Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Stroberi Lokal Organik Di Daerah Wisata Kayu Aro Berbasis Komlikoplusmol Novita, Trias; Evita, Evita; Jasminarni, Jasminarni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12251.275 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.20837

Abstract

ABSTRAK Wilayah Kecamatan Kayu Aro sangat cocok untuk pengembangan stroberi. Stroberi lokal sudah mulai langka dan tanaman yang masih ada hidup liar. Pengetahuan masyarakat tentang pengembangan budidaya stroberi lokal terutama di kelompok mitra PPM masih minim, pengetahuan masyarakat tentang pertanian organik belum ada, tanaman tumbuh tanpa pemupukan dan pemeliharaan yang tepat. Wilayah ini juga berpotensi untuk pengembangan tanaman kopi, limbah kopi dari hasil panen tidak dikelola dengan baik sehingga mencemari udara dan lingkungan, pengetahuan dan penerapan MOL dan komlikoplusmol sebagai pupuk organik limbah kopi pada budidaya tanaman stroberi organik belum ada. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan PPM adalah penerapan IPTEK melalui kegiatan diskusi, pelatihan, pendampingan, praktek dan demplot. Lokasi kegiatan di Desa Koto Periang Kecamatan Kayu Aro. Kegiatan yang diterapkan adalah : pengolahan limbah kopi menjadi komlikoplusmol, pengolahan limbah kopi menjadi MOL, pelatihan, praktek dan demplot budidaya tanaman stroberi lokal secara organik yang memanfaatkan MOL dan komlikoplusmol, penanaman dilakukan secara vertikultur untuk menata lingkungan dan kelestarian lingkungan. Kesimpulan kegiatan adalah : produk MOL sebagai dekomposer dan komlikoplusmol sebagai pupuk organik yang dimanfaatkan dalam pengembangan budidaya stroberi dapat meningkatkan pertumbuhan, perkembangan dan produksi stroberi lokal yang sudah mulai langka, produk yang diperoleh adalah buah stroberi organik, adanya peningkatan penghasilan, kualitas dan kuantitas.
Pengaruh Konsentrasi Giberelin (GA3) dan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Tanpa Kulit Setiyawati, Ida; Neliyati, Neliyati; Jasminarni, Jasminarni
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 7 No. 1 (2024): Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v7i1.42013

Abstract

Kopi robusta memiliki keunggulan yaitu resisten terhadap serangan hama dan penyakit serta tahan terhadap kondisi lingkungan yang tidak bersahabat. Oleh sebab itu, kopi robusta mempunyai peranan penting bagi mayoritas pekebun kopi Indonesia sehingga diperlukan upaya peningkatan produktivitas dengan teknologi budidaya yang tepat agar dapat mempertahankan kualitas dan meningkatkan nilainya. Upaya peningkatan produktivitas kopi salah satunya dengan cara melakukan perendaman benih dalam zat pengatur tumbuh giberelin (GA3). Manfaat dari perendaman zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) yaitu zat tersebut dapat menekan aktivitas ABA yang terdapat di dalam benih sehingga meningkatkan aktivitas giberelin (GA3) endogen untuk mendorong perkecambahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi giberelin (GA3) dan lama perendaman terhadap perkecambahan benih kopi robusta tanpa kulit, serta mengetahui kombinasi konsentrasi giberelin (GA3) dan lama perendaman yang terbaik terhadap perkecambahan benih kopi robusta tanpa kulit.Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Jalan Lintas Sumatera Jambi – Muara Bulian Km. 15, Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai bulan Desember 2020.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor.Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin (G) dengan 4 taraf perlakuan yaitu g0 (tanpa GA3), g1 (konsetrasi GA3 150 ppm), g2 (konsentrasi GA3 300 ppm), dan g3 (konsentrasi GA3 450 ppm).Faktor kedua adalah lama perendaman (W) dengan 4 taraf perlakuan yaitu w1 (perendaman 2 jam), w2 (perendaman 4 jam), w3 (perendaman 6 jam), dan w4 (perendaman 8 jam).Kedua faktor tersebut menghasilkan 16 kombinasi percobaan.Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan.Setiap satu unit percobaan terdiri dari 20 benih untuk dikecambahkan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan konsentrasi giberelin (GA3) dan lama perendaman memiliki interaksi terhadap parameter indeks kecepatan perkecambahan.
Sustainable Valorization of Used Biochar for Hexavalent Chromium Removal from Wastewater and Soil Fertility Enhancement Anwar, Dedy; Neliyati, Neliyati; Gusniwati, Gusniwati; Jasminarni, Jasminarni; Rohman, Arif; Syarifuddin, Hutwan; Nainggolan, Ellyas Alga; Wibowo, Yudha Gusti
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.723-750

Abstract

Environmental pollution from wastewater and soil contamination remains a critical global concern, with current treatment methods often facing limitations in scalability, cost, or environmental safety. Biochar, a carbon-rich material derived from biomass pyrolysis, has emerged as a sustainable adsorbent for heavy metals and organic pollutants. While its use in environmental remediation is well-established, the fate and reuse of spent biochar have received limited attention. This comprehensive review explores the untapped potential of used biochar, particularly for the removal of hexavalent chromium (Cr(VI)) from wastewater and its role in enhancing soil fertility. We critically analyze current practices, mechanisms of Cr(VI) removal using spent biochar, regeneration techniques, and field applications, while highlighting circular economy frameworks that promote resource efficiency. The study integrates empirical evidence from recent case studies and offers policy recommendations to support large-scale implementation. This work is the first to provide an integrative review of the reuse of spent biochar with a dual focus on wastewater treatment and soil enhancement, underpinned by a circular economy perspective. It addresses critical research gaps by evaluating regeneration techniques, post-use functionality, and practical field applications, thereby positioning spent biochar as a viable, low-cost, and eco-friendly alternative in environmental management systems.