Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PENTINGNYA PENCEGAHAN KEHAMILAN USIA DINI DAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA WANITA USIA SUBUR Arsulfa; Kartini; Farming Farming
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2024): January - June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v3i1.1455

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu masalah yang mendapat perhatian khusus terkait peningkatan kualitas hidup manusia di dunia. Salah satunya adalah kasus kurang energi kronik (KEK) dan kehamilan usia dini yang masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi KEK pada wanita hamil di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 sebesar 17,3% dan berdasarkan profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 sebesar 17,9%, terjadi peningkatan angka kejadian ibu hamil dan wanita usia subur dengan KEK di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini mengaplikasikan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh pengusul tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil dan kehamilan usia dini. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah penyuluhan edukatif, dan partisipatif, dengan sasaran wanita usia subur. Hasil kegiatan menggambarkan adanya respon positif dari masyarakat yang terlihat dalam mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan setelah diberikan penyuluhan sebagian besar pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang pentingnya pencegahan kehamilan usia dini dan KEK sudah baik dan positif. Diperlukannya edukasi pada wanita usia subur terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi sebelum dan saat kehamilan yang dapat memutus mata rantai kejadian KEK. Diharapkan wanita usia subur menjadi agen pencegah kejadian KEK.
the Edukasi Tentang Pentingnya Gizi Saat Kehamilan, Asi Eksklusif, Mp-Asi Tumbuh Kembang Bayi Pada Wanita Usia Subur Dalam Upaya Pencegahan Stunting Kartini Kartini; Arsulfa Arsulfa; Farming Farming; Dian Putri Ekawati Mihora
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2024): January - June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v3i1.1456

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu masalah yang mendapat perhatian khusus terkait peningkatan kualitas hidup manusia di dunia (Thompson et al, 2017). Masalah kesehatan ibu dan bayi banyak faktor yang mempengaruhi dan saling berhubungan satu sama lain (Arigliani et al, 2018). Salah satunya adalah kasus kurang energi kronik (KEK) dan kehamilan usia dini yang masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia (Kemenkes RI, 2018). Kekurangan Energi Kronik merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi (Kemenkes RI, 2018). Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2015,2016 dan 2017 ditemukan data persentase ibu hamil dan wanita usia subur kekurangan energi kronis (KEK) di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 13,3%, pada tahun 2016 sebanyak 16,2%, pada tahun 2017 sebanyak 14,8% (Kemenkes, 2017). Prevalensi KEK pada wanita hamil di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 sebesar 17,3% dan berdasarkan profil Kesehatan Indonesia bahwa angka kejadian KEK pada ibu hamil dan wanita usia subur tahun 2019 sebesar 17,9% (Kemenkes RI, 2019). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan angka kejadian ibu hamil dan wanita usia subur dengan KEK di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini mengaplikasikan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh pengusul tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil dan kehamilan usia dini. Hasil dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa faktor ibu, seperti berat badan ibu, usia, pendidikan, pengetahuan tentang gizi dan kehamilan berhubungan dengan kejadian KEK. Diperlukannya edukasi pada wanita usia subur terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi sebelum dan saat kehamilan yang dapat memutus mata rantai kejadian KEK. Diharapkan wanita usia subur menjadi agen pencegah kejadian KEK.
the HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 13 BOMBANA KECAMATAN MATAOLEO KABUPATEN BOMBANA Kartini Kartini; Hasni hasni; melania asi
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v4i2.1866

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kematian tertinggi di dunia dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, termasuk di Indonesia. Saat ini, risiko penyakit jantung tidak hanya ditemukan pada usia dewasa dan lanjut usia, tetapi juga mulai meningkat pada kelompok usia remaja seiring dengan perubahan gaya hidup yang ditandai oleh rendahnya aktivitas fisik. Penurunan aktivitas fisik pada remaja dipengaruhi oleh modernisasi, peningkatan aktivitas sedentari, serta tingginya screen time, yang berdampak pada munculnya faktor risiko awal penyakit jantung seperti obesitas, hipertensi, dan gangguan metabolik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan risiko penyakit jantung pada remaja putri di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dan dirancang menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua remaja putri di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana sebanyak 187 orang. Sampel adalah remaja di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana yang berjumlah 65 orang. Alat uji yang digunakan dalam analisis bivariat adalah uji Kai kuadrat (Chi Square). Hasil: %). Dari 65 orang responden, aktifitas fisik pada remaja putri terbanyak dalam kategori tinggi sebanyak 35 orang (53,8%), risiko penyakit jantung pada remaja putri terbanyak dalam kategori tidak berisiko sebanyak 45 orang (69,2%) Ada hubungan aktifitas fisik dengan risiko penyakit jantung pada remaja di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana (x2= 11,081; p-value = 0,004). Kesimpulan: Ada hubungan kebiasaan aktifitas fisik dengan risiko penyakit jantung pada remaja putri di SMA Negeri 13 Bombana Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana.