Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan dan Validasi Media Booklet Materi Virus sebagai Sumber Belajar bagi Peserta Didik SMA: (Development and Validation of Virus Material Booklet Media as a Learning Resource for High School Students) Dede , Vinsensia Apriani; Buku, Maria Novita Inya; Seran, Lukas
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.42276

Abstract

This research aims to analyse the feasibility and determine the effectiveness and practicality of the virus material booklet being developed. The method used is the research and development method or Research and Development (R&D) with the development model used, namely the ADDIE model. The results obtained from the media feasibility value were 90% with a very feasible interpretation. The booklet media was also quite effective for use in teaching and learning activities in terms of the results of the N-gain analysis of the increase in student learning outcomes, namely 0.62 with a moderate interpretation, and this booklet media was efficient in terms of the results of the analysis of student responses with an average percentage of 88%. It can be concluded that this research uses research and development (R&D) methods with the ADDIE development model. The media feasibility result is 90% with a very feasible interpretation; booklet media is quite effective, as seen from the N-gain increase in student learning outcomes before (pretest) and after (posttest) learning using booklets. The students' average N-gain score was 0.62, with moderate interpretation, and they responded well to the booklet media developed. So, the average percentage of student responses or assessments is 88% with efficient interpretation. Abstrak. Penelitian    ini    bertujuan    untuk  menganalisis kelayakan, mengetahui kesfektifan   dan kepraktisan booklet materi virus yang dikembangkan. Metode yang  digunakan yaitu metode  penelitian  dan pengembangan  atau Research  and  Development (R&D)  dengan  model pengembangan  yang  digunakan  yaitu  model  ADDIE. Hasil yang diperoleh dari nilai kelayakan media yaitu sebesar 90% dengan interpretasi sangat layak, media booklet juga cukup efektif digunakan dalam kegiatan belajar megajar ditinjau dari hasil analisis N-gain peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu sebesar 0,62 dengan interpretasi sedang, dan media booklet ini sangat praktis ditinjau dari hasil analisis respon peserta didik dengan persentase rata-rata sebesar 88%. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil kelayakan media yaitu 90%  dengan interpretasi sangat layak, media booklet cukup efektif dilihat dari N-gain peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran menggunakan booklet. Hasil skor rata-rata N-gain peserta didik yaitu sebesar 0,62 dengan interpretasi sedang dan Peserta didik memberikan respon baik terhadap media booklet yang dikembangkan. Sehingga persentase rata-rata dari respon atau penilaian peserta didik yaitu sebesar 88% dengan interpretasi sangat praktis. 
Development of Simple Environment-Based Practical Guides for Integrated Science Subjects Using the 4-D Model Buku, Maria Novita Inya; Nau, Getrudis Wilhelmina; Djalo, Aloysius
N A T U R A L: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/natural.v12i1.19449

Abstract

This study aims to determine 1) the validity of the development of simple environment-based practicum guides in integrated science subjects using the 4-D model, 2) the practicality of the validity of the development of simple environment-based practicum guides in integrated science subjects using the 4-D model, and 3) the effectiveness of the validity of the development of simple environment-based practicum guides in integrated science subjects using the 4-D model. This research is a development research. The development model in this study is the 4-D development model which consists of 4 stages namely Define, Design, Develop and Disseminate. The results of this study indicate that the integrated science practicum guide developed has a very high validity with a percentage of 87.04%. This shows that the developed practicum guide is suitable for use in the integrated science learning process. The developed practicum guide is included in the very practical category, with an average percentage of 82.64% indicating that the developed practicum guide can increase student participation in practicum activities. The developed practicum guide can improve students' learning outcomes by 21.5% with a moderate category, indicating that the use of simple practicum guides in integrated science subjects contributes positively to the understanding of integrated science concepts and is effectively used in integrated science learning.
PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL, LAPORAN DAN ARTIKEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS SERTA PUBLIKASINYA PADA JURNAL NASIONAL BAGI GURU-GURU SE-KECAMATAN AMANUBAN TENGAH Nau, Getrudis Wilhelmina; Missa, Hildegardis; Inya Buku, Maria Novita
Jurnal Vokasi Vol 7, No 2 (2023): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i2.4012

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh guru-guru SD, SMP, dan SMA di kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah terbatasnya pengetahuan guru mengenai Penelitian Tindakan Kelas (PTK), cara melaksanakan PTK, cara membuat proposal PTK, menyusun laporan PTK, cara menulis artikel PTK dan cara melakukan publikasi pada jurnal nasional; sehingga perlu adanya kegiatan pelatihan terkait. Tujuan kegiatan ini adalah (1) agar mitra dapat memahami tentang PTK dan melaksanakan PTK (2) memahami dan dapat menyusun proposal PTK, laporan PTK dan artikel PTK, (3) mengetahui cara melakukan publikasi pada jurnal nasional. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap yaitu: (1) penyampaian materi dengan metode ceramah/presentase tentang konsep PTK dan prosedurnya, tata cara menulis proposal, laporan PTK, dan artikel PTK, (2)  simulasi tata cara melakukan submitt jurnal melalui OJS pada jurnal nasional dengan metode demonstrasi; dan (3) telaah contoh proposal PTK dan bimbingan menulis draft proposal PTK dengan metode diskusi dan bimbingan mandiri secara online. Hasilnya peserta sangat antusias dengan kegiatan pelatihan dan berharap dapat menghasilkan luaran berupa publikasi hasil PTK.
PENGUATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 18 KUPANG MELALUI PRAKTIKUM IPA TERPADU Komisia, Faderina; Buku, Maria Novita Inya; Tukan, Maria Benedikta; Londa, Dorceana; Bubu, Maria Imakulata; Asafa, Maria Paulina
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.12005

Abstract

Pembelajaran IPA berbasis praktikum dapat disebut sebagai salah satu cara untuk mencapai hasil belajar peserta didik karena pembelajaran IPA berbasis praktikum memiliki kontribusi terhadap hasil belajar peserta didik dalam ranah psikomotorik. Di dalam kegiatan praktikum sangat dimungkinkan adanya penerapan beragam keterampilan proses sains sekaligus pengembangan sikap ilmiah yang mendukung proses perolehan pengetahuan (produk keilmuan) dalam diri peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA SMP Negeri 18 Kupang, pembelajaran selama ini lebih difokuskan pada pemahaman kognitif sedangkan keterampilan proses sains peserta didik kurang diasah melalui praktikum IPA sehingga keterampilan proses sains peserta didik khususnya kelas VIIA dan VIIB masih rendah. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan alat dan bahan praktikum di sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut maka peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran berbasis praktikum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih keterampilan proses sains peserta didik SMP Negeri 18 Kupang melalui kegiatan praktikum IPA terpadu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni metode praktikum/eksperimen dan diskusi. Hasil kegiatan ini adalah keterampilan proses sains peserta didik menjadi lebih baik melalui praktikum IPA Terpadu dengan persentase rata-rata kemunculan keterampilan proses sains peserta didik kelas VIIA dan VIIB berturut-turut adalah 81,67% (baik) dan 81,25% (baik). Respon peserta didik terhadap kegiatan praktikum IPA Terpadu baik, dengan persentase rata-rata yang diperoleh dari angket respon peserta didik berturut-turut adalah 85,41% dan 88,02%.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 11 Kota Kupang Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Nabu, Adolfina; Buku, Maria Novita Inya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4013

Abstract

Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan pada proses menemukan konsep melalui kegiatan berpikir, mengamati, memecahkan masalah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen yang berbentuk desain pretest-posttest satu kelompok. Peserta dalam penelitian ini terdiri dari 31 siswa. Alat penelitian terdiri dari tes hasil belajar (pretest dan posttest). Analisis menunjukkan rata-rata skor pretest adalah 43,70 dan meningkat menjadi 75,96 pada posttest, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Peningkatan hasil belajar tersebut terjadi karena Discovery Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlinbat aktif dalam menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Selain itu, model ini juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, dan ketrampilan berpikir kritis yang berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi sistem pernapasan manusia. Model ini dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran inovatif dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan konsep serta hasil belajar pada pembelajaran Biologi
Peningkatan Kolaborasi dan Pemahaman Konsep Peserta Didik Berbasis Jelajah Lingkungan Sekitar dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas VII Di SMP Negeri 11 Kota Kupang Klau, Orlince Seran; Buku, Maria Novita Inya
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4047

Abstract

Model pembelajaran Discovery Learning berbasis jelajah lingkungan sekitar merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian ini difokuskan pada penerapan model tersebut pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup di kelas VII UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas model pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemahaman konsep siswa melalui eksplorasi lingkungan sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan observasi keterampilan kolaborasi sebelum dan sesudah penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pretest dari 54,33 menjadi 73,5 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 0,418 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa Discovery Learning berbasis jelajah lingkungan efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi melalui diskusi kelompok dan pemahaman konsep melalui pengamatan langsung. Aspek yang paling terlihat peningkatannya meliputi identifikasi ciri makhluk hidup, kerja sama tim, dan kemampuan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa model pembelajaran ini berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi dan pemahaman konsep siswa. Melalui kegiatan jelajah lingkungan, siswa tidak hanya menguasai konsep klasifikasi secara kognitif, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan keterampilan sosial melalui pengalaman belajar kontekstual. Dengan demikian, Discovery Learning berbasis jelajah lingkungan terbukti relevan sebagai model pembelajaran IPA yang inovatif untuk membentuk generasi pelajar adaptif, kreatif, dan kolaboratif di era pendidikan abad ke-21.
Sosialisasi Penguatan Karakter Siswa melalui Implementasi Penguatan Delapan Profil Pelajar Pancasila di UPTD SMP N 11 Kota Kupang Nabu, Adolfina; Klau, Orlince Seran; Longge, Agustina Irawati; Buku, Maria Novita Inya
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1720

Abstract

Character-strengthening socialization is an important effort to develop students with strong moral values and a Pancasila-oriented mindset in line with the Merdeka Curriculum. This Community Service Program (PKM) was conducted at UPTD SMP Negeri 11 Kupang City and aimed to improve students’ understanding and practice of character values through the eight dimensions of the Pancasila Student Profile. The implementation method involved character socialization activities, including material presentations, interactive discussions, and student reflection sessions. To measure the impact of the program, students’ character understanding was assessed before and after the socialization activities. The results showed an increase in the average score from 68.13 to 85.49, with an N-Gain of 57.61%, categorized as moderate. The most notable improvements were observed in responsibility, cooperation, independence, and critical thinking skills.
Optimalisasi pembelajaran biologi dengan model-model pembelajaran inovatif: pelatihan guru-guru SMA di Kota Kupang Maria Novita Inya Buku; Sardina Ndukang; Getrudis Wilhelmina Nau
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.30282

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru biologi di Kota Kupang, termasuk guru biologi SMAN 9 Kota Kupang, diketahui bahwa guru telah mengenal banyak model pembelajaran inovatif dan telah mencantumkannya dalam perangkat pembelajaran yang mereka susun namun dalam pelaksanaan di kelas guru tidak melaksanakannya seperti apa yang tertulis karena guru belum memahami sintaks model-model pembelajaran inovatif dengan baik sehingga masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan model-model pembelajaran tersebut sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka tim pelaksana melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tema pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran biologi berbasis model-model pembelajaran inovatif bagi guru-guru SMA di Kota Kupang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pemahaman dan pengetahuan guru-guru biologi di Kota Kupang terkait penyusunan perangkat pembelajaran biologi berbasis model-model pembelajaran inovatif sehingga guru-guru biologi dapat menerapkannya model-model pembelajaran tersebut di dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah yaitu pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Bulan April 2024, dihadiri oleh 34 peserta, dan dilaksanakan di SMA Negeri 9 Kota Kupang. Hasil dari kegiatan pelatihan, terdapat peningkatan pemahaman guru dalam menyusun perangkat pembelajaran biologi berbasis model-model pembelajaran inovatif sebesar 22,83 dengan nilai N-gain 0,21 dan setelah dilakukan kegiatan pendampingan, pemantauan dan evaluasi diketahui bahwa guru-guru biologi dapat melaksanakan sintaks model pembelajaran discovery, inquiry dan problem based learning secara baik dan dapat melaksanakan sintaks model project base learning dengan sangat baik. Kata kunci: pelatihan; perangkat pembelajaran; model-model pembelajaran inovatif. Abstract Based on the results of interviews with several biology teachers in Kupang City, including biology teachers of SMAN 9 Kupang City, it is known that teachers are familiar with many innovative learning models and have included them in the learning tools they compile but in the implementation in the classroom teachers do not implement them as written because teachers do not understand the syntax of innovative learning models well so that they still have difficulty in implementing these learning models according to the characteristics of the subjects they teach Based on the problems faced by partners, the implementation team conducted community service activities with the theme of training in the preparation of biology learning tools based on innovative learning models for high school teachers in Kupang City. The purpose of this activity is to increase the understanding and knowledge of biology teachers in Kupang City related to the preparation of biology learning tools based on innovative learning models so that biology teachers can apply these learning models in learning. The methods used in this activity are training, mentoring, and monitoring and evaluation. This community service activity was carried out in April 2024, attended by 34 participants, and held at SMA Negeri 9 Kupang City. As a result of the training activities, there was an increase in teachers' understanding in preparing learning tools. Keywords: training; learning tools; innovative learning models.
Pendampingan pembuatan preparat biologi berbahan sederhana sebagai sarana peningkatan kompetensi guru IPA Getrudis Wilhelmina Nau; Hildegardis Missa; Maria Novita Inya Buku
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34346

Abstract

AbstrakPeran guru IPA sangat penting dalam pencapaian kompetensi sains peserta didik. Kompetensi ini berkaitan erat dengan cara belajar peserta didik dalam kelas mata pelajaran IPA. Salah satu cara belajar yang menunjang kompetensi dimaksud adalah melalui kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum dapat berjalan apabila guru menguasai dengan baik keterampilan-keterampilan dasar praktikum termasuk keterampilan laboratoris mikroteknik. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru memahami hakekat IPA dalam pembelajaran sains dan menerapkannya dalam pembelajaran IPA di kelas. Metode yang digunakan adalah presentase dan demo pembuatan preparat biologi berbahan sederhana. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru IPA dan guru biologi se-kecamatan Mollo Utara sebanyak 18 orang pada 23 Juli 2025. Hasil kegiatan berupa perubahan pemahaman tentang pentingnya praktikum dalam pembelajaran IPA dan keterampilan melaksanakan praktikum dengan memanfaatkan bahan sederhana. Kata kunci: pendampingan; preparat biologi berbahan sederhana; peningkatan kompetensi guru AbstractThe role of science teachers is crucial in achieving students’ scientific competence. This competence is closely related to how students learn in science classes. One effective learning approach that supports the development of this competence is through practical laboratory activities. These practical activities can be conducted effectively if teachers possess a strong command of basic laboratory skills, including microtechnical laboratory techniques. The objective of this community service activity was to help teachers understand the nature of science in science education and apply it in their classroom teaching. The method used involved presentations and demonstrations on how to prepare biology slides using simple materials. This activity was attended by 18 science and biology teachers from across the Mollo Utara sub-district on July 23, 2025. The outcomes of the activity included an improved understanding of the importance of practical work in science education and enhanced skills in conducting practicals using easily accessible materials. Keywords: mentoring; preparation of biology slides using simple materials; improving teacher competence.