Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Pengaruh Rasio Pelarut Etanol Terhadap Kinerja Nanopartikel Silika Mesopori dari Sekam Padi sebagai Material Pengantar Obat Riska Fitri Amalia; Hariyati Purwaningsih; Diah Susanti; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50395

Abstract

Sekam padi merupakan hasil samping proses pengolahan padi, dimana dengan melakukan proses ekstraksi akan didapatkan silika dengan kemurnian yang tinggi. Selain itu silika dari sekam padi dapat dijadikan silika mesopori yang dapat digunakan sebagai material pengantar obat untuk meningkatkan disolusi dari parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan release parasetamol dalam nanopartikel silika mesopori dan menganalisa kemampuan disolusi parasetamol dalam nanopartikel silika mesopori. Penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap yaitu sintesis silika, sintesis silika mesopori, proses enkapsulasi parasetamol ke dalam silika mesopori, dan proses kompaksi menjadi tablet. Rasio pelarut etanol divariasikan pada 1:0 (0ml), 1:1 (1,75ml) dan 1:2 (3,5ml). Berdasarkan pengujian, sampel yang memiliki kemampuan release yang lama yaitu sampel dengan rasio pelarut 1:1 dengan membutuhkan waktu 20 jam sampai tablet habis, sejalan dengan hal tersebut, hasil pengujian disolusi memiliki hasil yang optimal pada sampel dengan rasio pelarut 1:1 dengan % disolusi sebesar 34,56%.
IMPROVING ANATASE TO RUTILE TRANSITION TEMPERATURE BY MILLING Suminar Pratapa; Triwikantoro Triwikantoro; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.644 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4831

Abstract

IMPROVING ANATASE TO RUTILE TRANSITION TEMPERATURE BY MILLING. An intensive investigation using X-ray diffractometry has been conducted to study the optimum mechanical and thermal conditions for the transition of anatase-to-rutile from a titanium dioxide (TiO2) powder. Milling was applied by employing a conventional ball milling instrument and a quasi-high-energy pulveriser and varying the milling period. Heat treatment was performed by calcination at 850, 900, 950, 975, 1000, 1050 and 1100 °C for 1 hour, being the predicted optimum temperature to obtain fully rutile powder was 975°C. Each powder was milled and then calcined prior to the X-ray diffraction investigation. X-ray diffraction data were analysed using (1) standard identification and peak characterisation, (2) the Rietveld method to give the weight fractions, lattice constants and crystallite size and strain estimates, and (3 )Mozaix, an own-developed software to provide strain, crystallite size and size distribution of phases. Results showed that milling speed and milling up to 24 hours does not significantly change the phases’ composition, but enhances the transition temperature. Conventional milling gives better results than pulverising. Conventional milling at 100 rpm for 3 hours reduces the transition temperature from 1100°C to 1000°C. Longer milling, however, does not improve the transition temperature. The optimum process is discussed and SEM micrographs are used to support the argument.
Pengaruh Waktu Ultrasonikasi terhadap Sifat Kapasitif Material Reduced Graphene Oxide sebagai Elektroda Superkapasitor Haniffudin Nurdiansah; Diah Susanti; Hariyati Purwaningsih; Dah Shyang Tsai; Lukman Noerochiem
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.425

Abstract

Perkembangan pengetahuan di bidang teknologi material sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kebutuhan akan material penyimpan energi  menjadi sebuah tantangan tersendiri. Seiring dengan ditemukannya material graphene, berkembanglah penelitian mengenai aplikasi graphene sebagai material superkapasitor karena nilai luas permukaan aktif teoritis nya mencapai 2675 m2/gr dan konduktivitas yang juga sangat baik. Reduced Graphene Oxide (rGO) adalah few atau layer graphene yang diperoleh melalui proses pengelupasan kimia dari graphite oxide. Salah satu faktor yang mempengaruhi dalam proses sintesis rGO adalah proses ultrasonikasi, dimana fungsi dari proses ini adalah mengubah graphite oxide menjadi graphene oxide, yang ditandai adanya pengelupasan (exfoliation) dari lembaran graphene sehingga menjadi lebih tipis. Dalam penelitian ini, digunakan waktu ultrasonikasi sebesar 1.5, 2, dan 2.5 jam. Pengujian karakterisasi yang dilakukan adalah pengujian XRD, SEM, Raman, dan FTIR. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa material rGO berhasil disintesis. Kemudian dilakukan pengujian performa elektrokimia dengan menggunakan Cyclic Voltammetry (CV). Dari hasil pengujian CV didapatkan bahwa performa terbaik pada pada proses ultrasonikasi 1.5 jam, yaitu kapasitansi nya mencapai 195.15 F/gr.Kata kunci: Ultrasonikasi ; Reduced Graphene Oxide; Superkapasitor; Material Penyimpan Energi
Pengaruh Temperatur Solution Treatment dan Aging terhadap Fasa Dan Kekerasan Copperized-AISI 1006 Widia Anggia Vicky; Sutarsis Sutarsis; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16481

Abstract

Sebagai salah satu unsur paduan yang digunakan pada baja karbon rendah, tembaga dapat meningkatkan kekuatan tanpa menurunkan keuletan secara signifikan. Tembaga meningkatkan kekuatan pada baja dengan mekanisme penguatan secara precipitation hardening. Dalam penelitian ini dilakukan pemaduan tembaga dan baja AISI 1006 dengan mencelupkan baja AISI 1006 yang telah di-pre-heat ke dalam tembaga cair. Selanjutnya dilakukan precipitation hardening dengan variasi pada temperatur solution treatment dan aging. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa temperatur solution treatment tidak mempengaruhi fasa yang terbentuk pada copperized-AISI 1006, yaitu tetap berupa α-ferit. Selain itu kenaikan dari temperatur solution treatment berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dan temperatur aging 450oC menghasilkan kekerasan tertinggi dibanding temperatur aging yang lain, yaitu 119, 47 VHN dan 115,75 VHN untuk sampel yang sebelumnya di-solution treatment 800 dan 900oC.
Synthesis of Composite Graphene/ Fe3O4 by Electrophoretic Deposition Using Pulse Direct Current Ervina Rumpakwakra; Hariyati Purwaningsih; Widiyastuti Widiyastuti; Heru Setyawan
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2020): 6th International Seminar on Science and Technology 2020 (ISST 2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2020i6.11101

Abstract

Composites Graphene/Fe3O4 have been successfully synthesized by the electrophoretic deposition method using pulse direct current (PDC) on a nickel foam substrate. In this study, we synthesized graphene and Fe3O4 separately before the two materials were composited. We synthesize graphene from coconut shell charcoal and synthesize Fe3O4 from pure iron. Graphene and Fe3O4 which have been formed, are dissolved with demineralized water as a dispersing medium so that a solution of 1.5 mg / mL is obtained which is then compiled layer by layer on the surface of the substrate with variations in deposition time of 10 to 30 minutes at room temperature. This aims to determine the effect of deposition time on the formation of graphene/Fe3O4 composites. The results showed that the use of PDC was able to precipitate graphene/Fe3O4 composites on the surface of the substrate. The use of longer deposition time, results in more graphene/Fe3O4 composites which adhere to the substrate surface. This result is also supported by XRD testing which shows the longer the deposition time, the diffraction peaks appear sharper.
PENGELOLAAN AIR BERSIH DENGAN METODE FISIKA DAN KIMIA PADA SMA LUQMAN AL-HAKIM Tubagus Noor Rohmannudin; Lukman Noerochim; Budi Agung Kurniawan; Hariyati Purwaningsih; Zaid Sulaiman; Sulistijono Sulistijono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.804 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.320

Abstract

Kondisi air yang keruh di kawasan Surabaya utara mengakibatkan masyarakatnya tidak bisa menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan karena Surabaya utara merupakan kawasan dekat pantai, adanya pencemaran dari limbah industri dan limbah rumah tangga. Sehingga diperlukan teknologi pengolahan air bersih untuk mengolah air tanah menjadi air bersih. Metode pelatihan yang digunakan adalah presentasi materi dan demostrasi pengolahan air bersih. Untuk mengetahui kompetensi peserta pelatihan dilakukan ujian pretest dan postest. Hasil pelatihan ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi, wawasan dan pemahaman Guru dan Siswa SMA Luqman Al-Hakim mengenai proses pengolahan air bersih, hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai dari ujian Pretest dan Postest.
Pengaruh Reduktor Zink pada Sintesis Graphene terhadap Performa PdAu/Graphene sebagai Material Elektrokatalis DMFC Frizka Vietanti; Diah Susanti; Hariyati Purwaningsih; Fredy Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel bahan bakar adalah peralatan elektrokimia yang mengubah energi kimia dalam bahan bakar secara langsung menjadi energi listrik. Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) merupakan jenis sel bahan bakar yang menarik perhatian karena menghasilkan densitas energi yang tinggi dan menggunakan jenis bahan bakar cair yaitu metanol. Saat ini katalis berbasis Palladium (Pd) yang didepositkan pada elektroda berbasis karbon memainkan peranan penting untuk menggantikan Platina (Pt)/C karena cadangan terbatas, harga mahal, dan ketidakstabilan dalam operasi sebagai material elektrokatalis DMFC. Graphene sebagai material baru untuk elektroda DMFC telah terbukti dapat meningkatkan performa DMFC. Faktor keberhasilan reduksi graphene oxide menjadi graphene dipengaruhi oleh reduktor zink (Zn). Dalam penelitian ini diberikan variasi massa reduktor Zn senilai 0.8, 1.6, dan 2.4 gram. Metode sputtering diaplikasikan untuk mendepositkan nanopartikel PdAu pada graphene. Dari hasil pengujian scanning electron microscopy (SEM) dan X-ray diffraction (XRD), reduktor Zn senilai 1.6 gram menunjukkan performa terbaik. Pada pengujian elektrokimia dengan menggunakan cyclic voltammetry (CV) diperoleh densitas arus sebesar 80mA/g dan potensial onset sebesar -0.58 V vs. Ag/AgCl.
Rancang Bangun Mini Boat Sebagai Pemanas dan Pendeteksi Kualitas Air Kolam untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Kecamatan Ngunut, Tulungagung Diah Susanti; George Endri Kusuma; Benedicta Dian Alfanda; Hariyati Purwaningsih; Haniffudin Nurdiansah; Lukman Noerochim; Tubagus Noor Rohmannudin; Hosta Ardhyananta; Yeny Widya Rakhmawati; Elok Amaylia Swasthika Candra
Sewagati Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5393.946 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i3.240

Abstract

Usaha budidaya ikan air tawar termasuk di dalam sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mampu menyumbang perekonomian daerah dan nasional. Namun usaha kelompok pembibitan ikan ini tidak mampu memproduksi bibit ikan sepanjang tahun, karena terdapat perubahan suhu ekstrim yang menyebabkan ikan banyak yang mati kedinginan sehingga peternak mengalami kerugian. Di samping suhu, faktor lain yang berpengaruh terhadap kehidupan ikan air tawar adalah pH dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) dari air kolam. Selama ini peternak ikan kebanyakan masih mengandalkan pengalaman dan bergantung pada kondisi alami serta belum banyak yang menggunakan teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga dalam program pengabdian masyarakat (abmas) berbasis produk ini, tim abmas ITS berusaha membuat rancang bangun mini boat sebagai pemanas yang menggunakan bahan bakar limbah organik kering seperti kayu dan bambu yang dilengkapi dengan sistem monitoring suhu, pH, dan DO yang terhubung dengan telepon genggam peternak yang memberikan informasi kondisi terkini, sehingga peternak dapat menentukan sikap dan tindakan untuk memodifikasi kondisi kolam agar lebih ideal. Pada saat uji coba ditunjukkan bahwa mini boat berhasil meningkatkan suhu air kolam dan memonitor nilai suhu, pH dan DO air kolam. Dengan demikian, abmas ini sangat membantu peternak dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang selalu dihadapi setiap tahun.
Sintesis dan Karakterisasi Minyak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) dari Limbah Kulit Biji Mete Desa Blaru, Badas, Kediri dengan Metode Press Panas Haniffudin Nurdiansah; Diah Susanti; Anni Rahmat; Fakhreza Abdul; Amaliya Rasyida; Hariyati Purwaningsih; Azzah Dyah Pramata; Retno Asih
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.394 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.275

Abstract

Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, terkenal sebagai sentra produksi kacang mete. Kacang mete yang diproduksi memiliki kualitas yang bagus, renyah, gurih, serta tahan lama. Pangsa pasarnya bahkan sampai keluar Jawa Timur, termasuk Kalimantan.Selama ini, masyarakat hanya mengolah bijinya saja sebagai makanan ringan, sementara kulit bijinya dibuang sebagai limbah atau sebagai kayu bakar. Padahal, di dalam kulit biji jambu mete terdapat minyak yang apabila di ekstrak bisa dijual dengan harga yang mahal. Minyak hasil ektraksi dari kulit biji jambu mete biasanya disebut sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), yang sering digunakan sebagai campuran bensin, cat genteng, hingga untuk industri minyak rem. Proses pembuatan minyak CNSL dilakukan dengan menggunakan metode pengepresan panas. Sebanyak 2 kg limbah biji mete dimasukkan ke dalam alat pengepresan, ditutup, kemudian kulit mete dipress dengan menggunakan poros ulir. Kemudian selanjutnya adalah pemanasan. Kulit mete dipanaskan dalam kondisi di press sampai temperatur 900C, dan di holding selama 30 menit. Minyak yang keluar (± 200 ml), yang berwarna hitam pekat, kemudian ditampung dan di karakterisasi dengan menggunakan pengujian FTIR, Densitas, Kinematic Viscosity, Bilangan Asam, Bilangan Iodine, dan Bilangan Penyabunan. Dari hasil pengujian FTIR didapatkan bahwa senyawa yang terkandung didalam CNSL adalah asam anakardat. Densitas yang diperoleh dari pengujian adalah adalah 0.9734 gr/cm3. Nilai kinematic viscosity pada 300C adalah 355,64 centipoises. Pengujian bilangan asam menghasilkan nilai sebesar 103.92 mg KOH/gr, Bilangan Iodine sebesar 236.84 gr Iodine/100 gr, dan Bilangan Penyabunan sebesar 42,79 mg KOH/gr. Hasil ini sesuai dengan Indian Standar institute untuk syarat CNSL komersial.
Rancangan Bangun Laboratoruim Green Energy Penunjang Model Pembelajaran Tematik dan Interaktif pada Level Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Daih Susanti; George Endri Kusuma; Haniffudin Nurdiansah; Sryang Tera Sarena; ,Angga Ade Purnawan; Bayu Kresna Purwaka Utama; Muhammad Dalu Prayoga; Ahmad Efendi Adi Pratama; Yeny Widya Rakhmawati; Hariyati Purwaningsih; Tubagus Noor Rohmanudin; Lukman Noerochim; Hosta Ardhyananta; Fakhreza Abdul; Azarine Atha Pandhani
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.67 KB)

Abstract

Ketersediaan energi memiliki peran sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara. Untuk memenuhi permintaan energi tersebut perlu dikembangkan sumber daya energi. Namun permasalahannya adalah, sumber daya energi fosil semakin terbatas, sehingga perlu dikembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan, contohnya sel surya. Tren pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari (Solar photovoltaic – Solar PV) semakin baik akhir-akhir ini. Disisi lain, perkembangan teknologi berdampak pada sektor pendidikan, terlebih lagi pada kurikulum pendidikan di Indonesia yang sekarang menggunakan Kurikulum 2013 (K13). Untuk itu demi menunjang mata pelajaran yang terkait dengan perkembangan teknologi tersebut, tim pengabdi bekerja sama dengan SMP Islam Terpadu Al-Uswah (SMPIT Al-Uswah) Surabaya mengembangkan perangkat modul atau kit untuk pemanfaatan energi listrik tenaga surya. Pembangkitan energi listrik disimulasikan dalam bentuk konversi energi surya dan energi mekanik menjadi energi listrik secara sederhana dan interaktif agar para siswa bisa belajar langsung bagaimana listrik dihasilkan dari energi matahari dan gerak untuk bisa menunjang pengetahuan siswa dan bisa dimanfaatkan di masa depan. Hasil kuesioner menunjukkan mayoritas guru maupun siswa memberikan respon penilaian positif pada penggunaan perangkat pembelajaran tematik ini. Tujuan akhir pada Program Pengabdian Masyarakat ini telah linear dan mendukung Roadmap bidang kajian Teknologi Tepat Guna ITS tahun 2020-2024, yaitu pemanfaatan tenaga surya sebagai penerangan.
Co-Authors ,Angga Ade Purnawan Ade Wahyu Yusariarta Putra Adyansyah, Farhan Afif, Moh. Azmi Agung Budi Kurniawan Agung Purniawan, Agung Ahmad Efendi Adi Pratama Ahmad Efendi Adi Pratama Alfanda, Benedicta Dian Amaliya Rasyida Angga Ade Purnawan Anni Rahmat Aprian Immanuel Ardhyananta, Hosta Ardi Kurniawan Aristio, Andre Parvian Azarine Atha Pandhani Azarine Atha Pandhani Azizah, Salma Nur Azzah Dyah Pramata Azzah Dyah Pramata, Azzah Dyah Bayu Kresna Purwaka Utama Bayu Kresna Purwaka Utama Budi Amin Simanjuntak Burniadi Moballa Dah Shyang Tsai Daih Susanti Dewi, Tri Vicca Kusuma Diah Susanti Diah Susanti Dyka Rahayu Meyla Sari Elok Amaylia Swasthika Candra Errahmah, Syifa' Ervianto, Yohan Ervina Rumpakwakra Fajarin, Rindang Fakhreza Abdul Farahdibah, Athirah FELLY YULIAN FF, FELLY Fredy Kurniawan Frizka Vietanti Ganive Pangesthiaji Haniffudin Nurdiansah Haniffudin Nurdiansah Harahap, Rizki Anwar Heru Setyawan Husein Abdurrachim I Dewa Made Bakti Pramana Ika Silviana Widianti Kamilah, Imada Millatul Kuriawan, Budi Agung Kusuma, George Endri Kusumadewi, Tri Vicca Lukman Noerochiem Lukman Noerochim Malik Anjelh Baqiya Mohammad Badrus Soleh Muhammad Dalu Prayoga Muhammad Dalu Prayoga Muhammad Suchaimi Nasrul Arif Pradana Ni Komang Alit Juliani Noerochiem, Lukman Nurahmi, Latifah Nurdiansyah, Haniffudin Nurdiansyah, Haniffudin Pratama, Tata Bayu Pratiwi, Vania Mitha Prida Novarita Trisanti, Prida Novarita Puguh Christianto Putra, Rifqi Tantyo Putri, Elisa Beliana Rahma, Elfrida Venia Rahmawati, Yenni Rakhmawati, Yeny Widya Retno Asih Riska Fitri Amalia Rochman Rochiem Rohadi, Anggoro Rohmannudin, Tubagus Noor Sigit Tri Wicaksono, Sigit Tri Siti Nur Aini, Siti Nur Slamet Raharjo Sryang Tera Sarena Sryang Tera Sarena Sugiharto, Rochman Sulistijono Sulistijono Suminar Pratapa Sungging Pintowantoro Sutarsis Sutarsis Sutrisno, Wahyuniarsih Syifa' Errahmah Tri Mardji Atmono Triwikantoro Triwikantoro Tsai, Dah Shyang Tubagus Noor Rohmanudin Tubagus Noor Rohmanudin Vania Mitha Pratiwi Vicky, Widia Anggia Vietanti, Frizka W Widyastuti, W Wibisono, Alvian Toto Wicaksono, Sigit Tri Widia Anggia Vicky Widiyastuti Widiyastuti Widyani, Devi Widyastuti Widyastuti Yeny Widya Rakhmawati Yeny Widya Rakhmawati Yogi Nuriana Yuli Setiyorini Zaid Sulaiman