Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STRATEGI COPING STRES DALAM MENGATASI PROBLEMA PSIKOLOGIS Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.647 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v2i2.6527

Abstract

Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar. Coping merupakan sejumlah usaha untk menanggulangi, mengatasi atau berurusan dengan cara yang sebaik-baiknya menurut kemampuan individu. Coping stres merupakan suatu proses pemulihan kembali dari pengaruh pengalaman stres atau reaksi fisik dan psikis yang berupa perasaan tidak enak, tidak nyaman atau tertekan yang sedang dihadapi. Coping stres meliputi strategi kognitif dan perilaku yang digunakan untuk mengelola situasi penuh stres dan emosi negatif yang tidak menguntungkan. Problema psikologis adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental. Problema psikologis merupakan pola perilaku abnormal yang meliputi gangguan afektif, fungsi psikologis atau perilaku seseorang. Setiap individu dalam kehidupannya tidak lepas dari hal emosi, baik itu dialami oleh anak-anak, dewasa bahkan juga oleh para lansia. Problema psikologis adalah gejala-gejala yang patologik dari unsur psikis, hal ini tidak berarti bahwa unsur lain yang tidak terganggu. Hal-hal yang mempengaruhi perilaku manusia adalah keturunan, umur, keluarga, adat istiadat, kebudayaan kepercayaan, pekerjaan, maupun hubungan antara manusia. Strategi coping stres merupakan suatu usaha untuk melakukan adaptasi diri terhadap problema psikologis tersebut sehingga dapat mengurangi atau meminimalisir kejadian atau keadaan yang penuh tekanan tersebut.Kata kunci : Coping stres, problema psikologis
KONSEP KONSELING INDIVIDUAL DALAM PROSES PENYELESAIAN PERSELISIHAN KELUARGA Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.784 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v1i1.7189

Abstract

Konsep konseling individual merupakan hal yang sangat efektif untuk dapat menyelesaikan perselisihan dalam keluarga. Konsep konseling individual dalam menyelesaikan perselisihan dalam keluarga melalui tujuh langkah yaitu 1. Memberi kepedulian dan keprihatinan pada klien 2.Membangun hubungan saling percaya, keterbukaan dan kejujuran antara konselor dan individu yang bermasalah, 3. Menentukan tujuan dan eksplorasi masalah , 4. Membahas masalah yang prioritas dari banyaknya masalah, 5.menumbuhkan kesadaran pada individu yang bermasalah, 6. Individu yang bermasalah harus melakukan suatu tindakan untuk menyelesaikan masalahnya dan 7. Mengevaluasi  atau menilai hasil konseling. Konseling individual merupakan upaya untuk menggali emosi, pengalaman dan pemikiran klien, melalui pemberian informasi-informasi tentang keharmonisan rumah tangga, mengidentifikasi penyebab masalah dan pada akhirnya melakukan mediasi.
MODEL LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI SISWA SMA SE-KABUPATEN ACEH BESAR Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.045 KB) | DOI: 10.22373/taujih.v1i2.7203

Abstract

Banyak orang yang tabu untuk membicarakan tentang seksual, termasuk orang tua yang merasa enggan, malu atau tabu menjelaskan tentang perihal tersebut kepada anak-anaknya. Dengan kurangnya informasi yang didapatkan, pengetahuan siswa SMA Se-Aceh Besar tentang kesehatan reproduksi sangat kurang sehingga siswa tidak tahu mengenai bahaya atau penyakit yang muncul berkaitan dengan alat reproduksinya. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan tersebut adalah melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fokus masalah “bagaimana model layanan bimbingan dan konseling terhadap kesehatan reproduksi siswa SMA se-Kabupaten Aceh Besar?”. Teori yang digunakan untuk menjawab fokus masalah tersebut adalah konseling kesehatan reproduksi yang di dalamnya dijabarkan tentang model-model layanan bimbingan dan konseling dan tentang kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Subjek penelitian di sini berjumlah 20 orang siswa SMA kelas dua dan 6 orang guru BK di SMA se-Aceh Besar yang sebelumnya responden ditentukan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi dan wawancara. sedangkan teknik analisis data yang dilakukan antara lain reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa-siswa SMA di Kabupaten Aceh Besar belum sepenuhnya mengerti dan memahami apa yang terkandung dalam konsep kesehatan reproduksi. Untuk itu, setidaknya terdapat delapan model layanan bimbingan dan konseling yang telah diterapkan guru BK di SMA se-Aceh Besar dalam memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi kepada siswanya, yang mana model layanan tersebut merujuk pada pola 17 layanan bimbingan dan konseling, antara lain; layanan pembelajaran, layanan responsif, layanan konseling kelompok, layanan mediasi, layanan informasi, home visit (kunjungan rumah), layanan konsultasi, dan alih tangan kasus. Kata Kunci : model layanan bimbingan dan konseling, kesehatan reproduksi 
GAMBARAN DETERMINASI DIRI PADA PEREMPUAN DI DUNIA POLITIK (STUDI KASUS DPRK KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR) Juli Andriyani; Siti Hajar Hidayati
Takammul : Jurnal Studi Gender dan Islam Serta Perlindungan Anak Vol 10, No 2 (2021): TAKAMMUL
Publisher : Pusat Studi Wanita UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/takamul.v10i2.12596

Abstract

The existence of women in politics is needed as a representation of women's voices to influence political policy. There are several factors that influence the presence of women in the political world such as participation in party activities, ideology of the party chosen, social support, educational background and political experience. It requires strong determination to compete in political participation. One psychological theory that discusses self-determination is the theory of self-determination. There are three parts in the theory of self-determination, namely the need for competence, interrelation and autonomy. Based on this explanation, this study aims to see a picture of self-determination in Aceh women in the political world. The study uses qualitative methods with purposive sampling technique. The sample of the study was a female councilor in the DPRK. Data collection is done by interview and observation. The results showed that all three parts of the theory of self-determination were found in women councilors in the DPRK Banda Aceh City and Aceh Besar District. Self-determination is an internal factor that makes female legislators able to survive and adapt well in the political world.There are also supporting external factors such as family factors, which are dominantly active in the political world.
Counselors In Addressing Gender Roles Community Nuzliah Nuzliah; Juli Andriyani
Jurnal Counseling Care Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.53 KB) | DOI: 10.22202/jcc.2020.v4i2.5230

Abstract

ABSTRACT Counseling is the process of providing assistance by professionals to individuals/groups of people to develop Effective Daily Livingg (EDL) and deal with Disrupted Effective Daily Livingg (D-EDL). The counselor's professionalism in dealing with various kinds of individual incidents/problems can be seen from the evaluation of the services performed and their implications in everyday life. In gender equality, professional counselors can distinguish how to provide solutions to gender (male and female). Gender differences must be understood by professional counselors. The research uses a qualitative research method with a literature review approach by finding, studying and analyzing theoretical references that are relevant to the problem. The research attempts to review a number of references in the form of books, scientific articles and other documents that discuss the concept of gender and gender characteristics, gender-based counseling and the role of counselors in gender. Kwyword : Counseling, gender, counselor, Male, Female ABSTRAKKonseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh tenaga professional kepada individu/ sekelompok orang untuk mengembangakan Kehidupan Efektif Sehari-hari (KES) dan  menangani Kehidupan Efektif Sehari-hari-Tergaggu (KES-T). Keprofesionalan konselor dalam menangani berbagai macam ragam kejadian/ permasalahan individu dampak dilihat dari evaluasi layanan yang dilakukan serta implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyetaraan gender konselor yang profesional dapat membedakan cara memberikan solusi kepada gender (pria dan wanita). Perbedaan gender harus dipahami oleh konselor yang profesional. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan kajian literatur dengan mencari, mempelajari dan menganalaisis referensi teori yang relevan dengan permasalahan. Penelitian berupaya melakukan tinjauan terhadap sejumlah referensi berupa buku, artikel ilmiah dan dokumen lain yang membahas tentang konsep gender dan karakteristik gender, konseling berdasarkan gender serta peran konselor  dalam gender. Kata Kunci : Konseling, Jender, Konselor, Laki-laki, Perempuan
Parent Parenting with Aggressiveness Nuzliah Jamaluddin; Juli Andriyani
Jurnal Counseling Care Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Counseling Care
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.656 KB) | DOI: 10.22202/jcc.2019.v3i1.3712

Abstract

The background of the research is the use of parenting that is wrong from parents to children. The purpose of this research is to look at the relationship between parenting parents and the aggressiveness of students. This type of research is quantitative with a correlation approach. The sample in this study was 32 students and data collection techniques using a questionnaire and data analysis techniques using correlation analysis. Based on the analysis of the data it was revealed that 1) the aggressiveness of students in SMA Negeri 2 Indra Jaya was in the high group with a percentage of 43.7%, while the level of parenting (authoritarian) with a percentage of 40%, there was a significant relationship between parenting parents with aggressiveness students namely 0.608 with a strong correlation r value
Counselors In Addressing Gender Roles Community Nuzliah Nuzliah; Juli Andriyani
Jurnal Counseling Care Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jcc.2020.v4i2.5230

Abstract

ABSTRACT Counseling is the process of providing assistance by professionals to individuals/groups of people to develop Effective Daily Livingg (EDL) and deal with Disrupted Effective Daily Livingg (D-EDL). The counselor's professionalism in dealing with various kinds of individual incidents/problems can be seen from the evaluation of the services performed and their implications in everyday life. In gender equality, professional counselors can distinguish how to provide solutions to gender (male and female). Gender differences must be understood by professional counselors. The research uses a qualitative research method with a literature review approach by finding, studying and analyzing theoretical references that are relevant to the problem. The research attempts to review a number of references in the form of books, scientific articles and other documents that discuss the concept of gender and gender characteristics, gender-based counseling and the role of counselors in gender. Kwyword : Counseling, gender, counselor, Male, Female ABSTRAKKonseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh tenaga professional kepada individu/ sekelompok orang untuk mengembangakan Kehidupan Efektif Sehari-hari (KES) dan  menangani Kehidupan Efektif Sehari-hari-Tergaggu (KES-T). Keprofesionalan konselor dalam menangani berbagai macam ragam kejadian/ permasalahan individu dampak dilihat dari evaluasi layanan yang dilakukan serta implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyetaraan gender konselor yang profesional dapat membedakan cara memberikan solusi kepada gender (pria dan wanita). Perbedaan gender harus dipahami oleh konselor yang profesional. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan kajian literatur dengan mencari, mempelajari dan menganalaisis referensi teori yang relevan dengan permasalahan. Penelitian berupaya melakukan tinjauan terhadap sejumlah referensi berupa buku, artikel ilmiah dan dokumen lain yang membahas tentang konsep gender dan karakteristik gender, konseling berdasarkan gender serta peran konselor  dalam gender. Kata Kunci : Konseling, Jender, Konselor, Laki-laki, Perempuan
Parent Parenting with Aggressiveness Nuzliah Jamaluddin; Juli Andriyani
Jurnal Counseling Care Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Counseling Care
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.656 KB) | DOI: 10.22202/jcc.2019.v3i1.3712

Abstract

The background of the research is the use of parenting that is wrong from parents to children. The purpose of this research is to look at the relationship between parenting parents and the aggressiveness of students. This type of research is quantitative with a correlation approach. The sample in this study was 32 students and data collection techniques using a questionnaire and data analysis techniques using correlation analysis. Based on the analysis of the data it was revealed that 1) the aggressiveness of students in SMA Negeri 2 Indra Jaya was in the high group with a percentage of 43.7%, while the level of parenting (authoritarian) with a percentage of 40%, there was a significant relationship between parenting parents with aggressiveness students namely 0.608 with a strong correlation r value
THE ROLE OF SPIRITUAL INTELLIGENCE ON ACHIEVEMENT MOTIVATION Juli Andriyani
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2023): PSIKOISLAMEDIA:JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v8i2.20322

Abstract

Spiritual Intelligence is vital because it is the highest Intelligence in humans, which includes all the Intelligence that exists in humans. The Intelligence to judge one’s actions or way of life is more meaningful than others. This study aims to determine the relationship between spiritual Intelligence and student achievement motivation at MTsS Babun Najah Banda Aceh. The type of research is quantitative research. The population in this study were MTsS Babun Najah students, a total of 307 people. The Proportionate Stratified Random Sample was used, and obtained a sample of 75 students. The data analysis technique used is correlation analysis and data collection using a Likert Scale Model. The research result showed a relationship between spiritual Intelligence and achievement motivation, meaning that the hypothesis that the researcher proposes is accepted. The correlation analysis showed that spiritual Intelligence with achievement motivation has a positive relationship or correlation with a Pearson Correlation value of 0,640 and a signification value of 0.000, meaning the higher spiritual Intelligence possessed by a person, the higher achievement motivation. Conversely, the lower the spiritual intelligence, the lower the achievement motivation.
DUKUNGAN PEER COUNSELING DALAM PENYELESAIAN STUDI AKHIR MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN AR-RANIRY Alfina Jiean Avida; Juli Andriyani; Nona Nurfadilla
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 7, No 1 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i1.25483

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah yang di hadapi oleh mahasiswa yang menyelesaikan studi akhir di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry dan mengetahui dukungan konseling teman sebaya pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan metode deskriptif. Subjek penelitian diambil menggunakan purposive sumpling, yaitu 10 mahasiswa/I Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan studi akhir di Fakultas Dakwah dan Komunikasi terdiri dari masalah akademik dan masalah sosial-pribadi, konseling teman sebaya penting dilakukan dalam upaya mahasiswa/i menyelesaikan studi akhir agar dapat memiliki keterbukaan antara sesama teman sebaya  dan memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi dan lebih mudah menemukan support system selama mengerjakan studi akhir. Mahasiswa/i juga mengaku sangat membutuhkan layanan konseling teman sebaya pada saat mengahadapi masalah, Mahasiswa/I membutuhkan tenaga konselor untuk berbagi cerita juga mencari solusi dalam menghadapi masalah.