstract

Young people begin his/her entrepreneurial through entrepreneurship programs initiated by various institutions so millennials are increasingly aware of entrepreneurship, some have even engaged in a startup business. The big challenge is how to keep the business spirit alive among millennials and how to equip these studentpreneur in solving various challenges in their business so they can survive and succeed. Entreprenurship development program (Program Pengembangan Kewirausahaan/PPK) at Business Incubator and Entrepreneurship Centre (Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan /PIBK) at Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) could answer these challenges. PPK PIBK UMJ collected business proposals from students, selected the business proposals for further funding (these are called tenants), provided the tenants with courses (marketing strategy, finance report and mind set entrepreneurship), monitored omzette and evaluated the productivity of tenants every three months from februari 2017 until januari 2018. Source of PPK PIBK UMJ were funded by Ministry of Research Technology and Higher Education Republic of Indonesia. There were 85 business proposals from UMJ students. 20 proposals were selected as tenants in PPK PIBK UMJ. Of the 20 tenants at the end of 2018, 5 tenants achieved omzette over 5 million IDRs per months with continuous productivity. These 5 tenants were considered as independent startups. In conclusion, PPK PIBK UMJ in 2018 yield 5 independent startups.Keywords: Entrepreneurship, startup business, student preneur, business incubator, tenants, independent startups
Implementasi Sharing Dokumen dan Perangkat secara Online untuk Menjaga Jarak di Lingkungan Kerja selama Pandemi Covid-19 Haris Isyanto; Jumail Jumail; Rita Dewi Risanty; Irfan Purnawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.3.2.49-56

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 ini, Di Kantor Balai Desa Kubangsari semua staf dapat diandalkan dari tangan ke tangan dalam melaksanakan layanan kepada masyarakat dan kebutuhan administrasi. Hal ini bisa menjadi potensi terjadinya penularan Covid-19. Masalah ini dapat terjadi pada saat proses distribusi cetak dokumen dan pengunaan perangkat (perangkat) diantara staf masih secara bergantian, seperti komputer dan printer. Pada setiap kali mereka ingin mencetak dokumen yang terjadi kerumunan antrian diantara staf, terutama pada jam-jam sibuk. Selama ini, fasilitas koneksi jaringan WiFi di Balai Desa Kubangsari masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Jaringan WiFi yang hanya digunakan sebatas untuk pemakaian internet biasa, seperti untuk browsing, youtube, dan mengakses web pemerintah provinsi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang kami programkan bertujuan untuk mengimplementasikan infrastruktur pembangunan Dokumen dan Perangkat Berbagi penggunaan koneksi jaringan WiFi dapat mendukung efisiensi dan efektifitas kerja di Balai Desa Kubangsari. Dengan Implementasi pembangunan infrastruktur, sehingga kita dapat mengurangi kerumunan antrian diantara staf dan mengurangi kontak dekat dari tangan ke tangan mengenai segala urusan pekerjaan di Kantor Balai Desa Kubangsari. Dan kami berharap Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dapat mendukung program pemerintah untuk Jarak Fisik di lingkungan kerja di Kantor Balai Desa Kubangsari sehingga meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN TANAMAN PALA (HORSFIELDIA SPICATA) TERHADAP PERSENTASE NILAI PEREDAMAN RADIKAL BEBAS Susanty Susanty; Heni Suryarachma; Alvika Meta Sari; Irfan Purnawan; Fatma Sari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pala (Horsfieldia spicata) merupakan tumbuhan khas Indonesia yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bumbu masak dan manisan khusus bagian daging buahnya. Daun tanaman pala mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menetralisir dan menstabilkan radikal bebas sehingga tidak lagi merusak sel-sel dan jaringan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase peredaman radikal bebas dari daun tanaman pala (Horsfieldia spicata), waktu maserasi yang optimal, dan kadar dari setiap variasi waktu yang dilakukan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bervariasi waktu (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari) menggunakan pelarut etanol berasio 1: 3,8. Hasil penelitian dianalisis untuk mendapatkan persentase peredaman radikal bebas menggunakan metode spetrofotometri UV–Vis. Hasil ekstrak dibandingkan dengan pembanding vitamin C berkonsentrasi 2,5 ppm, 5 ppm, 7,5 ppm, 10 ppm, 12,5 ppm yang memiliki absorbansi sebesar 1,041; 1,004; 1,017; 0,891; 0,526. Hubungan antara waktu maserasi dengan hasil rendemen dinyatakan dalam persamaan y=0,744x+0,558 dengan R2= 0,8032. Rendemen yang didapatkan pada hari ke-5 merupakan yang terbesar yakni sebesar 4,85 %. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, pada konsentrasi 156 ppm mendapatkan panjang gelombang maksimal sebesar 510 nm dan Operating Time (OT) 20 menit. Kemudian pengukuran larutan pembanding dan larutan ekstrak daun pala (100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm) pada panjang gelombang maksimal 510 nm dan OT 20 menit mendapatkan nilai persentase peredaman radikal bebas dari daun tanaman pala (Horsfieldia spicata) sebesar 8 %, 30 %, 37 %, 55 %, 73 %.
PENGARUH WAKTU PENGGILINGAN LIMESTONE TERHADAP DISTRIBUSI PARTIKEL LIMESTONE SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN Mega Andini; Arie Pratama Putra; Irfan Purnawan
Jurnal Konversi Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.12.1.7

Abstract

Lime stone atau batu kapur sebagai bahan baku utama merupakan senyawa penghasil oksida berupa CaO yang sangat berpengaruh dalam pembuatan semen. Menurut (Munasir dkk, 2012), semakin halus ukuran partikel bahan/material akan meningkatkan kemurnian suatu bahan karena membentuk Kristal murni sehingga hasil pembacaan kandungan oksida pada bahan menggunakan XRay akan lebih optimal. Kehalusan sampel yang optimal bisa diperoleh dengan mengetahui waktu optimum penggilingan atau Optimum Grinding Time (OGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehalusan lime stone terhadap lama waktu penggilingan dan faktor faktor yangmempengaruhi. Dalam penelitian ini, digunakan standar ASTM C 430 dengan spesifikasi balance, ayakan 45 μm, pesawat Hosokawa Alpine. Penggilingan dilakukan dengan variasi waktu yang telah diatur pada mesin penggiling. Hasil sieving yang tertinggal diatas filter (residu) ditimbang. Berdasarkan dari data yang didapatkan variasi waktu penggilingan memberikan pengaruh, namun hasilnya berbanding terbalik yaitu semakin lama waktu penggilingan maka akan menghasilkanpartikel yang semakin halus. Penambahan pil Herzog memiliki pengaruh terhadap lama waktu penggilingan, yaitu semakin lama waktu penggilingan tidak membuat sampel akan semakin halusmelainkan sampel menjadi tetap semakin kasar.
Peningkatan Kreativitas dalam Pembuatan Sabun Transparan Ibu-ibu Majelis Ta’lim Darussalam Perumahan Amarapura Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan Sari, Fatma; Purnawan, Irfan; Fithriyah, Nurul Hidayati; Sari, Irma Permata; Hasyim, Ummul Habibah; Salfichotullaila, Tiara; Fitriani, Mutia; Rahmawati, Astri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.5.2.71-75

Abstract

Perempuan harus bisa di berdayakan dalam bidang ekonomi untuk membantu meningkatkan kesejahateraan. Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat terutama perempuan maka Teknik Kimia FT UMJ bekerja sama dengan Majelis Ta’lim Darussalam Perumahan Amarapura Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten melakukan pelatihan sabun transparan. Tahap demi tahap digambarkan cara membuat sabun transparan, baik dari sabun yang bukan transparan atau membuat langsung sabun transparan. Manfaat dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan, dan keterampilan yang sederhana dalam pembuatan sabun transparan sehingga dapat mudah dipahami oleh setiap tingkat pendidikan, Pembinaan kepada masyarakat dalam rangka menciptakan kemandirian sehingga mampu mengembangkan kewirausahaan. Dari hasil pre test 90% belum memahami pembuatan sabun, dengan nilai skor rata-rata 40, setelah Pelatihan dilakukan ada peningkatan nilai post test nilai skor rata-rata 80. Dari Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat tercapainya pemahaman mengenai pembuatan sabun dan dapat dibuat kembali di rumah masing-masing.