Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Nilai Difusivitas Ion Kalsium & Magnesium pada Proses "Low Salinity Waterflood" di Batuan Berea Yusmardhany Yusuf; Suryo Purwono; Sang Kompiang Wirawan
Jurnal Rekayasa Proses Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.875 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.28890

Abstract

In recent years Low Salinity Waterflood (LSW) had been supposed as trusty method to improve oil recovery and the most essential aspect is a alteration of divalent ion concentration in reservoir pore volume as a respon LSW. The objective of this paper are to find divalent diffusivity constant (Ca2+ and Mg2+) in berea sandstone by ionsmass conservation equation along with Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) as validation. The study was conducted at 2 berea core having porosity : 0.235 and 0.230 and permeability : 661 mD and 550 mD, we use synthetic formation water accordance to "LN" field property. Experiment was treated by by diluting Ca2+ up to 79% from its original value and  by diluting Mg2+ up to 95% from its original value while other ion were maintained fit to their original value. As a result we got difusion constant 0.0620 cm2.min-1 and 0.2667 cm2.min-1for Ca2+ and Mg2+, respectively.ABSTRAKPenelitian mengenai metode low salinity waterflood (LSW) dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu aspek esensial dalam metode tersebut adalah respon perubahan konsentrasi ion divalent dalam ruang pori reservoir. Penelitan ini bertujuan mencari konstanta difusivitas ion kalsium dan magnesium pada batuan Berea sandstone. Konstanta difusivitas dihitung menggunakan persamaan konservasi massa dan ditinjau secara difusi yang divalidasi oleh atomic absorption spectroscopy (AAS). Penelitian dilakukan pada 2 batuan Berea dengan porositas masing-masing: 661 mD dan 550 mD. Air formasi dibuat secara sintetik sesuai data lapangan "LN". Eksperimen difusivitas Ca2+ dilakukan dengan pengenceran hingga 79% dari konsentrasi awal. Sedangkan eksperimen Mg2+ dilakukan dengan pengenceran hingga 95% dari konsentrasi awal. Sementara itu ion lain diatur tetap sesuai konsentrasi awal. Dari hasil percobaan didapat konstanta difusivitas Ca2+ sebesar 0,0620 cm2/menitdan Mg2+ sebesar 0,2667 cm2/menit.
Modifikasi Sodium Lignosulfonat Melalui Epoksidasi Minyak Biji Kapuk dan Penambahan Kosurfaktan Muhammad Khoirul Anam; Suryo Purwono; Supranto
Jurnal Rekayasa Proses Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.651 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.31032

Abstract

The objective of this research is to reduce the interfacial tension of sodium lignosulfonate (SLS). SLS formulation (1%) showed the interfacial tension of 2.34 mN/m. This value is still relatively large when compared to interfacial tention of required surfactant for enhanced oil recovery (EOR). The terms of surfactants that can be used in EOR must have ≤10-3 mN/m interfacial tension. The performance of SLS was expected to be improved by adding the epoxide compound and co-surfactants (1-octanol). Epoxide compound was made by reacting kapok oil with acetic acid and hydrogen peroxide with in-situ method. Temperature of epoxidation reaction was varied i.e. 60°C, 70°C and 80°C, while the time of reaction was varied from 15 to 90 minutes. The evaluation showed that equation of the reaction rate coefficient (k) for the epoxide was ????= 124,82 exp (−24,14/RT). The addition of the epoxide compound 0.5% w/w of the formulation SLS was able to reduce the interfacial tension value up to 9.95 x 10-2 mN/m. The addition of co-surfactant (1-oktanol) was varied between 0.1 and 0.4% of the total mass (SLS + epoxide + water formation). The lowest interfacial tension (2.43 x 10-3 mN/m) was obtained by co-surfactants addition of 0.2% w/w. Keywords: Sodium lignosulfonat, epoxidation kapok oil, co-surfactant, interfacial tension, enhanced oil recovery Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tegangan antarmuka dari sodium lignosulfonat (SLS). Pengukuran tegangan antarmuka yang telah dilakukaan pada formulasi sodium lignosulfonat atau SLS (1%) memiliki nilai tegangan antarmuka sebesar 2,34 mN/m. Nilai tegangan antarmuka dari SLS ini masih relatif besar jika dibandingkan dengan syarat surfaktan untuk perolehan kembali minyak bumi atau enhanced oil recovery (EOR). Syarat surfaktan sebagai agen EOR adalah memiliki nilai tegangan antarmuka sebesar ≤10-3 mN/m. Kekurangan dari SLS diharapkan dapat diperbaiki dengan penambahan senyawa epoksida dan kosurfaktan (1-oktanol). Senyawa epoksida dibuat dengan mereaksikan sabun minyak biji kapuk dengan asam asetat dan hidrogen peroksida secara insitu. Reaksi epoksidasi divariasikan pada suhu 60oC, 70oC, dan 80oC, sedangkan waktu reaksi divariasikan pada rentang 15 dan 90 menit. Persamaan konstanta laju reaksi untuk epoksidasi diperoleh sebesar ????= 124,82 exp (−24,14/RT). Penambahan senyawa epoksida 0,5% w/w pada formulasi SLS mampu menurunkan nilai Tegangan antarmuka hingga 9,95x10-2 mN/m. Penambahan kosurfaktan 1-oktanol divariasikan antara 0,1–0,4% dari massa total formulasi utama (SLS+Epoksida+Air Formasi). Nilai tegangan antarmuka terkecil diperoleh pada penambahan kosurfaktan sebanyak 0,2% w/w, yaitu sebesar 2,43x10-3 mN/m. Kata kunci: Sodium lignosulfonat, epoksidasi, minyak biji kapuk, kosurfaktan, tegangan antarmuka, enhanced oil recovery
Pemanfaatan Cangkang Biji Pala sebagai Briket dengan Proses Pirolisis Rukmana; Suryo Purwono; Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah
Jurnal Rekayasa Proses Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.36 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.31033

Abstract

The abundance of nutmeg seed shells in Tidore is the reason to study the possibility to produce charcoal briquettes. The use of charcoal briquettes was expected to reduce waste of nutmeg seed shell and can be an alternative energy source with a high economic value. This study aims to investigate the effect of pyrolysis temperature and composition of tapioca adhesive to resulting quality of briquettes. The first step of the research was the preparation of nutmeg seed shells consisted of drying and size reduction into less than 20 mesh size. Afterward, the powder was put into furnace and heated to 350°C, 400°C, and 450°C for 90 minutes. During the process, volume of gas and liquids were measured every 15 minutes, while gas was sampled at 60-minute reaction. When pyrolysis was finished, about 20 g of charcoal was mixed with tapioca adhesive. The compositions of adhesive were 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. Finally, composite was formed in a cylindrical shape and compressed with hydraulic press at f 3 tons weight for a minute. The briquettes were then dried and analyzed with proximate analysis test. The results show that the highest calorific value was 6717.74 cal/g for material pyrolyzed at 450oC and 20% adhesive. The effect of adhesive on shatter index test showed that increasing composition of adhesive makes a better briquette quality as shown by a lower shatter index. In this study, the minimum weight loss was obtained by the addition of 30% adhesive. Keywords: briquettes, nutmeg seed shells, pyrolysis Ketersediaan cangkang biji pala yang melimpah di kota Tidore menjadi dasar dilakukannya penelitian mengenai pemanfaatan cangkang biji pala menjadi briket arang. Penggunaan briket arang diharapkan dapat mengurangi limbah cangkang biji pala dan sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu pirolisis dan komposisi campuran perekat dengan arang cangkang biji pala terhadap kualitas briket. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah penyiapan bahan baku berupa pengeringan dan penyesuaian ukuran cangkang biji pala sebesar 20 mesh. Tahap kedua yaitu proses pirolisis dengan cara memasukkan bubuk cangkang biji pala ke dalam tungku pirolisis (pirolisis selama 90 menit dengan variasi suhu 350oC, 400oC dan 450oC). Selama proses pirolisis berlangsung, volume gas dan cairan diukur setiap 15 menit, sedangkan pengambilan sampel gas dilakukan setelah pirolisis mencapai waktu 60 menit. Setelah dipirolisis, arang cangkang biji pala ditimbang seberat 20 gram kemudian bahan ini dicampurkan dengan perekat tapioka dengan variasi komposisi sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Setelah itu, arang cangkang biji pala dicetak dalam bentuk silinder dan dikempa dengan alat kempa hidrolik dengan berat 3 ton selama 1 menit. Briket kemudian dikeringkan dan dianalisis uji proksimat. Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa nilai kalor yang tertinggi sebesar 6717,74 kal/g dimiliki oleh bahan hasil pirolisis suhu 450oC dengan campuran perekat 20%. Pengaruh perekat terhadap uji shatter index menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan perekat dalam briket maka semakin baik shatter index dari briket. Pada penelitian ini diketahui bahwa briket dengan penambahan perekat sebesar 30% mengalami kehilangan berat yang paling sedikit. Kata kunci: briket, cangkang biji pala, pirolisis
Analysis Method of Black Liquor Pyrolysis and Gasification Using Deconvolution Technique to Obtain the Real Time Gas Production Profile Joko Wintoko; Suryo Purwono; Mohammad Fahrurrozi; Bambang Soehendro
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.731 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.56152

Abstract

In thermal reaction experiments, e.g., pyrolysis, combustion, and gasification, the gas released from the reaction can be analyzed in gas measuring instruments. There will be some time delay due to the relatively long gas travel from the reactor to the analyzers. Besides, there can be some time lag in the gas measuring instrument. Gas dispersion may furthermore occur and thus alter the gas concentration profile. The observed gas concentration, therefore, can be very different from the original gaseous reaction products profile. A mathematical procedure called deconvolution technique will be used to get the original gaseous reaction products concentrations profile. The deconvolution technique is based on the assumption that original data have been altered by a transfer function to yield observed data. By the deconvolution techniques, the transfer function for each data set will be calculated and then can be used to compute the original data. In this study, the deconvolution technique was applied to the concentration profile of gaseous products from black liquor pyrolysis and gasification reactions measured by gas analyzers instruments to obtain the real-time gas concentration profile during the processes. Tracer gases are injected in the reactor To facilitate the deconvolution calculation, and their concentration profiles observed in the measuring instruments are recorded. Gaseous products that are analyzed are CO2, CO, CH4, SO2, and H2S. This technique can successfully provide the real-time gas production concentration profile from the black liquor pyrolysis and gasification reaction. A B S T R A KDalam reaksi termal seperti pirolisis, pembakaran, dan gasifikasi, gas hasil reaksi dapat dianalisis dengan instrumen analisis gas. Akan ada penundaan waktu deteksi karena waktu tempuh dari reaktor ke alat analisis. Ada juga tambahan waktu karena pemrosesan dalam instrumennya. Dispersi gas juga mungkin terjadi yang akan mengubah profil konsentrasi gas.Profil konsentrasi gas yang terdeteksi bisa jadi akan sangat berbeda dengan profil produksi gas yang sebenarnya. Untuk mendapatkan profil konsentrasi yang sebenarnya, dapat digunakan sebuah prosedur matematika yang disebut dekonvolusi. Dalam prosedur ini diasumsikan profil gas telah diubah oleh sebuaf fungsi transfer sehingga menghasilkan profil gas terboservasi. Dengan teknik dekonvolusi, fungsi transfer ini akan dicari sehingga bisa dipergunakan untuk menghitung profil gas sebenarnya.  Dalam penelitian ini profil gas hasil reaksi pirolisis dan gasifikasi lindi hitam yang terdeteksi dalam instrumen analisis gas akan didekonvolusi untuk mendapatkan profil produksi gas yang sebenarnya. Untuk itu sebuah gas pendeteksi diijeksikan ke dalam reaktor dan profil konsentrasinya diukur dengan instrumen analisis. Gas yang dianalisis adalah CO2, CO, CH4, SO2, and H2S. Dengan teknik ini profil produksi gas yang sebenarnya dari reaksi pirolisis dan gasifikasi berhasil diperoleh.
Study on Lignin Isolation from Oil Palm Empty Fruit Bunches Nurcahyo Iman Prakoso; Suryo Purwono; Rochmadi Rochmadi
EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis VOLUME 16, ISSUE 1, February 2016
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/eksakta.vol16.iss1.art6

Abstract

Telah dilakukan studi tentang isolasi lignin dari tandan kosong kelapa sawit dengan metode batch. Diharapkan melalui studi ini dapat memperoleh metode isolasi lignin yang optimal. Studi yang dilakukan meliputi optimasi suhu reaksi, rasio massa NaOH terhadap pelarut, rasio serabut terhadap pelarut, dan waktu reaksi. Dari semua perlakuan, didapatkan bahwa suhu reaksi, tekanan, konsentrasi NaOH, rasio serabut terhadap pelarut dan waktu reaksi optimum berturut-turut yaitu, 170 °C, 15 atm, 1% (b/v), 9% (b/v), dan reaksi dilakukan selama 5 jam
PEMODELAN SEBARAN BOD DI SUNGAI KAPUAS KECIL BAGIAN HILIR MENGGUNAKAN WASP Rizki Purnaini; Sudarmadji Sudarmadji; Suryo Purwono
Jurnal Teknosains Vol 8, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.34921

Abstract

The Kapuas Kecil River must be maintained for its water quality so that it can still be utilized in accordance with its designation. The purpose of this study is to predict water quality changes due to incoming waste from various sources of pollutants to the concentration of BOD in Kapuas Kecil River using WASP model as an effort to water quality monitoring and water pollution control.The study area to be simulated is Kapuas Kecil River passing through Pontianak City over ± 22 km from upstream to downstream (estuary) that divided into 42 segments. Water quality data were collected from several monitoring station locations in Kapuas Kecil River downstream, Landak River, effluent trenches located within the administrative area of Pontianak City, as well as secondary data on industrial effluents located along the study area. Water sampling method refers to the SNI 03-7026-2004, sampling was done once at each sample point with variations of the rainy and dry season, and at high and low tide conditions. Hydrometry data and river discharge can be obtained from primary and secondary data.The results showed that domestic and non-domestic of urban discharges that entering the river is very dominant influence on the water quality of the river. BOD concentration in rivers during the dry season is higher than rainy season both in high and low tide conditions. The simulation results of spatial distribution with all scenarios show that the accumulation of BOD pollution load begins after a distance of 5 km from the upstream boundary and then a significant increase in concentration occur at  segment 27 with loads originating from the Landak River and Pekong Trench. The BOD concentration then tends to fluctuate to a distance of 5 km before heading downstream, and after that it continues to decline towards the downstream.
KINETIKA REAKSI SODIUM LIGNOSULFONAT DENGAN PROSES AMINO ALKILASI PADA VARIASI KONSENTRASI OLEYL AMINE Yelmira Zalfiatri; Supranto Supranto; Suryo Purwono
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.949 KB) | DOI: 10.31258/jst.v12.n2.p%p

Abstract

Surfaktan (surface active agent) merupakan salah satu bahan kimia yang dapat menurunkan tegangan antar muka fasecair. Salah satu contohnya adalah Sodium Ligno Sulfonat (SLS) yang bermanfaat untuk meningkatkan perolehan padakilang minyak. Akan tetapi, kandungan Natrium Bisulfat pada Sodium Ligno Sulfonat dapat mengurangi kinerjaSodium Ligno Sulfonat. Salah satu cara meningkatkan kinerja Sodium Lignosulfonat dengan memodifikasikan denganpenambahan Oleyl Amin dan Formaldehid atau dikenal dengan proses Amino Alkilasi. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan kinetika reaksi dan pengaruh variasi konsentrasi Oleyl Amin. Proses Amino Alkilasi dilakukan secarabatch dalam reaktor tangki berpengaduk dengan kecepatan pengadukan 250 rpm dan penambahan Formaldehid 15 ml.Proses Amino Alkilasi dilakukan dengan menvariasikan konsentrasi Oleyl Amin (10%, 20%, 30% dan 40%)dan waktureaksi (1,2,3 dan 4 jam). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetika reaksi oleh reaksi kimia denganpemodelan reaksi cair-cair yaitu reaksi Sodium Ligno Sulfonat dengan Oleyl Amin. Proses Amino Alkilasi mendekatiReaksi Tingkat Dua Bimoleculer dan Reaksi Tingkat Tiga Trimoleculer. Konversi tertinggi pada Proses Amino Alkilasimencapai 0,861pada kondisi Oleyl Amin 40%lama reaksi 4 jam. Model yang sesuai untuk penelitian ini adalah reaksiirreversible tingkat dua (bimolekuler). Perolehan nilai tegangan antar muka Proses Amino Alkilasi sebesar 0,191 Mn/m.Kata Kunci : Proses Amino Alkilasi, Sodium Ligno Sulfonat, Oleyl Amin, Formaldehid, Kinetika Reaksi
Pengaruh Aerasi Terhadap Pretreatment Eceng Gondok Oleh Phanerochaete Chrysosporium Rully Septria; Suryo Purwono; Siti Syamsiah; Eka Sari
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol7.iss2.art2

Abstract

Eceng gondok (Eichornia Crassipe) memiliki potensi dapat dikonversi menjadi bioetanol. Pretreatment biologi dengan Phanerochaete Chrysosporium memerlukan waktu lama karena kurangnya pasokan oksigen untuk pertumbuhan P.Chrysosporium. Upaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen dapat dibantu dengan aerasi. Variasi kecepatan aerasi yang digunakan 0 L/m2.men sampai 30,10 L/m2.men. Sampel diambil setiap 4 hari selama 24 hari. Kecepatan aerasi 2,15 L/m2.men sampai dengan hari ke 24 menghasilkan degradasi lignin sebesar 0,3076 gram. Sedangkan kecepatan aerasi 15,05 L/m2.men; 17,20 L/m2.men; dan 30,10 L/m2.men menunjukkan degradasi lignin yang lebih tinggi yaitu 0,3374 gram; 0,4151 gram; dan 0,3944 gram. Aerasi 2,15 L/m2.men merupakan kecepatan optimum. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil lignin yang paling rendah.
PENGARUH KONSENTRASI PEROKSIDA TERHADAP PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI LIMBAH BUAH JERUK MELALUI METODE FERMENTASI GELAP Atika Dwi Farini; Sarto Sarto; Suryo Purwono
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol11.iss2.art3

Abstract

Proses fermentasi gelap (dark fermentation) memiliki beberapa kelebihan, diantara kelebihan metode ini yaitu dapat memproduksi gas hidrogen tanpa membutuhkan cahaya matahari, substrat yang digunakan bervariasi dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Upaya untuk dapat menghasilkan gas hidrogen yang tinggi, salah satunya dengan merekayasa jalur metabolisme melalui penambahan agen radikal bebas yaitu hidrogen peroksida (H2O2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hidrogen peroksida (H2O2) pada inokulum campuran dari digester biogas (limbah buah, limbah kotoran sapi dan limbah tahu) dengan limbah buah jeruk sebagai substrat terhadap produksi hidrogen. Hidrogen peroksida dengan konsentrasi berbeda (0 mM, 0,2 mM, 0,4mM, 0,6mM, 0,8 mM) ditambahkan ke dalam fermentor (100mL) yang telah berisi inokulum campuran dan limbah buah jeruk. Penelitian dilakukan selama 7 hari pada kondisi anaerob dengan suhu 370C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hidrogen peroksida memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap produksi hidrogen dibandingkan dengan tanpa penambahan hidrogen peroksida, sehingga penambahan hidrogen peroksida pada konsentrasi tertentu menunjukkan terjadinya peningkatan produksi hidrogen. Produksi tertinggi gas hidrogen dihasilkan pada penambahan H2O2 0,6 Mm dengan yield 801,14 ml.g/VS. Selama proses fermentasi, Volatile Fatty Acid (VFA) yang dihasilkan yaitu asam asetat, butirat dan propionat. Asam-asam yang terbentuk dapat mempengaruhi produksi gas hidrogen. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa apabila dihasilkan asam asetat yang tinggi, maka dapat menurunkan produksi hidrogen.
PRODUKSI BAHAN BAKAR PADAT DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE HYDROTHERMAL TREATMENT Muhammad Irsan; Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah; Suryo Purwono
Konversi Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v8i1.6505

Abstract

Abstrak- Hidrotermal treatment merupakan salah satu proses konversi biomassa menggunakan air sebagai media sekaligus reaktan dalam prosesnya. Pada penelitian ini, dilakukan proses hidrotermal terhadap tempurung kelapa, yang merupakan salah satu sumber biomassa yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan autoklaf yang beroperasi secara batch dan  dilengkapi dengan pengaduk, sensor temperatur dan tekanan. Dalam penelitian ini digunakan variasi berupa perbandingan Biomass Water (B/W ratio) 1:20 dan suhu 240, 270, 300, 330 0C. Tempurung kelapa yang sudah dihaluskan (berukuran -32+48 mesh) sebanyak 7,5 gram dicampur dengan 150 ml air. Kemudian dimasukkan dalam autoklaf yang kemudian ditutup rapat. Sebelum dimulai ekperimen, udara yang ada di dalam autoklaf di-purge menggunakan gas N2 sebanyak tiga kali, kemudian tekanan di dalam autoklaf dinaikkan menjadi 10 bar juga dengan memasukkan gas N2. Setelah itu, pemanas dinyalakan untuk mencapai suhu yang diharapkan, dan dipertahankan selama 30 menit, dan kemudian pemanas dimatikan. Setelah autoklaf dingin, campuran dikeluarkan dari dalam autoklaf dan kemudian disaring dengan bantuan pompa vacuum. Padatan yang tersaring kemudian dihitung yield-nya dan dianalisis dengan proximate dan ultimate analysis. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa semakin tinggi suhu yang digunakan maka semakin rendah yield produk arang yang dihasilkan. Yield yang diperoleh yaitu 50,60% (240 0C) dan 32,44% (330 0C). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan carbon dalam padatan naik, diiringi dengan penurunan kandungan oksigen yang menyebabkan naiknya nilai kalor produk padatan. Nilai kalor tertinggi dicapai pada suhu 330 0C yakni sebesar 6.282 cal/g. Kata kunci: hidrotermal, biomassa, yield, nilai kalor.
Co-Authors Ady Mara, Ady Ahmad Tawfiequrahman Yuliansyah Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah Ana Lestari Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Anisa Novi Aprilia Siti Purwanti Arief Budiman Arief Budiman Arief Budiman Ariff Trisetia Anggara Arista Putranto Atika Dwi Farini Bambang Soehendro Bardi Murachman Bardi Murachman Bardi Murachman Budiyansah, Amsal Chitra Ria Ariska dan Suwati Danang Wahyuhono Desi Amalia Fenyka Dyah Mutiarin Dyah Tri Yulianti Eka Sari, Eka Eni Budiyati Fergie Febrina Fitri Trapsilawati Fitriani Fitriani Galuh Almas Darmawati Handayani, Destias Selly Handirofa Handirofa Hanum, Farrah Fadhillah Herni Hasifah Iga Maliga Ignesti Anindia Ikhsana, Mifta Aulia Indriana Kartini Indriana Kartini Jonas Kristanto Karna Wijaya Kartini, Indriyana Mohammad Fahrurrozi Muhamad Johar Ardany Muhammad Irsan B Muhammad Khoirul Anam Muhammad Kusumawan Herliansyah Muhammad Mufti Azis Muhammad Mufti Azis Nurcahyo Iman Prakoso Panut Mulyono Pasca Giffari Jusuf Prima Astuti Handayani Ratna D Kusumaningtyas Ratna Dewi Kusumaningtyas Rika Harini Rizki Purnaini Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rodiansono Rukmana Rully Septria Rully Septria, Rully Sang Kompiang Wirawan Sarto Sarto Satriyo Dibyo Sumbogo Siti Salamah Siti Salamah Siti Syamsiah Siti Syamsiah Subagyo Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Supranto Supranto Supranto Sutijan Sutijan Teguh Ariyanto Triyono Triyono Triyono Triyono Triyono Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryanti Wega Trisunaryati, Wega Yelmira Zalfiatri Yundari, Yundari Yusmardhany Yusuf