Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Variasi Waktu Proses Manganisasi Terhadap Kekerasan dan Ketebalan Lapisan pada Baja Perkakas AISI D2 Adi Ganda Putra; Pawawoi; Royen B S
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 4 No 1 (2005): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol4no1.247

Abstract

Pengerasan permukaan telah digunakan secara luas pada berbagai macam baja, karena dapat memberikan kombinasi sifat keras pada bagian permukaan. Pengerasan permukaan yang dilakukan adalah dengan cara mengubah struktur mikro dan komposisi kimia secara difusi mangan pada baja perkakas AISI D2. Adanya difusi mangan ke dalam permukaan baja perkakas AISI D2 akan mempengaruhi struktur mikro dan komposisi kimia sehingga sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat mekariiknya. Dalam penelitian tentang proses manganisasi aktivator yang akan digunakan adalah NHICI dan filler SiC. Proses manganisasi dilakukan pada temperatur 900oC dengan variasi waktu 4, 8, 12 jam. Adapun tujuan dari proses manganisasi ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap sifat mekanik dan ketebalan lapisan terhadap baja AISI D2. Berdasarkan pengamatan terhadap pelapisan manganisasi yang terbentuk disimpulkan bahwa fasa yang terbentuk adalah FeMn. Hasil proses manganisasi pada temperatur 900"C pada variasi waktu 4, 8, 12 jam menunjukan bahwa ketebalan lapisan dan kekerasan sangat berpengaruh terhadap lama waktu penahanan saat proses manganisasi berlangsung. Ini terbukti pada hasil manganisasi pada waktu penahanan 12 jam dimana ketebalan lapisan maupun kekerasan yang didapat lebih baik dari pada waktu penahanan yang lebih kecil.
Pengaruh Proses Perlakuan Panas (Heat Treatment) terhadap Perubahan Struktur Mikro dan Sifat Mekanik pada Crank Shaft Toyota Avansa Adi Ganda Putra; Pawawoi; Anugrah B S
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 5 No 1 (2006): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol5no1.250

Abstract

Perlakuan panas pada logam pada umumnya akan mempengaruhi sifat mekanik dan struktur mikronya, sehingga mempunyai kekerasan dan keuletan yang tinggi. Adapun metoda perlakuan panas yang dilakukan untuk Crank Shaf yaitu metoda normalizing. Dari data yang didapat, harga kekerasan meningkat dari 195,18 Hv menjadi 256,2 Hv. Selain harga kekerasan, Crank Shafi yang tidak mengalami proses perlakuan panas mempunyai fasa É‘ (Ferit) yang mengelilingi grafit nodul lebih besar dibandingkan Crank Shafi yang mengalami proses perlakuan panas. Ini yang mengakibatkan Crank Shaft tersebut mempunyai sifat keras yang lebih baik. Dari hasil pengujian, mengindikasikan bahwa akibat proses perlakuan panas yang dilakukan, terjadi perubahan pada Struktur mikro dan harga kekerasan. Oleh karena itu besi cor Nodular mempunyai kemampuan untuk diproses perlakuan panas seperti baja.
Analisa Umur Pakai Baja Perkakas ASSAB DF3/AISI O1 Proses Perlakuan Panas Adi Ganda Putra; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 6 No 2 (2007): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol6no2.272

Abstract

Pada proses pembentukan logam, kondisi gesekan akan terjadi antara benda kerja yang relatif lunak dan perkakas/cetakan (dies) yang keras sehingga akan mengakibatkan keausan. Kualitas produk dan ketelitian dimensi berkaitan langsung dengan keausan perkakas. ASSAB DF 3 LAISI O1 adalah baja perkakas pembentuk (dies) yang dapat dikeraskan dengan proses perlakuan panas. Baja ini memiliki sifat mampu mesin dan ketangguhan yang baik serta laju keausan yang rendah umumnya digunakan untuk proses Press Working. Proses perlakuan panas pada material perkakas ASSAB DF 3 adalah Ouenching dan variasi Double Tempering mengakibatkan terjadinya perubahan Jasa sehingga dapat meningkatkan kekerasan dan ketahanan terhadap keausan. Analisa teoritis umur pakai material perkakas ASSAB DF 3 hasil proses perlakuan panas pada proses Blanking diperoleh hasil optimum yaitu hasil proses Auenching media oli dan Double Tempering pada temperatur 2 X 100C. Nilai kekerasan sebesar 56,78 HRc (628,60 HVN) dapat diperoleh sebanyak 19148 buah keping hasil proses Blanking.
Pengaruh Perbedaan Arus Pengelasan pada Sambungan Pipa Baja API SL Gr B Adi Ganda Putra; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 7 No 1 (2008): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol7no1.281

Abstract

Baja karbon merupakan salah satu jenis bahan yang berasal dari jenis logam ferro dimana memiliki pembagian yang salah satunya adalah baja karbon rendah. Baja AP! 5 L grade B salah satu contoh dari sekian banyak jenis baja karbon rendah. Baja ini biasa digunakan sebagai pipa penyalur (pipe line) maupun proses pemipaan (piping process). Dan pengelasan merupakan proses penyambungan yang dilakukan pada konstruksi pipa tersebut, dimana banyak proses pengelasan yang dapat dipilih guna mendapatkan hasil yang terbaik. Akan tetapi, pada kenyataannya sebaik apapun desain yang dirancang, cacat selalu mengikuti setiap prosesnya. Untuk itu kesalahan jangan sampai terulang kedua kali dimana cacat yang terjadi tidak dapat terdeteksi oleh sebab pengujian yang dilakukan harus sesuai dengan standar yang ada, pada pengujian kali ini standar yang digunakan adalah API 1104 yang sesuai dengan proses pemipaan untuk migas. Perbedaan arus pengelasan yang digunakan pada sambungan pipa baja dapat mengurangi cacat pada sambungan pipa baja sehingga kegagalan pada sambungan tersebut dapat dihilangkan.
Pengaruh Variasi Proses Peregangan terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Baja St. 37 pada Proses Roll Bending Adi Ganda Putra
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 7 No 2 (2008): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol7no2.285

Abstract

Proses pembentukan merupakan perubahan bentuk benda kerja yang dilakukan dengan jalan memberikan gaya supaya terjadi deformasi plastis. Besarnya gaya luar untuk pembentukan yang dapat mengubah benda kerja harus diberikan secara permanen. Proses rol tekuk (roll bending) merupakan salah satu proses pembentukan pelat dimana pelat material jenis St. 37 merupakan bahan yang sering digunakan karena memiliki kemampuan bentuk yang baik. Dalam proses rol tekuk (roll bending) dengan memberikan variasi regangan 5%, 10%, dan 15%, pada suatu-material akan mengalami perubahan sifat mekanik dan struktur mikronya. Semakin tinggi regangan yang diberikan pada proses roll bending terhadap pelat baja karbon rendah (Baja St. 37) akan menyebabkan peningkatan kekerasan, kekuatan, keuletan (elongasi dan reduksi penampang) dan perubahan bentuk butir dari eguaxial menjadi semakin pipih dalam struktur mikro yang berfasa perlit didalam matrik ferrit.
Pengaruh Variasi Arus GMAW pada Sambungan Pipa aja API 5L Grade B terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Adi Ganda Putra; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 1 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol8no1.309

Abstract

Proses pengelasan merupakan teknologi penyambungan pada logam yang sering digunakan. Metoda pengelasan GMAW telah banyak digunakan secara luas pada penyambungan pipa penyalur (pipe line), pipa kostruksi, proses pemipaan (piping process), dll. Baja API 5L Grade B adalah salah satu bahan yang distandarkan oleh API untuk penggunaan/aplikasi perpipaan pada perusahaan minyak dan gas (oil and Gas). Dalam instalasinya dibutuhkan hasil penyambungan yang baik tanpa terbentuknya cacat pada sambungan sesuai dengan standar API. Variasi arus (100, 135 dan 160A) pada proses pengelasan GMAW akan berpengaruh terhadap heat input dan kelarutan (dilution) antara logam dasar dengan logam pengisi yang dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan sifat mekanik pada sambungan pipa. Kualitas/mutu sambungan dapat dikaji dengan melakukan pengujian supaya dapat diketahui sifat fisik dan sifat mekanik hasil sambungan pipa dengan variasi arus pada metoda GMAW. Metoda pengujian yang dilakukan antara lain : uji tarik, uji nick break dan uji lengkung, sedangkan perubahan struktur mikro dikaji dengan analisa metalografi.
Perbandingan Sifat Drawability Material Kaleng Kemasan Biscuit dan Cat Tembok P. Y. M. Wibowo; Adi Ganda Putra
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol8no2.312

Abstract

Salah satu jenis sampah atau limbah yang banyak ditemukan disekeliling kita adalah kaleng bekas kemasan dari berbagai produk kemasan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan jenis sampah / limbah tersebut diantaranya adalah membentuk ulang untuk dijadikan suatu produk baru. Sifat drawability material merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembentukan logam lembaran. Dengan mengambil sampel kaleng bekas kemasan dari produk biscuit dan cat tembok, dalam studi ini ingin membandingkan sifat drawability atas kedua jenis material tersebut dengan cara melakukan beberapa jenis pengujian terhadap sampel. Data yang diperoleh menunjukan bahwa pada material kaleng bekas kemasan biscuit memiliki kadar karbon sebesar 0,03826% dan memiliki r-value <1 yaitu sebesar 0,6 serta nilai LDR 2 yaitu sebesar 2,3. Sedangkan pada material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki kadar karbon sebesar 0,0318% dengan nilai r-value 1 yaitu sebesar 1,8454 serta LDR 2 yaitu sebesar 3,296. Berdasarkan data-data tersebut dapat dikatakan bahwa material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki sifat drawability yang lebih baik bila dibandingkan dengan material kaleng bekas kemasan biscuit.
Pengaruh Single dan Double Quenching pada Proses Pack Carburizing terhadap Sifat Mekanik Baja Paduan Karbon Rendah AISI 3115 Adi Ganda Putra
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 9 No 2 (2010): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol9no2.321

Abstract

Pack carburizing adalah proses pengerasan permukaan dengan cara mendifusikan atom karbon ke bagian permukaan logam sehingga diperoleh perubahan sifat mekanik diantaranya kekerasan, struktur mikro dan ketahanan aus. Penelitian proses pack carburizing dilakukan pada suhu pemanasan 900oC dan waktu penahanan 120 menit dengan proses guenching meliputi single dan double guenching. Kekerasan yang dihasilkan untuk single guench sebesar 324,6 Hv sedangkan kekerasan untuk double guench sebesar 381,4 Hv. Nilai keausan untuk single guench sebesar 0,62%, sedangkan untuk double guench mencapai 0,34%. Hasil struktur mikro menunjukkan adanya fasa martensit pada permukaan lapisan karburasi dengan kadar karbon mencapai 0,94%. Ketebalan lapisan untuk single guench adalah 85,5µm, temper single quench adalah 86µm, double quench adalah 87,45µm dan temper double quench adalah 88,5µm.
Pengaruh Elemen Paduan dan Senyawa terhadap Karakteristik Paduan Magnesium dan Aplikasinya - Kajian Adi Ganda Putra; Azwar Manaf; Djoko HP
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol20no2.424

Abstract

Alloys based on Magnesium the lightest structural metal and Mg have great application potential in the automotive and aerospace industries. However, Magnesium in its application is limited by its low strength and ductility. The most effective way to increase strength and ductility is by adding alloying elements, grain refinement, and dispersion strengthening. However, universal strengthening techniques for magnesium alloys are still being researched, and some are still being debated. This paper presents a brief overview of the development of methods of adding alloying elements to magnesium alloys, contributing to a better understanding of the factors controlling mechanical properties and providing an outlook for future research in this area.
Distribution of Personal Protective Equipment to Health Workers in The Context of Handling The COVID-19 Pandemic in Bandung Ragil Pardiyono; Gianti Puspawardhani; Hermita Dyah Puspita; Oviyan Patra; Nurhadi Nurhadi; Rinto Yusriski; Adi Ganda Putra
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.574 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1207

Abstract

This community service distribution of personal protective equipment (PPE) is carried out to ease the burden on doctors and health workers in the fight against the Covid-19 pandemic. The success of this service is measured by the distribution of personal protective equipment for doctors and health workers. A total of 499 personal protective equipment was distributed to Dustira Cimahi Hospital, Hasan Sadikin Hospital Bandung, Muhammadiyah Hospital Bandung, Pindad Hospital Bandung, Kiara Condong Health Center Bandung and Sukapura Health Center Bandung. The evaluation of this activity is that it is necessary to carry out a similar service program to help communities affected by the pandemic