Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Penambahan 10at.%Ni dan Waktu Milling pada Paduan MgAl Hasil Mechanical Alloying dan Sintering Ardi Kurniawan; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.354 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2258

Abstract

Paduan magnesium banyak dikembangkan sebagai Hydrogen Storage Materials. Penambahan unsur Al dan Ni dalam paduan magnesium berguna untuk mengurangi energi ketika proses hidrogenasi berlangsung. Sintesa paduan magnesium dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill. Paduan Mg-Al akan didoping dengan menambahkan 10at.% Ni menggunakan variasi waktu milling selama 2, 5, 10, dan 20 jam. Paduan yang terbentuk hasil milling akan dilakukan proses sintering pada temperatur 6000C. Pengujian BET, Sieving, XRD, SEM/EDX, dan DSC/TGA dilakukan untuk menganalisa paduan yang terbentuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi waktu milling selama 10 jam dengan temperatur sintering 6000C mampu membentuk paduan Mg-Al-Ni berupa larutan padat Mg, AlNi dan Mg3AlNi2.
Pengaruh Milling Time Terhadap Pembentukan Fasa γ-MgAl Hasil Mechanical Alloying Ganive Pangesthiaji; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.351 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2259

Abstract

Paduan berbasis magnesium (Mg) merupakan salah satu paduan yang banyak sekali manfaatnya dalam dunia industri. Salah satu manfaatnya dapat digunakan sebagai Hydrogen Storage Material. Baru-baru ini peneliti mengembangkan paduan berbasis magnesium sebagai metal hydride, salah satunya adalah paduan magnesium dengan aluminium (Mg-Al). Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah mechanical alloying. Alat yang digunakan adalah Modification Horizontal Ball Mill. Alat ini dibuat dengan menggunakan prinsip rotasi secara horizontal untuk proses milling-nya. Paduan Mg-Al dengan komposisi Mg-42 at.% Al disintesa melalui proses milling dengan variasi waktu 2, 5, 10, dan 20 jam. Serbuk hasil milling disintering dengan temperatur 600oC dengan holding time selama 2 jam. Pengujian dilakukan dengan menggunakan BET, XRD, SEM-EDX, dan DSC/TGA. Hasil penelitian menunjukan bahwa paduan γ-Mg17Al12 telah terbentuk pada pemanasan dengan temperatur 600oC. Hasil XRD juga menunjukan bahwa paduan membentuk solid solution Mg-Al, dimana hal ini diperlihatkan oleh puncak Al yang mengalami pelebaran akibat terlarutnya unsur Mg ke dalam Al begitu juga sebaliknya. Hasil DSC/TGA  memperlihatkan reaksi pembentukan paduan γ-Mg17Al12 terjadi pada temperatur 475,33oC.
Analisis Struktur Mikro Dan Perubahan Fasa γ-TiAl Sebagai Material Paduan Tahan Temperatur Tinggi Dyka Rahayu Meyla Sari; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.053 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2283

Abstract

Kebutuhan material paduan tahan temperatur tinggi semakin meningkat salah satunya pada industri pesawat terbang. Paduan intermetalik γ-TiAl dijadikan kandidat sebagai konstruksi aplikasi temperatur tinggi karena lebih ringan dan memiliki ketahanan pembakaran yang baik. Sintesa substrat dilakukan melalui proses mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill selama 10 jam dengan kecepatan 400 rpm dilanjutkan annealing pada 900oC selama 30 menit. Sintesa paduan γ-TiAl melibatkan serbuk titanium dan aluminium dengan komposisi Ti64wt%-Al. Pengujian thermal cyclic dilakukan pada temperatur 8000C selama satu jam kemudian didinginkan sampai temperatur kamar dan dibiarkan selama 30 menit untuk setiap siklusnya dengan menggunakan burner oxygen acetelene sebagai simulasi aplikasi paduan g-TiAl pada temperatur tinggi. Pengujian XRD dilakukan untuk mengidentifikasi transformasi fasa dari senyawa yang terbentuk, SEM-EDAX dilakukan untuk mengamati morfologi dan komposisi unsur dari mikrostruktur. Fasa intermealik γ-TiAl terbentuk sebagai hasil sintesa paduan setelah mechanical alloying dan annealing. Perlakuan thermal cyclic hingga  siklus kelima terbentuk oksida Al2O3, TiO2 dan Al2TiO5 sebagai produk oksidasi dari paduan γ-TiAl. Oksida SiO2 dan Mg(SiO3) muncul akibat kereaktifan unsur yang berada pada batu tahan api yang digunakan sebagai tempat spesimen saat dilakukan pemanasan sehingga kedepannya disarankan untuk tidak menggunakan batu tahan api.
Analisa Rietveld Terhadap Transformasi Fasa (α→β) Pada Solid Solution ti-3 at.% al Pada Proses Mechanical Alloying Dengan Variasi Milling Time Puguh Christianto; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.896 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2284

Abstract

Dalam sebuah inovasi proses, khususnya transformasi fasa paduan serbuk Ti-3 at.% Al, terdapat metode-metode perlakuan yang diberikan untuk men-transformasikan fasa, salah satunya adalah dengan perlakuan mekanik. Dalam hal ini, perlakuan mekanik yang akan diberikan untuk mentransformasikan fasa paduan serbuk Ti-3 at.% Al adalah menggunakan proses mech-anical alloying. penelitian ini menganalisa pengaruh milling time terhadap transformasi fasa (α->β) pada solid solution Ti dengan penguat Al pada komposisi Ti-3 at.% Al. Paduan serbuk Ti-3 at.% Al disintesa dengan proses mechanical alloying variasi milling time 5, 9, dan 12 jam menggunakan ball mill berkecepatan 900rpm, dengan perbandingan bola milling dan serbuk sebesar 10:1, dan dikerjakan dalam kondisi atmosfer Argon.  Paduan serbuk hasil milling kemudian dilakukan analisis XRD, SEM, untuk melihat perubahan struktur kristal, morfologi butiran paduan serbuk, serta untuk mengetahui fasa-fasa transisi dari Ti-3 at.% Al. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi fasa (α->β) pada solid solution Ti dengan penguat Al pada proses mechanical alloying. Dan kemudian dilakukan analisis lebih lanjut data keluaran XRD untuk menyajikan optimasi data berupa ukuran kristal dan pergeseran parameter kisi akibat adanya transformasi fasa, serta identifikasi terbentuknya fasa yang saling bertumpukkan.
Analisis Pengaruh Penambahan Nikel (Ni) Terhadap Pembentukan Mg2ni Hasil Mechanical Milling dan Pengaruh Terhadap Hidrogenasi I Dewa Made Bakti Pramana; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.526 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8710

Abstract

Metal hydride merupakan media penyimpanan hidrogen yang aman dan efisien untuk aplikasi kendaraan. Paduan magnesium merupakan salah satu kandidat bahan yang menjanjikan sebagai material ini. Dalam penelitian ini, serbuk magnesium dan nikel dengan komposisi penambahan Ni (x=29, 31, 33 dan 35 at%) disintesa dengan metode mechanical milling pada atmosfer argon (Ar) 3 bar selama 10 jam dengan BPR 1:10. Proses mechanical milling belum mampu membentuk paduan intermetalik Mg-Ni. Kemudian dilanjutkan proses perlakuan panas  pada temperatur 385⁰C dalam atmosfir argon 3 bar satu jam. Belum terbentuk fasa intermetalik pada proses perlakuan panas. Dilanjutkan dengan proses hidriding pada keseluruhan sampel dengan perlakuan panas 300⁰C atmosfer hydrogen (H2) selama satu jam. Proses hidriding belum mampu membentuk fasa metal hydride untuk keseluruhan variasi penambahan Ni. Sintesis dilanjutkan dengan proses annealing, dimana terbentuk fasa intermetalik untuk keseluruhan variasi penambahan. Dilanjutkan proses hidriding siklik kedua untuk melihat pembentukan metal hydride, dan dipatkan pembentukan metal hidrid terdapat pada komposisi penambahan 31 at% Ni.
Pengaruh Variasi pH dan Temperatur Sintering Terhadap Nilai Sensitivitas Material TiO2 Sebagai Sensor Gas CO Ika Silviana Widianti; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.204 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8712

Abstract

Telah dilakukan berbagai macam pengupayaan untuk mengoptimalkan potensi Titanium dioksida (TiO2) sebagai sensor gas, mengingat TiO2 merupakan semikonduktor metal oksida. Pada penelitian ini digunakan TiO2 dalam bentuk serbuk, dengan pelarutnya H2SO4 yang diencerkan dengan air distilasi sehingga terbentuk variasi pH 1, 3, dan 5. Metode sol-gel dilakukan dengan perendaman dan dilanjutkan stiring selama 2,5 jam, kecepatan 700 rpm, dan temperatur 200ºC . Drying dilakukan selama 2 jam pada temperatur 350ºC, selanjutnya serbuk dikompaksi pada tekanan 200 bar agar terbentuk pellet. Pelet kemudian disintering pada temperatur 700,800, dan 900ºC selama 1 jam. Karakterisasi material dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD). Sedangkan untuk luas permukaan spesifik sampel TiO2 diuji dengan BET Analyser. Morfologi TiO2 yang dihasilkan dari proses sol-gel berbentuk bulat (spherical) dan memiliki fase stabil anatase. Nilai sensitivitas didapatkan dari pengujian pada temperatur operasi 100ºC dan variasi volume gas CO 5L, 12,5L, 25L. Respon tercepat adalah material TiO2 pH 3 yang disinter dengan temperatur 900ºC, serta memiliki ukuran pori 50,83 nm
Analisa Penambahan Aluminium (Al) terhadap Sifat Hidrogenasi Paduan Mg2-xAlxNi Hasil Sintesa Mechanical Milling dan Heat Treatment Ade Wahyu Yusariarta Putra; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.869 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8716

Abstract

Hydrogen storage merupakan salah satu kunci dalam pengembangan sumber energi hidrogen (H2) komersil. Magnesium diketahui memiliki kapasitas penyimpanan hidrogen yang relative cukup tinggi 7,6%. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesa Mg2-xAlxNi dari serbuk Mg, Al, dan Ni dengan mechanical milling dengan variasi Al (x = 0;0,1;0,25;0,5) dengan kecepatan 400 rpm dan BPR 10:1 selama 10 jam dalam lingkungan argon. Kemudian di heat treatment pada temperatur 385oC selama 10 menit. Kemudian dilakukan proses hidrogenasi pada temperatur 250oC dengan lingkungan hidrogen (H2) bertekanan 5 bar. Pada proses mechanical milling dan heat treatment belum mampu menghasilkan paduan intermetalik Mg2Ni, namun seiring dengan penambahan aluminium pada proses heat treatment berhasil mereduksi Mg(OH)2. Pada proses hidriding berhasil membentuk fasa hidrida metal MgH2, yang menyatakan bahwa hidrogen berhasil diserap oleh paduan. Dilanjutkan dengan proses annealing pada temperatur 600oC pada lingkungan nitrogen (N2), dan pada proses ini berhasil membentuk paduan intermetalik Mg2Ni, MgNi2 dan Mg3AlNi2, namun pada proses hidriding belum bisa membentuk fasa hidrida metal kecuali pada  komposisi x=0,1 dan x=0,5
Pengaruh Temperatur Sintering pada Pembentukan Fasa Natrium Super Ionic Conductor (NASICON) Na1+xZr2SixP3-xO12 (x=2) dan Sifat Konduktifitas Ionik Elektrolit Padat Husein Abdurrachim; Hariyati Purwaningsih; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.631 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18622

Abstract

Penanganan limbah sekam padi saat ini umumnya ingin memanfaatkan kandungan Silika (SiO2) pada sekam padi yang telah dibakar (abu sekam padi). Kandungan silika yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam pembuatan material inovatif seperti Natrium Super Ionic Conductor (NASICON). Pada penelitian ini, pembentukan NASICON menggunakan metode sol-gel dari, Na2SiO3, H3PO4 dan ZrOCl.8H2O dengan variasi temperatur sintering yakni 900oC, 1000oC  dan 1100oC. Pengujian SEM, XRD, FTIR, dan LRC dilakukan untuk mengetahui fasa, struktur, gugus fungsi, dan konduktifitas yang dimilikinya. Dari hasil pengujian diketahui bahwa fasa NASICON yang paling baik diperoleh pada temperatur 900oC yaitu Na3Zr2Si2PO12 , kemudian nilai konduktivitas ionik tertinggi juga diperoleh pada NASICON dengan temperatur 900oC sebesar 0,241x10-6 S/cm.
Pengaruh Jarak Nozzle dan Tekanan Gas pada Proses Pelapisan FeCrBMnSi dengan Metode Wire Arc Spray terhadap Ketahanan Thermal Muhammad Suchaimi; Rochman Rochiem; Hariyati Purwaningsih
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.33 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21102

Abstract

Low Temperature Hot Corrosion (LTHC) merupakan jenis hot corrosion yang terjadi pada temperatur 700-800°C dan biasa terjadi pada sudu-sudu turbin uap. Akibatnya material pada sudu turbin tersebut mengalami keretakan maupun penurunan efisiensi putaran. Perlindungan terhadap hot corrosion dengan cara memberikan penghalang antara substrat dengan lingkungan salah satunya menggunakan metode pelapisan permukaan logam yaitu wire arc spray. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak nozzle dan tekanan gas pada pelapisan FeCrBMnSi dengan metode wire arc spray terhadap ketahanan thermal. Dari parameter jarak nozzle dan tekanan gas yang digunakan, didapatkan parameter terbaik yaitu pada jarak 400 mm dan tekanan gas 3 bar yang mempunyai kekuatan lekat sebesar 22,58 MPa dengan persentase porositas 5,93% dan nilai kekasaran permukaan sebesar 16,36 μm. Sedangkan pada pengujian thermal cycle yang dilakukan dengan cara pemanasan dan pendinginan secara kontinyu, pada permukaan coating terbentuk senyawa oksida Fe3O4 yang menyebabkan perambatan retak dan delaminasi. Selain itu kekerasan lapisan coating meningkat akibat adanya senyawa precipitate boride (Fe9B)0,2.
Analisa Pengaruh Variasi Leaching dan Penambahan Template Terhadap Pembentukan Hollow Mesoporous Silika Nanopartikel Ni Komang Alit Juliani; Hariyati Purwaningsih; Diah Susanti; Vania Mitha Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh efektifitas leaching dalam menghasilkan silika, dan menganalisa pengaruh penambahan senyawa template OA (Octyl Amine) pada pembentukan mesopori silika nanopartikel. Penelitian ini menggunakan bahan dasar sekam padi yang di leaching menggunakan asam kuat yaitu HNO3, HCl, dan H2SO4. Berdasarkan hasil pengujian EDX kadar silika yang paling tinggi dihasilkan pada leaching menggunakan HNO3 sebesar 39.21 (wt%). Gugus fungsi hasil FTIR menjelaskan adanya gugus siloksan. Hasil XRD menunjukkan bahwa silika mesopori silika nanopartikel hasil proses ekstraksi mempunyai fasa amorfus. Hasil SEM pada mesopori silika nanopartikel memiliki bentuk partikel yang lebih kecil dan penyebarannya merata. Dari hasil TEM didapatkan ukuran partikel pada mesopori silika nanopartikel berkisar antara 16-80nm. Mesopori silika nanopartikel memiliki diameter pori rata-rata sebesar 12.6 nm. Penggunaan OA berhasil untuk menyeragamkan ukuran partikel.
Co-Authors ,Angga Ade Purnawan Ade Wahyu Yusariarta Putra Adyansyah, Farhan Afif, Moh. Azmi Agung Budi Kurniawan Agung Purniawan, Agung Ahmad Efendi Adi Pratama Ahmad Efendi Adi Pratama Alfanda, Benedicta Dian Amaliya Rasyida Angga Ade Purnawan Anni Rahmat Aprian Immanuel Ardhyananta, Hosta Ardi Kurniawan Aristio, Andre Parvian Azarine Atha Pandhani Azarine Atha Pandhani Azizah, Salma Nur Azzah Dyah Pramata Azzah Dyah Pramata, Azzah Dyah Bayu Kresna Purwaka Utama Bayu Kresna Purwaka Utama Budi Amin Simanjuntak Burniadi Moballa Dah Shyang Tsai Daih Susanti Dewi, Tri Vicca Kusuma Diah Susanti Diah Susanti Dyka Rahayu Meyla Sari Elok Amaylia Swasthika Candra Errahmah, Syifa' Ervianto, Yohan Ervina Rumpakwakra Fajarin, Rindang Fakhreza Abdul Farahdibah, Athirah FELLY YULIAN FF, FELLY Fredy Kurniawan Frizka Vietanti Ganive Pangesthiaji Haniffudin Nurdiansah Haniffudin Nurdiansah Harahap, Rizki Anwar Heru Setyawan Husein Abdurrachim I Dewa Made Bakti Pramana Ika Silviana Widianti Kamilah, Imada Millatul Kuriawan, Budi Agung Kusuma, George Endri Kusumadewi, Tri Vicca Lukman Noerochiem Lukman Noerochim Malik Anjelh Baqiya Mohammad Badrus Soleh Muhammad Dalu Prayoga Muhammad Dalu Prayoga Muhammad Suchaimi Nasrul Arif Pradana Ni Komang Alit Juliani Noerochiem, Lukman Nurahmi, Latifah Nurdiansyah, Haniffudin Nurdiansyah, Haniffudin Pratama, Tata Bayu Pratiwi, Vania Mitha Prida Novarita Trisanti, Prida Novarita Puguh Christianto Putra, Rifqi Tantyo Putri, Elisa Beliana Rahma, Elfrida Venia Rahmawati, Yenni Rakhmawati, Yeny Widya Retno Asih Riska Fitri Amalia Rochman Rochiem Rohadi, Anggoro Rohmannudin, Tubagus Noor Sigit Tri Wicaksono, Sigit Tri Siti Nur Aini, Siti Nur Slamet Raharjo Sryang Tera Sarena Sryang Tera Sarena Sugiharto, Rochman Sulistijono Sulistijono Suminar Pratapa Sungging Pintowantoro Sutarsis Sutarsis Sutrisno, Wahyuniarsih Syifa' Errahmah Tri Mardji Atmono Triwikantoro Triwikantoro Tsai, Dah Shyang Tubagus Noor Rohmanudin Tubagus Noor Rohmanudin Vania Mitha Pratiwi Vicky, Widia Anggia Vietanti, Frizka W Widyastuti, W Wibisono, Alvian Toto Wicaksono, Sigit Tri Widia Anggia Vicky Widiyastuti Widiyastuti Widyani, Devi Widyastuti Widyastuti Yeny Widya Rakhmawati Yeny Widya Rakhmawati Yogi Nuriana Yuli Setiyorini Zaid Sulaiman